Keren! Ini Beragam Bungkus Rokok Kreatif yang Pernah Ada

Jika kamu bertanya apa saja bungkus rokok keren yang ada di Indonesia, tentu akan ada banyak sekali. Dari ukuran besar hingga ukuran kecil. Dari ukuran yang tidak pas di tangan, dan ada pula yang bisa masuk di kantong celana. Namun, dari beragam bungkus rokok yang pernah ada, Djarum 76 layak dijadikan acuan bahkan referensi.

Mengapa demikian? Entah karena warna atau tampilan yang unik, rokok Djarum 76 paling sering diduplikat. Ini patut diselidiki. Seperti, Rohmah, Gunung, Djago, Lodjie, dan sebagainya. Apakah karena ingin mendompleng mereknya, rasanya, atau promosinya? Yang jelas Djarum 76 adalah salah satu merek rokok bertahan hingga kini.

Jika Djarum 76 didompleng karena kebanyakan warnanya, tengoklah ke Ukrania. Alih-alih mendesain bungkus rokok yang sesuai dengan bayangan perokok, perusahaan asal Ukraina, Reynolds dan Reyner justru mendesain bungkus rokok layaknya peti mati.

Harapan dari pembuatnya adalah peti mati bisa mengingatkan perokok akan bahaya rokok. Sehingga, lambat laun mereka akan berhenti merokok. Padahal, harapan tersebut dimaknai lain oleh perokok di Indonesia. Ketika Roki menunjukkan gambar peti mati sebagai wadah rokok kepada salah satu teman, justru ini ide brilian.

Sebab, perokok tidak kesulitan untuk mencari bagaimana mematikan rokok. Oleh karena di hadapannya peti mati maka cara mematikan rokok yang benar hanyalah di peti mati. Bukankah sebenarnya itu maksud yang terselubung? He he he.

Namun demikian, bukan perokok Indonesia jika tidak memiliki ide yang menarik dari bungkus rokok. Entah karena kebingungan membuang puntung rokok, maka bungkus rokok justru dijadikan asbak rokok. Anda bisa bayangkan bungkus rokok Forte yang unik dan estetik justru dijadikan asbak rokok?

Tentu saja itu merusak keindahan. Akan tetapi, apa boleh bikin karena daripada membuang puntung rokok sembarangan, justru lebih baik menjadikan bungkus rokok sebagai asbak rokok. Toh, caranya sangat mudah. Tutorial di Youtube pun banyak sekali.

Yang penting, apa pun bungkus, merek, atau jenis rokoknya, tetaplah jadi perokok santun. Perokok yang menghargai nilai-nilai budaya Indonesia.

bungkus rokok

Jenis-jenis Bungkus Rokok yang Ada di Indonesia

Indonesia adalah salah satu produsen kretek di dunia. Citarasa dan harumnya kretek di Indonesia telah berkibar di luar Indonesia. Di beberapa negara bahkan rela mengimpor beberapa merek rokok dari Indonesia seperti Djarum Super. Maka, untuk menjaga citarasa tentu saja harus dibalut dengan bungkus yang memadai. Bungkus rokok yang diciptakan Djarum Super, Sampoerna, hingga Gudang Garam tidak hanya memadai melainkan menarik untuk dikoleksi.

Sebenarnya, bungkus rokok yang ada di Indonesia tidak melulu seperti tiga merek di atas. Ada pula yang masih mentah yaitu menggunakan bahan dari alam. Ini yang menarik karena belum tentu daerah lain di Indonesia bahkan di dunia punya bungkus rokok semacam ini.

Lalu, apa saja bungkus rokok yang ada di Indonesia?

  1. Klobot

Rokok klobot adalah salah satu rokok tertua di Indonesia. Bahan pembungkusnya pun cukup unik yaitu dari kulit jagung. Maka, rasanya pun pasti unik. Ada rasa manis saat mengisap klobot. Cara pembuatannya manual dan hingga saat ini masih merupakan warisan turun temurun.

  1. Kawung

Barangkali kamu hanya menemukannya di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Pembungkusnya terbuat dari daun aren. Sama seperti klobot, rokok kawung merupakan produk khas Nusantara.

  1. Cerutu

Indonesia mengadopsi pembungkus rokok ini dari Eropa. Sejak tahun 1400-an, bungkus rokok ini mendadak populer dan konon hanya digunakan oleh kaum konglomerat. Bahan pembungkusnya adalah gulungan utuh tembakau yang dikeringkan kemudian difermentasikan.

  1. Sigaret

Hampir seluruh produk saat ini menggunakan sigaret sebagai pembungkus rokok. Sejak dulu kala, bahan ini digunakan dari cara membungkus secara tradisional hingga modern. Akan tetapi, di beberapa bungkus rokok, sigaretnya berbeda.

Seperti Gudang Garam Merah dengan Djarum Super. Sigaret di Gudang Garam Merah lebih tipis daripada Djarum Super. Namun begitu, hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab, toh, baik Gudang Garam Merah maupun Djarum Super punya penggemarnya masing-masing.

Inilah keempat jenis pembungkus rokok yang ada di Indonesia. Apakah kamu pernah mencoba salah satunya? Atau sudah pernah mencoba semuanya?

 

kotak rokok

Manfaat Mengumpulkan Bungkus Rokok Bekas

Roki masih sering menemukan bungkus rokok yang berserakan di pinggir jalan. Kadang, malah melihatnya hanyut di sungai. Meskipun begitu, Roki juga masih melihat bungkus rokok di tempat sampah.

Kalo yang terakhir, sih, bagus. Sebab, jika sudah tidak dipakai, memang seharusnya ditaruh ke tempat sampah. Lha kalo yang pertama dan kedua? Duh, rasanya sebagai perokok, melihat kayak gitu jadi miris, ya.

Padahal, bungkus rokok bekas bisa dimanfaatkan asalkan diolah dengan baik dan benar. Kalo kamu pengen tahu caranya, cek deh di Youtube dengan ketik kata kunci “bungkus rokok”. Maka, muncul lah ragam bungkus rokok yang menjadi barang berharga.

Roki juga punya tips dan trik memanfaatkan bungkus rokok bekas. Simak baik-baik, ya.

1. Asbak

Asbak adalah salah satu olahan dari bungkus rokok. Kamu bisa membuatnya dengan sebungkus rokok. Bahkan, bisa lebih dari sebungkus tergantung kreativitasmu. Boleh dibilang ini adalah asbak alternatif ketika asbak kayu atau kaca tidak tersedia di meja.

Ada orang yang juga mengoleksi bungkus rokok sesuai dengan merek tertentu. Sehingga, akan menjadi unik apabila ada asbak Djarum, asbak Gudang Garam, atau asbak Sampoerna Mild.

2. Tas

Mungkin kamu agak tidak percaya dengan tulisan ini. Bagaimana mungkin bungkus rokok dapat diolah menjadi tas? Tentu saja bisa. Bahkan, bisa dijadikan buah tangan kepada teman-teman terdekat.

Sudah banyak orang yang mengadopsi kreativitas ini. Apakah kamu tidak ingin mencoba? Siapa tahu malah menambah pundi-pundi di dompetmu.

3. Koleksi

Di Indonesia hanya ada beberapa orang yang tekun mengumpulkan bungkus rokok. Salah satunya adalah Priyanto. Kegemarannya itu bagus bagi dunia pertembakauan Indonesia. Sebab, yang dilakukannya adalah mengumpulkan arsip.

Pekerjaan yang rumit namun jika dilihat hasilnya, pembaca atau penonton akan terpana. Sebab, arsip adalah sejarah. Barangsiapa yang mau telaten mengumpulkan satu per satu tentu harus diapresiasi.

Inilah tiga hal yang perlu kamu ketahui tentang manfaat mengumpulkan bungkus rokok bekas. Apakah kamu pernah melakukan satu di antara tiga itu? Atau justru melakukan hal lain?

Manfaat Mengumpulkan Bungkus Rokok

Jika orang yang mengumpulkan perangko dinamakan filateli, lalu sebutan apa yang pantas disematkan bagi orang yang mengumpulkan bungkus rokok?

Sepanjang hidup, dari lahir sampai sekarang, ada banyak teman Roki yang melakukan hal itu. Mulai dari bungkus rokok lawas sampai terbaru. Dulu, adik Roki pernah melakukannya. Menurutnya, gambar dan logonya unik. Saat itu, masih belum ada peringatan seperti gambar seram atau kalimat bernada kejam di bungkus rokok.

Barangkali kebiasaan tersebut dibilang aneh. Kok mau mengumpulkan bungkus rokok. Apa faedahnya?

Jangan salah. Bungkus rokok bisa dijadikan alternatif asbak atau bahkan anyaman seperti tas. Ini salah satu bentuk kreativitas yang jarang diketahui orang. Selain itu, sebenarnya ada sesuatu yang lebih vital.

Arsip.

Ya, harus diakui bahwa kita masih bermasalah dengan arsip. Kita terkadang tidak peduli dengan arsip. Padahal, arsip tersebut kelak menjadi catatan sejarah bahwa pernah hadir barang seperti ini.

Baca Juga: Priyanto Sunarto, Seniman Kolektor Bungkus Rokok

Bahkan, jika teliti dan cermat, bisa menyusun dari tahun ke tahun. Inilah kehebatan pengumpul barang. Dari situ bahkan kita tahu bahwa apa rokok pertama, rokok favorit, rokok minta teman, dan lain sebagainya.

Jangan salah bahwa mengumpulkan benda adalah sesuatu yang rumit. Kamu harus benar-benar mencintai benda itu. Jika tidak, akan menyedihkan. Barang tersebut malah dibiarkan berserakan di kamarmu.

Akan tetapi, kalo sudah mencintai, ketika kamu mendapatkan bungkus rokok lawas, bahkan tergolong langka, itu akan bernilai tinggi. Sebab, belum tentu pada kesempatan yang lain, kamu bisa mendapatkannya.

Maka dari itu, jangan pernah meremehkan orang yang gemar mengumpulkan bungkus rokok. Siapa tahu, kelak, kita akan belajar darinya. Ada nilai sejarah, sosial, hingga moral yang terkandung di situ.

Toh, kalo sudah menjadi koleksi, siapa tahu akan muncul museum bungkus rokok. Belum ada di Indonesia, lho. Barangkali ada investor yang berminat membangun museum tersebut maka apresiasi tinggi baginya.

Percayalah bahwa mengoleksi itu rumit. Dan percayalah bahwa orang yang berani mengoleksi barang langka, tangannya betul-betul terawat. Seperti Roki. Hehehe

Gambar Bungkus Rokok dengan Peringatan Paling Diterima Perokok

Peringatan yang tercantum di bungkus rokok bukanlah peringatan ala kadarnya. Gambarnya seram, kalimatnya tajam. Misal, gambar tenggorokan berlubang dan tulisan merokok dapat menyebabkan kanker tenggorokan. Harapannya, kolaborasi gambar dan tulisan tersebut bisa membuat perokok untuk berpikir lebih dalam.

Akan tetapi, bagaimana jika kamu menemukan gambar dan tulisan yang menyenangkan pada bungkus rokok? Tentu saja, kamu pasti tersenyum kecil. Salah satu contoh bungkus rokok yang menarik adalah Sehat Tentrem.

Di Sehat Tentrem, alih-alih menyeramkan, kamu justru tertawa. Bagaimana tidak, jika kamu menemukan tulisan “12 Rokok Obat” kemudian di dalamnya “Rokok Ini Dapat Menyebabkan Kesehatan”. Jelas saja, perokok akan berpikir, kok bisa, ya?

Peringatan yang Menarik

Sehat Tentrem memang unik. Dari nama mereknya saja unik. Rokok? Sehat? Itu adalah dua kata yang saling bertolak belakang. Seperti minyak dan air. Meskipun diajak kolaborasi, tetap saja yang terjadi frustasi.

Namun, inilah kelebihan Sehat Tentrem. Menyatukan dua kata yang saling bertengkar. Apalagi ditambahkan pula kata Syifaa. Kata dalam bahasa Arab yang jika diterjemahkan berarti obat.

Wajar, sih. Sebab, kandungan yang terdapat di Sehat Tentrem aneka rempah yang sangat luar biasa. Bahkan, sempat tersiar kabar bahwa Sehat Tentrem ampuh sebagai obat melawan virus Covid-19. Sekali lagi, wajar, sih. Ya, gimana, kan rempah-rempah memang manjur untuk melawan penyakit apa pun.

Seharusnya peringatan-peringatan seperti ini perlu disebarkan ke merek rokok lainnya. Dan tampaknya baru ada di merek semacam SIN. Kalo yang lain, sih, mungkin mau, tetapi tentu saja akan bentrok dengan rezim kesehatan.

Meskipun demikian, alangkah lebih baiknya meniru langkah yang dilakukan rokok impor. Yaitu, meniadakan gambar seram atau tulisan bernada kejam di bungkus rokok. Toh, perokok selalu punya tanggung jawab atas sikapnya. Mereka juga bisa membaca mengenai peringatan tersebut, kok.

Jika ada bungkus rokok yang menarik, dan menurut kamu layak untuk diangkat ke media sosial, kabarkan ke kami, ya. Kami berkenan untuk melakukan review. Tambahkan di kolom komentar, ya.

BUNGKUS ROKOK

Sejarah Peringatan Bungkus Rokok

Apa yang paling menyedot perhatian orang-orang saat melihat bungkus rokok? Kadar tar dan nikotin? Merek rokok? Atau apa? Menurut Kementerian Kesehatan, bukan bungkus rokoknya, melainkan isi di dalam bungkus rokok.

Merokok itu berbahaya, menurut Kementerian Kesehatan. Maka dari itu, mereka mengeluarkan peringatan bungkus rokok sejak 24 Juni 2014.

Peringatan yang disampaikan ada dua jenis. Foto atau gambar dan tulisan. Foto bisa paru-paru berwarna gelap, tenggorokan berlubang, dada berlubang, susunan gigi tak sempurna dan masih banyak lainnya.

Sedangkan tulisan, lebih didominasi dengan merokok dapat menyebabkan kanker, merokoo cepat membuat mati, kesehatan terganggu dan segala peringatan yang bernada ancaman.

Tidak hanya itu, peringatan yang tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 juga memuat larangan tidak boleh ada kata-kata ‘Light’, ‘Mild’, ‘Slim’, ‘Special’, ‘Low Tar’, ‘Premium’ dan lain-lain yang mengindikasikan kualitas atau keamanan rokok.

Tentu saja, peringatan itu telah dipatuhi seluruh merek rokok baik di Indonesia maupun yang masuk ke Indonesia macam Camel, Dunhill maupun Marlboro. Namun, apakah itu efektif?

Efektivitas Peringatan Bungkus Rokok

Ini pertanyaan retoris. Akan tetapi, jawabannya mudah ditebak. Sebab, hingga hari ini, menurut data yang Roki punya, peringatan tersebut tidak terlalu berdampak bagi konsumen.

Perokok tetap saja mengisap batang demi batang. Tidak peduli aneka gambar maupun tulisan. Kamu bayangkan, diberi gambar peringatan merokok saja negara sudah berharap besar pada penerimaan cukai rokok. Apalagi jika tidak.

Maka dari itu, sebenarnya peringatan bungkus rokok tidak penting-penting amat. Saran Roki, tirulah rokok impor seperti Manchester. Meskipun tanpa peringatan, toh, jarang ada berita perokok anak di sana.

Jika alasan peringatan untuk mengantisipasi perokok anak, regulasinya yang keliru. Seharusnya bukan dibuat seperti itu melainkan edukasi. Bagi penjual rokok pun perlu edukasi bahwa tidak boleh menjual rokok kepada anak di bawah usia 18 tahun.

Namun, inilah fakta sejarah yang perlu kamu ketahui. Inilah mulanya peringatan bungkus rokok di Indonesia.

Review Rokok Magnum Filter: Modernisasi Ala Dji Sam Soe

Magnum Filter

Tidak ada pabrik yang tidak ingin melakukan modernisasi produk termasuk kali ini Sampoerna. Sampai saat ini, produk Sampoerna yang menjadi unggulan adalah Dji Sam Soe. Namun, modernisasi telah dilakukan Sampoerna dengan menghadirkan rokok Magnum Filter.

Rokok Magnum Filter boleh dibilang keluar dari pakemnya. Dari soal bungkus, kadar nikotin dan tar, ukuran batang rokok hingga rasa yang dihasilkan cukup berbeda ketimbang produk Sampoerna lainnya.

Lalu, bagaimana sebenarnya kemasan, rasa, hingga harganya? Seperti biasa Roki akan sajikan di sini.

Kemasan

Secara kemasan, Magnum Filter hadir dengan bungkus yang elegan. Berwarna hitam dan gelap. Di bagian depan tertulis MAGNUM dan Filter di bawahnya. Sedangkan di bagian paling bawah ada logo Dji Sam Soe beserta tulisannya.

Di bagian atas hanya ada tulisan Magnum yang persis dengan bagian depan. Sedangkan di bagian bawah terdapat kode produksi beserta pabrik pembuatan Magnum Filter yaitu PT. HM. Sampoerna Tbk.

Di bagian kanan terdapat tulisan SKM sebagai penanda kategori rokok ini. Juga, larangan untuk menjual rokok kepada anak-anak yang belum berusia 18 tahun dan perempuan hamil.

Sedangkan di bagian kiri terselip cukai rokok yang menandakan rokok ini legal dan takaran tar dan nikotin. Untuk Magnum Filter tidak bisa dibilang kategori Low Tar Low Nicotin. Sebab, tar mencapai 10 MG dan nikotin 35 MG.

Rasa dan Harga

Jika kamu penggemar rasa manis, rokok ini kurang cocok di mulutmu. Sebab, rasanya cenderung spicy dan itulah keunggulan rokok Magnum Filter. Sayangnya, ketika rokok ini akan habis dan menyentuh papirnya, rasa rokok kurang enak.

Oh, iya untuk ukuran batang tergolong besar. Cukup berbeda dengan keluaran Dji Sam Soe lainnya. Ini juga termasuk pembeda dan menjadi ciri khas Magnum Filter.

Soal harga, kamu jangan khawatir. Dengan ukuran large, dan berjumlah 12, kamu cukup merogoh kocek antara 16-17 ribu. Roki kira ini harga yang cukup pantas untuk mengisap rokok Magnum Filter. Dan kamu, wajib mencobanya sekarang juga. Tertarik, kan?

Sumber foto: smoking-room.net

rokok

3 Cara Agar Bungkus Rokok Tidak Menjadi Sampah

Jika kamu memiliki bungkus rokok yang tidak terpakai, apa yang hendak kamu lakukan? Membuangnya? Menjadikan aksesoris? Atau bagaimana?

Beberapa perokok lebih memilih untuk membuangnya karena memang sudah tidak terpakai lagi. Hanya sedikit orang yang memanfaatkannya untuk menjadi aksesoris. Akan tetapi, tidak jarang juga yang menjual ke warung karena ingin dapat uang.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan pada bungkus rokok? Berikut tiga daftarnya yang bisa kamu manfaatkan.

1. Asbak

Ini yang paling sering dimanfaatkan oleh perokok. Ketika mereka gabut atau kebetulan tidak menemukan asbak maka mereka membuat bungkus rokok menjadi asbak.

Caranya pun cukup mudah. Gunakan sebungkus rokok yang tidak terpakai. Kemudian buka penutup bagian atas. Pisahkan plastik yang menyingkap bungkus. Jika perlu, buka lagi bagian depan, bentuk menjadi kotak. Jadilah asbak rokok.

Sebagai perokok, kamu perlu sesekali melakukannya. Sebab, tidak semua tempat menyediakan asbak rokok. Apalagi jika kamu sedang bepergian. Bungkus rokok adalah alternatif yang baik bagi asbak rokok.

2. Anyaman

Kalo yang ini butuh keterampilan cukup baik. Iya, siapa yang menyangka ternyata dari bungkus rokok, kita bisa memanfaatkannya menjadi anyaman tas.

Tentu saja, kamu perlu membutuhkan banyak bungkus. Antara 15-20 bungkus. Jika ingin lebih sederhana, kamu bisa membuatnya lebih mudah. Yaitu, dengan membuat anyaman meja.

Anyaman merupakan penemuan yang luar biasa dari perokok. Sebab, sebelumnya tidak pernah ada yang terpikir bagaimana memanfaatkan bungkus rokok selain asbak.

3. Uang

Ya, percaya atau tidak percaya, kamu bisa mengubah bungkus rokok menjadi uang. Bukan dengan cara menambahkan angka dan rupiah di bungkusnya melainkan menukarkan bungkusnya kepada warung.

Beberapa warung akan membeli bungkus rokok dengan harga cuma-cuma. Lumayan, buat beli rokok meskipun cuma dapat ketengan saja. Akan tetapi, itu lebih baik ada usahanya daripada kamu membuangnya ke tempat sampah.

Itulah ketiga cara memanfaatkan bungkus rokok agar tidak menjadi sampah atau barang yang sia-sia. Apabila kamu punya kreasi yang lebih unik dan menarik, tambahkan di kolom komentar, ya.

Asbak Bali, Oleh-oleh Khas Bali bagi Perokok

Bali adalah salah satu tempat tujuan pariwisata di Indonesia. Pesona alamnya mulai dari Pantai Kuta hingga Danau Kintamani menyedot banyak wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Tidak hanya pesona alam, melainkan oleh-oleh atau hasil kerajinan yang dihasilkan. Salah satunya asbak Bali.

Buah tangan khas Bali ini memang berbeda dari lainnya. Jika kamu biasanya menjumpai asbak yang terbuat dari kaca atau stainless steel, yang ini justru terbuat dari kayu. Hasil ukiran kayu yang unik membuat asbak Bali menjadi buruan kolektor. Dan, jangan kaget apabila kalian tahu berapa harga asbak Bali dengan kualitas terbaik.

Hasil ukirannya bisa dibentuk berbagai macam. Ada yang menyerupai wajah, tempat duduk hingga yang paling aneh dan terkesan geli, alat kelamin pria.

Dalam bahasa Bali, alat kelamin pria disebut lolok. Masyarakat luar Bali lebih mengenalnya sebagai penis. Ya, oleh-oleh khas Bali itu bisa kamu peroleh dengan warna dan ukuran yang beraneka ragam.

Sebenarnya, lolok tidak hanya dibuat menjadi asbak rokok. Ada yang dibuat sebagai gantungan kunci, tempat minum, sendok atau garpu, dan masih banyak lainnya. Namun, tetap menonjolkan alamat kelamin pria.

Kamu jangan berpikiran aneh tentang lolok. Dalam kepercayaan Hindu, lolok justru dipandang sebagai simbol kesuburan. Lolok pun identik dengan Lingga Yoni.

Lingga Yoni digunakan sebagai arca batu dalam peribadatan Hindu. Lingga sebagai simbol Dewa Siwa sedangkan Yoni sebagai Dewi Parvati. Fungsinya sebagai cara untuk mendapatkan keberuntungan dan berkah dari Dewa Siwa.

Unik tapi menarik, bukan? Ternyata ada sejarah yang bisa kamu ketahui setelah membeli lolok. Ini bekal yang baik bagi perokok. Lolok bisa kamu dapatkan di berbagai toko oleh-oleh. Harganya bervariasi tergantung warna, ukuran, dan bahan kayu yang digunakan.

Maka, saran Roki, jika suatu saat kamu berkesempatan pergi ke Bali, jangan sia-siakan duitmu hanya untuk arak Bali atau kacang Bali. Sisihkan duitmu untuk oleh-oleh berupa kayu yaitu asbak Bali. Jangan lupa, beri kabar kepada perokok lain agar menggunakan produk serupa.

3 Logo Rokok Terbaik yang Pernah Ada

Logo merupakan elemen penting dalam sebuah produk. Dengan logo, konsumen mudah mengenali bahkan mengingat dengan baik. Apalagi jika logo tersebut benar-benar unik dan menarik.

Di Indonesia, produsen rokok berlomba-lomba menciptakan logo yang menarik. Namun, hanya ada tiga yang benar-benar mudah dikenang bagi perokok. Apa saja itu? Simak daftarnya berikut ini.

1. Gudang Garam

Ini salah satu logo yang benar-benar ikonik. Logo Gudang Garam terdiri dari sepasang gunung kembar, rel kereta api, dan lima rumah. Tak hanya simbol gambar yang disajikan melainkan warna. Ada warna biru, merah, dan putih yang berpadu menjadi sajian ciamik.

Arti logo tersebut berawal dari mimpi salah seorang karyawan perusahaan. Yaitu adanya gudang garam dengan lima los di dekat rel kereta api Kertosono-Bangil. Kebetulan, lokasi gudang tersebut di dekat Stasiun Kediri.

2. Dji Sam Soe

Jika kamu sering mengingat sembilan bintang dalam bungkus rokok, itulah logo rokok khas Dji Sam Soe. Angka sembilan juga menunjukkan jumlah huruf di Dji Sam Soe. Selain itu, angka 234 jika dijumlahkan, hasilnya pun sembilan.

Selain itu, terdapat tulisan Fatsal-5. Artinya, rokok ini merupakan racikan kelima. Yang paling unik adalah angka 234. Selain jika dijumlahkan berjumlah sembilan, pada mulanya jumlah pekerja Dji Sam Soe hanya 234 orang. Tidak kurang dan tidak lebih.

3. Djarum

Inilah logo yang menurut Roki paling sederhana namun mudah diingat. Logo Djarum hanya simbol pena yang dibalut dengan lingkaran. Selain itu, ada tulisan Djarum secara kapital.

Namun, selain simbol tersebut, warna merah sangat identik dengan Djarum. Sehingga, produk Djarum apa pun pasti akan ada warna merah. Entah itu jadi mayoritas maupun minoritas.

Ketiga logo tersebut merajai dan membekas di ingatan para perokok. Uniknya, ketiga produk tersebut biasanya menyisipkan warna merah pada varian bungkus rokoknya.

Apakah karena merah adalah identik dengan warna Indonesia? Bisa jadi. Yang jelas, ketiga logo tersebut tidak akan berubah dalam waktu yang lama. Kalo menurutmu, adakah logo yang menarik selain logo di atas?