bungkus rokok

Kesadaran Pedagang Menjadi Bekal Penting Memerangi Rokok Ilegal

Upaya membantu pemasukan Negara dari cukai rokok bisa dimulai dari para pedagang rokok. Mereka harus menjual produk bercukai resmi, tak boleh produk tak bercukai alias ilegal. Hal ini yang akan membuat Negara tak mendapatkan untung dari produk-produk bercukai ilegal. Operasi penertiban cukai ilegal ini dimulai tahun ini di daerah-daerah seluruh Indonesia, utamanya daerah penghasil rokok.

rokok

Seperti di Madiun. Gencar sekali terjadi operasi untuk menertibkan produk-produk bercukai ilegal.

“Operasi rokok ilegal kita lakukan mulai dari kecamatan Gemarang hingga Dolopo dan tahun ini tidak menemukan adanya rokok ilegal,” ujar Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Agus Suyudi.

Kesadaran para pedagang untuk tidak lagi menjual rokok tanpa cukai di Kabupaten Madiun sudah cukup baik. Saat digelar kegiatan pengawasan atau operasi, tidak ditemukan adanya rokok ilegal.

orang merokok

Namun demikian, adanya kesadaran para pedagang tersebut tidak menyurutkan upaya pihaknya untuk melakukan pengawasan secara berkala. Hal ini dimaksudkan untuk tetap terjaganya produk-produk legal yang beredar di pasar.

Pengawasan juga dilakukan dengan membentuk tim monitoring rokok ilegal yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Kepolisian, LSM, Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian dan dari Bea Cukai dengan memantau seluruh wilayah se-Kabupaten Madiun.

rokok

“Sasaran operasi kita berada pada daerah perbatasan baik yang dengan kabupaten lain, daerah hutan, maupun desa-desa terpencil. Dan masyarakat kita imbau jangan sampai mengedarkan dan menjual rokok tanpa cukai baik yang palsu maupun bekas.”

bungkus rokok

Pemerintah Dinilai Harus Melindungi Industri Rokok Manual atau SKT

Jumat (12/10) lalu, Tim Komisi XI DPR RI dengan didampingi Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret (MPS) Joko Wahyudi, Sekjen Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia Saiduddin Zuhri, HM Sampoerna, Gudang Garam, Direktur Cukai, Direktur PPS, Kakanwil Jatim, dan sejumlah mitra kerja Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan ke Industri Sigaret Kretek Tangan di Jawa Timur.

Tim tersebut melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT. Anugrah Mutiara Luhur Indonesia di Jombang, Jawa Timur. Tim Komisi XI DPR RI berkesempatan melihat secara dekat dan langsung proses produksi dari awal hingga tahap pengemasan akhir produk rokok kretek. Mereka juga mendengar dan berbincang-boncang dengan para pekerja di Industri SKT tersebut.

rokok dan kopi

Dari kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Soepriyatno melihat perlunya bantuan Pemerintah untuk melindungi Industri SKT yang mengunakan cara manual dan tradisional dalam menghasilkan produk akhir rokok kretek. Lebih lanjut, ia merasa tenaga kerja manusia lebih teliti dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan megurangi pengangguran. Maka jika Industri SKT dihapuskan dan digantikan Industri menggunakan mesin, akan terjadi banyak ledakan pengangguran.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI melihat Industri SKT ini mampu berkontribusi dalam menyerap tembakau dan cengkeh dari petani-petani di seluruh Indonesia.

rokok

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban MPS, Joko Wahyudi berharap kepada pemerintah agar mempertimbangkan perbedaan tarif peta cukai antara Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT), karena strata penghasilan juga sangat berbeda. Jika tarif cukai harus disamakan, ini akan menjadi bumerang bagi industri kecil.

orang merokok

Manurutnya, penting bagi Pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang melindungi dan mengawal Industri SKT khususnya golongan menengah dan kecil untuk, terus berproduksi dan hidup. Agar dapat membantu Negara dalam mewujudkan pembangunan ke arah yang lebih baik lagi. Karena terbukti, penerimaan terbesar Negara didapatkan dari hasil cukai industri rokok di Indonesia.

rokok dan kopi

Sudjiwo Tedjo: Perokok Nggak Perlu Jajan Macem-Macem, Cukup Rokok dan Kopi

Berawal dari pernyataan Sri Mulyani yang menyebutkan pentingnya kaum milenial untuk mengurangi jajan kopi, para netizen di twitter ramai-ramai menanggapinya. Banyak pesohor sosial media yang juga ikut “turun gunung”, salah satunya adalah dalang kondang, Sudjiwo Tedjo.

sudjiwo tedjo

Presiden Republik Jancukers ini menanggapi pernyataan Sri Mulyani dengan twit bernada guyon: “Problemnya di mana kalau Mbak Sri Mulyani minta milenial kurangi jajan kopi? Kan bukan kurangi minum kopi? Maksud Mbak Sri jajanan-jajanan pelengkap kopi, itu yg dikurangi. Kami kaum perokok sudah terbiasa minum kopi tanpa jajanan. Rokok dan kopi sudah cukup!”

Twit tersebut disambar oleh banyak netizen khususnya para pengikut Sudjiwo Tedjo. Ada yang menanggapinya serius. Kopi Milenial dianggap kopi mahal dan menghabiskan banyak dana pribadi kalau dihitung dalam sebulan. Balasan twit dari Adyarto Raharjo ini menyebutkan: “Kopi beda kali mbah ama kopi milenial.. kopi milenial 1 gelas aja bisa 40-50 rb. Itu buat sekali minum, blm ama makan dll. Kali berapa kali nongkrong dlm sebulan. Bisa habis 2-3 juta sebulan buat ngopi aja. Blm ama makan dll”.

rokok kopi

Ada juga yang bernada guyon menanggapi Twit Sudjiwo Tedjo. Seperti akun Ryzale yang menyebutkan: “Dah habis 3 gelas, saya ngikutin saran. Disuruh kurangin, ya saya kurangin isi gelasnya.”

Pernyataan Sri Mulyani soal kopi tersebut memang bisa dianggap punya sentimen negatif kepada para milenial yang suka minum dan jajan kopi, sehingga Sudjiwo Tedjo meresponnya dengan sedikit guyon. Toh, minum kopi adalah salah satu kegiatan silaturahmi yang paling mudah dilakukan. Warung kopi juga salah satu tempat berkumpulnya anak-anak milenial untuk berkarya kreatif. Banyak hal bisa dihasilkan dari sebuah warung kopi dan aktivitas jajan kopi.

rokok

Pernyataan Sri Mulyani tersebut ia utarakan dalam forum acara Seminar Nasional Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) di Jakarta hari rabu lalu. Ia menegaskan pentingnya kaum milenial mulai memikirkan dana pension. Dan salah satu caranya adalah dengan mengurangi jajan kopi untuk disisihkan sebagai dana pensiun.

bungkus rokok

Peran Rokok Dalam Sejarah Panjang Persepakbolaan Indonesia

Keberlangsungan olahraga sepakbola di Indonesia tak bisa lepas dari sponsor. Sejak bergulir, Liga sepakbola Indonesia selalu berganti-ganti sponsor. Nah, dari perputaran dan pergulatan sponsor liga sepakbola di Indonesia, produk rokok ikut menjadi bagian penting dalam sepak bola Indonesia.

orang merokok rokok

Mari kita ulas balik pada tahun 2005 hingga 2011. Liga Utama Sepakbola Indonesia kala itu bernama Liga Djarum Indonesia, karena sponsor utamanya merupakan Djarum Super. Saat itu terdapat dua kali pergantian nama pada kompetisi utama sepakbola Indonesia, terhitung sejak tahun 2005-2007 bernama Liga Djarum Indonesia, sedangkan pada 2008-2011 bernama Djarum Indonesia Super League.

liga djarum

Sebelum Djarum menyeponsori sepakbola Indonesia, terdapat pula merek rokok lainnya yang pernah menjadi sponsor utama Liga Indonesia kala itu. Dia adalah Dunhill dan Kansas, sejak 1994 hingga 1997. Rokok Dunhill, yang merupakan rokok asal London, Inggris, mengubah nama Liga Indonesia menjadi Liga Dunhill Indonesia pada periode 1994 hingga 1996. Sedangkan Kansas mengubah Liga Indonesia menjadi Liga Kansas Indonesia pada tahun 1996 hingga 1997.

rokok

Di luar itu, ada juga Dji Sam Soe yang ikut menjadi sponsor pada kompetisi sistem gugur antar divisi bernama Copa Dji Sam Soe.

copa dji sam soe

Copa Dji Sam Soe ini berlangsung pada era 2006 hingga 2009. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh PSSI, dan diisi oleh klub-klub yang bermain di berbagai tingkatan divisi sepak bola Indonesia.

bungkus rokok

Selain Indonesia, India juga Menolak Penerapan Peringatan di Bungkus Rokok

Peraturan aturan gambar seram pada bungkus rokok yang diwacanakan akan memenuhi 85 persen dari seluruh permukaan bungkus rokok akan mulai diterapkan di banyak negara, namun begitu, ada beberapa negara yang secara tegas menolak penerapan aturan ini. Indonesia, sebagia salah satu negara terbesar penghasil rokok tentu saja menolaknya.

Selain Indonesia, India juga menjadi negara yang ikut menolak aturan penerapan gambar seram dominan pada bungkus rokok.

bungkus rokok

Di India, para stakeholder industri tembakau termasuk para petani tembakau menolak adanya kebijakan ini, karena akan mengakibatkan penurunan penjualan produk rokok. Penolakan ini semata bukan soal untung-rugi, namun karena sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dan membantu perekonomian India. Sama seperti Indonesia, ada banyak orang yang bergantung pada industri rokok. Di India, setidaknya ada 45 juta petani tembakau India yang hidupnya bergantung dari industri ini.

petani tembakau

Jika aturan ini diterapkan,  maka ia akan mengurangi penjualan dan membuat para pedagang kesulitan menjualnya. Oleh karena hal ini, banyak pihak memanfaatkan dengan membuat rokok illegal tak bergambar seram pada bungkusnya. Hal ini malah berpotensi untuk mengurangi pendapatan Negara dari cukainya.

rokok

Sampai saat ini, Pengadilan India masih menyidangkan tuntutan para Industri tembakau dan para petani tembakau untuk kasus ini. Sampai ditemukan penyelesaian yang terbaik, aturan lama yang dijalankan untuk saat ini. Yakni gambar seram harus ada di bungkus depan dan belakang sebanyak 40 %.

bungkus rokok

GanzToro, Kaskuser yang Hobi Mengoleksi Bungkus Rokok

Di seluruh dunia, ada banyak sekali kolektor bungkus rokok yang selalu telaten mencari dan mengoleksi bungkus rokok dari berbagai daerah. Mengoleksi bungkus rokok memang sudah menjadi semacam hobi tersendiri yang punya banyak peminat.

bungkus rokok

Indonesia, sebagai salah satu satu negara sentra tembakau dan rokok tentu saja punya banyak kolektor bungkus rokok.

rokok

Dari sekian banyak kolektor, nama Ganztoro adalah salah satunya. Ia adalah salah seorang Kaskuser (Pengguna kaskus) yang memang dikenal sebagai seorang kolektor rokok.

ganztoro

Di akun kaskusnya, Ganztoro beberapa kali memamerkan koleksi bungkus rokoknya yang ia simpan di sebuah album foto.

Ganztoro mengaku ia sudah mengoleksi bungkus rokok sejak SD.

bungkus rokok

Ganztoro mengatakan bahwa ketika dirinya melakukan perjalanan ke luar kota ia selalu menyempatkan diri untuk mencari merek rokok yang unik. Sampai sekarang jumlah koleksinya mencapai ratusan jenis.

bungkus rokok

Akankah Kopi Diperlakukan Seperti Rokok?

Sejak beberapa waktu terakhir ini, masyarakat Indonesia dijejali oleh berbagai pemberitaan yang memuat informasi dari Lembaga Pendidikan dan Riset mengenai Bahan Berbahaya yang melakukan klaim semena-semana terhadap kopi. Penelitian tersebut mempublikasikan kopi menghasilkan sel akrilamida, sel yang memicu timbulnya sel kanker saat dipanggang.

rokok

Hasil penelitian di Amerika Serikat tersebut kembali membuat geger penikmat kopi dan para pekerja di industri ini. Meski demikian, bila dicermati bahwa wacana tersebut telah berkembang lama. Pada 1991 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah pula mengaitkan kopi dengan penyakit kanker kandung kemih. Namun, selang 25 tahun kemudian WHO memutuskan menarik keputusan tersebut, berdasarkan hasil evaluasi terbaru pada lebih dari 50 studi tentang hubungan kanker dengan berbagai jenis minuman seperti kopi.

orang merokok

Sebenarnya, semua makanan atau minuman yang dimasak dengan panas di atas 120 derajat celcius akan menghasilkan senyawa akrilamida. Namun, yang menjadi pertanyaan selanjutnya, pada takaran berapa tubuh manusia mampu toleran dengan kadar akrilamida yang dihasilkan oleh proses pembakaran kopi. Itu yang seringkali dilewatkan. Sama seperti anggapan umum tentang rokok yang sama-sama mengalami proses pembakaran.

rokok dan kopi

Melihat pola yang terjadi, rasanya tak heran jika kemudian menyebut kopi sedang dalam proses untuk dirokokkan. Bukan mustahil jika di masa depan, kemasan kopi bisa dikenakan aturan seperti kemasan bungkus rokok, yaitu diwajibkan mencantumkan label peringatan.

bungkus rokok

Harga Rokok Terus Meningkat, Rokok Ilegal Makin Membanjiri Pasar

Boleh saja bila Jaringan Pengendalian Tembakau Indonesia yang melibatkan berbagai lembaga dan komunitas yang dikoordinasioleh oleh Komnas Pengendalian Tembakau pada 9 Oktober 2017 lalu menyatakan bila kenaikan harga rokok yang memicu merebaknya rokok ilegal hanya mitos karena setiap produk ada versi ilegalnya.

bungkus rokok

Tetapi yang perlu dicermati adalah data di lapangan yang diungkapkan Direktorat Jenderal Bea Cukai di berbagai kantor wilayah baru-baru ini. Data berikut sebagian kecil yang terangkum dan berhasil disita oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di beberapa daerah.

1. Sulawesi

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Sulawesi berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal dengan menyita satu mobil kontainer berisi 5,5 juta batang rokok tanpa pita cukai. Diperkirakan rokok yang disita itu senilai Rp3,6 miliar.

Sumber: CNN Indonesia dalam artikel Bea Cukai Sita Rokok Ilegal Senilai Rp3,6 Miliar, 18 Agustus 2017.

rokok

2. Sidoarjo

Sebanyak 2.905.989 batang rokok ilegal dimusnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Sidoarjo. Rokok yang dimusnahkan ini hasil operasi Juli 2016-Maret 2017. Potensi kerugian negara mencapai Rp 1.175.425.564 oleh perederan rokok ilegal tersebut.

Menurut Nur Rusydi, Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Sidoarjo pada 21 Agustus 2017 terjadi peningkatan rokok ilegal yang terjaring. Bila di tahun 2016 ada 12 penindakan dengan 428.430 bungkus, 10.834.00 batang, dengan nilai Rp6.500.399.000 dan nilai cukainya Rp3.298.678.000. Pada 2017 ini ada 27 penindakan, dengan jumlah bungkus rokok 662.089, jumlah batangnya 13.241.720 senilai Rp8.389.275.895 dan potensi kerugian pendapatan negara mencapai Rp4.236.862.615.

Sumber: Liputan6.com dalam artikel Bea Cukai Jatim Musnahkan 2,9 Juta Rokok Ilegal, 21 Agustus 2017

rokok

3. Malang

Bea Cukai Malang melakukan pemusnahan terhadap 2,1 juta batang rokok ilegal pada 2 Agustus 2017. Rokok ilegal yang dimusnahkan itu senilai Rp378 juta.

Sumber: Tempo.co dalam Berantas Rokok Ilegal, Bea Cukai Gandeng DJP, 7 Agustus 2017

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Lagi, Dua Perusahaan Rokok Kretek Diakuisisi Asing

Rokok kretek adalah produk yang tidak bisa diproduksi di negara lain, karena ketersediaan bahan baku khusus (tembakau yang membutuhkan setidaknya 8 jenis tembakau dan cengkeh) yang tidak bisa dihasilkan di sembarang tempat sebab dipengaruhi oleh dukungan iklim dan tanah yang sesuai.

rokok

Alasan itulah yang membuat kretek sangat memenuhi untuk menjadi identitas budaya bangsa dan menjadi produk yang harus didukung serta diberikan perlindungan.

Tetapi, kenyataan lain yang terjadi, peraturan pemerintah tidak memihak atas produk ini. Cukai dan pajak naik setiap tahun demi memenuhi target pendapatan negara. Sebelumnya, terbit peraturan yang memberikan berbagai batasan bagi pabrik rokok sehingga tidak mungkin dilakukan dalam skala rumahan.

bungkus rokok

Sejumlah pengusaha lokal pun satu per satu melepaskan sahamnya kepada asing, setelah PT HM Sampeorna diambil alih Philip Morris, PT Bentoel Internasional Investma dikuasai British American Tobacco Group, dan Trikasti Purwosari Makmur diambil alih perusahaan rokok Korea Selatan KT&G.

Baru-baru, pengambilalihan saham rokok lokal kepada asing kembali bertambah, kali ini produsen rokok asal Tokyo, Japan Tobacco Inc, resmi mengakuisisi seluruh saham PT Karyadibya Mahardika dan PT Surya Mustika Nusantara dengan nilai US$ 677 atau setara Rp 9 triliun.

rokok

Dalam pernyatan pers yang dilansir Reuters, Jumat 4 Agustus 2017 disebutkan, “Termasuk utang kedua perusahaan tersebut, nilai kesepakatannya adalah US$1 miliar.”

PT Karyadibya Mahardika yang berdiri sejak 2007 merupakan pabrik yang mengeluarkan merek Apache, Absolute Mild, Ansolute Mild Menthol, Absolute Ruby, Minna Internasional, Minna barokah, Extreme Mild, Extreme Mild Menthol, Bheta, dan beberapa varian lain.

Sedangkan, PT Surya Mustika Nusantara adalah distributor untuk merek Apache dan Extreme yang diproduksi Karyadibya Mahadhika.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Kenapa Hanya Rokok yang Bungkusnya Diatur, Junk Food Tidak?

Rokok dan junk food mana yang lebih membahayakan kesehatan?

Pertanyaan itu akan sulit dicarikan jawabannya. Tetapi akan lebih mudah bila pertanyaannya diganti, mana yang kamu anggap lebih jahat dan menggerogoti kesehatanmu, rokok atau junk food?

Tentu jawabannya adalah rokok. Penyebabnya adalah kampanye yang mendiskreditkan rokok sebagai sumber dari segala penyakit memang lebih masif ketimbang kampanye yang sama terhadap junk food . Demikian pula berbagai aturan diterbitkan untuk memberikan berbagai batasan pada produk hasil tembakau tersebut. Salah satu aturan yang coba didorong diterapkan kepada rokok ialah kemasan diberi label peringatan bergambar dan, di beberapa negara, bahkan menerapkan aturan kemasan polos pada rokok.

bungkus rokok

Yang demikian itu, tidak diberlakukan pada produk-produk junk food. Kemasan aneka warna yang mencolok dan maskot kartun lucu tetap digunakan dalam produk-produk junk food. Dari permen, keripik kentang, minuman berkabonasi, nugget, sampai snack-snack yang sebagian besarnya isinya angin.

rokok

Padahal junk food, apa pun bentuknya, digemari karena rasanya enak (berkat MSG dan segala variannya) dan memberi pasokan kalori secara instan bagi para penikmatnya. Panganan yang minim nutrisi ini menjadi menyebab utama krisis obesitas global. Jika tidak diatur makanan tinggi kalori ini akan mengancam manusia di masa-masa mendatang.

bungkus rokok

Ide soal penerapan kemasan polos dan memasan label berbahaya untuk junk food ini dilontarkan oleh Wolfram Schultz, Guru Besar Bidang Kerja Otak di University of Cambridge, Inggris ketika diberi kesempatan pidato atas anugrah The Brain Prize yang diterimanya untuk penelitian di bidang syaraf kepuasan otak manusia.

Dari sudut pandang neurosains, kemasan warna-warni jajanan tidak sehat akan memacu dopamin di otak manusia bersikap toleran pada junk food. Warna yang terang dan gambar-gambar lucu membuat aneka makanan tersebut dianggap tidak berbahaya oleh otak kita. Akibatnya, orang akan berlebihan mengkonsumsi makanan seperti itu.

rokok

Dalam kesempatan itu, Schultz mendesak pemerintah mana pun untuk tidak bersikap baik pada produsen jajanan berkalori tinggi. “Ketika dia dikemas menarik, peluangnya mengisi kulkas akan meningkat. Makanan semacam itu akan Anda lihat hampir tiap hari, dan pada akhirnya, akan lebih sering Anda konsumsi. Kebijakan yang paling baik adalah mengelola hasrat manusia untuk mengonsumsi lebh banyak kalori. Manusia tidak butuh kalori sebanyak yang ditawarkan industri saat ini.”

Gambar ilustrasi: Eko Susanto