Dari Minak Djinggo hingga Aroma, Inilah Sejarah Nojorono

Selain soto kerbau yang enak nan aduhai, Kudus juga terkenal dengan produksi kretek. Maka, tak heran jika kamu pergi ke kota Kudus, kamu akan disambut dengan tulisan Kota Kretek. Di sinilah, selain Djarum, Nojorono memulai kisahnya.

Nojorono bisa dikatakan sebuah perusahaan yang unik. Ia tak seperti kondisi perusahaan rokok pada umumnya. Jika yang lain berpusat pada satu tokoh, dan rata-rata adalah warisan keluarga turun-temurun, sedangkan Nojorono mengambil jalan berbeda.

Ia didirikan oleh lima keluarga. Pertama, Tjoa Kang Hay. Ia cukup yakin untuk mendirikan perusahaan rokok setelah belajar bersama dengan Nitisemito. Berbekal pengalaman tersebut, ia mengajak Tan Tjiep Siang dan Tan Kon Ping. Kemudian bergabung lagi dua orang yaitu Ko Djie Siong dan Tan Djing Dhay. Mereka berlima itulah yang kemudian sepakat mendirikan Nojorono pada 11 Februari 1932.

Produk rokok hasil kreasi Nojorono adalah Minak Djinggo dan Class Mild. Keduanya memiliki citarasa yang unik dan mempunyai penggemarnya masing-masing. Jika Class Mild meledak di pasaran pada tahun 2000an, sedangkan Minak Djinggo dilirik penikmat rokok karena campuran parafin, dan karena itu, rokok ini menjadi populer.

Hal itu bisa terjadi karena segmentasi pada Minak Djinggo yaitu nelayan dan pelaut. Ya, Minak Djinggo dapat bertahan dari air. Maka, jangan heran, apabila kamu melaut, Minak Djinggo bisa dipastikan tergenggam di antara tangan-tangan mereka.

Selain kedua produk tersebut, Nojorono memiliki produk yang juga digemari yaitu Aroma. Merek tersebut memiliki dua produk yaitu Aroma Bold dan Aroma Slim. Dengan harganya yang bersahabat maka tak heran ingatan penikmat rokok akan Aroma begitu lekat.

Nojorono telah menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah kretek Nusantara. Keberadaannya hingga kini masih eksis. Produknya berkembang seiring dengan penikmatnya yang kian meningkat.

Nojorono memang masih di bawah bayang-bayang macam Djarum, Sampoerna maupun Gudang Garam. Namun, perlu diketahui, tanpa kalian semua, dan sejarah yang panjang, Nojorono masih tetap menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

 

Ulet dan Gigih: Kunci Kesuksesan Djarum di Tanah Air

Salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia, Djarum pernah berada di titik terendah. Namun, pergantian pemilik hingga penyelesaian masalah mampu membuat Djarum berkibar kembali. Seperti apa kisahnya?

Oei Wie Gwan, salah seorang pengusaha Tionghoa-Indonesia melihat lalu mengakuisisi sebuah pabrik rokok yang menjelang bangkrut di Kudus, Jawa Tengah. Pabrik tersebut bernama NV Murup yang memiliki produk rokok dengan merek Djarum Gramofon. Kemudian, oleh Oei Wie Gwan dibuah menjadi Djarum. Kisah ini terjadi pada tahun 1951.

Kegigihan Oei Wie Gwan memomulerkan Djarum hanya bertahan hingga tahun 1963. Kebakaran hebat hingga meluluhlantakkan Djarum. Beruntung, kedua anaknya, Budi dan Bambang Hartono mampu mewarisi kegigihan dari bapaknya. Pada akhirnya, Djarum bangkit dan melanjutkan aktivitas seperti semula.

Mulanya, sebagaimana pabrik pada zaman dahulu, mereka hanya mengandalkan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Produk mereka berkembang dan begitu pula dengan para buruhnya. Tak mengagetkan apabila buruh Djarum mendapatkan predikat sebagai pekerja yang tekun dan terampil.

Selang sembilan tahun kemudian, Djarum berkembang dan mulai mencoba produksi Sigaret Kretek Mesin (SKM). Pada akhirnya, kuantitas produk ini kian meningkat. Bahkan, tak hanya itu, kualitas juga ditingkatkan. Mulai dari desain kemasan hingga varian produk. Sehingga, pada tahun 1972, mereka mulai melakukan ekspor ke berbagai negara.

Itulah momentum yang membuat nama Djarum kian besar. Kegigihan dan keuletan dari kedua pemilik menjadi kunci kekokohan Djarum. Mereka seperti mengajarkan pada Roki bahwa tidak ada yang tidak mungkin, dan seperti lagu dari D’Masiv, “Jangan Menyerah”.

Kini, Djarum tidak hanya dikenal sebagai produsen rokok melainkan juga perusahaan yang mampu memoles anak-anak muda seperti beasiswa. Djarum mengajarkan pula bahwa setiap orang perlu belajar dari kesalahan. Sehingga, kesalahan tersebut tidak akan diulangi kembali.

Roki pun salut. Djarum, dengan segala variannya seperti Djarum Coklat, Djarum Super menjadi pegangan bagi penikmat kretek Nusantara. Dari Djarum untuk Indonesia.

 

 

 

Dji Sam Soe Premium

Dji Sam Soe Premium

Setiap rokok memiliki penggemarnya. Begitu pula Dji Sam Soe Premium yang menyasar perokok kelas menengah atas. Bisa dibilang demikian, karena selain harga, bungkus rokoknya menggambarkan bahwa inovasi Dji Sam Soe Premium bukanlah main-main.

Dji Sam Soe Premium hadir dengan warna yang berbeda pada bungkus rokoknya. Biasanya dominasi kuning keemasan dengan sedikit strip merah. Namun, kali ini, dominasi warna hitam begitu kentara dengan dibalur emas pada tiap hurufnya.

Saat Roki memegangnya, Roki merasa parlente. Ha ha ha. Entah kenapa Roki merasa begitu. Mungkin karena untuk isi rokok 12 batang, harga segitu terbilang cukup wah. Akan tetapi, jangan salah sangka. Hal itu terbayar ketika Roki membuka bungkusnya.

Sebelum membuka bungkusnya, Roki lamat-lamat mengamati. Membolak-balik dan juga meraba-raba bungkusnya. Di bagian depan, tiap huruf di-emboss (timbul). Kata SUPER PREMIUM ditempatkan paling atas. Berikutnya, bintang sembilan, angka 234, dan kata paling dominan dengan ukuran font paling besar, DJI SAM SOE.

Setelahnya, baru ada tulisan pabrik PT. HM Sampoerna Tbk dan paling bawah nama lama dari Sampoerna yaitu pabrik rokok Liem Seeng Tee. Menariknya, di antara kedua nama pabrik rokok, di tengahnya terdapat aksara Jawa untuk sebelah kiri, dan aksara Arab untuk sebelah kanan.

Di antara kedua aksara tersebut, nama pendiri Liem Seeng Tee dimunculkan dengan inisial LST. Penempatan nama, pemilihan font yang ciamik, menurut Roki.

Di bagian kiri terdapat tulisan SKT, barcode dan rincian 39mg TAR dan 2,3mg Nikotin. Sedangkan bagian atas tampak tulisan DJI SAM SOE, yang di bagian bawah sama juga, tulisan DJI SAM SOE namun dengan ukuran font lebih kecil. Di bawahnya terdapat pabrik produksi dan kode produksi, DSB 12, yang artinya Dji Sam Soe Black dengan isi 12 batang.

Lalu, Roki membuka perlahan bungkus rokok ini. Melepas sampul plastik, lalu membukanya seperti buku. Tampak tulisan sedikit panjang yang intinya Mahakarya Indonesia di sebelah kiri. Di sebelah kanan, muncul beberapa batang rokok.

Roki perlu membukanya sekali lagi. Klap. Tampak disusun rapi. Enam di atas dan enam di bawah. Yang menarik, setiap batang rokok dilapisi foil berwarna emas. Dan di pucuknya, ada lingkaran hitam. Persis seperti apa yang didengungkan orang-orang. Individually Wrapped.

Pas dibuka bungkusnya, tampak batang rokok yang padat. Sungguh berbeda daripada yang regular. Roki puas dengan kemasannya. Mantap. 9.8/10.

Begitu, ya, teman-teman Roki. Pokoknya mantul. Mantap betul.

 

bungkus rokok djarum super

Evolusi Bungkus Rokok Djarum dari Zaman ke Zaman

Salah satu bungkus rokok yang ikonik di Indonesia adalah Djarum Super. Dengan sebagian besar warna yang melingkupinya adalah merah dan hitam. Persis warna seragam kebesaran salah satu klub sepak bola di Italia, AC Milan.

Sering disebut kretek filter oleh pengguna. Sebab, memang terdapat tulisan di bagian bawah. Pertama kali muncul pada tahun 1975 tersedia hanya dua pack. Isi 12 batang dan 16 batang.

Dengan dominasi warna merah dan di pinggir kanan kiri bernuansa hitam, bungkus rokok yang dikeluarkan Djarum masih aman. Maksudnya belum ada regulasi macam bibir atau tenggorokan berlubang.

Satu dasawarsa kemudian, Djarum kembali mengeluarkan produk terbaru. Kali ini dengan isi lebih banyak yaitu berjumlah dua puluh batang. Cukup diminati banyak kalangan.

Menginjak periode milenium, tepatnya tahun 2000, Djarum menggebrak pasaran dengan menawarkan sensasi baru. Mereka mencoba menghadirkan Djarum CS (Compact Size). Berisi 50 batang. Sesuatu yang wow. Itu bisa awet tiga sampai empat hari bahkan seminggu.

Keempat generasi awal Djarum memberikan tar sebanyak 32 MG dan nikotin sebanyak 1,8 MG. Tentu saja tidak ada yang berubah dari kemasan bungkus rokok. Merah dan hitam masih mendominasi.

Bagi generasi 90an, rokok Djarum begitu terngiang di benak. Sebab, Djarum adalah sponsor utama Liga Indonesia. Selain itu, bekerja sama dengan televisi swasta menyiarkan Liga Italia dan Liga Inggris.

Pada tahun 2004, Djarum menawarkan sesuatu yang berbeda. Jika dahulu dominasi warna merah, saat itu justru warna putih. Hampir 80% kemasan bungkus rokok yang bernama Djarum Mezzo berwarna putih. Namun, tetap tidak meninggalkan ciri warna merah di bagian strip.

Berisi 16 batang, di bagian bawah terdapat tulisan Mild Kreteks, Made in Indonesia. Rokok ini cukup mendapat perhatian karena iklannya sering muncul di tayangan olahraga.

Selanjutnya muncul Djarum Super Mild. Kembali warna putih lebih mendominasi. Postur bungkus rokok ini lebih besar karena jumlah isinya yang mencapai 20 batang. Meskipun begitu dalam perkembangannya juga ada 16 dan 12 batang.

Tahun 2016, masih dengan rokok yang sama, Djarum meluncurkan Black Series. Nuansa gelap dihadirkan karena dominasi hitam. Warna merah tercetak pada tulisan MLD.

Dari dua rokok di atas, mulai larangan berupa foto—yang sebenarnya lebih merusak mata—dimunculkan. Seperti yang dibilang sebelumnya bahwa sebenarnya tidak begitu efektif untuk kemunculan foto tersebur pada sisi atas bungkus rokok.

Yang tergress adalah Djarum Super Wave. Kali ini, Djarum kembali lagi seperti dulu. Menempatkan warna merah di keseluruhan bungkus rokok.

Begitulah evolusi rokok Djarum dari zaman ke zaman. Kamu lebih suka yang mana, lurr?

djarum coklat

Djarum Coklat Edisi Spesial, Bungkus Rokok Keren Tematik dari Djarum

Sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, pada awal tahun 2020 Djarum mengeluarkan edisi terbaru. Namanya Djarum Coklat Special Edition 2020. Yang menarik dari edisi terbaru djarum adalah bungkus rokok yang tergolong keren. Mengusung tema Anugerah Alam Indonesia, terdapat lima daerah yang dipilih Djarum.

Ada di Garut, Kawah Putih, Tanjung Lesung, Puncak, dan Kuningan. Ini bukan kali pertama Djarum mengeluarkan edisi spesial. Pada tahun 2018, Djarum mengeluarkan edisi serupa dengan memamerkan desain alam Indonesia.

Apresiasi patut diberikan kepada Djarum karena pembeli Djarum Coklat Edisi Spesial tak hanya dimanjakan dengan pemandangan alam Indonesia melainkan juga bungkus rokok berlapis besi. Sungguh mengasyikkan kala membuka dan menutup bungkus rokok ini. Sebab, bisa menjadi kotak penyimpan rokok yang mudah dibawa ke mana-mana.

Bungkus rokok yang diproduksi Djarum memang terkesan eksklusif. Hal ini menjadi cermin bahwa pelanggan perlu diberikan sesuatu yang spesial. Maka, Djarum Coklat lah yang dipilih. Selain mudah dibawa ke mana-mana, kotak rokok yang berbentuk ukuran pas ketika digenggam tangan juga terbilang kokoh.

Kekokohannya tersebut terbukti hingga hari ini masih banyak pengguna yang menyimpan bungkus rokok edisi spesial. Hadirnya bungkus rokok semacam ini seakan ingin memberikan informasi bahwa tidak melulu yang ditampilkan adalah gambar atau foto seram. Seperti tenggorokan berlubang, paru-paru membusuk, atau bibir pecah-pecah.

Nuansa alam yang dihadirkan oleh Djarum menjadi bukti bahwa tembakau adalah hasil cipta alam Indonesia. Ini juga menunjukkan bahwa tembakau, dalam hal ini kretek, warisan budaya Nusantara.

Ke depannya, Roki kira, selain Djarum akan ada banyak bungkus rokok yang seharusnya muncul dengan pemandangan seperti ini. Bisa jadi di masa mendatang, para produsen rokok akan bersaing dalam hal kreativitas bungkus rokok. Sebab, ada banyak pelanggan yang tidak hanya mengisap rokok, melainkan pengoleksi bungkus rokok.

Bungkus rokok seakan menjadi alat satire paling keren dan inovatif. Perlawanan yang dihadirkan tidak bersifat destruktif melainkan edukatif. Rokok, perokok, merokok, hingga bungkus rokok sejatinya hadir tidak ingin merusak negara. Namun justru ikut membangun perkembangan negara.

Review Rokok Djarum Super Wave

Jadi, beberapa hari yang lalu Roki berada di Surabaya. Di berbagai pojok kota Roki lihat banyak banget Billboard iklan Djarum Super Wave ini. Pastinya Roki Penasaran banget dong kayak gimana model dan rasanya. Setelah Roki balik ke kota asal akhirnya Roki sempetin untuk beli rokok ini. Bener banget dong, Roki langsung terkesima dengan produk satu ini.

Seperti biasa kita mulai bahas dari segi bungkusnya dulu. Simpel dan elegan! Roki suka banget dengan ukuran bungkus kayak Djarum Super Wave ini, mudah banget untuk dikantongi. Mau dikantongi di saku baju, MAsoookk! Mau dikantongi di celana, Masookkk! Mau diselipin di iketan sarung, Masookkk! Mau dimasukin di dompet mantan? Eh jangaan ntar di bawa kabur sama kayak harapan kamu ke dia.

Ukuran Bungkus Rokok Djarum Super Wave ini pasti bakal disukai oleh banyak masyarakat di indonesia, terutama anak-anak muda. Dari segi warna pun demikian. Ada kesan premium yang tersemat dalam bungkus rokok ini. PT Djarum Kudus Indonesia sebagai produsen dari rokok ini sepertinya benar-benar memperhatikan estetika dari bungkus ini. Secara warna, bungkus rokok punya warna hitam dan merah yang lebih elegan. Akan tetapi di sini diberi motif dan batas-batas gradasi yang jauh lebih elok.

Rokok Djarum Super Wave dibalut dengan motif ombak yang cantik. Lalu semua tulisannya diberi warna emas yang mewah. Kita mulai dulu dari bagian depan dan belakang bungkus ada tulisan Djarum Super Wave dengan garis melengkung di bawahnya. Lalu ada tulisan 12 dengan background hitam. Tulisan 12 ini sebagai penanda bahwa satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang rokok. Serta di bawahnya ada tulisan Power Boost Filter. Nah fitur power boost filter ini yang menjadi pembeda rokok ini dengan rokok-rokok yang lain. Tapi nanti ya kita bahas.

Di bagian atas dan bawah bungkus rokok juga terdapat tulisan Djarum super wave beserta garis khasnya. Bedanya di bagian bawah ada logo dan tulisan PT Djarum Kudus Indonesia, kode produksi, dan tulisan 12. Di samping kiri ada tulisan imbauan dari pemerintah, SKM yang menandakan bahwa rokok ini masuk dalam kategori Sigaret Kretek Mesin, dan barcode. Sedangkan di bagian kanan ada tulisan Power Boost Filter sama logonya yang menurut Roki mirip sama bentuk gir. Lalu juga ada penjelasan tentang isi kandungan tar dan nikotin. Rokok Djarum Super Wave ini mengandung  1,7 miligram Nikotin dan 28 miligram tar.

Penasaran sama isi di dalamnya kost pacar kamu? Eh isi di dalam bungkus rokok ini maksudnyaa. Maaf-maaf, suka gagal fokus aku tuh.  Saat kita buka maka akan ditemui grenjeng berwarna emas dengan logo power boost filter. Lalu di bagian kertas penutup grenjeng ada tulisan wave yang timbul di atas kertasnya warna merah. Yuuk kita ambil satu batangnya.

Sepintas pasti kalian inget sama marlboro filter black. Ada kesamaan kan di bagian filternya? Sama-sama bolong tapi kalau secara esetetik, jauh kerenan Djarum Super Wave inii. Apalagi filter di Djarum Super Wave ini punya teknologi Power boost filter yang udah kita sebutin tadi.

Roki mau menebak-nebak ya apa maksud dari fitur ini. Kalau kita artikan ke bahasa Indonesia, power boost filter ini kira-kira berarti filter yang memberikan dorongan yang kuat. Apakah benar? Atau cuman hanya gimmick saja? Mari kita cobaa!!

Di tarikan pertama kita sudah langsung tahu bahwa fitur power boost filter ini bukan hanya gimmick di rokok Djarum Super Wave ini. Bener-bener berasa fungsinya. Saat kita menghisap rokok ini kita diberikan tarikan yang kuatt. Mengapa? Karena ada sela dalam filter tadi. Kalau kita bedah lagi sih sela-sela dalam filter tadi ga sampai di ujung filter sih. Hanya sebatas setengah saja. Tapi ini yang membuat tarikan rokok ini jadi kuat dan seimbang. Walau tarikannya yang lebih kuat akan tetapi asap yang timbul tak sebanyak rokok biasa.

Lantas bagaimana dari segi rasanya? Dari segi rasa sebenarnya rokok Djarum Super Wave ini mirip dengan Gudang Garam Surya. Untuk kalian para arek jawa timuran seharusnya ga bakal kesulitan untuk menyukai rasa rokok Djarum Super Wave ini. Sebelum kita bakal, wangi batangnya juga ada kemiripan dengan Gudang Garam Surya.

Kembali ke soal rasa, ada sensasi pedasnya cukup berasa mengingat campuran cengkeh yang nampaknya masih kuat di rokok ini. Ada sensasi manis tapi ga begitu dominan. Tapi enaknya rokok Djarum Super Wave ini meski punya rasa yang pedas tapi cukup balance dengan sedikit manisnya. Begitu juga dengan tarikannya rokok ini. Meskipun kuat tapi tetep berasa halus di tenggorokan. Smooth banget. Ga ada kesan gatel juga yang ditinggalkan.

Durasi hisap rokok ini sekitar 12 sampai 13 menit dalam kondisi normal. Ohya tadi lupa bilang bahwa size batang rokok ini masuk dalam kategori baru nih. Ga sebesar reguler dan ga sekecil BOLD. Pas lah pokoknya. Lalu bagaimana harganya? Cukup dengan 16 ribu kamu bisa dapatkan satu bungkus rokok ini.

Roki mau menarik sebuah kesimpulan. Rokok ini pas banget dikeluarin di tengah gelombang pandemi seperti ini. Ketika banyak orang yang berpindah merek rokok, maka Djarum tepat sekali mengeluarkan produk ini. Cocok banget buat kalian yang pengen pindah ke harga yang lebih terjangkau dan rasa yang lebih smooth maka bisa pindah ke rokok ini. Harganya yang terjangkau juga yang Roki bilang jadi kabar baik di tengah gelombang ketidakpastian.

Roki prediksi bahwa rokok ini bakal laku di pasaran Jawa Timuran. Mengapa? Ya karena secara rasa rokok ini ada kemiripan dengan GG Surya. Hati-hati GG Surya, ada pesaing baru kalian nih yang dari segi bungkus, citarasa, dan harga tergolong okee banget. Buat perokok di Jakarta dan sekitarnya sih mungkin juga bakal suka sama rokok ini. Bungkusnya keren, fitus power boost filternya juga menarik, dan rasanya yang juga seimbang.

Rokok Djarum Super Wave ini juga ga sulit ditemui kok. Kabarnya, banyak kota di indonesia akan mendapatkan jatah distribusi rokok ini. Buat kalian yang penasaran, langsung sikat ajah. Cobain deh fitur dan sensasi rokok keren ini.

 

https://www.flickr.com/photos/130075348@N08/49447438391/in/photolist-2iky747-2ikv3He/

Review Rokok Aroma Bold

Di tengah kian mahalnya harga rokok akibat tarif cukai rokok yang kian meninggi, rokok Aroma Bold hadir bak oase di tengah kegersangan. Maklum, masyarakat butuh rokok dengan harga yang lebih terjangkau. Katanya harganya tergolong terjangkau untuk dibeli oleh masyarakat.

Aroma Bold merupakan salah satu produk dari PT. Aroma Tobacco International. Diluncurkan pada minggu kedua bulan September 2018. Artinya, empat bulan lagi rokok ini bakal tepat berumur dua tahun. Bisa dikatakan ia merupakan adik dari Aroma Kretek yang sebenarnya menjadi produk unggulan dari PT. Aroma Tobacco International. Aroma Kretek sudah terlebih dahulu populer di kalangan masyarakat Indonesia, bukan hanya karena lebih dahulu diluncurkan, namun Aroma Kretek memiliki warna bungkus yang khas yaitu dominan warna kuning.

Hmm, lantas bagaimana dengan bungkus Aroma Bold? PT. Aroma Tobacco International nampaknya bermain aman dalam hal ini. Bungkus Aroma Bold dengan ukuran 4,5×11 inci ini dibalut warna hitam dengan sedikit motif garis di bagian bawahnya. Tentu saya bisa berasumsi PT. Aroma Tobacco International bermain aman mengingat nyaris semua rokok Bold memiliki bungkus warna hitam, LA Bold, Lodjie Bold, U Bold, dan masih banyak lagi. Tapi ada satu yang membuat Aroma Bold sedikit berbeda, kata Bold diberi warna silver, berbeda dari kebanyakan yang menggunakan warna merah. Justru warna merah disematkan pada tulisan Aroma di bungkus tersebut. Ya, intinya biar ga ikut arus banget lah.

Di bungkus Aroma Bold kita bisa temukan juga logo khas Aroma berwarna kuning. Lalu tulisan Double A QLTY, mungkin maksudnya quality. Serta 12 kretek filter. Di bagian bawah dan atas bungkus juga dipampang logo Aroma, tulisan Aroma Bold. Namun di bagian bawah bungkus tertulis PT. A.T.I Kudus – Indonesia. Sesuai aturan aturan pemerintah, di bungkus Aroma Bold juga terpampang gambar serem dan imbauan basi dari pemerintah, selain itu juga terpampang isi kandungan zat rokok yaitu 20 MG TAR, 1,3 MG Nicotine.

Pada bungkus bagian dalam kalian akan menemukan kertas alumunium berwarna merah sebagai pembungkus dan juga ada logo aroma dengan efek emboss ke dalam, serta 12 batang rokok di dalamnya. Bagian batang memiliki warna putih, dengan susunan 6 di depan dan 6 di belakang. Total kuantitas rokok ini adalah 12 batang. Batang rokok ini memiliki panjang sebesar 95mm, dengan diameter batang sekitar 8mm. Bagian batasan tipping paper bertuliskan DOUBLE A QUALITY, dengan adanya garis di atas tulisan berwarna hitam. Bagian atas garis terdapat tulisan Aroma dan BOLD, dengan warna tulisan yakni merah dan abu-abu. Perforasi laser yang digunakan pada rokok ini berjumlah tiga baris, dengan model perforasi berupa dot, dan jarak antar lubang yang berdekatan satu sama lain.

Aroma Bold masuk dalam jenis rokok bertipe SKM atau dengan kepanjangan Sigaret Kretek Mesin. Bagi yang belum tahu apa itu SKM, SKM adalah jenis tipe rokok kretek namun dengan menggunakan filter, penjelasan mudahnya sih begitu. Jika melihat harga cukai yang tertera di bungkus yaitu sebesar 12.250 rupiah, Aroma Bold masuk dalam kategori SKM layer ketiga. Di sisi lain harga jual eceran tiap batangnya rokok ini sebesar 455 rupiah, tapi ini bukan harga eceran di pasar ya, ini harga yang ditetapkan dari cukainya. Sesuai namanya, rokok ini masuk dalam kategori Bold. Segmen rokok Bold, atau dalam bahasa industri disebut dengan SKM Medium Tar merupakan segmen yang paling berkembang di antara semua segmen rokok SKM di Indonesia. Segmen ini merupakan penengah dari LTL (Low Tar Low Nikotin) dan Full Flavor.

Tetapi sayangnya, saya belum mendapatkan informasi secara pasti mengenai tembakau yang digunakan Aroma Bold. Jika kita bedah satu batangnya dan melihat tembakau serta cengkeh di dalamnya maka terlihat rajangan yang tidak begitu halus. Impresi saya ketika membedahnya adalah wanginya yang luar biasa. Saya sendiri kurang begitu suka dengan wangi seperti ini. Mungkin berbeda dengan kalian. Lagi-lagi ini soal selera.

Namun dari segi rasa, mengingat rokok memiliki segmen medium tar, maka Aroma Bold bakal sangat disukai untuk segmen umur masyarakat 18 sd 30 tahun. Aroma Bold memiliki tarikan hisapan yang ringan namun tetap memiliki rasa yang khas. Ada yang bilang Aroma Bold memiliki sensasi rasa buah nan manis saat dibakar.

Jika diresapi hisapannya, sensasi pedas di rokok ini tidak begitu terasa. Tenggorokan kita juga tak akan kaget, mengingat rasa rokok tidak begitu nendang di tenggorokan. Seperti ada tambahan madu dalam rokok ini dan pastinya karena ini sejatinya adalah kretek, rasa kretek juga kita dapatkan meski dalam kadar yang secukupnya.

Menghisap rokok ini dalam kondisi normal bisa memakan waktu sekitar 14 sampai dengan 15 menit. Termasuk cukup lama untuk kategori rokok bold, akan tetapi Aroma Bold masih cocok untuk kalian yang memang punya rutinitas padat dan tak sempat untuk punya waktu lama beristirahat.

Jika hanya punya waktu satu jam untuk beristirahat dalam masa normal waktu kerja ya mungkin akan menghabiskan tiga sampai empat batang Aroma Bold. Kalau dihisap saat berangkat dan pulang kerja maka terhitung paling, begitu juga saat menjelang istirahat malam ketika di rumah maka paling dalam sehari ada delapan batang Aroma Bold dari satu bungkus yang berisi 12. Itu hitung-hitungan dalam kondisi normal ya, ga tau deh kalau kalian lagi stress, bisa dua bungkus mungkin dalam sehari. Hehehe.

Pada kesimpulannya, Aroma Bold bisa dibeli dengan harga sekitar 12 ribu hingga 13 ribu rupiah per bungkusnya. Jelas dia menjadi penantang bagi banyak rokok SKM layer dua yang nampaknya banyak dicari di 2020 ini. Akan tetapi mengingat Aroma Bold masuk dalam SKM Layer 3 maka distribusinya pun terbatas, alias tidak dijual di seluruh daerah di Indonesia. Aroma Bold cukup mudah ditemukan pada beberapa kawasan di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Jadi kalau kalian orang Jakarta lagi berkunjung ke daerah yang disebutkan tadi, bisa lah beli Aroma Bold buat oleh-oleh hehehe. Mengingat harganya yang terjangkau rokok ini tidak bisa kita tuntut memiliki rasa yang istimewa, asal bisa ngudud ajah udah seneng lah. Jangan juga disandingkan dengan LA bold lah yang menurut saya paling juara di kelasnya. Aroma Bold sebenarnya tetap bisa bersaing kok dengan Lodjie Bold dan juga U Bold.

Bagi saya kalau ada perokok yang pindah ke rokok ini karena masalah rasa, perlu dipastikan lagi perihal cita rasa atau hal yang lain. Tapi emangnya yakin mau ninggalin rokok-rokok SKM atau SKT di layer satu? Alasan pindah menghisap rokok ini pasti faktor ekonomi. Maklum, cukai naik, rokok-rokok top harganya makin mahal. Aroma Bold ini sangatlah cocok kalo dompet kamu lagi tipis di akhir bulan. Harganya murah meriah. Rasanya termasuk standar di kelasnya. Yang penting kamu tetap bisa ngudud biar paru-paru tetap smile.

 

 

 

 

 

https://www.youtube.com/watch?v=6Y7WeC8DXgY

Review Rokok Surya 16

Jika ada satu pertanyaan, rokok apa yang menjadi wajah dan rasa arek-arek jawa timur? sudah pasti jawabannya adalah Surya 16, salah satu merek terkenal buatan gudang garam.

Siapa sih yang tidak kenal rokok Surya 16? rokok merek ini sudah ada di Indonesia sejak era 1980an. Surya 16 dihadirkan oleh gudang garam untuk menandingi kejayaan rokok kompetitornya yang sudah hadir lebih dahulu di tahun 1975.

Seiring tahun berjalan. Boleh dikatakan kalau Surya 16 jadi satu produk top yang banyak menghasilkan keuntungan bagi Gudang Garam. Meski demikian, Surya 16 juga mengalami persaingan hebat dengan kompetitornya. Nah dari kompetisi ini kita sebagai perokok akhirnya juga bisa merasakan dua aliran rasa di dunia rokok. Pertama rasa kudusan dan jawa timuran.

Di pembahasan soal bungkus, sudah barang tentu kalau bungkus surya 16 ini tergolong ikonik. Dari jaman pertama kali ini rokok diluncurkan hingga sekarang tak ada perubahan yang ekstrim dari segi bungkus. Warnanya tetap sama yaitu dominan coklat tua dengan paduan emas serta efek emboss berwarna emas pada tulisan di bagian depan dan belakang bungkusnya.

Di bagian depan dan belakang bungkus ada tulisan Surya, logo gudang garam, dan 16 filter kretek cigarettes dengan peletakan yang serupa. Ngomong-ngomong logo gudang garamnya terasa sangat khas. Ya, ada lima gudang, dan dua gunung kembar. Lalu ada rel kereta dan langit bergaris-garis.

Di bagian atas bungkus terdapat tulisan gudang garam dengan warna coklat. Sedangkan di bawah terdapat tulisan Manufactured by PT Gudang Garam TBK Kediri-Indonesia. Kenapa yang di atas ditulis Gudang Garam tapi di bawah malah ditulis lengkap nama pabriknya ya. Agak aneh ya?

Selain ada gambar seram di bagian depan dan belakang bungkus. Ada juga imbauan pemerintah di samping bungkus dan barcode, tulisan surya 16 dan kandungan tar serta nikotin. Kandungan tar surya 16 sebesar 31 miligram dan nikotinnya yaitu 2,2 miligram. cukup beraattt yaaaa…

Satu bungkus rokok ini berisi 16 batang. Ya iyalaaaahhh masa isinya 37! hehehehe. Konfigurasi penempatan batangnya, delapan di kotak kanan dan delapan di kotak kiri. Di kedua kotak tersebut penempatannya dibagi lagi menjadi empat belakang dan empat depan. Surya 16 masuk dalam kategori long size karena ukurannya yang lebih panjang ketimbang rokok lainnya. Di batang rokok ini terdapat logo gudang garam berwarna biru serta tulisan surya dan gudang garam dengan warna merah di dekat filter rokok. Di bagian filter rokok ada sentuhan garis tebal emas dengan garis merah tipis di tengahnya.

Soal rasa, yang kini mulai tumbuh setelah lama kenal sama kamu. Halaaahhh. Fokus fokus! Banyak yang merasa kalau rokok ini memiliki rasa manis yang sangat kuat. Ada juga yang menyebut kalau surya 16 punya keseimbangan rasa antara manis, pekak dan pedas. Memang ada rasa manis yang ditemukan tapi tidak begitu kuat. Namun rasa pedasnya cukup terasa dan kami pikir karena ramuan saus dari gudang garam yang khas. Ya seperti yang kita tahu kalau gudang garam kabarnya adalah salah satu pabrikan rokok yang sangat handal meracik saus rokok.

Secara tarikan, rokok Surya 16 memiliki tarikan yang nendang alias mantaappp! Ada sensasi panas yang tertinggal dan melekat di tenggorokan ketika menghisap rokok ini. Tapi tenang kok, sensasi itu tidak membuat tenggorokan kalian gatel seperti habis ngisep rokok-rokok dengan harga terjangkau. Sensasi nendang ini mungkin dari hadirnya cengkeh sebagai salah satu kandungan dalam rokok ini. Ya namanya juga kretek jadi tetep harus pakai cengkeh, saus, dan ramuan tembakau. Sensasi hangat ini yang roki bilang juga cenderung ada rasa pedasnya.

Menariknya adalah rasa dan tarikan yang nendang dari rokok ini cukup konsisten dari awal pembakaran hingga menjelang akhir. Maklum, produk top dari gudang garam ini pasti kasih kualitas yang tidak biasa. Durasi bakarnya sekitar 15 hingga 16 menit dalam kondisi normal. Kalau tidak dalam kondisi normal, ya bisa lebih cepat dari itu. Tapi ada tidak ya kira-kira yang sanggup menghabiskan rokok ini hanya dalam waktu lima menit atau kurang? Gendeng sih kalau ada, hehehe.

Surya 16 masuk dalam kategori sigaret kretek menengah dan masuk dalam layer cukai paling atas. Harganya di pasaran tergolong tinggi yaitu satu bungkusnya sekitar 23 hingga 24 ribu rupiah. Worth it kah? Ya Kembali lagi, semua tergantung selera. Kalau bicara produk premium bukan lagi urusan dengan worth it atau tidak. Soalnya merek rokok premium sudah punya konsumen loyal yang dengan harga berapapun pasti dibeli. Beda halnya dengan rokok harga terjangkau yang rata-rata konsumennya bisa datang dan pergi. Kayak kamu tuh.

Pada akhirnya surya 16 adalah salah satu kretek legendaris di Indonesia yang bisa bertahan hingga saat ini. Seperti yang kami bilang di awal, kalau di Jawa Timur rokok ini jadi kesukaan banyak orang di sana. Meski belakangan ini selera perokok di Jawa Timur juga semakin heterogen. Buktinya banyak juga yang menghisap rokok selain dari merek gudang garam. Walau demikian citra surya 16 sebagai rokoknya arek jawa timuran masih tetap ada hingga saat ini.

https://www.bukalapak.com/p/food/cemilan-snack/28sa1gp-jual-rokok-bentoel-biru-cukai-2019-blue-of-indonesia

Review Rokok Bentoel Biru

Kali ini kita akan membahas satu merek rokok, idolanya arek-arek malang, rokok Bentoel Biru!

Siapa yang tak kenal dengan rokok bentoel biru? dulu rokok ini banyak banget jadi sponsor event-event musik top di Jawa Timur. Bahkan salah satu klub sepak bola di Jawa Timur juga pernah disponsori oleh merek rokok ini.

Bisa dibilang kalau rokok bentoel biru jadi produk unggulannya dari PT Bentoel Internasional Investama TBk yang saat ini berkantor di Jakarta dan Malang. Tapi perusahaan ini sih identiknya di Malang karena berdirinya di sana. Singkat cerita. PT Bentoel ini pada 2009 lalu diakuisisi oleh perusahaan rokok asing asal Inggris yang bernama British American Tobacco.

Dari jaman PT Bentoel belum diakuisisi asing hingga sesudahnya, produk bentoel biru ini yang masih menjadi produk premium mereka. Pada tahun 2000an awal rokok ini kabarnya merajai pasaran. lalu kemudian dilaunching kembali pada tahun 2007. Ada beberapa perubahan yang signifikan dalam produk ini. Contohnya pada 2010 lalu Bentoel Biru ini mengalami perubahan bentuk dari batangnya yang agak gemuk hingga kini menjadi slim.

Kita masih bahas soal sejarah ya. Karena British American Tobacco yang akhirnya mengakuisisi PT Bentoel, akhirnya Bentoel Biru kurang jadi produksi yang prioritas. Buktinya kini rokok bermerek Dunhill yang lebih digenjot. Akibatnya Bentoel Biru kemudian dialihkan produksinya kepada anak perusahaan mereka yaitu PT Suburaman.

Akibatnya jumlah dan tingkat distribusi Bentoel biru pun tak sebanyak sebelum diakuisisi British American Tobacco. Dari faktor-faktor ini yang buat kami inigin ulas rokok Bentoel Biru.

Dulu, bungkus rokok bentoel biru memiliki warna biru yang sangat dominan. Pokonya yang kita tau pasti itu, warna birunya khas banget. Dan pasti langsung paham lah kalau warna biru dari bungkus rokok ini itu adalah merek rokok bentoel biru. Bedanya bungkus yang terbaru ini punya warna hitam yang cenderung lebih dominan. Warna hitam ini mengapit warna biru yang berada di tengah.

Di bagian depan dan belakang bungkus ada tulisan Bentoel dengan logonya. lalu ada tulisan Biru dengan font yang lebih kecil dan tipis di bawahnya. Di bagian belakang bungkus dan pojok bawah kiri ada tulisan SKM berwarna perak. Di bagian atas ada tulisan Bentoel berwarna emas dengan tulisan 12 kretek filter di bawahnya. Lalu di bagian bawah bungkus ada tulisan yang sama dengan atas dengan penambahan tulisan: Dibuat oleh PT Suburaman, Malang, Indonesia.

Selain gambar seram di bagian depan dan belakang. Lalu juga ada imbauan pemerintah serta barcode di samping bungkus rokok. Ada juga tulisan Bentoel yang berwarna emas lalu kandungan tar dan nikotin. Kandungan Tar rokok Bentoel biru yaitu 30 miligram dan nikotin sebesar 1,9 miligram. Ya, terhitung cukup berat lah rokok ini.

Ketika kita buka bungkus rokok ini di dalamnya ada 12 batang rokok. Konfigurasi penempatannya yaitu enam depan dan belakang. Batang rokok ini memiliki model yang standar dan umum seperti rokok biasanya. Akan tetapi ada garis biru yang melingkari di atas filter dengan tulisan Bentoel berwarna emas.

Secara rasa, rokok ini cukup manis dan tidak terlalu menohok. Jika diresapi secara perlahan, kita bisa menemukan rasa madu mapel sirup dalam hisapannya. Bisa jadi dua rasa itu muncul dari racikan saos yang disematkan dalam rokok ini. Kadar pedas rokok ini juga tergolong cukup juga dan tidak berlebihan. Ada sensasi yang cukup lembut meski tarikannya terasa cukup menyegrak. Bisa dibilang bagi yang bukan penikmat rokok macam ini sih pasti agak kurang nyaman dalam menghisapnya.

Yang menarik dari rasa rokok ini adalah keunikan rasanya. Bisa dibilang, secara selera tidak masuk seutuhnya dalam rasa jawa timuran atau kudus. Intinya, ada sisi keunikan tersendiri. Ini bisa jadi nilai lebih bagi rokok bentoel biru tetapi bisa juga jadi kelemahan. Meski dulunya bentoel biru cukup laku di pasaran. Barangkali bagi yang dulu pernah merasakan rokok ini telah merasakan perbedaannya dengan versi yang baru.

Bentoel Biru masuk dalam kategori sigaret kretek mesin. Harga di pasaran sekitar 18 hingga 19 ribu rupiah. Cukup ketat ya, untuk persaingan merek rokok di harga ini? Variasinya cukup banyak, jadi mungkin Bentoel Biru harus berusaha keras untuk bisa memenangkan pilihan para konsumen. Meski sejujurnya, bisa dikatakan cukup sulit. Apalagi Bentoel Biru bukan lagi jadi prioritas PT Bentoel. Emang ya, kalau udah ga jadi prioritas tuh rasanya sakit banget.. Hmmm…

Tapi kami yakin banget kalau penikmat Bentoel Biru yang loyal masih cukup banyak. Buktinya walau sudah diserahkan kepada PT Suburaman, rokok ini tetap bertahan meski produksinya tak sebanyak dulu. Memang sih, kalau menyasar penikmat baru cukup sulit. Akan tetapi bisa menyenangkan pecinta setia rokok ini atau setidaknya jadi kenangan bagi mereka yang pernah merasakan.

Bentoel Biru tak bisa ditemui di banyak daerah. Namun masih mudah lah untuk dicari di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jogja. Selain daerah itu kami belum bisa pastikan.

Intinya Bentoel Biru adalah salah satu rokok legendaris Indonesia yang tersisihkan. Hebatnya merek rokok ini tetap bertahan di tengah sengitnya persaingan rokok, apalagi dengan segmen harga yang sama. Bagi kalian yang ingin coba rokok dengan rasa yang cukup unik. silahkan coba Bentoel Biru.

Review Rokok Starmild

Rokok Starmild adalah jenis rokok yang cukup populer di kelasnya. Akan tetapi belum begitu sering dijumpai banyak orang yang menghisap rokok ini. Popularitas rokok starmild masih tenggelam dibandingkan dengan beberapa merek rokok lain di kelas mild. Sebenarnya rasa rokok starmild ini tidak kalah kok dengan yang lain.

Kita mulai dari bungkusnya terlebih dahulu. Sama seperti bungkus-bungkus rokok dengan kategori mild lainnya, rokok starmild memiliki bungkus berwarna dominan putih. Berbeda dengan model bungkus starmild yang terdahulu, kalau bungkus rokok starmild yang terbaru ini memiliki gambar bintang yang lebih besar. Gambar bintangnya berwarna hitam dengan outline bernama silver. Font starmild yang tertera di bungkus pun ikut berbeda dari edisi sebelumnya. Kali ini memiliki tulisan star yang agak tebal dan mild dengan font yang tipis.

Akan tetapi di bagian belakang bungkus rokok akan kita temukan gambar bintang yang lebih kecil. Di bawah gambar bintang kecil itu kita temukan tulisan berbahasa inggris yang kira-kira artinya seperti ini: kombinasi seimbang antara tembakau dan cengkeh keuinkan starmild, pengalaman merokok yang halus dari setiap hisapannya.

Seperti biasa ada gambar seram di bagian depan dan belakang bungkus rokok. Ada juga peringatan dilarang menjual atau memberikan rokok kepada anak. Logo buanglah mantan, eh maksudnya sampah pada tempatnya juga ada. Barcode, tulisan starmild dengan bentuk yang sama seperti di depan dan belakang bungkus. Dan ada penjelasan kandungan tar dan nikotin pada rokok starmild, yaitu 12 miligram tar dan nikotin 1,0 miligram.

Nih, yang menarik dari rokok starmild terdapat pada kemasan di dalamnya. Kertas pembungkus di dalam rokok ini berwarna biru dengan motif tulisan starmild yang mengelilinginya. Lalu di bagian batang rokok ini juga terdapat tulian starmild di bagian filternya. Desainnya cukup elegan dan kesannya anak muda banget.

Rokok starmild ini bisa dikatakan sebagai salah satu rokok mild tua di Indonesia. Kami menemukan fakta bahwa rokok ini pertama kali diluncurkan ke publik pada 1 Desember 1996. Dengan demikian, rokok starmild sudah berumur 24 tahun. Ibarat manusia, rokok ini pasti sudah lulus kuliah dan masuk dunia kerja. Ada sejarah panjang juga dari rokok ini yaitu dulunya dibuat oleh PT Lestari Putra Wirasejati, kini diproduksi oleh PT Suburaman yang juga merupakan anak perusahaan Bentoel Group.

Dulu rokok starmild identik dengan embel-embel Losta Masta di belakangnya, entah sekarang, masih ada atau tidak, kalian cek saja sendiri pada bungkus rokok Starmild. Lalu, rokok starmild juga punya slogan yang duluu sangat terkenal yaitu “Bikin Hidup Lebih Hidup”. Hayo yang sudah umur 30 tahunan ke atas pasti masih ingat betul dengan slogan ini. Asyik banget deh pokonya jaman itu, masih ada banyak slogan di bungkus rokok yang keren-keren.

Sebenarnya starmild punya beberapan varian yaitu Starmild 12, Starmild 16, Starmild Cool Menthol, sama Starmild tritek. Tapi yang kami ulas kali ini adalah starmiild 16 alias berisikan 16 batang rokok. Rokok starmild ini masuk dalam kelompok sigaret kretek mesin dengan cukai golongan dua. Harga perbungkus dari rokok ini di kisaran 21 hingga 23 ribu rupiah. Mungkin, bisa jadi alasan kenapa rokok ini masih kalah saing karena harga segitu perokok lebih banyak yang memilih merek lain.

Soal rasa yang dihasilkan sangatlah smooth. Tarikannya yang tetap enteng dan bikin tenggorokan kalian nyaman. Maklum lah, kadar tar pada rokok ini hanya 12 mg. Dari segi rasa menggambarkan karakter tembakau virginia yang lembut, tidak terlalu manis. Cukup spicy di lidah, spicynya jelas karena ada campuran cengkeh di dalamnya. Jadi setidaknya sangatlah sesuai dengan tulisan berbahasa inggris pada bungkus rokoknya. Terasa balance cita rasa tembakau dan cengkehnya. Maka cocoklah Starmild berhasil menjadi rokok kategori mild yang seutuhnya karena memberikan rasa yang imbang, manis, dan entang dalam tarikan hisapannya.

Durasi hisapan rokok starmild juga tergolong cepat. Ya, namanya juga masuk dalam kategori mild. Pasti gak ada yang lama banget. Memakan waktu kurang lebih 10-11 menit untuk menghabiskan sebatang rokok ini.

Seharusnya tidak ada masalah yang sulit bagi rokok starmild untuk bersaing dengan kompetitornya jika merujuk pada soal rasa. Enak-enak aja kok. Mungkin faktor promosinya saja yang kurang gencar. Padahal kalau kalian cermat, masih ditemukan banyak festival musik yang disponsori oleh starmild. Bahkan sampai melekat pada kaset dan cd kompilasi.

Namun sekarang kenapa kurang begitu terdengar tentang rokok ini? Soal bungkus, ini soal selera ya, kami lebih suka bungkus yang model lama. Ya mungkin karena soal kenangan ya. Kalau bungkus yang baru kesannya lebih cenderung futuristik. Tapi cukup aman sih, sebagai sebuah desain rokok, pokonya selagi tidak ada cacat kemasan.

Peredaran rokok starmild gak gampang ditemuin, tapi gak sulit juga buat dicari. Mungkin ya karena faktor itu jadi banyak penikmat starmild yang berpindah ke merek rokok lain. Harusnya, Bentoel Grup bisa lebih serius lagi dengan rokok ini. Soalnya, rokok ini udah punya nama apalagi masuk dalam salah satu rokok top di Bentoel Grup. Tapi entahlah lagi-lagi soal kebijakan pabrik yang belum dapat kita ketahui bersama.

Kesimpulannya. Kami memberi nilai positif pada rokok ini terkait rasanya. Harganya juga terjangkau, bisa jadi opsi buat kalian yang lagi bosen sama satu merek rokok tertentu. Ngisap rokok ini cukup bikin nyaman kok. Tapi kalau diijadiin rokok reguler yang dihisap kayaknya agak sulit. Lagi tengah malam kehabisan rokok terus nyari rokok ini di warung-warung pasti bakal sulit. Ya, karena SKM dengan cukai golongan dua serta pada rokok starmild yang cukup jarang ditemukan di banyak daerah. Kayaknya kalau di beberapa daerah di pulau jawa masih aman deh. Kalau emang ketemu, silahkan coba.