Review Djarum Black Cappuccino: Ini Rokok Legenda!

Sejak tahun 2004, Djarum hadir dengan varian baru. Djarum Black Cappuccino. Sampai saat ini, Djarum Black Cappuccino masih tergolong awet di berbagai toko. Maka, tak heran jika ada yang mengatakan bahwa rokok ini adalah rokok legenda.

Saat memegang rokok ini, terasa pas di tangan. Jadi, mudah dibawa ke mana-mana. Sesuai namanya, bungkus rokok ini didominasi warna hitam. Meskipun begitu terdapat warna coklat muda atau malah tampak seperti krem.

Begitu pula dengan tulisan Djarum di bagian depan. Sedangkan kata Black menggunakan warna putih kecuali huruf A yang dilambangkan segitiga merah.

Untuk menegaskan rokok ini memiliki rasa cappuccino maka di bagian depan agak bawah terdapat gambar kopi serta tulisan cappuccino flavor. Sedangkan paling bawah bertuliskan 16 kretek filter.

Di bagian bawah bertuliskan Djarum Black serta tempat produksi rokok ini yang berasal dari Kudus. Selain itu, terdapat pula tulisan kode produksi. Di bagian kiri, terdapat larangan merokok bagi anak-anak yang belum berusia 18 tahun dan perempuan hamil.

Sedangkan pada bagian kanan berisikan informasi mengenai tar dan nikotin. Djarum Black Cappuccino memiliki tar sebanyak 25 MG dan nikotin 1,6 MG.

Selain itu, terdapat pula cukai rokok yang menandakan Djarum Black Cappuccino adalah rokok legal. Yang tidak ketinggalan adalah rokok ini termasuk kategori Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Bagaimana dengan rasanya?

Seperti yang telah digembar-gemborkan saat promosi, rokok ini memang mengandung aroma cappuccino. Mulai dari bau batang rokok hingga saat mengisap.

Oh, ya, jangan kaget apabila ketika isapan pertama, kamu merasakan gatal. Namun, jangan bandingkan apabila dengan rokok putihan. Saat isapan kedua dan seterusnya, sensasi cappuccino bakal terasa hingga kerongkongan.

Kamu jangan mengira ada serbuk kopi dalam rokok ini. Aroma cappuccino terdapat pada sausnya, ya. Durasi isapan rokok ini tergolong standar. Kamu bisa menghabiskannya dalam waktu 10 menit.

Soal harga, jangan khawatir, Djarum Black Cappuccino dijual dengan Rp21.000-22.000. Jadi, layak dicoba, bukan? Terutama bagi kamu penggemar rokok dengan rasa aroma.

Inilah Merek yang Memiliki Bungkus Rokok Keren

Membangun brand tidaklah sesederhana yang kamu kira. Sebuah brand akan melekat di benak pengguna apabila ia memiliki kekhasan. Tak terkecuali dalam hal ini adalah merek rokok. Setiap merek rokok berlomba-lomba mengambil hati pengguna dengan berbagai cara. Salah satunya menampilkan bungkus rokok yang unik.

Dari bungkus rokok, produsen menampilkan sesuatu yang menarik. Mulai dari pemilihan logo, font, warna, dan tak lupa gambar yang tertera di depan. Maka, kali ini Roki akan mengulik mana saja merek dengan bungkus rokok yang keren.

 

  1. Forte

Bungkusnya lain daripada yang lain. Bentuk dan diameternya lebih kecil dari biasanya. Yang menarik adalah warnanya. Terkesan unyu karena menggunakan warna pastel. Kalo kata orang-orang, warna yang kekinian.

Gak hanya itu saja. Pemilihan font dan warna dasar berwarna kuning pada tulisan FORTE juga luar biasa bagusnya. Perokok yang menenteng bungkus rokok ini terasa seperti classy dan elegan. Ya, wajar, sih.

 

  1. Kerbau

Dari namanya saja unik. Apalagi citarasa rokok ini, ya, sungguh menarik. Yang menarik adalah penegasan kata di pembuka bungkus rokok Kerbau. Long Size. Seakan ingin memberitahukan kepada perokok, “Rasakan sensasi rokok Kerbau.”

Selain itu, yang unik pula adalah gambar kerbau. Terpampang jelas di bagian depan. Biasanya, bungkus rokok lain memakai metafora atau sekadar nama saja yang ditonjolkan. Namun, Kerbau menawarkan hal yang berbeda. Ini bagus dan mudah diingat oleh perokok.

 

  1. Minak Djinggo Rempah

Warna kuning mendominasi dari Minak Djinggo. Bedanya, rokok ini memiliki label Rempah. Sesuatu yang sangat jarang dimiliki oleh bungkus rokok lain. Tentu saja, ini bekal yang baik bagi Minak Djinggo Rempah. Mudah diingat oleh perokok.

Selain itu, ukuran yang kecil dan mudah masuk di kantong celana. Jadi, menarik untuk dibawa ke mana-mana, bukan?

 

  1. Djarum Super Wave

Merah selalu identik dengan Djarum Super. Tentu saja, warna tersebut melekat di benak pelanggan. Yang berbeda adalah penambahan kata WAVE. Seakan rokok ini memiliki gelombang citarasa yang dahsyat. Namun demikian, kemasan yang elegan disertai garis keemasan membuat siapa saja yang membawanya merasa luar biasa.

Inilah empat merek dengan bungkus rokok keren. Jika ada tambahan, berikan di kolom komentar, ya.

Rokok Forte: Classy dan Elegan

Classy dan elegan. Dua kata yang bertaut menjadi satu kesatuan. Melahirkan sesuatu yang jika dinikmati, akan merasakan sensasi yang luar biasa. Sesuatu itu dinamakan rokok Forte.

Forte merupakah hasil cipta dari Kudus, yaitu produsen rokok terbesar di Indonesia, PT Djarum. Namun, sebenarnya Forte bernaung di bawah PT Intertobacco Utama Industry—yang memang menjadi satu grup dengan PT Djarum.

Ini rokok yang memang pasarannya adalah ekspor. Mungkin karena itulah, bentuknya agak berbeda dari produk lokal pada umumnya.

Bungkusnya boleh dibilang unyu dan lucu. Kekinian, kalo kata anak zaman now. Warnanya didominasi pastel. Ada sedikit baluran hitam, kuning pada tulisan Forte yang dilapisi dengan garis merah. Dari warna saja, jelas terlihat bahwa bungkusnya sungguh-sungguh di luar pakem.

Jika kamu memegangnya, ukurannya pun juga berbeda. Ketika dibuka, ukuran rokok ini 70 mm dengan diameter 20 mm. Yang unik, batang rokoknya. Cukup kontras. Batang berwarna coklat sedangkan filter berwarna pastel. Unik, bukan?

Rokok dengan jenis sigaret putih mesin ini memiliki durasi hisapan 4-5 menit. Durasi yang cukup singkat dan wajar bila melihat ukuran rokok. Bahkan, bisa jadi, kalo kamu ahli hisap level world class, bisa lebih cepat.

Rokok ini memiliki banyak jenis. Dari extra breeze, extra breeze menthol, original, dan menthol. Untuk yang menthol, jumlah isian rokok mencapai 20 batang. Dengan harga 16-17, Roki kira ini harga yang sepadan.

Soal rasa, lebih halus daripada rokok putih biasanya. Namun, jangan salah, tarikannya cukup mantap. Bahkan, saat dibakar lalu dihisap hingga selesai, rasa yang dihadirkan cukup stabil. Kelebihan yang lain adalah wangi tembakau yang terdapat dalam batangnya. Hmm, menggiurkan.

Jikalau kamu ingin mendapatkan rokok ini, Roki kira kamu perlu berburu di gerai ritel macam Alfamart atau Indomaret. Sebab, belum tentu di warung-warung kelontong menyediakan rokok yang tergolong unik dan lucu.

Roki pikir, kamu perlu, deh, mencoba nuansa baru dengan mencoba rokok dengan ukurang yang kecil namun tarikan luar biasa.

 

Review Rokok Niko: Bungkus Sederhana, Tarikan Kuat

Bagi perokok mazhab Jawa Timur, Roki punya kabar baik untuk kalian. Telah hadir rokok NIKO. Rokok yang diklaim memilikki dual impact. Jadi, apa yang dimaksud dual impact oleh NIKO Nextion? Yuk, pelan-pelan bacanya.

Pertama kali Roki memegang rokok NIKO, ternyata…

…hampir sama dengan bungkus rokok berjumlah 16 batang.

Warna merah cukup mendominasi di sampul depan. Terdapat tulisan NIKO dengan warna silver dan Nextion yang semuanya menggunakan huruf kapital. Kemudian di sudut sebelah kiri terdapat angka 16 dan tulisan kretek filter.

Sedangkan bagian atas dekat pembuka bungkus rokok terdapat tulisan Nikorama – Kudus. Untuk sisi atas, hanya memunculkan tulisan NIKO Nextion.

Melihat bagian sebelah kiri, terdapat tulisan dual impact tech dan juga semacam kotak berisi kandungan rokok. Tar 25 MG sedangkan nikotin 2,1 MG.

Di sisi sebelah kanan terdapat barcode dan tulisan berisi larangan menjual kepada anak di bawah usia 18 tahun dan perempuan hamil. Juga, bagian atasnya terdapat tulisan 16 Sigaret Kretek Filter.

Sedangkan bagian belakangnya sama persis dengan bagian depan. Jadi, tak ada perbedaan. Baru jika melihat bagian bawah terdapat tulisan NIKO Nextion dan perusahaan produksi rokok NIKO. P. T. NCT Kudus yang disertai kode produksi.

Saat membuka bungkusnya perlahan terdapat kertas silver dengan tulisan “experience the new sensation”. Lalu, mengambil sebatang rokoknya, ternyata mirip Marlboro Filter. Ada yang berlubang di bagian bawah.

Batang rokoknya kecil dan berukuran pendek. Hal ini tak mengherankan karena rokok NIKO masuk ke dalam SKM dengan dosis tar medium. Nah, dual impact yang dimaksud adalah filternya yang berlubang.

Selain itu, saat menghisap rokok, tarikan terasa sangat kuat namun seimbang karena ada filter yang berlubang. Bagaimana dengan rasa? Mirip dengan Gudang Garam Surya Pro Merah. Tak hanya soal rasa melainkan juga wangi batang. Uniknya, masih ada rasa pedas yang menempel di rokok ini.

Durasi menghisap rokok ini antara 10-12 menit dan untuk harga, masih ramah di kantong. Berkisar 15-16 ribu rupiah.

Jadi, tertarik untuk mengonsumsinya?

Review Rokok Divo: Tarikan yang Pedas dan Spicy

Kalo kamu penyuka AC Milan, biasanya apa pun yang melekat dalam hidupmu berwarna merah dan hitam. Jika kamu perokok, cobalah rokok yang dari segi bahasa pun agak ke-Italia-italia-an. Divo.

Saat Roki memegang bungkus rokok Divo, warna merah dan hitam sangatlah kental. Namun, di sisi lain, terdapat pemanisnya yaitu warna putih. Warna tersebut melekat pada tulisan Divo.

Di belakang tulisan Divo, terdapat latar berhuruf D. Kemudian di sebelahnya terdapat garis-garis lengkung yang jumlahnya berlapis-lapis.

Kemudian beralih ke sisi kanan. Terdapat tulisan berhuruf kapital, DIVO dan juga informasi mengenai kandungannya. 27 MG Tar dan 1,3 MG Nikotin. Menariknya di bagian atas, terdapat simbol orang membuang sampah—atau bungkus rokok, puntung rokok?

Sedangkan di sebelah kirinya terdapat tulisan SKM dan juga barcode. Tak lupa menyematkan tulisan dilarang menjual rokok kepada anak berusia di bawah 18 tahun.

Kata DIVO tidak hanya terdapa pada sampul depan atau bagian sebelah kanan melainkan juga sisi atas dan bawah. Bedanya, jika sisi atas hanya tulisan DIVO sedangkan sisi bawah ditambahkan dengan pabrik produksi. PT. Stevania Ultra di Kudus.

Saat membuka bungkusnya, secara umum sama seperti rokok dengan jumlah 16. Terbagi menjadi dua bagian. Delapan di depan dan sisanya di belakang.

Ini yang menjadi perhatian Roki. Belum ada inovasi yang cukup lihai dari pabrik rokok lain. Rata-rata mengekor ide dan caranya pada pendahulunya.

Batang rokok ini terbilang elegan. Padat dan justru seperti rokok putihan. Ada garis tipis yang tak begitu tampak kecuali memperhatikannya dengan saksama.

Antara bau cengkeh dan buah nangka cukup menusuk di hidung Roki. Dan tampaknya seperti inilah rokok dengan mazhab Kudus.

Ketika diisap, hmm, tarikannya mirip rokok mild. Ada rasa spicy namun masih aman. Meskipun tergolong bernikotin dan tar cukup tinggi, durasi rmenghabiskan sebatang antara delapan hingga sepuluh menit.

Rokok Divo tergolong SKM Layer 2. Artinya, rokok ini tidak tersedia di berbagai daerah. Tak cukup mudah untuk menemukannya. Ini yang menjadi kendala apabila ada teman Roki yang ingin mencobanya.

Begitulah rokok Divo. Kamu perlu mencobanya, ya.

Karya Ariel NOAH Pernah Dibayar Sebungkus Rokok

Daya pikat Ariel Noah sangat luar biasa. Kehadirannya di mana pun baik dalam acara konser ataupun talkshow selalu dinantikan.

Dalam sebuah talkshow yang dibawakan oleh Soleh Solihun, ketika mendapat pertanyaan tentang merokok, Ariel tak menampik bahwa dirinya memang perokok aktif.

Bahkan pada sebuah kesempatan, Ariel pun pernah mengaku bahwa dirinya pernah dibayar sebungkus rokok atas jasanya. Saat itu, Ariel masih SMA, kegemarannya dalam menggambar mampu menarik perhatian banyak temannya.

Salah satu temannya memintanya untuk menggambar sebagai hadiah ulang tahun pacarnya. Tentu saja, Ariel menyambut permintaannya dengan senang hati. Lagi pula, Ariel memang hobi menggambar.

Hobinya pun berbuah manis sejak NOAH debut hingga kini. Karya dari Ariel telah digunakan NOAH dalam bentuk merchandise. Bakat terpendam yang kemudian menjadi penghasilan tidak hanya bagi dirinya melainkan NOAH.

Penulis melihat Ariel sebagai pribadi yang jujur. Ia tak sungkan dan malu jika jasanya cukup dibayar dengan sebungkus rokok. Lagi pula, penulis merasa bahwa rokok sebagai alat untuk mencari ide dan menghadirkan semangat.

Ya, sebagai pelaku seni, rokok biasanya menjadi barang wajib. Untuk menghasilkan karya, mereka bisa menghabiskan tidak hanya sebatang rokok melainkan juga sebungkus rokok dan bahkan lebih.

Penulis bisa melihat seniman macam pelukis, penulis, desainer, hingga fotografer menggunakan rokok sebagai medium untuk mencari ide. Selain mencari ide, merokok bisa membangkitkan semangat dan juga untuk rileks. Hal ini membuktikan bahwa merokok juga memiliki efek yang baik bagi tubuh.

Rokok, yang sering kali identik dengan kegiatan negatif, ternyata memiliki dampak yang baik bagi tubuh. Dari perilaku Ariel pun, Roki belajar bahwa apa pun yang menjadi kegemaran, jika diseriusi akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Selain itu, sebungkus rokok bisa menjadi bukti bahwa jangan malu untuk dibayar dengan hal seperti itu. Siapa tahu, kan, teman-teman bisa mengambil inspirasi dari Ariel.

Jadi, gunakan hobimu sebagai cara untuk meraih kesuksesan. Dan, jangan khawatir, dari sebungkus rokok, karya yang dihasilkan bisa berguna untuk masa depan.

Dari Minak Djinggo hingga Aroma, Inilah Sejarah Nojorono

Selain soto kerbau yang enak nan aduhai, Kudus juga terkenal dengan produksi kretek. Maka, tak heran jika kamu pergi ke kota Kudus, kamu akan disambut dengan tulisan Kota Kretek. Di sinilah, selain Djarum, Nojorono memulai kisahnya.

Nojorono bisa dikatakan sebuah perusahaan yang unik. Ia tak seperti kondisi perusahaan rokok pada umumnya. Jika yang lain berpusat pada satu tokoh, dan rata-rata adalah warisan keluarga turun-temurun, sedangkan Nojorono mengambil jalan berbeda.

Ia didirikan oleh lima keluarga. Pertama, Tjoa Kang Hay. Ia cukup yakin untuk mendirikan perusahaan rokok setelah belajar bersama dengan Nitisemito. Berbekal pengalaman tersebut, ia mengajak Tan Tjiep Siang dan Tan Kon Ping. Kemudian bergabung lagi dua orang yaitu Ko Djie Siong dan Tan Djing Dhay. Mereka berlima itulah yang kemudian sepakat mendirikan Nojorono pada 11 Februari 1932.

Produk rokok hasil kreasi Nojorono adalah Minak Djinggo dan Class Mild. Keduanya memiliki citarasa yang unik dan mempunyai penggemarnya masing-masing. Jika Class Mild meledak di pasaran pada tahun 2000an, sedangkan Minak Djinggo dilirik penikmat rokok karena campuran parafin, dan karena itu, rokok ini menjadi populer.

Hal itu bisa terjadi karena segmentasi pada Minak Djinggo yaitu nelayan dan pelaut. Ya, Minak Djinggo dapat bertahan dari air. Maka, jangan heran, apabila kamu melaut, Minak Djinggo bisa dipastikan tergenggam di antara tangan-tangan mereka.

Selain kedua produk tersebut, Nojorono memiliki produk yang juga digemari yaitu Aroma. Merek tersebut memiliki dua produk yaitu Aroma Bold dan Aroma Slim. Dengan harganya yang bersahabat maka tak heran ingatan penikmat rokok akan Aroma begitu lekat.

Nojorono telah menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah kretek Nusantara. Keberadaannya hingga kini masih eksis. Produknya berkembang seiring dengan penikmatnya yang kian meningkat.

Nojorono memang masih di bawah bayang-bayang macam Djarum, Sampoerna maupun Gudang Garam. Namun, perlu diketahui, tanpa kalian semua, dan sejarah yang panjang, Nojorono masih tetap menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

 

Ulet dan Gigih: Kunci Kesuksesan Djarum di Tanah Air

Salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia, Djarum pernah berada di titik terendah. Namun, pergantian pemilik hingga penyelesaian masalah mampu membuat Djarum berkibar kembali. Seperti apa kisahnya?

Oei Wie Gwan, salah seorang pengusaha Tionghoa-Indonesia melihat lalu mengakuisisi sebuah pabrik rokok yang menjelang bangkrut di Kudus, Jawa Tengah. Pabrik tersebut bernama NV Murup yang memiliki produk rokok dengan merek Djarum Gramofon. Kemudian, oleh Oei Wie Gwan dibuah menjadi Djarum. Kisah ini terjadi pada tahun 1951.

Kegigihan Oei Wie Gwan memomulerkan Djarum hanya bertahan hingga tahun 1963. Kebakaran hebat hingga meluluhlantakkan Djarum. Beruntung, kedua anaknya, Budi dan Bambang Hartono mampu mewarisi kegigihan dari bapaknya. Pada akhirnya, Djarum bangkit dan melanjutkan aktivitas seperti semula.

Mulanya, sebagaimana pabrik pada zaman dahulu, mereka hanya mengandalkan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Produk mereka berkembang dan begitu pula dengan para buruhnya. Tak mengagetkan apabila buruh Djarum mendapatkan predikat sebagai pekerja yang tekun dan terampil.

Selang sembilan tahun kemudian, Djarum berkembang dan mulai mencoba produksi Sigaret Kretek Mesin (SKM). Pada akhirnya, kuantitas produk ini kian meningkat. Bahkan, tak hanya itu, kualitas juga ditingkatkan. Mulai dari desain kemasan hingga varian produk. Sehingga, pada tahun 1972, mereka mulai melakukan ekspor ke berbagai negara.

Itulah momentum yang membuat nama Djarum kian besar. Kegigihan dan keuletan dari kedua pemilik menjadi kunci kekokohan Djarum. Mereka seperti mengajarkan pada Roki bahwa tidak ada yang tidak mungkin, dan seperti lagu dari D’Masiv, “Jangan Menyerah”.

Kini, Djarum tidak hanya dikenal sebagai produsen rokok melainkan juga perusahaan yang mampu memoles anak-anak muda seperti beasiswa. Djarum mengajarkan pula bahwa setiap orang perlu belajar dari kesalahan. Sehingga, kesalahan tersebut tidak akan diulangi kembali.

Roki pun salut. Djarum, dengan segala variannya seperti Djarum Coklat, Djarum Super menjadi pegangan bagi penikmat kretek Nusantara. Dari Djarum untuk Indonesia.

 

 

 

Dji Sam Soe Premium

Dji Sam Soe Premium

Setiap rokok memiliki penggemarnya. Begitu pula Dji Sam Soe Premium yang menyasar perokok kelas menengah atas. Bisa dibilang demikian, karena selain harga, bungkus rokoknya menggambarkan bahwa inovasi Dji Sam Soe Premium bukanlah main-main.

Dji Sam Soe Premium hadir dengan warna yang berbeda pada bungkus rokoknya. Biasanya dominasi kuning keemasan dengan sedikit strip merah. Namun, kali ini, dominasi warna hitam begitu kentara dengan dibalur emas pada tiap hurufnya.

Saat Roki memegangnya, Roki merasa parlente. Ha ha ha. Entah kenapa Roki merasa begitu. Mungkin karena untuk isi rokok 12 batang, harga segitu terbilang cukup wah. Akan tetapi, jangan salah sangka. Hal itu terbayar ketika Roki membuka bungkusnya.

Sebelum membuka bungkusnya, Roki lamat-lamat mengamati. Membolak-balik dan juga meraba-raba bungkusnya. Di bagian depan, tiap huruf di-emboss (timbul). Kata SUPER PREMIUM ditempatkan paling atas. Berikutnya, bintang sembilan, angka 234, dan kata paling dominan dengan ukuran font paling besar, DJI SAM SOE.

Setelahnya, baru ada tulisan pabrik PT. HM Sampoerna Tbk dan paling bawah nama lama dari Sampoerna yaitu pabrik rokok Liem Seeng Tee. Menariknya, di antara kedua nama pabrik rokok, di tengahnya terdapat aksara Jawa untuk sebelah kiri, dan aksara Arab untuk sebelah kanan.

Di antara kedua aksara tersebut, nama pendiri Liem Seeng Tee dimunculkan dengan inisial LST. Penempatan nama, pemilihan font yang ciamik, menurut Roki.

Di bagian kiri terdapat tulisan SKT, barcode dan rincian 39mg TAR dan 2,3mg Nikotin. Sedangkan bagian atas tampak tulisan DJI SAM SOE, yang di bagian bawah sama juga, tulisan DJI SAM SOE namun dengan ukuran font lebih kecil. Di bawahnya terdapat pabrik produksi dan kode produksi, DSB 12, yang artinya Dji Sam Soe Black dengan isi 12 batang.

Lalu, Roki membuka perlahan bungkus rokok ini. Melepas sampul plastik, lalu membukanya seperti buku. Tampak tulisan sedikit panjang yang intinya Mahakarya Indonesia di sebelah kiri. Di sebelah kanan, muncul beberapa batang rokok.

Roki perlu membukanya sekali lagi. Klap. Tampak disusun rapi. Enam di atas dan enam di bawah. Yang menarik, setiap batang rokok dilapisi foil berwarna emas. Dan di pucuknya, ada lingkaran hitam. Persis seperti apa yang didengungkan orang-orang. Individually Wrapped.

Pas dibuka bungkusnya, tampak batang rokok yang padat. Sungguh berbeda daripada yang regular. Roki puas dengan kemasannya. Mantap. 9.8/10.

Begitu, ya, teman-teman Roki. Pokoknya mantul. Mantap betul.

 

bungkus rokok djarum super

Evolusi Bungkus Rokok Djarum dari Zaman ke Zaman

Salah satu bungkus rokok yang ikonik di Indonesia adalah Djarum Super. Dengan sebagian besar warna yang melingkupinya adalah merah dan hitam. Persis warna seragam kebesaran salah satu klub sepak bola di Italia, AC Milan.

Sering disebut kretek filter oleh pengguna. Sebab, memang terdapat tulisan di bagian bawah. Pertama kali muncul pada tahun 1975 tersedia hanya dua pack. Isi 12 batang dan 16 batang.

Dengan dominasi warna merah dan di pinggir kanan kiri bernuansa hitam, bungkus rokok yang dikeluarkan Djarum masih aman. Maksudnya belum ada regulasi macam bibir atau tenggorokan berlubang.

Satu dasawarsa kemudian, Djarum kembali mengeluarkan produk terbaru. Kali ini dengan isi lebih banyak yaitu berjumlah dua puluh batang. Cukup diminati banyak kalangan.

Menginjak periode milenium, tepatnya tahun 2000, Djarum menggebrak pasaran dengan menawarkan sensasi baru. Mereka mencoba menghadirkan Djarum CS (Compact Size). Berisi 50 batang. Sesuatu yang wow. Itu bisa awet tiga sampai empat hari bahkan seminggu.

Keempat generasi awal Djarum memberikan tar sebanyak 32 MG dan nikotin sebanyak 1,8 MG. Tentu saja tidak ada yang berubah dari kemasan bungkus rokok. Merah dan hitam masih mendominasi.

Bagi generasi 90an, rokok Djarum begitu terngiang di benak. Sebab, Djarum adalah sponsor utama Liga Indonesia. Selain itu, bekerja sama dengan televisi swasta menyiarkan Liga Italia dan Liga Inggris.

Pada tahun 2004, Djarum menawarkan sesuatu yang berbeda. Jika dahulu dominasi warna merah, saat itu justru warna putih. Hampir 80% kemasan bungkus rokok yang bernama Djarum Mezzo berwarna putih. Namun, tetap tidak meninggalkan ciri warna merah di bagian strip.

Berisi 16 batang, di bagian bawah terdapat tulisan Mild Kreteks, Made in Indonesia. Rokok ini cukup mendapat perhatian karena iklannya sering muncul di tayangan olahraga.

Selanjutnya muncul Djarum Super Mild. Kembali warna putih lebih mendominasi. Postur bungkus rokok ini lebih besar karena jumlah isinya yang mencapai 20 batang. Meskipun begitu dalam perkembangannya juga ada 16 dan 12 batang.

Tahun 2016, masih dengan rokok yang sama, Djarum meluncurkan Black Series. Nuansa gelap dihadirkan karena dominasi hitam. Warna merah tercetak pada tulisan MLD.

Dari dua rokok di atas, mulai larangan berupa foto—yang sebenarnya lebih merusak mata—dimunculkan. Seperti yang dibilang sebelumnya bahwa sebenarnya tidak begitu efektif untuk kemunculan foto tersebur pada sisi atas bungkus rokok.

Yang tergress adalah Djarum Super Wave. Kali ini, Djarum kembali lagi seperti dulu. Menempatkan warna merah di keseluruhan bungkus rokok.

Begitulah evolusi rokok Djarum dari zaman ke zaman. Kamu lebih suka yang mana, lurr?