Bungkus Rokok Wismilak: Hijau dan Kuning yang Beradu

Di Indonesia, ada banyak rokok jaman dulu (jadul) yang masih bertahan hingga hari ini. Salah satunya adalah rokok yang memiliki bungkus dengan warna hijau dan kuning. Selain itu, memiliki makna yang unik jika diucapkan. Makna tersebut adalah “semoga kami beruntung. Dan rokok yang dimaksud adalah rokok Wismilak.

Roki mengulas mulai dari bungkus, rasa, hingga harga. Tentu ini menjadi menarik karena rokok jadul biasanya memiliki penggemar yang loyal dan fanatik.

Bungkus Rokok Wismilak

Dari bungkus bagian depan, Wismilak memang bernuansa jadul. Ada gambar orang tua tanpa rambut—dewa Shou-Shen yaitu dewa yang berusia panjang dan bijaksana, memakai jubah—ada diploma sebagai simbol pengetahuan, dan menggunakan tongkat—sebagai simbol peringatan. Ada pula gambar buah yang merupakan simbol kerja keras.

Ada bintang yang berjumlah sembilan. Maknanya simbol keberhasilan yang terus kontinyu. Yang unik adalah tulisan Wismilak berwarna kuning. Jika nama merek rokok lainnya dituliskan seluruhnya kapital atau huruf kecil, sedangkan Wismilah tidak. Huruf kapital hanya terdapat di WLK.

Kemudian, ada nama pabrik produksi yaitu P.T. Gelora Djaja, Surabaya. Tak lupa ada semacam plakat di bagian atas kiri yang bertuliskan Special. Memang spesial daripada lainnya, sih.

Di sisi kiri bungkusnya, terdapat informasi mengenai tar dan nikotin. Tar berjumlah 36 mg dan nikotin berjumlah 2,2 mg. Kemudian ada semacam “larangan” yaitu tidak ada batasan aman, mengandung lebih dari 4000 zat kimia berbahaya, dan 43 zat penyebab kanker.

Yang unik, ada semacam kritik dan saran berupa suara konsumen. Perokok bisa langsung mengutarakannya di suara.konsumen@wismilak.com atau PO BOX Wismilak Jakarta.

Di sisi kanan bungkusnya terdapat tulisan dilarang menjual atau memberi rokok kepada perempuan hamil atau anak berusia di bawah 18 tahun. Di sebelahnya terdapat barcode. Di sisi atas terdapat pita cukai dengan harga Rp12.300 untuk 12 batang. Di bagian penutup bawah terdapat tulisan Wismilak, kode produksi, dan pabrik produksinya.

Di bagian belakang, nama Wismilak berwarna merah. Kemudian, di bawahnya terdapat tulisan yang bermakna Wismilak terdiri dari tembakau dan cengkeh pilihan. Kemudian, paling bawah ada angka 9 (bintang) dan 12 (jumlah batang) serta logo shuriken atau Mitsubishi (?).

Rasa dan Harga

Ini jenis rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) sehingga jika kamu pegang, akan terasa padat. Saat Roki isap, aroma cengkeh dan rempah-rempah berpadu menjadi satu. Agak nyegrak, sih. Ada pula rasa manis, spicy, dan sedikit buah-buahan.

Rasa pedas juga muncul di Wismilak. Namun, ada spoiler. Untuk kamu yang terbiasa SKM apalagi putihan, mungkin sedikit kurang nyaman saat mengisapnya. Ya, tadi itu, agak nyegrak.

Yang pasti soal harga, seperti yang disampaikan di atas, harga Rp12.300 untuk isi 12 batang. Namun, itu di pita cukainya. Mungkin saat ini bisa berkisar Rp12.000-13.000.

Inilah rokok jadul yang patut kamu coba, ya. Lestarikan selalu produk lokal.

 

Jazy Bold: Bungkus Rokok yang Dominasi Hitam

Bulan Mei baru memasuki dua hari tapi rasa-rasanya kok seperti mau lebaran. Yah, maklum saja, larangan mudik sudah berlaku jauh-jauh hari. Jadi, persiapan lebaran lebih cepat daripada sebelumnya. Untuk menemani nuansa lebaranmu, Roki kasih rokok yang kalo mendengar namanya seperti chill gitu. Jazy Bold.

Seperti biasa, Roki menjelaskan dengan detail mulai dari bungkus bagian depan, kanan dan kiri, atas, serta bawah. Setelah itu, berlanjut ke rasa dan harga. Daripada kamu menunggu, simak ulasan berikut ini.

Bungkus Rokok Jazy Bold

Sebelum menelisik ke bungkus Jazy Bold, ada yang perlu kamu ketahui. Pada 2017, pertama kali diluncurkan, rokok ini mulanya hanya berisi 16 batang. Namun, seiring berjalannya waktu, Jazy Bold menambah isinya menjadi 20 batang. Roki belum tahu, apakah ingin meraih segmen baru atau memang konsumsi terhadap Jazy Bold cukup baik.

Okelah, ini review-nya.

Secara umum, bungkus rokok Jazy Bold dominan berwarna hitam. Ada warna merah pada huruf J dan latar dari tulisan Bold yang berwarna putih. Warna abu-abu terdapat di tulisan Jazy—ini cukup unik tidak menggunakan huruf kapital. Namun, lebih unik lagi ketika melihat huruf a, z, dan y. Dominasi warna hitam di ketiga huruf tersebut.

Agaknya ganjil, ya. Sehingga, mata harus lebih dekat dengan bungkus agar bisa membacanya. Di bagian bawah di bungkus depan ada tulisan 20 kretek filter yang menandakan Jazy Bold merupakan sigaret kretek mesin. Juga, berisi 20 batang.

Untuk bagian samping kanan terdapat cukai rokok, tulisan Jazy Bold, dan informasi mengenai tar dan nikotin. Tar berjumlah 18 mg dan nikotin berjumlah 1,1 mg. Sedangkan di bagian samping kiri terdapat tulisan dilarang menjual/memberi rokok kepada ibu hamil dan anak-anak di bawah usia 18 tahun. Selain itu, ada pula barcode.

Untuk bagian penutup atas dan bawah hampir mirip. Ada tulisan Jazy Bold dan simbol huruf J. Perbedaannya hanya di bagian bawah terdapat tempat produksinya. Yaitu PT. N.S.T.I Kudus, Indonesia.

Rasa dan Harga Jazy Bold

Bagi pecinta manis, Roki kira cocok mencoba Jazy Bold. Ada rasa leci sedikit namun tak ada rasa spicy. Isapan pertama oke laah. Isapan kedua dan seterusnya juga okee. Akan tetapi, kalo untuk sehari-hari, Roki tidak begitu cocok. Ga papa, ya. Rokok kan masalah selera.

Sejak cukai rokok naik, harganya berubah menjadi Rp18.000 untuk 20 batang. Apakah terjangkau? Tentu terjangkau, dong. Maka, boleh dikatakan bahwa Jazy Bold merupakan rokok alternatif.

Gudang Garam Signature Mild: Manis dan Mengigit

Beberapa hari ini Jogja sangat panas. Barangkali hawa yang sama memang sedang dirasakan masyarakat di kota lain. Maklum, Ramadan memang identik dengan hawa panas. Sebab, dari situlah puasa akan teruji.

Agar menghilangkan panas, tentu saja Roki ingin mencari rokok yang segar. Bahkan, kalo bisa rasa yang dihasilkan pun manis. Lalu, rokok apa yang memenuhi kriteria tersebut?

Jawabannya adalah Gudang Garam Signature Mild. Beberapa perokok lebih suka mengatakan Gudang Garam Signature Biru. Wajar, sih, karena warna bungkusnya berwarna biru.

Bungkus Gudang Garam Signature Mild

Secara keseluruhan, bungkus rokok Gudang Garam Signature Mild berwarna biru. Jika biasanya bungkus rokok masih ada warna lain, berbeda dengan yang ini. Semua warna biru. Biru Lazio, kalo kata penggemar sepak bola Serie A.

Di bagian depan, terdapat tulisan Gudang Garam dengan huruf kapital dan berwarna putih. Di atas tulisan tersebut, ada logo Gudang Garam yang legendaris. Sedangkan di bawah tulisan itu, ada tulisan Signature Mild dengan huruf kapital dan warna biru tua.

Di bawah tulisan Signature Mild, ada bintang berjumlah lima. Sepertinya, Gudang Garam ingin menunjukkan bahwa ini rokok dengan rasa bintang lima. Kemudian, ada tulisan dengan ukuran font lebih kecil yaitu Premium Filter dan Kretek Cigarettes. Paling bawah, terdapat tulisan Made in Indonesia.

Di samping kanan, seperti biasa tulisan larangan menjual rokok bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun dan perempuan hamil. Tak lupa, barcode ikut disertakan.

Di samping kiri, terdapat informasi mengenai tar dan nikotin. 15mg tar dan 1mg nikotin. Lalu, ada angka 16 yang menunjukkan isi rokok Gudang Garam Signature Mild.

Di bagian penutup atas, persis seperti bungkus bagian depan. Sedangkan bagian penutup bawah hanya ada informasi mengenai pabriknya. PT. Gudang Garam Tbk. Kediri – Indonesia.

Di bagian belakang yang agak keren. Ada semacam tulisan pendek yang intinya rokok ini dibuat dengan sepenuh jiwa dan mengandung kualitas tembakau terbaik.

Apakah benar klaimnya?

Rasa dan Harga Gudang Garam Signature Mild

Benar, sih. Untuk rasa tergolong manis. Cocok banget sebagai teman berbuka puasa. Ada rasa spicy seperti Gudang Garam Filter namun tidak terlalu menonjol. Yang jelas, tarikannya halus.

Soal harga, tak usah khawatir. Sampai hari ini, rokok ini dibanderol dengan harga Rp20.000 untuk isi 16 batang. Sangat terjangkau dan menarik, bukan? Sobat sebat perlu mencicipi rokok Gudang Garam Signature Mild.

Aroma Slm: SKT yang Rasanya Mantap Jaya

Produk rokok dengan jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) patut berbangga hati. Sebab, produk tersebut tidak mengalami kenaikan cukai. Artinya, harga pun tetap sama seperti tahun sebelumnya.

Kali ini, Roki akan membahas tentang legenda rokok dari Kudus. Aroma Slm (dahulu bernama Slim). Pada mulanya, rokok ini muncul pada 2011 dan hanya berkisar di Jawa Tengah. Selanjutnya, pada 2014, Aroma Slm mulai merambah ke luar Jawa Tengah seperti Jakarta, Cirebon, dan Sukabumi.

Alasan mengubah nama dari Slim menjadi Slm karena PP No. 109/2012. Oleh karena itu, sekitar tahun 2015, merek tersebut resmi berubah menjadi Aroma Slm.

Bungkus Rokok Aroma Slm

Dari segi bungkus, terlihat Aroma Slm cukup mewah. Apalagi ini untuk ukuran SKT yang biasanya hanya terlihat biasa-biasa saja.

Di bagian depan, dominasi bungkus ini berada di tiga warna yaitu merah, kuning, dan hitam. Namun, sebagian besar lebih kepada warna kuning. Tulisan Aroma sangat jelas dan berwarna kuning. Kemudian dilapisi kotak berwarna merah.

Di atasnya terdapat huruf A dan di bawah huruf itu terdapat tulisan “Double A Quality”. Di bagian bawah setelah tulisan Aroma terdapat inisial Slm dengan gaya tegak bersambung. Lalu, angka 12 menunjukkan isi batang Aroma Slm dan sigaret kretek tangan sebagai jenis rokok ini. 

Di bagian kanan terdapat peringatan yang “keras”. Intinya mengandung zat yang berbahaya dan penyebab kanker. Kalo untuk bungkus baru, biasanya larangan menjual kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun dan perempuan hamil. Di sampingnya ada barcode dan informasi mengenai tar dan nikotin. Tar sebesar 31mg dan nikotin sebesar 2mg.

Di bagian kiri, terdapat cukai rokok. Ini menandakan bahwa Aroma Slm adalah rokok legal. Sedangkan bagian penutup atas dan bawah hampir mirip. Ada tulisan Aroma. Yang membedakan hanya di bagian penutup bawah terdapat kode produksi dan tempat produksi, PT A. T. I Kudus, Indonesia.

Rasa dan Harga Aroma Slm

Rasa rokok ini tergolong natural dengan karakter spicy yang kuat. Ada sedikit rasa manis. Yang jelas, cengkehnya cukup dominan. Ini lebih menonjol daripada SKT lainnya.

Harga Aroma Slm terhitung sangat terjangkau. Kamu bisa mendapatkannya dengan harga Rp10.000-12.000 dengan isi 12 batang. Menarik, bukan?

Bagi yang belum pernah mencoba Aroma Slm, sesekali boleh dong menjadi alternatif yak.

Esse Berry Pop: Desain Menawan dengan Rasa Lumayan

Korea memang sedang mewabah di masyarakat Indonesia. Namun, kata wabah di situ bukanlah sesuatu yang negatif. Melainkan sesuatu yang positif. Nah, salah satu wabah yang dibawa oleh mereka adalah produk rokok. Merek rokok tersebut adalah Esse Berry Pop.

Seperti biasa, kali ini Roki membahas desain dari bungkus rokok Esse Berry Pop. Desain yang konon terbaik di antara rokok Esse lainnya. Selanjutnya adalah sedikit soal rasa dan tentu saja harga.

Bungkus Rokok Esse Berry Pop

Ketika Roki memegang pertama kali rokok Esse Berry Pop, sangat jelas bahwa rokok ini membawa semangat muda. Tulisan ESSE di kanan atas didampingi dengan sebuah hologram. Kemudian di tengah ada tulisan BERRY POP yang menunjukkan rasa dari rokok Esse.

Tulisan BERRY POP dibalut dengan lingkaran berwarna ungu dan ada tombol “play” di luar lingkaran. Dari warna ungu kemudian ada warna putih sebagai latarnya. Ada garis melingkar di lingkaran warna putih. Sedangkan di bagian bawah terdapat tulisan Berry Mint Capsule.

Secara umum, bagian depan sangat menarik. Di bagian penutup atas dan bawah hampir sama. Terdapat tulisan ESSE. Namun, untuk penutup bagian bawahnya terdapat kode produksi dan tempat produksi. Esse Berry Pop diproduksi oleh PT Mandiri Maha Mulia. Perusahaan tersebut merupakan kepanjangan tangan dari Kora Tobacco & Gingseng (KT&G).

Di samping kirinya terdapat barcode dan larangan menjual kepada anak-anak usia di bawah 18 tahun dan perempuan hamil. Sedangkan di bagian kanannya terdapat informasi mengenai tar dan nikotin. Untuk tar 15mg dan nikotin 0,9mg.

Secara keseluruhan, rokok ini sangat cocok dibawa ke tongkrongan. Terutama bagi anak-anak muda.

Rasa dan Harga Esse Berry Pop

Untuk soal rasa, jangan ditanyakan lagi. Rasa berry cukup kental dan aroma ketika belum dibakar cukup kuat. Roki kira ini rokok dengan rasa buah yang cukup menarik.

Nah, bagaimana dengan harga? Untuk harga memang agak mahal. Berkisar Rp25-27 ribu rupiah. Dengan harga tersebut, kamu bisa mendapatkan 16 batang rokok Esse Berry Pop.

Sekali lagi, jika kamu ingin mencari rokok dengan rasa buah, tak salah kamu mencicip Esse Berry Pop.

orang merokok

Orang Merokok, Iklan Rokok, dan Muhajir Effendy

Tempo hari, salah satu menteri di kabinet Jokowi, Muhajir Effendy mengisyaratkan akan memblokir seluruh iklan rokok di internet. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak tidak menjadi orang merokok. Mengapa, kok, anak-anak? Sebab, selama pandemi, anak-anak menjadi subjek yang mengakses internet cukup sering.

Lalu, benarkah iklan rokok di internet mampu mempersuasi anak-anak untuk merokok? Ini yang patut menjadi pertanyaan. Sebab, sepengetahuan Roki, sangat jarang iklan rokok yang menampilkan orang merokok.

Hal ini menjadi wajar karena tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012. Dalam pasal 27 ayat [c] dan [d] disebutkan bahwa iklan rokok tidak memperagakan wujud perokok. Selain itu, tidak bertentangan dengan norma kesusilaan dan nilai agama.

Nah, jika sudah masuk ke dalam peraturan pemerintah, lalu sebenarnya apa yang diinginkan oleh Muhajir Effendy? Kalo alasannya pengendalian rokok, kan, sudah tertuang juga dalam PP No. 109/2012. Kecuali jika alasannya adalah membumihanguskan rokok dari tanah Nusantara. Itu lain cerita.

Salahkah Orang Merokok?

Tidak ada yang salah dengan orang merokok selama tidak merugikan orang lain. Maka, pengendaliannya pun dilakukan sejak mula. Dari bungkus rokok, misalnya. Tidak boleh menjualkan rokok ke anak-anak di bawah usia 18 tahun dan ibu hamil. Selain itu, ada pula larangan merokok di dekat anak-anak dan ibu hamil.

Larangan merokok itu pula yang akhirnya melabelkan perokok menjadi perokok santun. Perokok yang tahu dan paham kapan harus merokok. Jika ada orang di sebelahnya tidak suka dengan asap rokok, menjauhlah. Jika ingin merokok pun, perlu meminta izin kepada orang di sebelahnya.

Belum lagi tidak merokok saat berkendara. Sebab, asapnya bisa mengenai pengendara lainnya. Bahkan, sudah jelas pula dilarang merokok di berbagai tempat: rumah sakit dan sekolah.

Sudah sedemikian banyak larangan merokok, mengapa sampai harus menyasar iklan rokok di internet? Apalagi, sekali lagi, tidak ada wujud perokok di iklan tersebut. Lalu, di manakah area merokok? Apakah orang tidak boleh merokok? Padahal, rokok adalah barang legal. Tambahan lagi, barang yang mampu meningkatkan penerimaan negara.

Rokok Rider: Harga Kaki Lima, Rasa Bintang Lima

Sejak cukai rokok naik, perokok mulai berburu rokok murah—rokok yang memiliki harga di bawah Rp10.000. Sayangnya, tidak semudah itu untuk mendapatkannya. Terkadang, tidak semua warung rokok, apalagi gerai ritel menjual rokok tersebut.

Namun, kali ini, Roki berhasil menemukannya. Namanya rokok Rider. Seperti biasa, Roki membahas mulai dari bungkus rokok, rasa, hingga harga.

Bungkus Rokok Rider

Warna merah sangat mendominasi dari bungkus rokok Rider. Meskipun demikian, ada warna kuning yang menambah bungkusnya terlihat cantik. Untuk penamaan sangat jelas tulisan Rider berjenis kapital. Di bawahnya ada tulisan kretek.

Yang berada paling bawah terdapat angka 12 dan tulisan sigaret. Hal ini menandakan bahwa Rider merupakan bagian dari kretek. Itulah bungkus rokok Rider bagian depan.

Untuk bagian belakang, sama saja. Tidak ada perbedaan. Hal ini persis dengan review bungkus rokok Commodore.

Di bagian kiri, seperti biasanya, terdapat larangan menjual rokok kepada ibu hamil dan anak-anak. Selain itu, terdapat pula barcode. Di bagian kanan, terdapat logo orang membuang sampah dan inisial SKT. Selain itu, terdapat informasi mengenai tar dan nikotin. Rider memiliki tar 38 mg dan nikotin 1,4 mg.

Sedangkan di bagian atas dan bawah hampir mirip. Ada tulisan Rider Kretek. Namun bedanya, di bagian bawah terdapat kode produksi, dan pabrik produksi Rider yaitu PT C. A. M. A Kudus-Indonesia.

Saat Roki membuka Rider, tidak ada grenjengan. Hanya ada plastik yang membungkus Rider. Bagaimana dengan harga dan rasa?

Rasa dan Harga Rider

Untuk soal rasa, cukup menarik. Saat isapan pertama, sungguh sopan. Saat isapan kedua, terasa fruity dan juga manis. Namun, untuk manis tidak begitu dominan. Mungkin karena mazhab Kudusan, jadinya terasa halus. Tapi, ini cukup berbeda dari rokok SKT yang Roki coba.

Yang mengagetkan adalah harga. Untuk isi 12 batang, Roki cukup menebusnya dengan harga Rp8.000. Tentu menyenangkan sekali. Dari harga yang murah, Roki mendapatkan sensasi rasa yang luar biasa.

Bagi kamu yang ingin mencari rokok murah saat bulan Ramadan, Rider adalah pilihan tepat. Apalagi untuk takjil maupun menu teman sahur.

Rokok Commodore: Putih, Lawas, dan Harga Terjangkau

Dunia rokok di Indonesia sempat booming dengan masifnya rokok putih. Mulai dari Kansas, Ardath, Lucky Strike hingga Commodore. Mereka serempak menyeruak pada era 90an.

Kali ini, Roki akan membahas rokok Commodore. Sebelumnya, Roki hanya pernah mendengar kata Commodore dari bapak. Itu adalah band luar negeri. Akan tetapi, saat mengecek di Google, ternyata yang muncul adalah rokok Commodore dengan warna hijau dan putih.

Seperti biasa, Roki akan membahas rokok ini mulai dari bungkus, rasa hingga harga. Dan, inilah review singkat dari Roki.

Bungkus Rokok Commodore

Ketika pertama kali memegang bungkus rokok Commodore, sangat jelas bahwa bentuknya tambun. Ini tidak mengherankan karena isinya berjumlah 20 batang.

Dari bagian depan, bungkusnya sangat terlihat sederhana. Hanya ada nama Commodore berwarna hitam dan tulisannya di-emboss. Di bawahnya ada tulisan filter.

Untuk membedakan antara warna hijau dan putih maka ada garis pemisah berwarna emas. Di dalam warna hijau terdapat logo dari Commodore. Dengan burung Condor (ini asumsi Roki karena kalo Elang kayaknya ga mungkin) dan tanaman padi (?). Kemudian di atasnya adalah mahkota.

Untuk bagian belakang sama persis dengan bagian depan. Jadi, tidak ada perbedaan. Sedangkan di bagian kiri terdapat barcode, larangan menjual rokok kepada anak-anak dan ibu hamil, serta informasi mengenai jumlah batang rokok. Angka 20 menunjukkan isinya.

Sedangkan di bagian kanan terdapat kategori Commodore yaitu sigaret putih mesin (SPM). Lalu, informasi mengenai tar 12 mg dan nikotin 0,8 mg. Tidak lupa, terdapat cukai rokok yang menandakan bahwa rokok Commodore adalah rokok legal.

Di bagian penutup atas dan bawah hampir persis. Ada tulisan Commodore Filter. Hanya bedanya, di bagian bawah terdapat tempat produksi yaitu PT Adhitama Sejahtera Abadi, Malang, Indonesia.

Rasa dan Harga

Saat membuka rokok ini perlahan dari bungkusnya, gerenjeng berwarna silver terlihat. Persis ketika membuka Kansas atau Lucky Strike. Kemudian, seperti pada rokok putihan impor, batangnya padat, putihnya bersih.

Rokok putih cenderung kuat dengan tembakau Virginia dan itu terbukti di rokok Commodore. Selain itu, ada rasa manis meskipn tipis. Kalo kata teman-teman Roki, ini rokok tidak bikin nyegrak di tenggorokan.

Namun, ada yang menarik. Rasa yang dimunculkan dari Commodore persis dengan Kansas atau Lucky Strike. Mungkin karena sama-sama memakai tembakau Virginia, ya.

Untuk durasi menghisap, antara sepuluh hingga duabelas menit per batang. Nah, dari soal harga, agaknya terjangkau. Dengan harga Rp20.000-22.000, kamu bisa mendapatkan rokok Commodore berisi 20 batang.

Jika kamu membutuhkan rokok alternative, selain kretek, dengan harga kompetitif, Commodore adalah salah satunya. Salam sebat.

Rokok Country: Pahit, tapi Spicy Lebih Dominan

Beberapa orang sering menyebut rokok ini sebagai kembaran Marlboro merah. Sebenarnya, tidak heran, sih. Sebab, dari warna dan bentuk bungkus rokok pun sangat mirip. Ada warna merah dan putih baik Country maupun Marlboro merah. Lalu, apa perbedaannya?

Bungkus Rokok Country

Baik bagian depan maupun belakang, bungkus rokok Country hampir sama. Ada tulisan Country dengan huruf kapital berwarna hitam. Kemudian, di bawahnya ada tulisan International.

Sesuai dengan Marlboro merah, sebagian besar warna Country terdiri dari merah dan putih. Di bagian pojok ada logo perisai dengan di dalamnya ada gambar kuda jingkrak. Mirip logo pabrikan mobil asal Italia.

Di bagian pojok bawah terdapat informasi mengenai jumlah batang rokok. Yaitu, 20 batang. Untuk membedakan antara Marlboro merah dengan Country adalah garis seperti huruf V.

Di bagian samping kanan terdapat tulisan larangan bagi perempuan hamil dan anak-anak di bawah usia 18 tahun. Selain itu, terdapat barcode. Di bagian kiri, seperti rokok pada umumnya, terdapat kategori rokok. Yaitu, sigaret putih mesin (SPM). Selain itu, ada informasi mengenai tar dan nikotin. Untuk tar sebanyak 12 MG dan nikotin sebanyak 0,8 MG.

Itu bagian dari luar bungkus. Bagaimana dengan bungkus bagian dalam? Hampir sama dengan rokok pada umumnya. Ada gerenjeng berwarna silver. Dan, ketika diambil sebatang saja, bau khas rokok putih sangat terasa.

Rasa dan Harga

Saat Roki mencoba mengisap sebatang saja, ada rasa spicy. Begitu pula saat mengisap dua hingga tiga. Rasa spicy begitu kuat. Di samping itu, ada rasa pahit di sela-sela spicy.

Sayangnya, Roki kurang berjodoh dengan rokok Country. Barangkali karena Roki sering merokok jenis kretek. Namun, jika kamu adalah penggemar rokok Marlboro merah, ada baiknya juga mencoba rokok Country.

Dan, berbahagialah bahwa harga Country lebih murah daripada Marlboro merah. Dengan harga Rp18.000, kamu bisa mendapatkan sebungkus rokok berisi 20 batang.

Roki pikir, Country cocok dibawa kamu yang suka nongkrong. Yang penting tetaplah jadi perokok santun. Perokok yang menghargai kaum nonperokok di manapun berada. Salam sebat.

Bungkus Rokok Kaleng yang Kian Digemari Perokok

Sejak muncul bungkus rokok yang memberikan gambar seram, sebagian perokok beralih ke bungkus rokok lain. Mereka membeli bungkus rokok berbahan dasar kaleng. Saat ini, bungkus seperti itu mudah ditemukan di mana saja. Di toko oleh-oleh atau marketplace.

Bungkus rokok kaleng memang digemari karena berbagai hal. Salah satunya gambar. Banyak gambar yang menyuguhkan pemandangan alam, brand rokok kenamaan, juga yang paling digemari, logo klub sepak bola.

Belum lagi bungkus rokok kaleng lebih kuat. Tidak mudah peyok. Sebab, jika menggunakan bungkus rokok konvensional, kebanyakan dari kita menaruhnya di kantong celana. Nah, kalo sudah begitu, tidak disadari bahwa bungkusnya ikut tergencet. Alhasil, gagal merokok.

Selain itu, jika menggunakan bungkus rokok kaleng, sesama teman perokok akan sungkan untuk memintanya. Sebab, biasanya rokok yang ada di dalamnya adalah rokok mahal. Trik yang menarik, bukan?

Maka, makin bagus bahan dasar bungkus rokok, akan semakin sungkan sesama perokok untuk mengambilnya. Jangankan mengambil, untuk meliriknya pun enggan.

Sebenarnya, masih ada yang bungkus rokok lainnya. Seperti bungkus rokok kayu atau plastik. Namun, itu sesuai selera. Mau pilih yang kayu, plastik, atau kaleng.

Jika kamu ingin memilih bungkus rokok yang sesuai dengan mereknya, contohlah Djarum Super. Bungkus rokok yang diberi nama Special Edition, adalah gambaran alam. Mulai dari laut hingga area tanaman tembakau.

Selain Djarum Super, Dji Sam Soe juga pernah mengeluarkan edisi bungkus kaleng. Bungkusnya berwarna emas. Dan, jika kamu membawanya ke mana-mana, seakan kamu adalah perokok dengan kategori premium.

Yang menyenangkan adalah bungkus rokok kalian lebih instagrammable. Bukankah saat ini eranya unggah sesuatu yang menarik? Era visual lebih mendominasi? Jelas. Itu sudah pasti.

Maka, sudah keren dan mampu bergaya, kamu juga tidak akan lagi mengalami rokok patah atau rusak. Sebab, sudah pasti aman. Difoto tampak menarik, dibawa memberi kesan elegan.

Kamu sudah punya bungkus rokok yang model mana? Boleh dong bagi foto tentang koleksi bungkus rokokmu. Salam sebat.