bungkus rokok

Ini Dia Beda Rokok Putih dan Kretek

Apa sih yang membedakan rokok putih dan kretek? Kenapa selama ini banyak orang menyebut rokok MLD sebagai rokok putih bukannya kretek? Eh memang itu benar rokok kretek ya?

Jadi, pembeda kretek dan rokok yang sebenarnya terletak pada perbedaan bahan baku produksinya. Jika rokok (putih) hanya menggunakan tembakau, maka kretek adalah produk lintingan tembakau juga cengkeh. Keberadaan cengkeh inilah yang kemudian membuat cita rasa kretek menjadi berbeda, sehingga penyebutan dan jenisnya pun kemudian jadi berbeda.

Dalam perkembangannya, kretek di Indonesia pun kemudian terklasifikasi menjadi beberapa macam. Ada sigaret kretek tangan, yang biasanya dianggap sebagai kretek karena diproduksi oleh tangan-tangan manusia dan tanpa menggunakan filter di ujungnya. Sementara satu lagi, yakni sigaret kretek mesin, menjadi produk yang biasanya disebut sebagai rokok saja karena memiliki filter berkat produksi oleh mesin-mesin dengan tingkat presisi tinggi.

Secara sederhana, pembedaan sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT) ya berdasar ada atau tidaknya filter di ujungnya. Tapi ya tadi, jangan karena ada filternya lantas kita sebut SKM semua, karena rokok putih yang hanya berbahan dasar tembakau juga banyak yang memiliki filter. Paling hanya merek Halim saja yang menjadi rokok putih buatan tangan jadi tidak memiliki filter.bungkus rokok

Hal lain yang juga membedakan antara kretek dan rokok putih adalah: kretek merupakan produk ciptaan anak bangsa. Walau memang tradisi rokok dan merokok sudah ada sejak lama, tapi campuran irisan tembakau dan cengkeh dilinting menjadi satu adalah penemuan brilian dari seorang Indonesia. Kemudian penemuan ini menjadi produk budaya yang bertahan ratusan tahun dan menghidupi perekonomian masyakat kita.

Adalah seseorang bernama Haji Djamhari yang menciptakan kretek ini. Berawal dari sesak nafas yang dialaminya, kemudian Ia bereksperimen dengan mencampurkan beragam rempah ke dalam lintingan tembakau untuk diisap. Akhirnya, ditemukanlah satu campuran yang pas untuk meredakan sesak nafasnya, yakni cengkeh. Mengingat beragam manfaat cengkeh buat kesehatan, agaknya menjadi wajar jika pada awalnya kretek dianggap sebagai pereda sesak nafas.

Karena itulah, ketika mendengar pernyataanya dari seorang dokter paru bernama dr. Sita Laksmi Andarini yang menyebutkan bahwa kretek lebih berbahaya dari rokok biasa, saya menjadi amat heran. Apalagi, sebagai seorang terpelajar, Ia gagal membedakan mana yang kretek dan mana yang rokok biasa. Mengingat dalam pernyataannya, Ia menyebut bahwa kretek lebih berbahaya karena langsung diisap ke paru sementara rokok (filter) terpisah dalam partikel kecil.bungkus rokok

Mungkin dia adalah seorang dokter spesialis paru. Tapi dalam urusan kretek, sepertinya saya jauh lebih memahami persoalan ketimbang dirinya. Toh dalam urusan membedakan antara kretek dan rokok saja masih gagal, kok ya mau banyak komentar. Apalagi, dalam perkara kretek ini, ada unsur cengkeh dengan segala manfaatnya bagi kesehatan yang menjadi pembeda dengan rokok biasa.

Lagipula, ketika ditemukan kretek ini dianggap sebagai obat bagi pernafasan. Sampai sekarang, masih ada sih yang percaya soal begitu. Tapi kalau saya lebih memilih untuk percaya bahwa setiap produk konsumsi punya faktor risiko kesehatan. Jadi kalau mau sehat itu olahraga dan atur pola konsumsi yang seimbang, bukannya malah nakut-nakuti orang dengan ancaman yang nggak didengar sama perokok.

bungkus rokok

Mengulas Kandungan Nikotin pada Rokok Kretek

Di pasaran, ada banyak jenis rokok yang beredar, dari mulai rokok kretek, rokok putih, rokok elektrik, dan lain sebagainya. Masing-masing punya jenis dan kandungan yang berbeda-beda. Kendati demikian, zat yang akan selalu ada pada rokok lazimnya adalah tar dan nikotin.

Kandungan tar dan nikotin ini biasanya tercantum pada bagian samping bungkus rokok.

rokok

Nah, usut punya usut, ternyata rokok asli Indonesia berbeda jauh dengan produk rokok luar negeri. Memang sama-sama rokok, namun punya jenis dan kandungan tar serta nikotin yang berbeda-beda.

bungkus rokok

Mari kita bahas satu per satu.

Rokok Putih

Rokok ini hanya berisi tembakau saja. Tanpa dicampur dengan bahan lainnya. Biasanya sering dicampur dengan menthol atau perasa lain, sehingga menimbulkan sensasi dingin. Rokok jenis ini contoh produknya adalah Marlboro, Lucky Strike, Marcopolo, Ardath, dll.

Cerutu

Jenis rokok yang berisi gulungan tembakau kering pilihan. Daun tembakau digulung secara presisi hingga berbentuk bulatan besar layaknya rokok. Ukuran cerutu relatif lebih besar dibandingkan dengan rokok.

Kretek

Rokok ini adalah asli produk Indonesia yang bila dibakar lalu dihisap mengeluarkan bunyi kretek…tek…tek… Kretek berisi tembakau, cengkeh, saus dan juga tembakau asli Indonesia.

Tiga jenis rokok tersebut memiliki kandungan nikotin dan tar yang berbeda-beda. Tiap negara mempunyai aturan standar kandungan nikotin dan tar pada rokok yang beredar dan diproduksi. Di Indonesia aturan ini tertuang pada PP Pengamanan Rokok bagi Kesehatan (PP 81/1999) yang menetapkan bahwa setiap batang rokok tidak boleh melebihi 1,5 mg nikotin dan 20 mg tar.

Namun aturan ini tak sepenuhnya berlaku efektif, karena banyaknya produk rokok yang beredar di pasaran baik dari dalam dan luar negeri.

rokok

Dari tiga jenis rokok ini kandungan nikotin dan tar tertinggi adalah pada Cerutu, karena ia sepenuhnya menggunakan tembakau.

Sedangkan pada kretek jumlah kandungannya bervariasi. Ada rokok kretek yang memiliki kandungan nikotin dan tar yang rendah yaitu 0,1-0,85 mg nikotin dan 0,98-19,93 mg tar per batang rokok. Akan tetapi, ada pula rokok kretek yang mengandung lebih dari batas maksimal dan cukup tinggi. Ada kretek yang mengandung nikotin hingga 4,04 mg/ batang dan tar sebanyak 57,26 mg/ batang.

Rokok kretek yang merupakan rokok khas Indonesia memiliki rata-rata jumlah kandungan nikotin. Pada sigaret kretek tangan, rata-rata kandungan nikotin adalah 2,11 mg/ batang dan kandungan tar sebesar 41,09 mg/ batang. Pada sigaret kretek mesin, kandungan nikotin dan tar memang lebih rendah, yakni 1,38 mg nikotin dan 23,7 mg tar untuk setiap batang rokok.

bungkus rokok

Merek Rokok Terbesar di Indonesia

Ada begitu banyak merek rokok di Indonesia. Banyaknya merek rokok tersebut, karena memang Indonesia adalah negeri kretek dan penikmatnya selalu jatuh cinta pada produk khas negeri ini.

Memang, ini yang membedakan kretek dan rokok, keberadaan cengkeh yang menambah nikmat kretek Indonesia. Bahkan, meski harga rokok terus naik, kretekus di Indonesia masih setia mengonsumsinya.

Berikut adalah beberapa merek rokok kretek yang paling besar di Indonesia:

Sampoerna A-Mild

PT HM Sampoerna Tbk memguasai pangsa pasar rokok di Indonesia. Sekiranya, ada sekitar 30% pangsa pasar rokok dikuasai. Hal tersebut tidak begitu mengejutkan karena memang PT tersebut mempunyai beberapa produk andalan. Salah satunya adalah Sampoerna A Mild.

Sampoerna A Mild adalah salah satu Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang yang rendah tar dan nikotinnya. Rokok ini merupakan produk SKM LTLN (Low Tar, Low Nicotine) pertama di Indonesia yang dijual secara umum di Indonesia.

Sampoerna A Mild berdasarkan Top Brand tahun 2014 Index Fase 1, menempati posisi pertama dalam penjualan rokok Mild dengab angka 53,3%. Rokok ini seakan menjadi raja dari kategori Mild, yaitu rokok yang rendah tar dan nikotinnya.

bungkus rokok

Djarum Super

Djarum Super merupakan produk andalan dari PT Djarum. Merek rokok ini merupakan rokok kretek filter jajaran atas yang laris manis di Indonesia sejak dulu. Merek ini menjadi penyumbang terbesar keuntungan yang dimiliki oleh pihak PT Djarum secara umum dengan konsumen yang lumayan besar.

Djarum Super, berdasarkan Top Brand tahun 2014 Index Fase 1, menempati posisi pertama dalam penjualan rokok Full Flavor yakni dalam angka 29,1%, membuat rokok ini seakan menjadi pemimpin dari penjualan Djarum secara keseluruhan.

Djarum Super pertama kali dikenalkan pada tahun 1981 dan pertama kali hadir dengan isi 10, 12 dan 16. Sekarang merek rokok ini hanya ada dalam isi 12 dan 16. Tak hanya di Indonesia, Djarum Super dinikmati di berbagai belahan dunia seperti Tiongkok dan Amerika.

Gudang Garam International

PT Gudang Garam Tbk mempunyai dua produk unggulan rokok filter Full Flavor. Ada Gudang Garam Surya, juga ada Gudang Garam International. Merek kedua ini menjadi produk utama dalam jenis SKM Full Flavor dengan ukuran batang King Size. Merek rokok ini memiliki ukuran yang lebih pendek daripada Gudang Garam Surya. Gudang Garam International pertama kali dipasarkan pada tahun 1979.

Keempat merek tersebut merupakan produk kretek dengan nama yang paling besar di Indonesia. Mungkin persoalan merek mana yang paling nikmat, tidak bisa kita pastikan karena selera masyarakat yang berbeda-beda. Tapi dalam takaran paling laris, tentu saja belum ada yang bisa mengalahkan keempat merek tadi dengan segala keunggulannya.

Geliat Sampoerna Memimpin Pasar Dan Mengintervensi Kebijakan Rokok di Indonesia

Sampoerna sebagai salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, menduduki peringkat pertama penguasa pasar rokok nasional. Sejak tahun 2015 hingga saat ini Sampoerna menguasai pangsa pasar penjualan mencapai 35 persen.

Sampoerna merupakan anak perusahaan PT Philip Morris Indonesia yang berafiliasi dengan perusahaan rokok internasional Philip Moris International Inc. Akuisisi saham Sampoerna oleh Philip Morris di tahun 2005 berdampak besar kepada agresivitas penguasaan pasar dan manuver politik perdagangan Sampoerna di Indonesia.

Tampil sebagai penguasa pasar membuat Sampoerna memiliki legitimasi dalam mengambil peran menentukan arah kebijakan industri rokok nasional. Sampoerna seringkali terlihat menjadi rujukan dan representasi industri rokok bagi pemerintah ketika hendak menelurkan kebijakan.

Pada kasus bergulirnya PP (Peraturan Pemerintah) 109 tahun 2012 misalnya, Sampoerna berperan besar atas disahkannya PP tersebut. Ketika kelompok pabrikan lain berusaha menghadang disahkannya PP tersebut, Sampoerna justru mengambil sikap berbeda dengan menyetujui pengesahan PP 109 tahun 2012.

Pemerintah yang kala itu sedang menarik ulur pengesahan PP 109 tahun 2012, lantas mendapat angin segar dengan setujunya Sampoerna atas peraturan ini. Dikarenakan Sampoerna merupakan pemimpin terbesar pangsa pasar rokok nasional, pemerintah kemudian tanpa ragu langsung mengesahkan PP 109 tahun 2012, pemerintah merasa dengan setujunya Sampoerna maka pemerintah menganggap pabrikan lain sudah diwakilkan oleh Sampoerna.

Intervensi kebijakan industri rokok nasional oleh Sampoerna bisa dilihat lagi dari kemunculan wacana kebijakan simplifikasi tarif cukai dan batasan produksi. Wacana kebijakan yang hendak digulirkan pemerintah ini sama persis dengan permintaan Sampoerna yang menginginkan adanya simplifikasi, utamanya menggabungkan golongan rokok putih mesin dan kretek mesin.

Sampoerna dalam hal simplifikasi ini memiliki kepentingan menjaga eksistensi produk rokok putih di Indonesia. Kebijakan mengenai rokok putih di Indonesia dibedakan dengan kretek, baik dari segi tarif maupun batasan produksi. Dari segi tarif rokok putih dikenakan lebih tinggi, sementara batasan produksinya dibuat lebih rendah.

Hal ini bukan tanpa sebab, pembedaan perlakuan antara rokok putih dan kretek dibuat sebagai proteksi terhadap kretek produk khas hasil tembakau nasional dari ancaman agresivitas rokok putih yang dikuasai oleh perusahaan rokok multinasional.

Sikap Sampoerna yang mendukung simplifikasi rokok putih dan kretek adalah bentuk nyata bahwa Sampoerna sedang menyuarakan kepentingan tuan besar ‘Philip Morris’ yang menjadi induk bisnis mereka. Dan juga keluarnya wacana simplifikasi yang didorong oleh Sampoerna kemudian dengan mulus diduplikasi pemerintah sebagai sebuah wacana kebijakan.

Dengan ini kita dapat melihat betapa mengerikannya Sampoerna dalam mengintervensi kebijakan industri rokok nasional. Kekuatan modal yang besar  membuat Sampoerna bukan hanya tampil sebagai pemimpin pasar, tapi juga menjadikan Sampoerna sebagai pengendali pemerintah atas berbagai kebijakan industri rokok nasional. Inilah yang disebut sebagai imprealisme kapitalis global.

rokok djolali

Gambaran Paru-Paru Perokok

Pendapat umum mengenai rokok menegaskan bahwa paru-paru perokok menjadi coklat hitam dari akumulasi bertahun-tahun kandungan tar dan cairan yang pekat. Tetapi, pendapat ini hanyalah mitos dan tidak bisa dibenarkan secara ilmiah.

Demi mengurai rasa penasaran terhadap gambaran paru-paru perokok, Lauren A. Colby menemui Wray Kephart yang sempat bekerja di sebuah rumah sakit dan telah melakukan sekitar 1,560 kali otopsi demi mengetahui apakah almarhum bunuh diri atau meninggal secara alami.bungkus rokok

Pengalaman Kephart tersebut, dia sempat merangkum beberapa hal aneh sebagai misalnya, paru-paru tukang cat mobil yang mana secara efektif dilapisi oleh pernis katalis. Tetapi, dalam laporan otopsi kepada perusahaan asuransi, dia tidak memberitahukan apakah almarhum merokok atau tidak. Proses reseksi selalu menunjukkan paru-paru selalu jernih kecuali almarhum tinggal di kota besar dengan polusi industri yang signifikan. Dalam hal ini endapan karbon ditemukan, tetapi tidak berhubungan dengan merokok.

Barangkali, Colby kurang yakin dengan jawaban tersebut. Selanjutnya dia pun mengunjungi Ed Uthman, M.D., seorang patologi yang berpraktek di Dallas, Texas. Kepada Uthman, Colby bertanya, apakah seorang dokter bedah, ketika otopsi dan memeriksa paru-paru almarhum, dapat menentukan apakah almarhum perokok atau bukan.

bungkus rokok“Saya pikir tidak ada orang yang dapat mengetahui apakah almarhum perokok atau bukan dari penampilan paru-parunya. Tidak ada pigmen hitam yang menunjukkan bahwa apakah orang tersebut non-perokok atau perokok ringan. Pigmentasi hitam yang tebal menunjukkan bahwa orang tersebut adalah seorang perokok berat, atau karena tinggal di kota dengan polusi udara yang berpartikulat berat, atau seorang penambang batubara, atau kombinasi ketiganya.”

Lalu bagaimana foto paru-paru perokok yang disebarkan untuk kampanye antirokok?

Foto tersebut adalah bentuk manipulasi. Misalkan dua foto paru-paru dibandingkan, salah satu foto diberi label ‘Paru-paru perokok, meninggal di usia 50 tahun’. Sedangkan, foto lainnya diberi label, ‘Paru-paru non-perokok hidup pada usia 70 tahun’.

Masalahnya, foto dari paru-paru perokok adalah sebuah foto paru-paru yang dirusak oleh kanker paru-paru. Itu bukan foto paru-paru yang dirusak oleh penyakit lain. Karena itu, bahkan jika paru-paru yang memiliki kanker itu adalah perokok, dan paru-paru yang ‘sehat’ berasal dari seseorang yang tidak merokok, itu tidak membuktikan apa-apa kecuali paru-paru yang memiliki kanker terlihat berbeda dari paru-paru yang tidak memiliki kanker.

bungkus rokok

Target Penerimaan Negara 2019 dari Cukai Hasil Tembakau Baru Terpenuhi 39,16%

Kenaikan tarif cukai hasil tembakau setiap tahun sepertinya perlu ditinjau ulang dengan mempertimbangkan kelanjutan industri yang searah dengan program pemerintah untuk lebih mengutamakan industri yang menyerap tenaga kerja.

Di industri hasil tembakau ini, penyerapan tenaga kerja tidak hanya di sektor industri rokok dan industri lainnya semisal periklanan, transportasi. Tetapi juga perlu dipertimbangkan pula dari sisi sektor pertanian. Selain tembakau, rokok khas Indonesia membutuhkan cengkeh yang banyak dibudidayakan di Indonesia timur.bungkus rokok

Tetapi, karena laju kenaikan cukai hasil tembakau yang terus digenjot untuk penerimaan negara, industri hasil tembakau justru tidak berkembang. Belum lagi kampanye negatif atas tembakau yang terus dihembuskan.

Ketidakmampuan daya tahan industri hasil tembakau ini terlihat dari serapan cukai di tengah semester 2019 ini. Data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai, penerimaan cukai hasil tembakau hingga 27 Juni lalu mencapai Rp62,23 triliun.

Angka ini tentu lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, yakni naik 15,38%.

Namun, karena target penerimaan cukai dinaikkan 7,15% dari tahun lalu, maka penerimaan negara baru mencapai 39,16%. Itu artinya, sepanjang paruh pertama tahun ini penerimaan cukai hasil tembakau belum mencapai separuh dari target.

Bila industrinya telah menggerahkan seluruh energinya, dan negara terus menggenjot kenaikan penerimaan negara dari cukai hasil tembakau, maka targetnya yang perlu direvisi.

Barangkali negara perlu mencari sumber pendapatan lain. Bukannya membuat industri hasil tembakau seperti sapi perah.

bungkus rokok

Cukai Rokok Tinggi, 59% Pangsa Pasar Rokok di Malaysia Diambilalih Rokok Ilegal

Kebijakan pemerintah Malaysia yang berusaha menekan konsumsi tembakau dengan menaikkan cukai rokok bertarif tinggi membuat peredaran rokok ilegal merajalela di Negeri Jiran itu.

Dikutip oleh The Star online berdasarkan Warta Bloomberg akhir bulan lalu, Malaysia memiliki prosentase penjualan rokok ilegal tertinggi di dunia, yakni 59% dari total penjualan rokok. Menurut data Oxford Economics, sebanyak 1.000 rokok ilegal dibeli di Malaysia setiap menitnya.bungkus rokok

Maraknya rokok ilegal ini terjadi sejak Malaysia menaikkan cukai rokok pada tahun 2015 silam. Kondisi ini membuat pemerintah Malaysia kehilangan potensi penerimaan negara dari cukai rokok sebesar 13,5 miliar ringgit atau setara 3,3 miliar dollar AS atau setara Rp46,6 triliun.

Menurut kementerian kesehatan setempat, Malaysia berupaya mengurangi angka penyakit akibat rokok serta menahan laju konsumsi rokok, utamanya pada remaja. Karena itu kebijakan menaikkan cukai diambil oleh pemerintah.

Tak perlu waktu lama setelah kebijakan tersebut dijalankan, pendapatan perusahaan rokok British American Tobacco (BAT) yang sempat mengampanyekan anti kenaikan cukai terkena imbas. Dalam waktu 3 tahun pascakebijakan kenaikan cukai rokok, pendapatannya di Malaysia anjlok 3,2 persen. Sementara itu, pesain BAT, Japan Tobacco Inc. menutup pabriknya di Malaysia pada 2017.bungkus rokok

Studi pada 2018 yang dilakukan oleh BAT menunjukkan sekira 395 juta bungkus rokok di Malaysia adalah ilegal. Hampir separuh konsumsi rokok di negara itu adalah rokok putih ilegal yang dibawa dari Indonesia, Filipina, dan Vietnam lantaran hargamya lebih murah.

bungkus-rokok

Manfaat Tembakau untuk Kesehatan

Tembakau bagi orang awan hanya dimanfaatkan bagi rokok, tapi sangkaan tersebut kurang tepat. Karena tanaman tembakau juga memiliki manfaat lain. Berikut manfaat tembakau:

bungkus rokokObat ruam kulit, eksim dan reumatik

Pada pengobatan ruam kulit, eksim dan reumatik, daun tembakau dipakai sebagai obat dengan cara mengkompreskan ke bagian yang mengalami ketiga penyakit itu. Daun tembakau ditumbuk hingga agak halus, kemudian dibalurkan ke bagian tubuh yang luka. Pengobatan ini sudah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional di India.

Sakit gigi

Pengobatan balur daun tembakau juga bisa digunakan untuk meredakan sakit yang disebabkan oleh sakit gigi. Tembakau yang ditumbuk hingga halus kemudian dibalurkan ke bagian yang bengkak karena sakit gigi.

Digigit serangga dan ular berbisa

Beberapa masyarakat di India memercayai bahwa nikotin dalam tembakau dapat membantu menghilangkan rasa sakit serta membantu menarik racun keluar, dan bisa menyembuhkan luka gigitan ular berbisa.

Bungkus Rokok 2

Bungkus Rokok 2

Setelah racun tersedot keluar, daun dikunyah kemudian diletakkan pada luka, dan diikat dengan perban. Metode ini dapat digunakan ketika bagian tubuh disengat serangga.

Flu dan batuk

Campuran daun tembakau dan leptotaenia multifida digunakan untuk membantu mengobati flu dan batuk. Selain itu, campuran ini ditambah akar balsam india juga dipercaya menyembuhkan penyakit asma dan TBC.

bungkus rokok (1)

Yang Perlu Anda Ketahui tentang Aturan Membawa Rokok Ke Luar Negeri

Bila kamu berkesempatan jalan-jalan ke luar negeri dan dari sana menemukan merek rokok yang menarik hati sehingga ingin dibawa ke Indonesia, entah sebagai konsumsi pribadi atau untuk hadiah kepada kerabat, maka tak perlu khawatir karena ketentuan yang ada memperbolehkan.

bungkus rokok (2)

bungkus rokok (2)

Tentu, selama barang yang kamu bawa masih dalam tahap wajar. Aturan bea cukai memperbolehkan membawa 200 batang rokok atau 50 batang cerutu atau 200 gram tembakau iris.

Bila batasan tersebut tidak dilewati, maka rokok yang kamu bawa terbebas dari Kewajiban Pabean dan Cukai dan Pungutan Pajak lainnya.

BUNGKUS ROKOK

Rokok Kretek Asing Berbanderol Murah Bisa Ancam Industri Domestik

Seluruh stakeholder pertembakauan meski waspada terhadap penetrasi rokok asing yang semakin tajam menggerus pasar rokok domestik.

Peneliti dari Asosiasi ekonomi Politik Indenesia (AEPI) Salamuddin Daeng mengingatkan itu menyusul beredarnya rokok kretek dengan brand asing yang memasang banderol Rp12.000 per bungkus.

“Ini jelas tragedi, karena rokok kretek yang selama ini dihasilkan oleh bangsa Indonesia, menjadi budaya dan produk asli Indonesia, kini bisa diimpor dari luar negeri dan dijual dengan harga murah,” terang Salamuddin Daeng dalam rilisnya.

BUNGKUS ROKOK

BUNGKUS ROKOK

Meski diklaim sekadar mengganti kemasan dari rokok kretek yang ada sebelumnya brand nasional, Daeng memastikan, ada kesengajaan dari perusahaan rokok asing untuk mengincar pasar rokok kretek Indonesia. Lebih jauh, mereka bahkan mengincar perusahaan-perusahaan rokok kretek Indonesia untuk dibeli, mengincar sektor UKM produsen rokok kretek untuk dihancurkan, lalu diambil alih pasarnya.

“Caranya adalah dengan mengacak-acak kebijakan cukai, menekan perusahaan kecil dengan cukai mencekik, menyetarakan dengan perusahaan besar dan asing,” kata Daeng.

Ia mengakui Industri Hasil Tembakau (IHT) memang memiliki pangsa pasar sangat besar di Indonesia. Menurut Daeng, nilai pasar tembakau Indonesia mencapai Rp 450 – 500 triliun per tahun. Dari nilai pasar sebesar itu, ia mencatat, hanya 30% yang masih dikuasai perusahaan lokal.

“Jadi, tinggal sedikit nilai perdagangan tembakau yang tersisa di Indonesia? Bagaimana kalau nanti seluruh produk rokok termasuk kretek diimpor? Rakyat Indonesia dengan jumlah perokok lebih dari Rp 100 juta orang hanya akan menjadi lahan jarahan asing,” jelasnya.

BUNGKUS ROKOK

BUNGKUS ROKOK

Itu sebabnya, Daeng mewanti-wanti, ketahanan sub-sektor tembakau harus diperjuangkan. Terlebih jika mengingat, nilai pendapatan negara dari cukai mencapai Rp 150 triliun. Belum termasuk pajak yang dibayarkan oleh industri. Nilai cukai tembakau ini, lanjut Daeng, setara dengan tiga kali pendapatan sektor ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral). Yakni gabungan sektor migas, mineral dan batubara, atau setara 15 – 30 kali sumbangan royalti Freeport.

“Artinya, kalau IHT jatuh semua ke tangan asing, maka sebenarnya habis sudah ekonomi Indonesia,” tegas Daeng.