bungkus rokok

Cara Membedakan Pita Cukai Rokok Asli dan Palsu

Negara ini menerima pemasukan cukup besar dari rokok. Sumbangsih cukai rokok sejak tahun 2007 hingga tahun 2017 mengalami peningkatan terus menerus. Jumlah terakhir sumbangan cukai rokok untuk kas negara sebesar 149 Triliun pada 2017 lalu. Bisa dikatakan bahwa perokok adalah penyumbang rutin kas negara tiap tahunnya. Uang dari cukai rokok itu ikut digunakan untuk membangun fasilitas untuk masyarakat.

bungkus rokok bungkus rokok

Namun ada hal yang tidak mengenakkan yang terjadi baru-baru ini, yakni muncul banyak rokok ilegal di pasaran. Rokok ilegal adalah rokok yang tak bercukai atau bercukai palsu, produk rokok ini masuk ke peredaran tanpa menyumbang kas untuk negara. 

Untuk menyiasati agar cukai rokok palsu yang beredar di daerah-daerah, tentu tak cukup hanya mengandalkan petugas, dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk ikut memerangi kehadiran rokok ilegal ini. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan ikut aktif mengawasi asli dan tidaknya pita cukai yang ada pada produk rokok.

cukai rokok

Lantas, bagaimana caranya membedakan cukai rokok yang asli dengan yang palsu. Divisi Penyuluhan Informasi daerah Bangka Belitung, Rohman membantu menjelaskan; ada tiga cara mendeteksi cukai rokok yang asli dengan yang palsu.

Pertama dengan menggunakan mata telanjang, kedua menggunakan kaca pembesar dan terakhir menggunakan bantuan lampu sinar ultraviolet.

Pertama, bisa dilihat dari kertas cukainya, ada tanda seratnya atau tidak.

Kedua dengan memakai kaca pembesar, dengan kaca pembesar, bisa terlihat hologram secara jelas. Pada hologram itu serat terlihat lebih jelas. Ada logo berupa bintang segi enam yang bertebaran di hologram tersebut. Tergambar juga lambang negara Republik Indonesia dan lambang Direktorat Jenderal Bea dan cukai.

Ketiga, ketika disorot menggunakan bantuan lampu sinar ultraviolet (UV) maka akan terlihat jelas tebaran serat yang berbentuk batang pendek berwarna oranye, jingga, dan biru. Itulah gambaran hologram pita cukai asli yang dilekatkan di rokok.

cukai rokok

Cara-cara tersebut dapat anda coba jika membeli rokok. Periksa betul-betul serat dan hologram dalam pita cukai rokok yang akan anda beli. Anda harus ingat baik-baik, bahwa perokok adalah salah satu warga negara Indonesia penyumbang rutin kas negara tiap tahunnya. Anda bisa membantu negara dengan membeli rokok yang mempunyai pita cukai asli. Bukan yang bajakan.

rokok

Di Balik Kampanye Harga Rokok Harus Mahal

Harga rokok harus mahal, harus dinaikkan agar anak, remaja, dan warga miskin tak bisa membelinya. Harga rokok harus naik demi menekan jumlah perokok di Indonesia. Harga rokok di Indonesia masih jauh lebih murah dari negara lainnya sehingga harga rokok harus segera dinaikkan.

rokok

Gerakan harga rokok harus mahal ini gencar digaungkan oleh pegiat antirokok. Mereka melihat dampak kerusakan rokok dari versi subjektif mereka. Padahal kalau kita lihat dari sisi lainnya, rokok mempunyai kontribusi tinggi untuk negara. Belum lagi hal-hal seperti kearifan lokal, tradisi, dan warisan khas asli Nusantara: Kretek, yang belum banyak diketahui para pegiat AntiRokok. Oleh karena itu gerakan harga rokok harus mahal, patut untuk dipikirkan ulang. Mari kita dedah sedikit demi sedikit dari sudut pandang para peggiat antirokok.

Anak-anak dan remaja di bawah umur masih sangat mudah dan banyak mendapatkan akses membeli rokok. Maka, akan sangat mudah ditekan jika harga rokok dinaikkan. Ini salah dan keliru. Regulasi rokok sudah sangat jelas dan tertera massal di iklan televisi, iklan di jalanan serta spanduk dan poster. Bahwa rokok adalah produk yang bisa dikonsumsi oleh orang-orang berumur 18 tahun ke atas. Regulasi yang sudah jelas inilah yang perlu kita kawal pelaksanaannya.

Edukasi kepada masyarakat dan lingkungan anak-anak serta remaja di bawah umur sangat perlu dilakukan. Begitu pula kepada para pedagang rokok, harus lebih selektif dan mentaati regulasi ini. Penerapan ini tentu tak bisa mendapatkan hasil yang instan. Menaikkan harga rokok, adalah solusi instan yang berdampak negatif jika diterapkan. Ambil contoh minuman keras. Harganya dinaikkan dan susah mendapatkannya, sehingga muncullah beberapa kasus minuman keras oplosan. Harganya murah tapi efek sampingnya buruk, hingga menimbulkan banyak kasus kematian. Pemerintah harusnya berkaca pada hal ini.

rokok djolali

Harga rokok di Indonesia masih sangat murah dibandingkan negara lain. Ini alasan yang konyol dan tak rasional. Bagaimana bisa harga sebuah produk di negeri ini dibandingkan dengan negara lain. Soal pendapatan warganya, konsumsi warganya serta akses keterjangkauan produknya adalah hal-hal yang tak bisa dibandingkan. Contoh kasus coba kita bandingkan dengan Jepang. Rerata pendapatan masyarakat Indonesia berdasarkan UMR berkisar antara Rp 2-4 juta. Sedangkan di Jepang, Upah Minimum Regional di Tokyo, Jepang sebesar 200.000 yen dalam setiap bulannya. Jika dikurs ke rupiah maka pekerja di Jepang itu bergaji sekitar Rp 24 juta.

Harga rokok di Indonesia jika diukur dengan pendapatan masyarakat Jepang, sampai dengan harga Rp 100 ribu pun masih dapat dibilang murah. Sementara harga rokok sebesar Rp 20 ribu bagi masyarakat Indonesia sudah termasuk mahal, karena pendapatannya tidak sebesar di Jepang, dan daya belinya pun rendah. Dari segi pendapatan saja sudah jauh berbeda. Belum lagi kita bicara soal kelas-kelas dalam masyarakat kita, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan upah minimum yang sesuai.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea Cukai, Deni Surjantoro pernah mengatakan, harga rokok secara nominal absolut memang murah. Namun, dengan mempertimbangkan daya beli, harga rokok di Indonesia sudah mahal.

Apa yang dikatakan oleh Deni Surjantoro lebih rasional. Perbandingan harga rokok di Indonesia dengan negara-negara lain tidak bisa disamakan. Sebab kita harus menghitung kurs mata uang negara kita yang berbeda dengan negara lain. Belum lagi persoalan hitungan daya beli masyarakat di Indonesia yang juga berbeda.

rokok

Gerakan harga rokok harus mahal ini perlu ditakar ulang. Ada hal-hal yang dibawa dari gerakan ini. Hal seperti pembatasan dan pengendalian tembakau agar diterapkan di Indonesia. Dengan dalih tembakau tak baik untuk kesehatan, tembakau memiskinkan masyarakat, dan lain sebagainya. Maka produk tembakau harus dibatasi dan kalau perlu dilarang keberadaannya di negeri ini. Jika anda ingin merasakan tembakau yang sehat, maka belilah produk-produk alternatif tembakau ciptaan industri kesehatan.

Sampai di sini, sudah sedikit jelas, ada agenda yang dibawa dibalik gerakan harga rokok harus mahal. Anda mau percaya begitu saja dan tetap menerima putusan bahwa harga rokok sepatutnya mahal? Saya rasa sih, tidak!   

bungkus rokok

Hukum Merokok di Bulan Ramadan, Apakah Merokok Membatalkan Puasa?

Kita tahu selama berpuasa di bulan Ramadan, makan dan minum adalah dua perkara yang membatalkan puasa. Tapi, bagaimana dengan merokok? Sejumlah ulama bersepakat apabila merokok merupakan aktivitas yang juga membatalkan puasa.

 rokok

Seorang ahli agama asal Dubai, Dr Ali Ahmed Mashael menyatakan bahwa merokok dapat membatalkan puasa apabila asap rokok masuk ke dalam kerongkongan dan berbagai zat yang ada di dalamnya masuk ke dalam perut. Padahal dalam Al-Quran sudah jelas disebutkan bahwa segala hal yang masuk ke dalam mulut dan masuk ke perut akan membatalkan puasa. Tidak terkecuali merokok.

bungkus rokok

Meskipun asap rokok bukan makanan yang mengeyangkan, para ulama sepakat bahwa merokok adalah suatu perkara yang bisa membatalkan puasa.

rokok

Kalau memang ada seorang perokok berat dan tidak bisa menahan diri untuk merokok, disarankan agar berniat dengan sungguh-sungguh bahwa ia sedang berpuasa dan tidak merokok selama terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

bungkus rokok

Sirih, Tembakau, dan Rokok bagi Kehidupan Orang Dayak

Bagi orang Dayak sirih, tembakau, dan rokok menduduki peran ritual masyarakat yang penting. Ketiganya dipadu bersama kapur sirih serta dipercaya mempunyai fungsi untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

bungkus rokok

Kemunculan tembakau dalam konteks terkait sirih, terlihat dari terus digunakannya sirih sebagai obat, dan tembakau yang baru dikenal belakangan ditambahkan sebagai bahan baru. Begitu pula ketika rokok mulai dikenal orang Dayak.

rokok

Dalam ritual yang berkaitan dengan kematian, tembakau dan sirih digunakan dengan cara yang sama, dan bisa saling mengantikan, dalam bentuk sesajen kepada orang mati atau yang sedang menjelang ajal.

Di akhir abad 19, sebagaimana ditulis H. L. Roth dan H. B. Low dalam The Natives of Serawak and British North Borneo, sirih dan rokok dijadikan persembahan bagi orang mati. Benda-benda itu dikuburkan bersama beras serta mayat seorang yang telah mati sebagai simbol kehidupan si mati telah terbekati.

rokok klobot

Pada masa setelahnya, di mana Belanda mulai membuka perkebunan di Kalimantan, upah bagi pekerja juga berupa gulungan tembakau. Pemberiann sesajen dan upah dalam kehidupan masyarakat Dayak didasarkan pada bahwa benda-benda tersebut terbukti bermanfaat bagi kehidupan.

bungkus rokok

Promosi Rokok Bal Tiga yang Menginovasi Periklanan Indonesia

Dalam dunia prekretekan, rasanya tak ada yang bisa menyangkal peran beran seorang Nitisemito. Sejarah mencatat, pada 1938, usaha kretek Nitisemito berkembang menjadi yang terbesar di Indonesia, dengan tenaga kerja 10.000 dan mampu memproduksi 10 juta batang per hari. Rokok merek Bal Tiga Juga dipasarkan di seluruh kota di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, bahkan ke negeri Belanda.

bungkus rokok nitisemito

Nitisemito dikenal sebagai orang yang kreatif dalam mempromosikan dan memasarkan produknya. Suatu kali, misalnya, ia menyediakan berbagai macam hadiah menarik. Caranya dengan menukarkan sejumlah tertentu pembungkus rokok hasil produksinya. Hadiah-hadiah yang disediakan benar-benar beraneka warna. Mulai dari gelas, piring, cangkir, sampai arloji, sepeda, jam tembok, dan lain sebagainya. Di samping itu ia juga mengerahkan sejumlah mobil untuk keperluan promosi sekaligus untuk menerima penukaran pembungkus rokok dengan hadiah-hadiah yang disediakan.

rokok

Setiap ada pasar malam di berbagai daerah, Nitisemito juga tidak ketinggalan ikut serta meramaikannya dengan membuka stan. Masih dalam rangka promosi, ia juga menyelenggarakan pertunjukkan sandiwara keliling, yang dipakai untuk menyelipkan promosi hasil produksinya.

Bahkan, ia menyewa pesawat terbang Fokker dengan 200 gulden untuk mempromosikan rokoknya untuk menyebarkan pamflet di daerah Bandung dan Jakarta. Hal itu membuat geger dan tiada henti menjadi buah bibir di tengah masyarakat karena dianggap perbuatan yang tidak biasa.

bungkus rokok

Jauh sebelum ada upaya-upaya promosi kreatif yang banyak dilakukan oleh perusahaan rokok sekarang, Nitisemito sudah lebih dulu melakukannya. Maka, rasanya tak berlebihan jika menyebut Nitisemito dengan model promosinya sebagai salah satu pelopor inovasi periklanan rokok Indonesia.

bungkus rokok

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok Perlu Pertimbangkan Perekonomian Masyarakat

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor diminta untuk berhati-hati dalam menerapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan menyusun perubahannya. Perda KTR di Bogor dinilai menimbulkan dampak pada aspek sosial dan ekonomi.

bungkus rokok

Peringatan itu disampaikan Bhima Yudhistira Adhinegara, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Menurutnya, Perda KTR yang tidak bijaksana akan berimbas langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan tenaga kerja.

“Rata-rata ritel kecil seperti kelontong yang sangat berpengaruh pada penjualan rokok. Kalau sedikit saja kebijakan berpengaruh pada rokok, mereka akan terkena dampaknya dan dapat meningkatkan angka kemiskinan,” kata Bhima seperti dikutip merdeka.com.

rokok

Saat ini, Perda KTR Nomor 12 Tahun 2009 sedang dibahas di DPRD Kota Bogor. Revisi tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Revisi tersebut diharapkan Bhima Pemkot dan DPRD Kota Bogor memikirkan nasib para pedagang ritel kecil.

“Peraturan yang dibuat janganlah melarang, tetapi harus memberikan solusi bagi mereka yang saat ini menggantungkan hidupnya dari industri rokok. Setiap kebijakan yang berpengaruh terhadap ekonomi, apalagi rakyat kecil harus ada komunikasi intensif,” tegasnya.

bungkus rokok

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Forum Silahturami Pedagang Pasar Bogor, Anam Nasution. Dia mengaku tak setuju dengan rencana larangan pemajangan dan penjualan rokok di pasar tradisional.

“Kalau untuk tidak merokok, saya setuju. Tapi kalau tidak memajang atau menjual, akan ada aktivitas ekonomi yang terpengaruh besar,” katanya.

Kemendagri pun sempat angkat bicara terkait ini. Kurniasih, yang menjabat Direktur Produk hukum Daerah Kementerian Dalam Negeri, mengakui beberapa daerah yang membuat regulasi tanpa mengacu peraturan di atasnya.

“Perda KTR perlu disikapi dengan bijak. Penyelarasan antara aturan yang lebih tinggi dan keinginan daerah untuk mengatur perlu dilakukan. Sehingga, hubungan pusat dan daerah berjalan selaras,” katanya.

rokok

Omahtingwe.com, Website Khusus Jual Beli Rokok Lintingan

Tumbuhnya industri hasil tembakau di Indonesia membuat tuntutan untuk memproduksi rokok dengan teknologi modern berkembang pesat. Namun, perkembangan tersebut tidak otomatis menyingkirkan keberadaan penggemar rokok tingwe (linting dewe).

tingwe

Salah satu rujukan untuk memenuhi kebutuhan asupan bahan baku rokok tingwe tersebut ialah di omahtingwe.com. Situs ini memberikan kesempatan bagi penggemar tingwe untuk melakukan transaksi jual beli secara online.

orang merokok

Di sana tersedia tembakau rokok dari berbagai daerah, papir, filter, oslog atau rolan, lem. Juga cengkeh dan saos. Selain itu berbagai assesoris seperti tempat rokok, korek, pipa juga disediakan oleh pelapak.

rokok tingwe

Sebagai perbandingan satu paket starter kit dijual dengan harga Rp 20 ribu. Di sana telah tersedia 1 bungkus tembakau, 1 bungkus papir, 1 bungkus filter, 1 buah oglog atau rolan, dan 1 buah lem. Dengan harga yang sama dengan satu bungkus rokok, para pengemar rokok tingwe telah bisa merokok tingwe dengan nikmat.

bungkus rokok

Aturan Merokok selama di Bandara dan Pesawat

Kejadian seperti Iwan Limau, penumpang Citilink dengan nomer penerbangan QG 165 tujuan Jakarta-Denpasar, yang terpaksa diturunkan karena kedapatan merokok saat hendak naik pesawat semoga tidak pernah Anda alami.

Petugas keamanan Bandara Halim Perdanakusuma yang mengamati Iwan sejak di boarding gate hingga saat naik di tangga pesawat, melihatnya sedang merokok. Padahal area tersebut adalah daerah steril dari rokok.

“Jadi begitu memasuki air site, wilayah yang dipagari di bandara, terus tempat boarding, mau naik ke gardarata, itu sama sekali nggak boleh merokok, itu ancaman penerbangan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, seperti dikutip detik.com.

rokok

Menurutnya, merokok di area yang disebutkan di atas merupakan pelanggaran atas aturan. “Di bandara, tempat merokok sudah disediakan,” terangnya.

Iwan barangkali tidak tahu, ketika dia merokok bersamaan dengan pesawat sedang mengisi avtur, dan posisinya yang dekat dengan mesin pesawat terbang merupakan ancaman bagi keselamatan dan keamanan penerbangan.

rokok

Sebagai seorang perokok seharusnya memang paham dan sadar dengan aturan merokok di berbagai tempat umum, utamanya di bandara yang memang menerapkan aturan ketat.

Di bandara, untuk merokok, seorang perokok harus merokok di smoking room yang memang disediakan. Bandara sudah menyediakan smoking room yang bisa digunakan. Beberapa bandara bahkan melengkapi fasilitas smoking room-nya dengan fasilitas yang cukup nyaman.

smoking room

Nah, apabila sudah berada di kabin, perokok harus bisa menahan untuk merokok. Selama penerbangan, penumpang memang tidak diperkenankan untuk merokok. Hal tersebut bukan untuk mengekang, melainkan memang untuk keamanan.

Intinya, silakan merokok, tapi tetap harus paham aturan.

bungkus rokok

Tentang Iklan Rokok yang Selalu Kreatif

Boleh dibilang, dari semua iklan produk yang tayang di televisi, iklan rokok adalah salah satu iklan yang paling menarik dan kreatif. Maklum saja, rokok adalah produk yang dalam iklannya selalu penuh dengan aturan.

bungkus rokok

Seperti diketahui, Iklan rokok tidak boleh menampilkan wujud rokok, mencantumkan nama produk sebagai rokok, atau menyarankan rokok. Itulah sebabnya, iklan-iklan rokok selalu dibuat semenarik, sekreatif mungkin, dan sebagus mungkin, agar pesan iklannya bisa tetap sampai kepada pemirsa tanpa harus mencantumkan gambar produk rokoknya.

rokok

Di tahun 90an, misalnya, kita mungkin masih ingat dengan iklan Bentoel yang bertajuk “I Love The Blue of Indonesia”. Iklan bentoel ini sama sekali tidak menampilkan gambar rokok, tapi justru menampilkan keindahan alam dan budaya Indonesia. Iklan ini bahkan konon pernah terpilih sebagai salah satu iklan terbaik di masanya.

Kalau di jaman sekarang, kita mungkin terbiasa dengan tagline-tagline iklan rokok, misal “Nggak ada Loe nggak rame!”, atau “Buktikan merahmu”, atau mungkin “Pria Punya Selera”.

Nah, kalau mau mundur ke belakang, masih banyak sekali tagline-tagline yang cukup melekat di benak pemirsa, seperti “Musikku keras, kopiku kental, rokokku mantap”, “Bikin hidup lebih hidup”, atau “Bukan basa basi”.

rokok

Selain menggunakan tagline, Iklan rokok juga dituntut untuk kreatif dalam menonjolkan brand terutama lewat narasi. Itulah kenapa kemudian ada produk rokok yang membuat iklan dalam versi cerita bersambung, misal Djarum 76 yang membuat iklan versi Jin: “Kuberi satu permintaan”.

Iklan-iklan naratif dan kreatif ini terbukti cukup ampuh untuk menanam citra brand kepada para pemirsa.

bungkus rokok

Jadilah Perokok Bijak: Jangan Merokok Sambil Berkendara

Merokok sambil berkendara kata sebagian orang mampu mengatasi rasa bosan saat macet. Sebagian orang lagi beranggapan bahwa merokok bisa menyingkirkan rasa kantuk. Tapi apa pun alasannya, bila kamu termasuk perokok bijak maka jangan sekali-kali merokok sambil berkendara.

orang merokok

Merokok sambil berkendara bisa membahayakan karena menurunkan konsentrasi ketika mengemudi. Sebab tak mungkin juga orang melakukan dua hal secara bersamaan dengan fokus bila otak mereka masih satu buah. Itulah sebabnya Anda perlu menahan rasa bosan selagi menghadapi kemacetan lalu lintas. Nah, jika tak tahan, mulut kecut dan sebagainya, maka menepilah dan merokoklah di ruang terbuka dan syukur-syukur kalau di bawah pohon yang sejuk.

rokok

Apabila Anda terserang kantuk selagi berkendara sudah barang tentu merokok bukan pilihan yang tepat untuk menyingkirkan rasa kantuk. Terlebih Anda sedang mengemudi. Kenapa? Karena daya konsentrasi Anda bisa anjlok. Maka pilihan yang terbaik adalah menepi dan sedikit goyang-goyangkan badan. Nah di saat itu pula adalah saat-saat yang tepat untuk merokok dengan relaks.

bungkus rokok

Tetapi argumentasi paling kuat mengapa merokok sambil berkendara tak cocok dilakukan adalah karena di jalan tidak ada asbak atau tempat sampah. Sebagai perokok yang peduli dengan kebersihan maka sudah barang tentu aktivitas merokok sambil berkendara sama sekali tidak perlu dilakukan.

Anda cukup bersabar saja untuk mencapai tujuan dan mencari tempat khusus merokok, kemudian nikmati sebatang atau dua batang rokok dengan santai.