bungkus rokok

Hukum Merokok di Bulan Ramadan, Apakah Merokok Membatalkan Puasa?

Kita tahu selama berpuasa di bulan Ramadan, makan dan minum adalah dua perkara yang membatalkan puasa. Tapi, bagaimana dengan merokok? Sejumlah ulama bersepakat apabila merokok merupakan aktivitas yang juga membatalkan puasa.

 rokok

Seorang ahli agama asal Dubai, Dr Ali Ahmed Mashael menyatakan bahwa merokok dapat membatalkan puasa apabila asap rokok masuk ke dalam kerongkongan dan berbagai zat yang ada di dalamnya masuk ke dalam perut. Padahal dalam Al-Quran sudah jelas disebutkan bahwa segala hal yang masuk ke dalam mulut dan masuk ke perut akan membatalkan puasa. Tidak terkecuali merokok.

bungkus rokok

Meskipun asap rokok bukan makanan yang mengeyangkan, para ulama sepakat bahwa merokok adalah suatu perkara yang bisa membatalkan puasa.

rokok

Kalau memang ada seorang perokok berat dan tidak bisa menahan diri untuk merokok, disarankan agar berniat dengan sungguh-sungguh bahwa ia sedang berpuasa dan tidak merokok selama terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

bungkus rokok

Sirih, Tembakau, dan Rokok bagi Kehidupan Orang Dayak

Bagi orang Dayak sirih, tembakau, dan rokok menduduki peran ritual masyarakat yang penting. Ketiganya dipadu bersama kapur sirih serta dipercaya mempunyai fungsi untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

bungkus rokok

Kemunculan tembakau dalam konteks terkait sirih, terlihat dari terus digunakannya sirih sebagai obat, dan tembakau yang baru dikenal belakangan ditambahkan sebagai bahan baru. Begitu pula ketika rokok mulai dikenal orang Dayak.

rokok

Dalam ritual yang berkaitan dengan kematian, tembakau dan sirih digunakan dengan cara yang sama, dan bisa saling mengantikan, dalam bentuk sesajen kepada orang mati atau yang sedang menjelang ajal.

Di akhir abad 19, sebagaimana ditulis H. L. Roth dan H. B. Low dalam The Natives of Serawak and British North Borneo, sirih dan rokok dijadikan persembahan bagi orang mati. Benda-benda itu dikuburkan bersama beras serta mayat seorang yang telah mati sebagai simbol kehidupan si mati telah terbekati.

rokok klobot

Pada masa setelahnya, di mana Belanda mulai membuka perkebunan di Kalimantan, upah bagi pekerja juga berupa gulungan tembakau. Pemberiann sesajen dan upah dalam kehidupan masyarakat Dayak didasarkan pada bahwa benda-benda tersebut terbukti bermanfaat bagi kehidupan.

bungkus rokok

Promosi Rokok Bal Tiga yang Menginovasi Periklanan Indonesia

Dalam dunia prekretekan, rasanya tak ada yang bisa menyangkal peran beran seorang Nitisemito. Sejarah mencatat, pada 1938, usaha kretek Nitisemito berkembang menjadi yang terbesar di Indonesia, dengan tenaga kerja 10.000 dan mampu memproduksi 10 juta batang per hari. Rokok merek Bal Tiga Juga dipasarkan di seluruh kota di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, bahkan ke negeri Belanda.

bungkus rokok nitisemito

Nitisemito dikenal sebagai orang yang kreatif dalam mempromosikan dan memasarkan produknya. Suatu kali, misalnya, ia menyediakan berbagai macam hadiah menarik. Caranya dengan menukarkan sejumlah tertentu pembungkus rokok hasil produksinya. Hadiah-hadiah yang disediakan benar-benar beraneka warna. Mulai dari gelas, piring, cangkir, sampai arloji, sepeda, jam tembok, dan lain sebagainya. Di samping itu ia juga mengerahkan sejumlah mobil untuk keperluan promosi sekaligus untuk menerima penukaran pembungkus rokok dengan hadiah-hadiah yang disediakan.

rokok

Setiap ada pasar malam di berbagai daerah, Nitisemito juga tidak ketinggalan ikut serta meramaikannya dengan membuka stan. Masih dalam rangka promosi, ia juga menyelenggarakan pertunjukkan sandiwara keliling, yang dipakai untuk menyelipkan promosi hasil produksinya.

Bahkan, ia menyewa pesawat terbang Fokker dengan 200 gulden untuk mempromosikan rokoknya untuk menyebarkan pamflet di daerah Bandung dan Jakarta. Hal itu membuat geger dan tiada henti menjadi buah bibir di tengah masyarakat karena dianggap perbuatan yang tidak biasa.

bungkus rokok

Jauh sebelum ada upaya-upaya promosi kreatif yang banyak dilakukan oleh perusahaan rokok sekarang, Nitisemito sudah lebih dulu melakukannya. Maka, rasanya tak berlebihan jika menyebut Nitisemito dengan model promosinya sebagai salah satu pelopor inovasi periklanan rokok Indonesia.

bungkus rokok

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok Perlu Pertimbangkan Perekonomian Masyarakat

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor diminta untuk berhati-hati dalam menerapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan menyusun perubahannya. Perda KTR di Bogor dinilai menimbulkan dampak pada aspek sosial dan ekonomi.

bungkus rokok

Peringatan itu disampaikan Bhima Yudhistira Adhinegara, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Menurutnya, Perda KTR yang tidak bijaksana akan berimbas langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan tenaga kerja.

“Rata-rata ritel kecil seperti kelontong yang sangat berpengaruh pada penjualan rokok. Kalau sedikit saja kebijakan berpengaruh pada rokok, mereka akan terkena dampaknya dan dapat meningkatkan angka kemiskinan,” kata Bhima seperti dikutip merdeka.com.

rokok

Saat ini, Perda KTR Nomor 12 Tahun 2009 sedang dibahas di DPRD Kota Bogor. Revisi tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Revisi tersebut diharapkan Bhima Pemkot dan DPRD Kota Bogor memikirkan nasib para pedagang ritel kecil.

“Peraturan yang dibuat janganlah melarang, tetapi harus memberikan solusi bagi mereka yang saat ini menggantungkan hidupnya dari industri rokok. Setiap kebijakan yang berpengaruh terhadap ekonomi, apalagi rakyat kecil harus ada komunikasi intensif,” tegasnya.

bungkus rokok

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Forum Silahturami Pedagang Pasar Bogor, Anam Nasution. Dia mengaku tak setuju dengan rencana larangan pemajangan dan penjualan rokok di pasar tradisional.

“Kalau untuk tidak merokok, saya setuju. Tapi kalau tidak memajang atau menjual, akan ada aktivitas ekonomi yang terpengaruh besar,” katanya.

Kemendagri pun sempat angkat bicara terkait ini. Kurniasih, yang menjabat Direktur Produk hukum Daerah Kementerian Dalam Negeri, mengakui beberapa daerah yang membuat regulasi tanpa mengacu peraturan di atasnya.

“Perda KTR perlu disikapi dengan bijak. Penyelarasan antara aturan yang lebih tinggi dan keinginan daerah untuk mengatur perlu dilakukan. Sehingga, hubungan pusat dan daerah berjalan selaras,” katanya.

bungkus rokok

GanzToro, Kaskuser yang Hobi Mengoleksi Bungkus Rokok

Di seluruh dunia, ada banyak sekali kolektor bungkus rokok yang selalu telaten mencari dan mengoleksi bungkus rokok dari berbagai daerah. Mengoleksi bungkus rokok memang sudah menjadi semacam hobi tersendiri yang punya banyak peminat.

bungkus rokok

Indonesia, sebagai salah satu satu negara sentra tembakau dan rokok tentu saja punya banyak kolektor bungkus rokok.

rokok

Dari sekian banyak kolektor, nama Ganztoro adalah salah satunya. Ia adalah salah seorang Kaskuser (Pengguna kaskus) yang memang dikenal sebagai seorang kolektor rokok.

ganztoro

Di akun kaskusnya, Ganztoro beberapa kali memamerkan koleksi bungkus rokoknya yang ia simpan di sebuah album foto.

Ganztoro mengaku ia sudah mengoleksi bungkus rokok sejak SD.

bungkus rokok

Ganztoro mengatakan bahwa ketika dirinya melakukan perjalanan ke luar kota ia selalu menyempatkan diri untuk mencari merek rokok yang unik. Sampai sekarang jumlah koleksinya mencapai ratusan jenis.

bungkus rokok

Djarum 76, Rokok yang Desain Bungkusnya Banyak Ditiru.

Indonesia ini memang negara yang kreatif, hampir semua produk bermerek selalu ada tiruanya. Dari mulai motor, ponsel, baju, sepatu, dan lain sebagainya.

rokok

Nah, dari sekian banyak produk bermerek, rokok menjadi salah satu produk yang juga banyak dan mudah untuk dipalsukan. Maklum saja, persaingan dunia rokok memang cukup keras, di mana pangsa pasar utama rokok dikuasai oleh merek-merek besar, sehingga salah satu strategi yang dipakai oleh merek-merek kecil alias merek pinggiran adalah dengan membuat kemasan bungkus rokok yang tampilan bungkusnya hampir sama seperti merek-merek besar.

rokok

Salah satu merek besar yang bungkusnya banyak ditiru oleh rokok-rokok kecil adalah Djarum 76. Ya, Merek rokok Djarum 76 yang diproduksi PT Djarum, Kudus ini memang menjadi rokok yang kerap dipalsukan.

rokok mirip djarum 76

Beberapa rokok yang kemasannya menyerupai rokok Djarum 76 antara lain Dinamit, Rohmah, Gunung, Istana, Lodjie, Piala Dunia, Sadam, sampai Forum Djaja.

bungkus rokok

Akankah Kopi Diperlakukan Seperti Rokok?

Sejak beberapa waktu terakhir ini, masyarakat Indonesia dijejali oleh berbagai pemberitaan yang memuat informasi dari Lembaga Pendidikan dan Riset mengenai Bahan Berbahaya yang melakukan klaim semena-semana terhadap kopi. Penelitian tersebut mempublikasikan kopi menghasilkan sel akrilamida, sel yang memicu timbulnya sel kanker saat dipanggang.

rokok

Hasil penelitian di Amerika Serikat tersebut kembali membuat geger penikmat kopi dan para pekerja di industri ini. Meski demikian, bila dicermati bahwa wacana tersebut telah berkembang lama. Pada 1991 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah pula mengaitkan kopi dengan penyakit kanker kandung kemih. Namun, selang 25 tahun kemudian WHO memutuskan menarik keputusan tersebut, berdasarkan hasil evaluasi terbaru pada lebih dari 50 studi tentang hubungan kanker dengan berbagai jenis minuman seperti kopi.

orang merokok

Sebenarnya, semua makanan atau minuman yang dimasak dengan panas di atas 120 derajat celcius akan menghasilkan senyawa akrilamida. Namun, yang menjadi pertanyaan selanjutnya, pada takaran berapa tubuh manusia mampu toleran dengan kadar akrilamida yang dihasilkan oleh proses pembakaran kopi. Itu yang seringkali dilewatkan. Sama seperti anggapan umum tentang rokok yang sama-sama mengalami proses pembakaran.

rokok dan kopi

Melihat pola yang terjadi, rasanya tak heran jika kemudian menyebut kopi sedang dalam proses untuk dirokokkan. Bukan mustahil jika di masa depan, kemasan kopi bisa dikenakan aturan seperti kemasan bungkus rokok, yaitu diwajibkan mencantumkan label peringatan.

rokok

Omahtingwe.com, Website Khusus Jual Beli Rokok Lintingan

Tumbuhnya industri hasil tembakau di Indonesia membuat tuntutan untuk memproduksi rokok dengan teknologi modern berkembang pesat. Namun, perkembangan tersebut tidak otomatis menyingkirkan keberadaan penggemar rokok tingwe (linting dewe).

tingwe

Salah satu rujukan untuk memenuhi kebutuhan asupan bahan baku rokok tingwe tersebut ialah di omahtingwe.com. Situs ini memberikan kesempatan bagi penggemar tingwe untuk melakukan transaksi jual beli secara online.

orang merokok

Di sana tersedia tembakau rokok dari berbagai daerah, papir, filter, oslog atau rolan, lem. Juga cengkeh dan saos. Selain itu berbagai assesoris seperti tempat rokok, korek, pipa juga disediakan oleh pelapak.

rokok tingwe

Sebagai perbandingan satu paket starter kit dijual dengan harga Rp 20 ribu. Di sana telah tersedia 1 bungkus tembakau, 1 bungkus papir, 1 bungkus filter, 1 buah oglog atau rolan, dan 1 buah lem. Dengan harga yang sama dengan satu bungkus rokok, para pengemar rokok tingwe telah bisa merokok tingwe dengan nikmat.

bungkus rokok

Aturan Merokok selama di Bandara dan Pesawat

Kejadian seperti Iwan Limau, penumpang Citilink dengan nomer penerbangan QG 165 tujuan Jakarta-Denpasar, yang terpaksa diturunkan karena kedapatan merokok saat hendak naik pesawat semoga tidak pernah Anda alami.

Petugas keamanan Bandara Halim Perdanakusuma yang mengamati Iwan sejak di boarding gate hingga saat naik di tangga pesawat, melihatnya sedang merokok. Padahal area tersebut adalah daerah steril dari rokok.

“Jadi begitu memasuki air site, wilayah yang dipagari di bandara, terus tempat boarding, mau naik ke gardarata, itu sama sekali nggak boleh merokok, itu ancaman penerbangan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, seperti dikutip detik.com.

rokok

Menurutnya, merokok di area yang disebutkan di atas merupakan pelanggaran atas aturan. “Di bandara, tempat merokok sudah disediakan,” terangnya.

Iwan barangkali tidak tahu, ketika dia merokok bersamaan dengan pesawat sedang mengisi avtur, dan posisinya yang dekat dengan mesin pesawat terbang merupakan ancaman bagi keselamatan dan keamanan penerbangan.

rokok

Sebagai seorang perokok seharusnya memang paham dan sadar dengan aturan merokok di berbagai tempat umum, utamanya di bandara yang memang menerapkan aturan ketat.

Di bandara, untuk merokok, seorang perokok harus merokok di smoking room yang memang disediakan. Bandara sudah menyediakan smoking room yang bisa digunakan. Beberapa bandara bahkan melengkapi fasilitas smoking room-nya dengan fasilitas yang cukup nyaman.

smoking room

Nah, apabila sudah berada di kabin, perokok harus bisa menahan untuk merokok. Selama penerbangan, penumpang memang tidak diperkenankan untuk merokok. Hal tersebut bukan untuk mengekang, melainkan memang untuk keamanan.

Intinya, silakan merokok, tapi tetap harus paham aturan.

bungkus rokok

Tentang Iklan Rokok yang Selalu Kreatif

Boleh dibilang, dari semua iklan produk yang tayang di televisi, iklan rokok adalah salah satu iklan yang paling menarik dan kreatif. Maklum saja, rokok adalah produk yang dalam iklannya selalu penuh dengan aturan.

bungkus rokok

Seperti diketahui, Iklan rokok tidak boleh menampilkan wujud rokok, mencantumkan nama produk sebagai rokok, atau menyarankan rokok. Itulah sebabnya, iklan-iklan rokok selalu dibuat semenarik, sekreatif mungkin, dan sebagus mungkin, agar pesan iklannya bisa tetap sampai kepada pemirsa tanpa harus mencantumkan gambar produk rokoknya.

rokok

Di tahun 90an, misalnya, kita mungkin masih ingat dengan iklan Bentoel yang bertajuk “I Love The Blue of Indonesia”. Iklan bentoel ini sama sekali tidak menampilkan gambar rokok, tapi justru menampilkan keindahan alam dan budaya Indonesia. Iklan ini bahkan konon pernah terpilih sebagai salah satu iklan terbaik di masanya.

Kalau di jaman sekarang, kita mungkin terbiasa dengan tagline-tagline iklan rokok, misal “Nggak ada Loe nggak rame!”, atau “Buktikan merahmu”, atau mungkin “Pria Punya Selera”.

Nah, kalau mau mundur ke belakang, masih banyak sekali tagline-tagline yang cukup melekat di benak pemirsa, seperti “Musikku keras, kopiku kental, rokokku mantap”, “Bikin hidup lebih hidup”, atau “Bukan basa basi”.

rokok

Selain menggunakan tagline, Iklan rokok juga dituntut untuk kreatif dalam menonjolkan brand terutama lewat narasi. Itulah kenapa kemudian ada produk rokok yang membuat iklan dalam versi cerita bersambung, misal Djarum 76 yang membuat iklan versi Jin: “Kuberi satu permintaan”.

Iklan-iklan naratif dan kreatif ini terbukti cukup ampuh untuk menanam citra brand kepada para pemirsa.