https://www.youtube.com/watch?v=6Y7WeC8DXgY

Mengapa Rokok Surya Populer di Indonesia

Jika ada yang bertanya kepada perokok mengenai apa rokok populer di Indonesia, perokok tak akan kesulitan menjawabnya. Salah satu jawabannya pasti tertuju pada rokok Surya. Namun, mengapa rokok Surya begitu populer di Indonesia, khususnya di Jawa Timur?

Kupas Tuntas Rokok Surya

Rokok Surya hadir di Indonesia pada tahun 1980an. Surya dikenalkan kepada publik untuk menandingi kompetitornya yang lahir lebih dulu pada tahun 1975. Asal kamu tahu bahwa Surya adalah bagian dari Gudang Garam. Lalu, apa yang bikin populer?

Selain karena sejarahnya, logo Surya pun cukup ikonik. Jika orang-orang berusaha mengaitkan Surya dengan matahari, itu keliru. Sebab, logo yang terpampang adalah lima gudang dan dua gunung kembar. Juga, ada langit yang bergaris dan rel kereta. Baik Surya reguler maupun Surya exclusive, logo itu selalu hadir di bagian depan bungkus.

Surya hadir dengan banyak warna. Ada warna kecoklatan yang hampir setiap perokok pernah mencobanya. Kemudian warna merah yang menyasar pada orang-orang berjiwa profesional. Makanya namanya Surya Pro. Dan, ada yang berwarna hitam. Yang ini menyasar kelas premium.

Dari tiga warna, kesamaan adalah soal rasa. Ada manis dan spicy. Seperti Surya Pro yang memiliki rasa berry dan buah nangka. Sehingga, tidak heran menimbulkan rasa fruity.

Sedangkan Surya 16 menghadirkan rasa yang manis, tapi tidak begitu kuat. Juga, rasa pedas bahkan panas. Untuk soal panas, sensasinya bisa melekat di tenggorokan. Akan tetapi, tidak sampai menimbulkan gatal-gatal.

Hal berbeda ditemukan di Surya exclusive. Ada sensasi manis dan fruity. Seperti rasa berry dan leci. Meskipun begitu tetap ada rasa pedas. Akan tetapi, tingkat kepedasan masih di bawah Surya 16.

Untuk soal harga, tenang saja, masih terjangkau bagi kalian semua, kok. Kalo sudah pecinta mazhab Jawa Timuran, harga tidak menjadi persoalan. Barangkali inilah yang menyebabkan rokok Surya menjadi populer. Selain soal sejarah dan logo, rasa yang kuat hingga menjadi patokan bagi perokok.

Jika merokok Surya, pasti rasanya begini. Mungkin itulah yang terdapat dalam benak perokok.

Review Rokok Juara: Rokok yang Berasa Teh Manis

Mana yang lebih baik? Kopi atau teh saat kamu sedang merokok? Perdebatan tersebut layaknya pertanyaan mana yang lebih enak antara bubur diaduk atau bubur tidak diaduk. Tidak akan ada ujungnya. Lalu, bagaimana jika ada rokok rasa teh? Rokok Juara lah menjadi jawabannya.

Bungkus Rokok Juara

Di bungkus bagian depan, rokok Juara memiliki citra dekat dengan teh. Hal itu terlihat dari warna bungkusnya yang kuning cenderung kecoklatan. Seperti warna teh, bukan?

Kemudian, terdapat tulisan juara yang berhuruf kapital dan dilapisi semacam ukiran. Di bawahnya, ada tulisan teh manis. Sehingga, perokok bertanya-tanya. Apakah benar rasanya seperti teh manis?

Setelahnya ada angka duabelas yang menandakan isi batang rokok Juara. Lalu, apakah kategori rokok ini? Sigaret Kretek Tangan atau Sigaret Kretek Mesin? Di bagian atas setelah tulisan juara, hanya ada tulisan sigaret kretek.

Di samping kanan, terdapat informasi tar dan nikotin. Untuk rokok ini, tergolong bukan low tar low nicotin. Sebab, komposisinya 43 mg tar dan 2,2 mg nikotin. Cukup berat bagi pemula.

Selain itu, terdapat larangan menjual kepada perempuan hamil dan anak-anak berusia di bawah 18 tahun.

Di bagian kiri, terdapat penanda SKT. Sudah terjawab masuk kategori mana rokok ini. Selain itu, terdapat barcode seperti bungkus rokok pada umumnya.

Di bagian penutup atas terdapat tulisan yang berupa merek rokok ini. Juara. Sedangkan bagian penutup bawah terdapat kode produksi. Juga, informasi tentang pabrik produksi yang terletak di Pasuruan, Jawa Timur.

Rasa dan Harga

Untuk soal rasa, ternyata saat isapan pertama, rokok ini benar-benar seperti teh manis. Bahkan, dari aroma yang berasal dari batang rokok pun, ikut berasa. Namun, karena ini termasuk rokok yang cukup berat, durasi isapnya agak lama. 15 menit gitu lah.

Dengan harga di bawah Rp10.000 yaitu Rp9.500, Roki kira, Juara cocok untuk jadi alternatif. Apalagi cukai SKT tidak naik seperti yang lainnya. Maka, nikmat teh dan rokok mana yang kau dustakan, Sobat Sebat? Kamu perlu mencobanya.

Review Rokok Djarum Coklat Extra: Rokok Rasa Coklat?

Akhirnya Roki kembali me-review rokok. Ini rokok bukan sembarang rokok. Banyak sekali netizen yang bertanya kapan rokok ini diutak-atik oleh Roki. Apakah rokok yang dimaksud? Rokok Djarum Coklat Extra.

Konon, ada perokok yang sulit membedakan apakah ini rokok rasa coklat atau coklat rasa rokok? Sebab, dari luar warna coklat sangat mendominasi.

Bungkus Rokok Djarum Coklat Extra

Dari bagian depan, sudah terlihat jelas bahwa ini rokok memang berwarna coklat. Hal tersebut terlihat pada tulisan COKLAT yang berwarna coklat. Sedangkan DJARUM dituliskan berwarna hitam.

Kedua kata tersebut dibalut dengan trapesium yang terbalik. Ada empat hingga lima kata coklat di dalam trapesium. Namun, karena berhologram maka baru terlihat tulisannya ketika bungkus rokok diletakkan di bawah sinar matahari.

Setelahnya ada tulisan kretek tangan yang menandakan rokok ini bagian dari sigaret kretek tangan. Juga, ada angka 12 yang menandakan jumlah isi batang rokok Djarum Coklat Extra.

Di bagian atas, jika bungkus rokok lainnya mencantumkan merek, ini berbeda. Tulisan yang terdapat di rokok Djarum Coklat Extra adalah generasi baru kretek tangan. Sedangkan bagian bawah hampir sama pada umumnya. Kode produksi dan nama pabrik tempat produksi rokok.

Di bagian samping kanan terdapat larangan menjualkan rokok khusus bagi perempuan hamil dan anak di bawah usia 18 tahun. Tidak lupa mencantumkan cukai yang menandakan bahwa ini rokok legal.

Di bagian sebelah kiri terdapat informasi mengenai tar dan nikotin. Untuk Djarum Coklat Extra, tar dan nikotin cukup tinggi. 38 mg tar dan 2,4 mg nikotin.

Rasa dan Harga

Soal rasa, apakah benar-benar ada rasa coklat? Tunggu dulu. Ketika membuka bungkus rokoknya, kesan coklat cukup kental. Ini terlihat dari papirnya yang berwarna coklat. Cukup berbeda jika dibandingkan papir yang dipakai rokok pada umumnya.

Saatnya membakar. Ketika mengisap pertama kali, ada sensasi manis dan spicy. Diisap kedua kalinya, ada sensasi fruity. Ini jelas dari nangka.

Bagi pemula, mungkin belum terbiasa. Ini karena tar dan nikotin cukup tinggi. Tetapi, bagi yang sudah terbiasa, rokok ini cocok sekali dinikmati ketika daerahmu berhawa dingin. Apalagi ditemani kopi atau teh. Cocok!

Untuk harga, karena cukai SKT tidak naik, jadi kamu cukup menebusnya dengan harga antara Rp13-14 ribu rupiah. Isi 12 batang. Menyenangkan, bukan?

Tunggu apalagi. Segera coba rokok Djarum Coklat Extra.

Berapa Harga Rokok Esse Change?

Invasi Korea Selatan (Korsel) ke Indonesia tidak main-main. Setelah drama dan musik Korsel yang bisa mengajak masyarakat Indonesia untuk menikmatinya, kini ada produk lain. Produk tersebut adalah Esse. Rokok dengan aneka varian rasa buah. Jika di Indonesia, berapa harga rokok Esse Change?

Sebelum masuk ke harga rokok Esse, kamu perlu tahu bahwa Esse telah menghadirkan aneka edisi. Mulai dari menthol, classic, silver, hingga Gold. Maka, tidak heran banyak perokok yang berpendapat bahwa Esse paling getol mengeluarkan varian terbaru.

Esse, Rokok Korea Selatan

Esse merupakan produk dari perusahaan rokok yang bernama KT&G (Korea Tobacco & Gingseng). Perusahaan ini merupakan perusahaan rokok terbesar di Korea Selatan. Buktinya, penjualan per tahun mencapai USD2 miliar atau setara Rp2,8 triliun.

Penjualan yang luar biasa tersebut karena banyaknya varian yang dikeluarkan Esse. Varian buah tersebut antara lain apel, mangga, anggur, dan jeruk. Sedangkan varian nonbuah ada dua yaitu madu dan caramel.

Semua rasa dari Esse Change cukup menarik. Sensasinya terasa nge-blend di mulut. Ada rasa mint dan buah. Teknologi yang dimiliki Esse seperti click to change sangat membantu dan membuat rokok ini terasa enak. Caranya, cukup mengklik kapsul yang ada di dalam filter.

Bagaimana jika tidak mengklik? Ga papa, sih. Cuman nanti akan kesulitan merasakan sensasi buahnya. Sehingga, rasanya akan seperti rokok mild pada umumnya.

Untuk harga rokok Esse Change cukup terjangkau. Kamu cukup menebusnya dengan cuan Rp25-27 ribu rupiah. Harga segitu, kamu mendapatkan 20 batang rokok. Menarik, bukan?

Konon, rokok Esse cocok bagi perokok pemula. Hal ini disebabkan dengan kandungan tar dan nikotin yang minim. 12 mg tar dan 0,8 mg nikotin. Wajar jika rokok Esse Change termasuk jenis rokok Low Tar Low Nicotin (LTLN).

Selain itu, batang rokoknya yang superslim memang cocok bagi kamu, yang baru bisa merokok.

Nah, sekarang Esse udah muncul lagi dengan teknologi terbaru. Yaitu, double click. Roki belum pernah menjajalnya. Apakah kamu sudah pernah mencobanya?

bungkus rokok

Inilah Daftar Harga Rokok per Februari 2021

Per 1 Februari 2021 atau hampir sebulan silam, cukai rokok resmi naik. Sebelumnya, pada tahun 2019, cukai rokok naik 23 persen. Pada tahun 2020, cukai rokok naik lagi, meskipun tidak sebesar pada tahun sebelumnya, menjadi 12,5 persen. Alhasil, dengan adanya cukai rokok naik berbanding lurus harga rokok yang ikut naik.

Dari keputusan pemerintah, cukai rokok yang dinaikkan hanya dua kategori. Sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM). Hanya sigaret kretek tangan (SKT) yang tidak naik. Klaimnya, pemerintah tidak menaikkan kategori SKT untuk melindungi jutaan petani tembakau.

Apakah benar demikian? Entahlah. Kadang, teori tidak sesuai dengan kenyataan. Inginnya begini, ternyata jadinya begitu. Kan serba repot, jadinya.

Daftar Harga Rokok Februari 2021

Lalu, berapa harga rokok per 1 Februari 2021? Sebelum melihat harga utuh sebungkus rokok, kamu perlu tahun berapa kenaikan harga per batang.

Kenaikan harga per batang untuk sigaret kretek mesin:

  • Sigaret Kretek Mesin I naik 16,9 persen dari Rp740/batang menjadi Rp865/batang.
  • Sigaret Kretek Mesin IIA naik 13,8 persen dari Rp470/batang menjadi Rp535/batang.
  • Sigaret Kretek Mesin IIB naik 15,4 persen dari Rp455/batang menjadi Rp525/batang.

Kenaikan harga per batang untuk sigaret putih mesin:

  • Sigaret Putih Mesin I naik 18,4 persen dari Rp790/batang menjadi Rp935/batang.
  • Sigaret Putih Mesin IIA naik 16,5 persen dari Rp485/batang menjadi Rp565/batang.
  • Sigaret Putih Mesin IIB naik 18,1 persen dari Rp470/batang menjadi Rp555/batang.

Sedangkan untuk sigaret kretek tangan masih berlaku sama seperti tahun sebelumnya.

  • Sigaret Kretek Tangan IA tetap Rp425/batang.
  • Sigaret Kretek Tangan IB tetap Rp330/batang.
  • Sigaret Kretek Tangan II dan Sigaret Kretek Tangan III tetap Rp200/batang dan Rp100/batang.

Nah, sekarang memasuki berapa harga rokok per Februari 2021.

Tabel dari sini. Sumber: Bahana Sekuritas, Januari 2021.

Dengan mengetahui harga dari sebagian merek rokok di Indonesia, apa yang menjadi rencanamu selanjutnya? Tentu saja, pasti kamu akan lebih cermat dalam memilah dan membeli sebungkus rokok.

Sebab, jika tak begitu, dompetmu dapat dengan mudah bolong alias tumpes. Namun, alternatif lain jika tidak ingin mendapat kenyataan seperti itu, bisa ke tingwe. Alternatif terbaik saat ini.

 

 

Beli Rokok Ketengan Tanpa Bungkus Rokok, Apakah Rasanya Tetap Sama?

Ketika memasuki tanggal tua, ada satu hal yang pasti diperhatikan oleh perokok. Yaitu, daya juang untuk membeli sebungkus rokok. Biasanya akan mengalami kesulitan. Maka, untuk mengatasi hal tersebut, perokok lebih memilih untuk membeli rokok ketengan.

Namun, beberapa perokok menghindari untuk membeli rokok ketengan. Mereka tetap memilih untuk membeli sebungkus rokok. Tentu saja, mencari dengan harga yang lebih murah daripada yang diinginkan.

Salah satu penyebabnya karena mereka merasa bahwa jika beli rokok ketengan, tanpa bungkus rokok, rasanya akan berbeda. Benarkah demikian?

Mitos Rokok Ketengan

Entah apa yang menyebabkan perokok dapat berpikir demikian. Apakah rokok ketengan mengalami perubahan rasa jika tidak ditaruh di dalam bungkus rokok untuk waktu lama?

Tentu saja jawabannya tidak. Roki kira itu hanyalah asumsi belaka. Bahkan, lebih condong ke mitos. Sebab, pada dasarnya sama saja. Baik rokok yang dijual secara ketengan maupun dijual.

Perokok membeli rokok ketengan karena memang tidak ingin merokok dalam jumlah banyak. Atau, bisa jadi karena mereka hanya membawa uang tidak banyak. Pilihannya hanya dua itu. Tidak mungkin yang lain.

Setahu Roki, rokok mengalami perubahan rasa karena telah memasuki masa kadaluarsa. Hal itu dapat dibuktikan ketika kamu melihat bagian bawah dari bungkus rokok.

Setelah merek dan juga nama pabrik pembuat rokok, agak sedikit ke bawah terdapat kode produksi. Tertulis dengan ukuran huruf kecil dan menggunakan tinta hitam.

Maka, Roki jadi ingin bertanya. Siapa yang menciptakan mitos rokok tersebut? Apakah ini hanya dibuat sebagai candaan belaka? Atau katakanlah itu serius, rasa yang berubah bagian mana, ya?

Bagi Roki, hingga saat ini, tetap berkeyakinan bahwa rasa tetaplah sama. Baik itu rokok ketengan maupun rokok yang masih dalam bungkus rokok.

Yang penting, ketika kamu ingin memilikinya, belilah dengan dana dari hasil jerih payahmu sendiri. Agar kamu dapat dianggap sebagai perokok yang bertanggung jawab. Bukan meminta jatah kepada orang tua. He he he.

Tetaplah jadi perokok santun. Perokok yang selalu menghormati keberadaan orang lain, baik yang merokok maupun yang tidak.

bungkus rokok

Djarum Super: Bungkus Rokok Warna Merah yang Ikonik

Jika orang yang mengumpulkan perangko bisa disebut dengan filateli, yang mengoleksi bungkus rokok bisa disebut apa, ya? Pertanyaan tersebut hingga kini belum ada titik temunya.

Akan tetapi, yang jelas ada beberapa orang yang rajin mengumpulkan bungkus rokok. Bahkan dari masa ke masa. Yang unik, tentu saja ada yang hanya mengumpulkan bungkus rokok berwarna merah. Memangnya, apa saja bungkus rokok warna merah yang menarik?

Tentu saja, jawabannya ada banyak. Mulai dari Djarum Super, Gudang Garam, Marlboro bahkan hingga Crystal. Akan tetapi, Roki punya pilihan tersendiri. Bungkus rokok warna merah yang menarik milik Djarum Super. Mengapa demikian?

Djarum Super, Bungkus Rokok Ikonik

Hanya tiga warna yang menghiasi bungkus rokok Djarum Super. Emas, hitam, dan tentu saja, merah. Tidak ada sesuatu yang bersifat aneh di bungkus rokok Djarum Super. Tampilannya sederhana namun meyakinkan.

Di bagian depan terlihat dengan jelas tulisan berhuruf kapital, DJARUM SUPER. Di bawah tulisan tersebut terdapat tulisan dengan ukuran huruf lebih kecil yaitu KRETEK FILTER. Angka 12 menunjukkan jumlah batang di dalam bungkus rokok tersebut.

Untuk bagian atas dan bawah hampir tidak ada perbedaan. Di atas bertuliskan Djarum sedangkan di bawah lebih lengkap. Tulisan Djarum Super beserta pabrik tempat produksi rokok tersebut. PT Djarum, Kudus-Indonesia.

Sedangkan bagian kiri dan kanan hampir sama dengan bungkus rokok pada umumnya. Jika bagian kanan terdapat informasi mengenai kategori rokok Djarum Super yaitu SKM, sebelah kiri slogan dari Djarum Super. With Superfine Clove. Tidak lupa pada bagian kanan terdapat informasi tar dan nikotin.

Bagaimana dengan rasanya? Tentu saja citarasa rokok ini cukup kuat. Maka, tidak heran sejak berdiri hingga sekarang, Djarum Super merupakan salah satu merek rokok favorit.

Bungkus rokoknya pun tidak ada perubahan yang mencolok. Bahkan, varian terbaru seperti Next dan Wave sama-sama menonjolkan ketiga warna. Emas, hitam, dan merah.

Memang bungkus rokok yang keren dan menarik adalah yang memiliki ciri tersendiri. Seperti Djarum Super. Rokok terbaik Indonesia saat ini, menurut Roki.

Sampoerna A Mild: Bungkus Rokok Warna Putih Favorit di Indonesia

Indonesia adalah surge tembakau. Tidak hanya tembakau saja melainkan juga rokok dengan segala bentuk dan rupa. Tambahan lagi, bungkus rokoknya. Jumlah bungkus rokok yang unik dan keren bisa sampai ratusan bahkan ribuan. Namun, dari semua itu, mana bungkus rokok warna putih apa yang paling keren di Indonesia?

Ini pertanyaan dilematis. Sebab, hampir setiap merek rokok pasti mengeluarkan bungkus rokok warna putih. Contoh saja Djarum Super MLD, Sampoerna A Mild, Dunhill, Camel, hingga Marlboro. Hampir semua merek tersebut pasti mengeluarkan bungkus berwarna putih.

Nah, menurut Roki dari semua bungkus rokok tersebut, yang paling keren adalah punya Sampoerna A Mild. Kok bisa? Berikut jawabannya di bawah ini.

Sampoerna A Mild

Kemasan yang ditampilkan elegan, sederhana namun mewah. Warna putih yang dibalut dengan garis hitam tipis. Kemudian tulisan Sampoerna dengan huruf kapital yang berwarna emas.

Sebelum menuju tulisan Mild dengan gaya tegak bersambung, ada huruf A yang sangat ikonik. Dengan warna putih dan ditempatkan di kotak berwarna merah, terasa sekali bungkus rokok ini terasa mewah. Apalagi pas di genggaman tangan.

Di bagian belakangnya pun terasa ada kesan eksklusif. Narasi berupa bagaimana Sampoerna A Mild diciptakan dengan campuran tembakau dan cengkeh. Kualitasnya mumpuni sehingga perokok akan merasakan sensasi yang luar biasa.

Penegasan akan citarasa melalui tanda tangan Putera Sampoerna. Sungguh-sungguh terbaik. Di bagian samping kiri dan kanan hampir sama pada bungkus rokok pada umumnya. Namun, yang berbeda adalah tulisan “Bukan Basa-Basi”. Slogan yang sederhana, tapi kaya akan makna.

Di bagian bawah dan atas cukup logo yang berhuruf A. Namun, di bagian bawah seperti bungkus rokok lainnya. Ada tulisan pabrik produksi yang tak lain adalah PT HM SAMPOERNA Tbk. Juga kode produksi. Hal ini untuk mengingatkan bahwa ada masa kadaluarsa dari rokok Sampoerna.

Secara keseluruhan bungkus rokok ini memang bagus menurut Roki. Kalo soal rasa, itu selera dari tiap perokok. Yang jelas, dengan konsep LTLN, dan hampir setiap warung kopi, atau gerai rokok menjual Sampoerna, memang laris.

Apakah kamu termasuk penggemar Sampoerna A Mild?

Review Rokok Sehat Tentrem: Seperti Minum Jamu

Salah satu kekayaan alam Nusantara adalah tembakau. Maka, banyak cara untuk mempertahankan sekaligus melestarikan tembakau. Salah satu caranya, mengolah menjadi rokok. Yang menarik adalah ternyata rokok dapat menyebabkan kesehatan. Rokok itu adalah Sehat Tentrem.

Rokok ini cukup fenomenal di kalangan perokok. Sebab, tidak banyak rokok yang memiliki campuran rempah cukup banyak di Sehat Tentrem. Maka, tidak heran banyak perokok yang mengatakan bahwa ini rokok yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Mengapa demikian?

Ya, karena ada rempahnya. Roki jarang mendengar bahwa rempah justru membuat penyakit. Lha, wong, Covid-19 saat awal masuk ke Indonesia disembuhkan pakai rempah. Itu baru penemuan. Apalagi Sehat Tentrem yang bisa dibeli di toko-toko terdekat.

Lalu, bagaimana bungkus rokok Sehat Tentrem?

Di bagian depan, Sehat Tentrem benar-benar menghadirkan cita rasa Nusantara dengan corak batiknya. Dengan warna merah dan hitam, rokok ini terasa gahar.

Kemudian, tulisan dengan Bahasa Jawa yaitu Raos Ngeten Purun (Mau Rasa Ini) seakan-akan ingin mencoba rokok dengan sensasi yang berbeda. Lalu, ada singkatan Sehat Tentrem (ST) dengan warna biru di pojok kiri atas.

Selain itu, ada tulisan 12 Sigaret Kretek di atas sebelum tulisan peringatan bahaya merokok. Di paling bawah, Sehat Tentrem ingin mendedikasikan cita rasa kepada Indonesia. Maka, ada tulisan Untuk Indonesia Raya.

Di bagian penutup atas dan bawah berwarna hijau. Keduanya sama-sama bertuliskan Sehat Tentrem. Yang paling menarik justru di bagian belakang. Ada tulisan rokok ini dapat menyebabkan kesehatan.

Tentu saja ini antitesis atau bentuk perlawanan dari Sehat Tentrem. Sebab, selama ini identik dengan kematian, penyakit jantung, kanker, dan sejenisnya.

Bagaimana soal rasa Sehat Tentrem?

Sesuai dengan paragraf di atas. Aroma rempah sangat kuat sehingga tidak jauh beda dengan rasa yang dihadirkan. Banyak rempah termasuk salah satunya jinten. Jadi, rasanya seperti minum jamu saat mengisap Sehat Tentrem.

Kalo soal harga, tentu bervariasi. Ada yang berharga Rp25-35 ribu. Sebab, variasi dari Sehat Tentrem cukup banyak. Kalo kamu berkesampatan mencoba rokok Sehat Tentrem, jangan kaget jika pegel linu di tubuhmu menghilang.

Efektifkah Bungkus Rokok dengan Gambar Seram?

Bungkus Rokok

Roki tidak mengerti apa alasan pemerintah memberikan gambar seram di bungkus rokok. Apakah benar-benar digunakan untuk mengendalikan jumlah perokok di Indonesia? Atau sebagai peringatan bahwa rokok adalah benda berbahaya?

Pasalnya, hingga saat ini, jumlah perokok dari tahun ke tahun justru semakin bertambah. Maka, sebenarnya bungkus rokok yang ada gambar atau foto menakutkan itu tidak begitu memberikan efek buruk bagi perokok.

Seharusnya pemerintah sadar bahwa kekhawatiran perokok adalah hilangnya korek atau jumlah rokok yang tiba-tiba berkurang. Khusus yang terakhir, biasa terjadi saat nongkrong dengan teman-teman.

Bungkus Rokok Seram

Perjalanan gambar seram di bungkus rokok bermula dari tuntutan dinas kesehatan yang ingin mengurangi jumlah perokok. Setelah berliku jalan terjal, akhirnya disepakati pada tahun 2014 peraturan tersebut diberlakukan.

Akan tetapi, rupanya masih ada yang tidak puas dengan keberadaan gambar seram. Dari dinas yang sama mengatakan bahwa seharusnya gambar lebih seram.

Hal itu terwujud pada tahun 2018. 3 dari 5 gambar seram diganti dengan tenggorokan berlubang, bibir pecah-pecah, dan gigi berlubang. Lalu, apakah itu efektif bagi perokok?

Tentu saja tidak. Jawaban tersebut di luar prediksi pengampu kebijakan. Mereka berharap dengan hadirnya gambar seram di bungkus rokok bisa membuat perokok menghentikan aktivitasnya.

Iya, sih. Mereka berhenti, tapi jika rokok udah habis dan tidak ada stok lagi. Sesuatu yang tanpa disuruh atau diwajibkan pun pasti berhenti.

Maka, sebenarnya bungkus rokok yang memiliki gambar seram tidaklah efektif mencegah perokok. Toh, ya perokok tetap melakukan aktivitasnya. Lagi pula apa urusannya gambar seram dengan merokok.

Alangkah lebih baiknya mengedukasi anak-anak yang terpapar rokok dengan cara elegan. Misalkan mengajak anak-anak untuk memahami bahwa merokok itu boleh ketika sudah memasuki usia 17 tahun.

Jika belum melewatinya, ujaran serius perlu dialamatkan kepada mereka. Edukasi yang lain adalah memberi peringatan kepada perempuan hamil agar tidak merokok. Ini penting bagi kesehatan tubuh perempuan.

Bungkus rokok dari tahun ke tahun selalu mengalami pergantian rupa. Ada makna yang tersirat dan ada harapan yang terus diimpikan. Misal, rokok untuk pria dewasa. Harapannya, rokok tersebut menjadi ciri pria dewasa.

Jadi, bungkus rokok mana yang kamu suka koleksi?