Roki yakin nih, siapa pun yang pertama kali melihat desain bungkus kretek dari Kudus ini pasti terpikir dengan logo partai. Ya gak, Lur? ?
Bedanya, Bulls yang satu ini bukan bibirnya yang berwarna putih melainkan matanya. Mata itu bakal serem juga, sih, kalo melotot. Tapi ada juga tatapan sejuk, tatapan sayang, juga tatapan kosong saat sedih dan duka.
Jika dibandingkan, antara mata dan bibir, tentu dampak yang ditimbulkan oleh kedua indra mahluk Tuhan itu akan lebih menyeramkan bibir jika diulas lebih luas. Tapi Roki cukupkan sampe sini aja bahas mata dan bibir, ya. Karena mata bisa terlihat indah. Bibir juga bisa menggetarkan hati yang melihatnya. (((Menggetarkan)))
Bulls ini harganya murah, Lur. Cuma 7.500. Di daerah lain, kemarin banyak juga yang komen harganya lebih murah lagi. Ada yg bilang 5.000. Ada juga yg bilang 6.000. Sedangkan bandrol cukainya 5400. Isinya 12 batang. Jenisnya SKT. Murah poll.
Kalo Roki identifikasi, rasa Bulls ini masih berkeluarga dengan Mustang yang warna hitam itu, masih sedarah dengan Rider yang juga berwarna merah itu, juga masih sepupu atau keponakan dengan 76. Ini tentang rasanya, ya.
Tapi kalo mereka masih sekeluarga beneran atau gak, Roki gak tahu. Karena Roki bukan tipe org yang sok tahu dan serba tahu. Menyadari keterbatasan pengetahuan itu baik. Makanya, Roki lebih baik bertanya pada kretekus jika tidak tahu. Sehingga ada dialog di antara kita. Tsaahhh!!! ?
Recommended nih. Bulls ini kretek murah, tapi rasanya gak murahan banget. Bisa enak buat teman ngopi. Bisa juga buat kretek harian.
Panjang batangan Bulls nyaris sama dgn Djarcok Xtra. Tembakau dalam tiap batangannya juga bagus rajangannya. Terutama warnanya, coklat cerah. Aromanya juga sedap.
Pertanyaannya, kok bisa ya rokok harga murah bisa seenak ini?
Tapi rasa enak yang Roki rasakan sangat relatif ya, Lur. Karena nilai enak hanya dari indra perasa yang Roki rasakan. Bisa saja indra perasa kita berbeda dalam merasakan kretek Bulls ini.
Jadi siapa nih yang udah pernah bakar Bulls? Berbagi cerita dong, Lur.
Salam sebat.


Roki pas bakar Evo ini sambil ngopi pake cengkeh. Jadi rasanya terpengaruh. Rasa rokok, terpengaruh dengan apa yang sedang kita minum, Lur. Minum teh manis, agak beda nikmatnya dengan saat kita minum kopi. Karena minuman pendamping mempengaruhi kenikmatan rasa rokok. Yang paling pas itu, merokok setelah makan.
Desain bungkusnya sederhana. Keseluruhannya berwarna merah. Tulisan Kopinya pake warna putih biar kontras. Sama juga dgn tulisan Filter-nya, warna putih.
Harganya Roki beli 22k di warung sebelah rumah. Bandrol cukainya 27.200. Cukup krasa di kantong, ya. Apalagi masa pandemi darurat begini. Roki gak tahu juga kenapa HMS bikin rokok yang harganya mahal. Sementara banyak pabrikan meluncurkan produk dengan harga murah.
Desain bungkusnya dominan merah diberi aksen lengkung warna emas untuk mengisi dead space agar tulisan Rider Kretek yag berwarna putih enak dilihat komposisinya.
Roki beli di Tobeko harganya 12k. Sedangkan bandrol cukainya 12300. Cukai per batangnya buat sedekah ke negara Rp455, –


