Review Rokok Sehat Tentrem: Seperti Minum Jamu

Salah satu kekayaan alam Nusantara adalah tembakau. Maka, banyak cara untuk mempertahankan sekaligus melestarikan tembakau. Salah satu caranya, mengolah menjadi rokok. Yang menarik adalah ternyata rokok dapat menyebabkan kesehatan. Rokok itu adalah Sehat Tentrem.

Rokok ini cukup fenomenal di kalangan perokok. Sebab, tidak banyak rokok yang memiliki campuran rempah cukup banyak di Sehat Tentrem. Maka, tidak heran banyak perokok yang mengatakan bahwa ini rokok yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Mengapa demikian?

Ya, karena ada rempahnya. Roki jarang mendengar bahwa rempah justru membuat penyakit. Lha, wong, Covid-19 saat awal masuk ke Indonesia disembuhkan pakai rempah. Itu baru penemuan. Apalagi Sehat Tentrem yang bisa dibeli di toko-toko terdekat.

Lalu, bagaimana bungkus rokok Sehat Tentrem?

Di bagian depan, Sehat Tentrem benar-benar menghadirkan cita rasa Nusantara dengan corak batiknya. Dengan warna merah dan hitam, rokok ini terasa gahar.

Kemudian, tulisan dengan Bahasa Jawa yaitu Raos Ngeten Purun (Mau Rasa Ini) seakan-akan ingin mencoba rokok dengan sensasi yang berbeda. Lalu, ada singkatan Sehat Tentrem (ST) dengan warna biru di pojok kiri atas.

Selain itu, ada tulisan 12 Sigaret Kretek di atas sebelum tulisan peringatan bahaya merokok. Di paling bawah, Sehat Tentrem ingin mendedikasikan cita rasa kepada Indonesia. Maka, ada tulisan Untuk Indonesia Raya.

Di bagian penutup atas dan bawah berwarna hijau. Keduanya sama-sama bertuliskan Sehat Tentrem. Yang paling menarik justru di bagian belakang. Ada tulisan rokok ini dapat menyebabkan kesehatan.

Tentu saja ini antitesis atau bentuk perlawanan dari Sehat Tentrem. Sebab, selama ini identik dengan kematian, penyakit jantung, kanker, dan sejenisnya.

Bagaimana soal rasa Sehat Tentrem?

Sesuai dengan paragraf di atas. Aroma rempah sangat kuat sehingga tidak jauh beda dengan rasa yang dihadirkan. Banyak rempah termasuk salah satunya jinten. Jadi, rasanya seperti minum jamu saat mengisap Sehat Tentrem.

Kalo soal harga, tentu bervariasi. Ada yang berharga Rp25-35 ribu. Sebab, variasi dari Sehat Tentrem cukup banyak. Kalo kamu berkesampatan mencoba rokok Sehat Tentrem, jangan kaget jika pegel linu di tubuhmu menghilang.

Efektifkah Bungkus Rokok dengan Gambar Seram?

Bungkus Rokok

Roki tidak mengerti apa alasan pemerintah memberikan gambar seram di bungkus rokok. Apakah benar-benar digunakan untuk mengendalikan jumlah perokok di Indonesia? Atau sebagai peringatan bahwa rokok adalah benda berbahaya?

Pasalnya, hingga saat ini, jumlah perokok dari tahun ke tahun justru semakin bertambah. Maka, sebenarnya bungkus rokok yang ada gambar atau foto menakutkan itu tidak begitu memberikan efek buruk bagi perokok.

Seharusnya pemerintah sadar bahwa kekhawatiran perokok adalah hilangnya korek atau jumlah rokok yang tiba-tiba berkurang. Khusus yang terakhir, biasa terjadi saat nongkrong dengan teman-teman.

Bungkus Rokok Seram

Perjalanan gambar seram di bungkus rokok bermula dari tuntutan dinas kesehatan yang ingin mengurangi jumlah perokok. Setelah berliku jalan terjal, akhirnya disepakati pada tahun 2014 peraturan tersebut diberlakukan.

Akan tetapi, rupanya masih ada yang tidak puas dengan keberadaan gambar seram. Dari dinas yang sama mengatakan bahwa seharusnya gambar lebih seram.

Hal itu terwujud pada tahun 2018. 3 dari 5 gambar seram diganti dengan tenggorokan berlubang, bibir pecah-pecah, dan gigi berlubang. Lalu, apakah itu efektif bagi perokok?

Tentu saja tidak. Jawaban tersebut di luar prediksi pengampu kebijakan. Mereka berharap dengan hadirnya gambar seram di bungkus rokok bisa membuat perokok menghentikan aktivitasnya.

Iya, sih. Mereka berhenti, tapi jika rokok udah habis dan tidak ada stok lagi. Sesuatu yang tanpa disuruh atau diwajibkan pun pasti berhenti.

Maka, sebenarnya bungkus rokok yang memiliki gambar seram tidaklah efektif mencegah perokok. Toh, ya perokok tetap melakukan aktivitasnya. Lagi pula apa urusannya gambar seram dengan merokok.

Alangkah lebih baiknya mengedukasi anak-anak yang terpapar rokok dengan cara elegan. Misalkan mengajak anak-anak untuk memahami bahwa merokok itu boleh ketika sudah memasuki usia 17 tahun.

Jika belum melewatinya, ujaran serius perlu dialamatkan kepada mereka. Edukasi yang lain adalah memberi peringatan kepada perempuan hamil agar tidak merokok. Ini penting bagi kesehatan tubuh perempuan.

Bungkus rokok dari tahun ke tahun selalu mengalami pergantian rupa. Ada makna yang tersirat dan ada harapan yang terus diimpikan. Misal, rokok untuk pria dewasa. Harapannya, rokok tersebut menjadi ciri pria dewasa.

Jadi, bungkus rokok mana yang kamu suka koleksi?

Salah Kaprah tentang Puntung Rokok

Puntung rokok acap kali dianggap sebagai biang keladi kebakaran. Sebut saja kebakaran hutan di beberapa wilayah di Indonesia. Kemudian, beberapa bangunan milik pemerintah seperti gedung Kejaksaan Agung. Tambahan lagi, puntung rokok menyebabkan limbah yang tidak sedap dipandang mata. 

Semua tersebut memang fakta. Akan tetapi, benarkah puntung rokok menjadi satu-satunya penyebab peristiwa-peristiwa tersebut? 

Kebakaran hutan, misalnya. Mengapa orang-orang, khususnya antirokok, tidak melihat bahwa ada kenyataan yang lebih menyakitkan. Seperti pembabatan hutan untuk menjadi lahan yang seharusnya tidak ditanam. Belum lagi, tidak melakukan reboisasi. 

Puntung rokok juga bukanlah faktor tunggal penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Ada banyak faktor yang berkelindan di situ. Misal, bagian lantai yang ternyata sensitif dengan api. Yang menyedihkan, tidak ada pemberitahuan bahwa tidak boleh merokok di situ. 

Benarkah puntung rokok menjadi satu-satunya limbah? Tentu saja tidak. Ada yang lain seperti plastik. Tambahan lagi, plastik menjadi cukup bermasalah karena sulit untuk diurai. 

Masalah-masalah seperti inilah yang tidak diangkat ke media. Seakan-akan puntung rokok menjadi satu-satunya benda yang berbahaya di bumi. Padahal, tidak. 

 

Manfaat Puntung Rokok

Salah satu penelitian yang cukup jenius adalah limbah puntung rokok. Penelitian tersebut dilakukan oleh beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Mereka mampu menemukan bahwa puntung rokok menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Ternyata puntung rokok dapat menjadi pestisida alami. Tentu saja ini kabar menggembirakan bagi perokok. Sebab, mereka tidak perlu lagi pusing untuk membuang puntung rokok.

Benda yang konon berbahaya itu dapat dikumpulkan. Kemudian, dikirim ke ahli yang bewenang sehingga bisa dimanfaatkan ke publik. 

Roki percaya sebenarnya sekecil apa pun benda sebenarnya dapat dimanfaatkan. Namun, hanya bagaimana menggunakan barang tersebut menjadi sesuatu yang berguna. Pasti butuh kreativitas yang tinggi seperti yang dilakukan oleh mahasiswa UMM. 

Kini, sebaiknya jangan langsung menuduh bahwa puntung rokok menyebabkan sesuatu yang buruk. Setelah diteliti, ternyata berguna untuk kehidupan bangsa.

Maka, yang paling penting, dalam artikel ini, kamu bisa mengetahui sejatinya manfaat dari puntung rokok. 

Review Sukun Executive: Manis dan Hemat di Saku Dompet

Kembali lagi bersama Roki dalam review rokok. Kali ini, Roki akan me-review rokok asal Kudus, Jawa Tengah. Rokok Sukun Executive. Seperti biasa, Roki akan memulainya dari bungkus rokok, isi di dalamnya, rasa, dan harga.

Bungkus Rokok Sukun Executive

Di bagian depan terdapat tulisan Sukun Executive berwarna merah. Perbedaannya terletak di ukuran huruf dan jenis tulisan. Jika Sukun ditulis menggunakan huruf capital, Executive ditulis dengan jenis Italic dan disambung.

Di bawahnya terdapat simbol V yang berwarna biru dan merah. Paling bawah terdapat tulisan 12 SKM yang menandakan isi 12 batang dengan jenis Sigaret Kretek Mesin. Semuanya dibungkus dengan dominan warna putih. Sedangkan di bagian belakang persis dengan bagian depan.

Di bagian atas dan bawah, kompak menggunakan tulisan Sukun Executive berwarna merah. Bedanya, di bagian bawah terdapat kode produksi dan PR. Sukun, Kudus, Indonesia yang menandakan tempat produksi rokok tersebut.

Di bagian kanan, ada peringatan yang bertuliskan “tidak ada batas aman” [dan seterusnya]. Kemudian tulisan Sukun Executive dan informasi mengenai tar juga nikotin. Sukun memiliki 29 mg tar dan 1,6 mg Nikotin.

Di bagian kiri, ada peringatan larangan menjual rokok kepada perempuan hamil dan anak-anak di bawah usia 18 tahun. Juga, barcode dan tulisan produk asli Indonesia.

Secara bungkus, dari bagian luar tidak ada yang spesial. Sederhana dan tidak norak. Di bagian dalam terdapat gerenjeng berwarna silver. Hampir sama pada umumnya.

Rasa dan Harga

Saat Roki mengambil sebatang, aroma nangka menguar dan menusuk ke hidung. Inilah mazhab Kudusan. Dengan ukuran yang cukup besar (king size), rokok ini dibalut dengan goresan berwarna silver dan garis merah di pembatas papir.

Soal rasa, ketika Roki mencoba isapan pertama, sungguh halus dan sopan. Bahkan cenderung smooth. Manis cukup terasan dan sedikit cengkeh. Yang menyenangkan adalah tidak terasa gatal di tenggorokan. Produk lokal yang sangat menghibur.

Untuk durasi isap rokok, kamu bisa menghabiskannya dengan tempo 10-15 menit. Sedangkan untuk harga, masih di bawah Rp15 ribu. Kamu cukup menebusnya dengan harga Rp14 ribu.

Jadi, berminat untuk mencoba Sukun Executive, Teman Roki?

Bungkus Rokok Kayu, Alternatif Penyimpanan Tanpa Peringatan

Ketika pemerintah melalui dinas kesehatan mengumumkan ada peringatan berupa gambar seram di bungkus rokok, banyak perokok bergidik. Tidak jarang dari mereka merasa ketakutan. Di saat ketakutan itulah beberapa pengrajin kayu memanfaatkannya membuat bungkus rokok kayu.

Salah satu sentra pembuat bungkus rokok dari kayu adalah Bojonegoro. Beberapa pengrajin sekaligus penjualnya seperti Mustaqim mampu menjual 400 bungkus rokok dalam sepekan.

Meskipun disebut bungkus rokok, para pengrajin lebih suka menamainya kotak rokok. Hal ini disebabkan bentuknya yang kotak persegi panjang. Meskipun begitu, fungsinya tetap sama yaitu menyimpan rokok.

Ada yang menarik dari kotak rokok ini yaitu bahan berasal dari kayu jati. Inilah yang membuat para pengrajin berani ekspor ke luar kota terutama Surabaya. Sebab, di sana masih banyak peminat olahan kayu jati. Harga jualnya pun tak sembarangan. Berkisar antara 20-35 ribu.

Yang unik justru di Bojonegoro, orang-orangnya lebih banyak mencari kotak rokok yang tidak berasal dari kayu jati. Bisa jadi karena kesehariannya menggunakan barang-barang dari kayu jati maka untuk kotak rokok menyasar bahan baku lain.

Sesungguhnya ini peluang usaha yang patut dikembangkan ke banyak pengrajin. Sebab, siapa tahu kotak rokok ini menjadi penghasilan utama. Apalagi berbahan dasar kayu jati. Pasar dari luar negeri sangatlah terbuka.

Kini, kotak rokok menjadi alternatif saat perokok merasa terintimidasi dengan gambar seram yang terdapat di bungkus rokok. Ini bisa menjadi cara ampuh untuk menghilangkan ketakutan dan kengerian.

Seharusnya yang ngeri justru pemerintah. Sebab, hingga saat ini, penerimaan cukai terbesar dari cukai rokok. Andai perokok tidak membeli rokok yang ada cukainya mka bisa dipastikan negara akan hancur.

Ada baiknya pemerintah berbenah. Jangan sampai karena perokok telah memiliki wadah merokok yang unik dan menarik, malah dijadikan peluang bagi pemerintah untuk memasang gambar besar. Sangat disayangkan.

Maju terus, pengrajin kotak rokok!

Sumber foto: Bukalapak

Keren! Ini Beragam Bungkus Rokok Kreatif yang Pernah Ada

Jika kamu bertanya apa saja bungkus rokok keren yang ada di Indonesia, tentu akan ada banyak sekali. Dari ukuran besar hingga ukuran kecil. Dari ukuran yang tidak pas di tangan, dan ada pula yang bisa masuk di kantong celana. Namun, dari beragam bungkus rokok yang pernah ada, Djarum 76 layak dijadikan acuan bahkan referensi.

Mengapa demikian? Entah karena warna atau tampilan yang unik, rokok Djarum 76 paling sering diduplikat. Ini patut diselidiki. Seperti, Rohmah, Gunung, Djago, Lodjie, dan sebagainya. Apakah karena ingin mendompleng mereknya, rasanya, atau promosinya? Yang jelas Djarum 76 adalah salah satu merek rokok bertahan hingga kini.

Jika Djarum 76 didompleng karena kebanyakan warnanya, tengoklah ke Ukrania. Alih-alih mendesain bungkus rokok yang sesuai dengan bayangan perokok, perusahaan asal Ukraina, Reynolds dan Reyner justru mendesain bungkus rokok layaknya peti mati.

Harapan dari pembuatnya adalah peti mati bisa mengingatkan perokok akan bahaya rokok. Sehingga, lambat laun mereka akan berhenti merokok. Padahal, harapan tersebut dimaknai lain oleh perokok di Indonesia. Ketika Roki menunjukkan gambar peti mati sebagai wadah rokok kepada salah satu teman, justru ini ide brilian.

Sebab, perokok tidak kesulitan untuk mencari bagaimana mematikan rokok. Oleh karena di hadapannya peti mati maka cara mematikan rokok yang benar hanyalah di peti mati. Bukankah sebenarnya itu maksud yang terselubung? He he he.

Namun demikian, bukan perokok Indonesia jika tidak memiliki ide yang menarik dari bungkus rokok. Entah karena kebingungan membuang puntung rokok, maka bungkus rokok justru dijadikan asbak rokok. Anda bisa bayangkan bungkus rokok Forte yang unik dan estetik justru dijadikan asbak rokok?

Tentu saja itu merusak keindahan. Akan tetapi, apa boleh bikin karena daripada membuang puntung rokok sembarangan, justru lebih baik menjadikan bungkus rokok sebagai asbak rokok. Toh, caranya sangat mudah. Tutorial di Youtube pun banyak sekali.

Yang penting, apa pun bungkus, merek, atau jenis rokoknya, tetaplah jadi perokok santun. Perokok yang menghargai nilai-nilai budaya Indonesia.

bungkus rokok

Jenis-jenis Bungkus Rokok yang Ada di Indonesia

Indonesia adalah salah satu produsen kretek di dunia. Citarasa dan harumnya kretek di Indonesia telah berkibar di luar Indonesia. Di beberapa negara bahkan rela mengimpor beberapa merek rokok dari Indonesia seperti Djarum Super. Maka, untuk menjaga citarasa tentu saja harus dibalut dengan bungkus yang memadai. Bungkus rokok yang diciptakan Djarum Super, Sampoerna, hingga Gudang Garam tidak hanya memadai melainkan menarik untuk dikoleksi.

Sebenarnya, bungkus rokok yang ada di Indonesia tidak melulu seperti tiga merek di atas. Ada pula yang masih mentah yaitu menggunakan bahan dari alam. Ini yang menarik karena belum tentu daerah lain di Indonesia bahkan di dunia punya bungkus rokok semacam ini.

Lalu, apa saja bungkus rokok yang ada di Indonesia?

  1. Klobot

Rokok klobot adalah salah satu rokok tertua di Indonesia. Bahan pembungkusnya pun cukup unik yaitu dari kulit jagung. Maka, rasanya pun pasti unik. Ada rasa manis saat mengisap klobot. Cara pembuatannya manual dan hingga saat ini masih merupakan warisan turun temurun.

  1. Kawung

Barangkali kamu hanya menemukannya di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Pembungkusnya terbuat dari daun aren. Sama seperti klobot, rokok kawung merupakan produk khas Nusantara.

  1. Cerutu

Indonesia mengadopsi pembungkus rokok ini dari Eropa. Sejak tahun 1400-an, bungkus rokok ini mendadak populer dan konon hanya digunakan oleh kaum konglomerat. Bahan pembungkusnya adalah gulungan utuh tembakau yang dikeringkan kemudian difermentasikan.

  1. Sigaret

Hampir seluruh produk saat ini menggunakan sigaret sebagai pembungkus rokok. Sejak dulu kala, bahan ini digunakan dari cara membungkus secara tradisional hingga modern. Akan tetapi, di beberapa bungkus rokok, sigaretnya berbeda.

Seperti Gudang Garam Merah dengan Djarum Super. Sigaret di Gudang Garam Merah lebih tipis daripada Djarum Super. Namun begitu, hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab, toh, baik Gudang Garam Merah maupun Djarum Super punya penggemarnya masing-masing.

Inilah keempat jenis pembungkus rokok yang ada di Indonesia. Apakah kamu pernah mencoba salah satunya? Atau sudah pernah mencoba semuanya?

 

kotak rokok

Manfaat Mengumpulkan Bungkus Rokok Bekas

Roki masih sering menemukan bungkus rokok yang berserakan di pinggir jalan. Kadang, malah melihatnya hanyut di sungai. Meskipun begitu, Roki juga masih melihat bungkus rokok di tempat sampah.

Kalo yang terakhir, sih, bagus. Sebab, jika sudah tidak dipakai, memang seharusnya ditaruh ke tempat sampah. Lha kalo yang pertama dan kedua? Duh, rasanya sebagai perokok, melihat kayak gitu jadi miris, ya.

Padahal, bungkus rokok bekas bisa dimanfaatkan asalkan diolah dengan baik dan benar. Kalo kamu pengen tahu caranya, cek deh di Youtube dengan ketik kata kunci “bungkus rokok”. Maka, muncul lah ragam bungkus rokok yang menjadi barang berharga.

Roki juga punya tips dan trik memanfaatkan bungkus rokok bekas. Simak baik-baik, ya.

1. Asbak

Asbak adalah salah satu olahan dari bungkus rokok. Kamu bisa membuatnya dengan sebungkus rokok. Bahkan, bisa lebih dari sebungkus tergantung kreativitasmu. Boleh dibilang ini adalah asbak alternatif ketika asbak kayu atau kaca tidak tersedia di meja.

Ada orang yang juga mengoleksi bungkus rokok sesuai dengan merek tertentu. Sehingga, akan menjadi unik apabila ada asbak Djarum, asbak Gudang Garam, atau asbak Sampoerna Mild.

2. Tas

Mungkin kamu agak tidak percaya dengan tulisan ini. Bagaimana mungkin bungkus rokok dapat diolah menjadi tas? Tentu saja bisa. Bahkan, bisa dijadikan buah tangan kepada teman-teman terdekat.

Sudah banyak orang yang mengadopsi kreativitas ini. Apakah kamu tidak ingin mencoba? Siapa tahu malah menambah pundi-pundi di dompetmu.

3. Koleksi

Di Indonesia hanya ada beberapa orang yang tekun mengumpulkan bungkus rokok. Salah satunya adalah Priyanto. Kegemarannya itu bagus bagi dunia pertembakauan Indonesia. Sebab, yang dilakukannya adalah mengumpulkan arsip.

Pekerjaan yang rumit namun jika dilihat hasilnya, pembaca atau penonton akan terpana. Sebab, arsip adalah sejarah. Barangsiapa yang mau telaten mengumpulkan satu per satu tentu harus diapresiasi.

Inilah tiga hal yang perlu kamu ketahui tentang manfaat mengumpulkan bungkus rokok bekas. Apakah kamu pernah melakukan satu di antara tiga itu? Atau justru melakukan hal lain?

Manfaat Mengumpulkan Bungkus Rokok

Jika orang yang mengumpulkan perangko dinamakan filateli, lalu sebutan apa yang pantas disematkan bagi orang yang mengumpulkan bungkus rokok?

Sepanjang hidup, dari lahir sampai sekarang, ada banyak teman Roki yang melakukan hal itu. Mulai dari bungkus rokok lawas sampai terbaru. Dulu, adik Roki pernah melakukannya. Menurutnya, gambar dan logonya unik. Saat itu, masih belum ada peringatan seperti gambar seram atau kalimat bernada kejam di bungkus rokok.

Barangkali kebiasaan tersebut dibilang aneh. Kok mau mengumpulkan bungkus rokok. Apa faedahnya?

Jangan salah. Bungkus rokok bisa dijadikan alternatif asbak atau bahkan anyaman seperti tas. Ini salah satu bentuk kreativitas yang jarang diketahui orang. Selain itu, sebenarnya ada sesuatu yang lebih vital.

Arsip.

Ya, harus diakui bahwa kita masih bermasalah dengan arsip. Kita terkadang tidak peduli dengan arsip. Padahal, arsip tersebut kelak menjadi catatan sejarah bahwa pernah hadir barang seperti ini.

Baca Juga: Priyanto Sunarto, Seniman Kolektor Bungkus Rokok

Bahkan, jika teliti dan cermat, bisa menyusun dari tahun ke tahun. Inilah kehebatan pengumpul barang. Dari situ bahkan kita tahu bahwa apa rokok pertama, rokok favorit, rokok minta teman, dan lain sebagainya.

Jangan salah bahwa mengumpulkan benda adalah sesuatu yang rumit. Kamu harus benar-benar mencintai benda itu. Jika tidak, akan menyedihkan. Barang tersebut malah dibiarkan berserakan di kamarmu.

Akan tetapi, kalo sudah mencintai, ketika kamu mendapatkan bungkus rokok lawas, bahkan tergolong langka, itu akan bernilai tinggi. Sebab, belum tentu pada kesempatan yang lain, kamu bisa mendapatkannya.

Maka dari itu, jangan pernah meremehkan orang yang gemar mengumpulkan bungkus rokok. Siapa tahu, kelak, kita akan belajar darinya. Ada nilai sejarah, sosial, hingga moral yang terkandung di situ.

Toh, kalo sudah menjadi koleksi, siapa tahu akan muncul museum bungkus rokok. Belum ada di Indonesia, lho. Barangkali ada investor yang berminat membangun museum tersebut maka apresiasi tinggi baginya.

Percayalah bahwa mengoleksi itu rumit. Dan percayalah bahwa orang yang berani mengoleksi barang langka, tangannya betul-betul terawat. Seperti Roki. Hehehe

Gambar Bungkus Rokok dengan Peringatan Paling Diterima Perokok

Peringatan yang tercantum di bungkus rokok bukanlah peringatan ala kadarnya. Gambarnya seram, kalimatnya tajam. Misal, gambar tenggorokan berlubang dan tulisan merokok dapat menyebabkan kanker tenggorokan. Harapannya, kolaborasi gambar dan tulisan tersebut bisa membuat perokok untuk berpikir lebih dalam.

Akan tetapi, bagaimana jika kamu menemukan gambar dan tulisan yang menyenangkan pada bungkus rokok? Tentu saja, kamu pasti tersenyum kecil. Salah satu contoh bungkus rokok yang menarik adalah Sehat Tentrem.

Di Sehat Tentrem, alih-alih menyeramkan, kamu justru tertawa. Bagaimana tidak, jika kamu menemukan tulisan “12 Rokok Obat” kemudian di dalamnya “Rokok Ini Dapat Menyebabkan Kesehatan”. Jelas saja, perokok akan berpikir, kok bisa, ya?

Peringatan yang Menarik

Sehat Tentrem memang unik. Dari nama mereknya saja unik. Rokok? Sehat? Itu adalah dua kata yang saling bertolak belakang. Seperti minyak dan air. Meskipun diajak kolaborasi, tetap saja yang terjadi frustasi.

Namun, inilah kelebihan Sehat Tentrem. Menyatukan dua kata yang saling bertengkar. Apalagi ditambahkan pula kata Syifaa. Kata dalam bahasa Arab yang jika diterjemahkan berarti obat.

Wajar, sih. Sebab, kandungan yang terdapat di Sehat Tentrem aneka rempah yang sangat luar biasa. Bahkan, sempat tersiar kabar bahwa Sehat Tentrem ampuh sebagai obat melawan virus Covid-19. Sekali lagi, wajar, sih. Ya, gimana, kan rempah-rempah memang manjur untuk melawan penyakit apa pun.

Seharusnya peringatan-peringatan seperti ini perlu disebarkan ke merek rokok lainnya. Dan tampaknya baru ada di merek semacam SIN. Kalo yang lain, sih, mungkin mau, tetapi tentu saja akan bentrok dengan rezim kesehatan.

Meskipun demikian, alangkah lebih baiknya meniru langkah yang dilakukan rokok impor. Yaitu, meniadakan gambar seram atau tulisan bernada kejam di bungkus rokok. Toh, perokok selalu punya tanggung jawab atas sikapnya. Mereka juga bisa membaca mengenai peringatan tersebut, kok.

Jika ada bungkus rokok yang menarik, dan menurut kamu layak untuk diangkat ke media sosial, kabarkan ke kami, ya. Kami berkenan untuk melakukan review. Tambahkan di kolom komentar, ya.