bungkus rokok

Kisah Lucu dari Pesantren: Nikmatnya Join Rokok Kiai

Di sebuah pesantren, santri tidak diperkenankan merokok. Kiai pengasuh pesantren tidak segan-segan menjatuhkan hukuman bagi santri bandel yang memaksakan diri merokok di area pesantren.

Beberapa santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari. Di hari gelap itu, di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecil atau di tempat jemuran pakaian para santri biasanya mencuri kesempatan untuk merokok.

bungkus rokok

bungkus rokok

Suatu malam, seorang santri ingin mencuri kesempatan untuk merokok. Dia bergegas ke kebun belimbing. Sebagaimana malam-malam sebelumnya, bila kebetulan dia kehabisan rokok, dengan mudah dia meminta rokok ke teman-temannya yang merokok. Dia samperin sebuah nyala api kecil di dekat pohon belimbing.

“Kang, join rokoknya ya…” katanya kepada seorang yang didekatinya itu.
Temannya itu, langsung memberikan rokok kepadanya.

Santri menerimanya seolah sedang beruntung mendapatkan hadiah. “Alhamdulillah, nikmatnya…” katanya, dan diteruskan isapan rokoknya

bungkus rokok

bungkus rokok

Bara rokok makin membesar ketika isapan selanjutnya. Sampai wajah seorang yang dimintai rokok terlihat secara samar-samar. Ternyata, yang dia mintai rokok adalah kiainya sendiri.

Santri kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur. Lari tunggal langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya.

Sang kiai yang merasa rokoknya dibawa kabur, segera berteriak, ”Hei, rokok saya jangan dibawa. Itu tinggal satu-satunya!”

bungkus rokok

Bea Cukai KEPRI Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal

Langkah pemusnahan dan pemberantasan produk rokok ilegal kembali dilakukan oleh jajaran Direktorat Jenderal Bea Cukai. Kali ini jajaran DJBC Kepulauan Riau melakukan tugasnya. Sebanyak 12.249 botol dan 13.848 kaleng minuman keras, serta 1.454.506 batang rokok ilegal hasil penindakan dari barang-barang ilegal tak bercukai dan tak terdaftar.

cukai rokok

Tugas dan Fungsi DJBC pada tahun ini relatif cukup berat, mengingat peredaran rokok dan minuman tak bercukai banyak sekali di pasaran, selain itu target penerimaan pajak cukai semakin tinggi. Kedua produk ini; rokok dan minuman keras resmi adalah salah satu produk andalan mendapatkan pajak dalam jumlah tinggi tiap tahunnya. Khususnya rokok, di tahun 2018 hasil cukai rokok digunakan Pemerintah untuk menutup biaya defisit BPJS Kesehatan.

rokok

Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus KEPRI, Agus Yulianto mengatakan, barang bukti tersebut merupakan hasil penindakan selama periode tahun 2018 dan 2019. “Barang bukti ini merupakan hasil penindakan jajaran DJBC pada periode 2018 dan 2019. Di mana masing-masing terdapat 1.454.506 batang rokok dan 12.294 botol dan 13.848 kaleng miras,” ujarnya seusai acara pemusnahan di Kanwil DJBC khusus Kepri, Rabu (13/2/) sore.

Pemusnahan barang ilegal ini dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk botol dan kaleng minuman keras. Sedangkan pemusnahan rokok ilegal dilakukan dengan cara dibakar. Pemusnahan seluruh barang bukti ini dilakukan lengkap dengan jajaran TNI, Polri dan juga satpol PP.

rokok

Penindakan barang-barang illegal tak bercukai ini akan terus dilakukan jajaran DJBC di seluruh Indonesia. Hal ini perlu, karena maraknya peredaran barang-barang illegal. Tentu saja kinerja DJBC ini akan lebih efektif dengan bantuan dari masyarakat sekitar yang aktif melaporkan tindakan mencurigakan.

bungkus-rokok

Dampak Rokok Ilegal Terhadap Penerimaan Negara

Tahun 2019 ini, Pemerintah secara resmi menetapkan tidak menaikkan tarif cukai rokok. Kendati demikian, target penerimaan dari sektor cukai ini dinaikkan menjadi sebesar Rp158,8 triliun. Hal tersebut tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi Direktorat Bea Cukai.

Salah satu cara yang wajib dilakukan untuk mencapai target penerimaan cukai ketika tarif cukai tidak naik tentu saja adalah dengan mengawasi secara maksimal peredaran rokok ilegal.

cukai rokok

Rokok ilegal di sini adalah rokok yang tak dilengakapi pita cukai resmi. Ada pula rokok yang dipalsukan mereknya, sehingga seolah-olah terlihat asli/legal padahal palsu alias illegal. Akademisi sekaligus Ketua Program Studi Magister Manajemen FE Universitas Muria Kudus, Dr. Joko Utomo berpendapat, peredaran rokok ilegal yang beredar di masyarakat cukup beragam modusnya antara lain rokok polos, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas, maupun dilekati pita cukai yang salah atau tidak sesuai dengan peruntukannya.

cukai rokok

Direktorat Bea Cukai dan dibantu jajaran terkait kini rutin mengadakan operasi pemberantasan produk ilegal. Dengan dibantu dari informasi masyarakat-masyarakat, operasi ini berlangsung efektif. Di Kudus misalnya, pihak Bea Cukai banyak menemukan rokok-rokok ilegal yang masih beredar di pasaran.

“Keberadaan rokok dan cukai palsu tersebut sangat merugikan industri rokok legal, serta penerimaan negara khususnya pendapatan cukai rokok. Sementara pengawasan peredaran rokok illegal jangan hanya diserahkan oleh pemerintah, namun ini adalah tanggung jawab kita semua baik stakeholder maupun masyarakat. Mari kita sama-sama mengawasi peredaran rokok illegal yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai yang akan dinikmati oleh warga dan masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah sebagai sentra produksi rokok”, ujarnya saat ditanyai pendapat soal dampak rokok illegal di Indonesia.

bungkus-rokok

Penerimaan cukai yang cukup besar memerlukan kontribusi aktif semua pihak. Tak hanya dari kalangan Bea cukai, satpol pp, namun juga masyarakat sekitar juga bisa berperan aktif. Begitu pun para pengusaha dan industri sigaret kretek, perlu untuk saling bahu membahu memberantas peredaran dan produksi rokok illegal. Jika semua dilakukan dengan rutin dan sama-sama berkontribusi aktif, target pendapatan cukai di tahun 2019 akan tercapai.

Semua ini demi keberlangsungan perekonomian dan pembangunan Negara. Hal ini penting karena sebagian besar APBN Negara disumbangkan cukup besar dari penerimaan pajak cukai rokok.

bungkus rokok

Plesetan Kepanjangan Merek Rokok yang Jadi Guyonan Anak Muda

Sepanjang berdirinya republik ini, dari masa ke masa, selalu ada guyonan yang membawa merk rokok. Entah siapa yang memulainya, namun dari masa ke masa, kepanjangan dari merek rokok selalu berhasil eksis pada jamannya. Dulu ada rokok putih bermerk KANSAS, yang punya kepanjangan Kami Anak Nakal Suatu Saat Akan Sadar. Rokok ini sekarang sudah tidak ada lagi.

Kendati demikian, seiring dengan banyak produk rokok yang beredar, guyonan tentang kepanjangan rokok ini pun rasanya tak pernah surut.

bungkus rokok

Wismilak contohnya, ia kepanjangan dari Wanita Manis Maminya Galak. Guyonan ini mengangkat soal lelaki yang tak berani bertemu Ibu dari wanita yang disukainya. Hmmm…

Ada pula merk rokok Bohem; Belaian Om-Om Emang lebih Ehem. Kalau ini jelas cerita soal lelaki bujang yang kalah bersaing mendapatkan hati wanita dengan lelaki yang berumur dan pantas disebut Om-Om.

Ada pula Djarum yang diplesetkan menjadi Duda dan Janda berbau Harum.   Atau versi lainnya yang lebih lengkap, Djarum Super: Jarang di Rumah Suka Pergi (yang kalau versi kasarnya, Suka Pergi diganti menjadi Suka Perek)

rokok

Sampoerna diartikan sebagai Salam dari Poejangga buat Ngana. Ini jelas kisah cinta yang berkisah romantis, berkirim surat, puisi dan segala macam berbau sastra.

Ada lagi merk rokok LA, salah satu produk yang digemari generasi milenial. LA dipanjangkan menjadi Lumayan Anjay!

bungkus rokok

Kemudian ada merek rokok kretek lawasan, Dji Sam Soe yang diplesetkan menjadi; Djijik Sama Kamu, Soe! Ini hampir sama seperti kepanjangan merk rokok LA, bernada ejekan.

Malboro juga tak luput dari guyonan ini. Ia diplesetkan menjadi Marah mulu, Santai Bro! Jelas ini ditujukan ke sesama rekan yang Sukanya marah-marah dan ngomong dengan nada tinggi.

Terakhir ada merk rokok Gudang Garam, dari kepanjangan Semanis Gula Seriang Gadis Remaja.

Guyonan ini akan terus berlanjut tiap masa. Selalu segar dan menarik untuk dinanti.

bungkus rokok

Mitos Tentang Perokok Pasif yang Sudah Sangat Usang

Apa itu perokok pasif? Jika anda googling, inilah penjelasan yang akan muncul di layer computer anda di baris atas sebelah kanan; Perokok pasif merupakan seseorang yang menghirup asap rokok dari perokok aktif. Paparan asap rokok dapat menyebabkan penyakit serius hingga kematian. Dampak dari asap rokok menjadi pembahasan serius oleh para ilmuwan.

rokok

Coba anda buka dan telusuri, pada halaman penjelasan menyoal perokok pasif, terdapat banyak sekali keanehan, khususnya soal hasil-hasil riset tentang bahaya perokok pasif. Bahaya perokok pasif mulai didengungkan sekitar tahun 70-an, yang memulainya adalah Amerika Serikat. Pada 1972 isu perokok pasif dianggap merusak kesehatan pertama kali dibahas.

orang merokok

Selanjutnya dalam Surgeon General Report United States, isu ini dibahas lagi berturut-turut pada tahun 1979, 1982, dan 1984. Kemudian pada 1992, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) merilis hasil penelitian yang menyatakan bahwa menjadi perokok pasif sangat berbahaya bagi kesehatan. Hasil riset mereka menyatakan bahwa para perokok pasif mempunyai resiko terkena kanker paru-paru.

bungkus rokok

Riset tersebut bertahan hanya 3 tahun saja karena ada riset terbaru yang dikeluarkan oleh Congressional Research Service (CRS). Hasil riset ini melewati penelitian panjang selama 20 bulan, yang dilakukan secara kritis dan mendalam. Hasil riset ini berhasil membantah asumsi dan simpulan yang dikeluarkan EPA terkait perokok pasif. Bulan November 1995 riset itu dikeluarkan dan berhasil membantah riset EPA. Selanjutnya pada 1998, hakim federal memenangkan hasil riset CRS dan membatalkan berlakunya hasil riset EPA. Isinya adalah perokok pasif tak terkena resiko kanker paru-paru akibat paparan asap rokok dari perokok aktif.

rokok

Kendati demikian, isu tentang rokok pasif ini masih saja beredar dengan bebas tidak sesuai dengan riset yang baru. Beberapa bahkan banyak yang meyakini bahwa perokok pasif punya potensi yang jauh lebih besar terkena kanker ketimbang perokok aktif.

Perokok dan non perokok sama-sama berpotensi terkena resiko suatu penyakit. Bukan hanya disebabkan dari rokok, tapi juga asap kendaraan bermotor, asap pabrik-pabrik, polusi udara, pola makan, dsb.

bungkus rokok

Rokok Elektrik yang Mengancam Eksistensi Rokok Kretek

Era globalisasi yang penuh dengan inovasi teknologi mau tak mau memang mengancam produk-produk konvensional. Salah satunya adalah rokok kretek. Keberadaa rokok konvensional ini semakin terancam karena munculnya rokok elektrik.

Tak bisa dimungkiri bahwa kehadiran rokok elektrik seperti vape di Indonesia memang erat kaitannya dengan usaha mematikan produk kretek Indonesia.

bungkus rokok

Hal tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2010. Saat itu marak aturan-aturan dan kampanye pengendalian tembakau melalui kementerian kesehatan dalam UU kesehatan no 36 tahun 2009. Kampanye tersebut salah satunya adalah menawarkan produk alternatif menyehatkan dengan rokok elektrik. Kampanye ini getol disuarakan oleh organisasi kesehatan oleh Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik. Rokok elektrik dianggap produk aman untuk dikonsumsi dan lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional.

Nyatanya, rokok elektrik tak sepenuhnya menyehatkan. Sudah banyak lembaga penelitian yang menganggap bahwa rokok elektrik punya dampak yang buruk untuk kesehatan.

rokok

The New England Journal of Medicine misalnya, pernah mempublikasikan bahwa rokok elektrik melepaskan formaldehida. Zat tersebut bisa menjadi penyebab kanker (karsinogen) ketika dipanaskan dengan baterai yang diatur pada tegangan tinggi.

Di Amerika Serikat, Departemen Kesehatan Masyarakat California malah sudah merilis sebuah laporan yang menyatakan rokok elektrik merupakan ancaman bagi kesehatan dan menyerukan regulasi terhadapnya.

Kendati demikian, peredaran rokok elektrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang masif. Orang-orang mulai banyak menggunakan rokok elektrik alih-alih rokok kretek yang notabene merupakan produk asli Indonesia.

rokok

Hal ini tentu sangat berbahaya bagi industri tembakau dan cengkeh tanah air. Maklum saja, rokok kretek merupakan salah satu industri yang mampu menopang ekonomi dan memberikan banyak lapangan pekerjaan.

Hadirnya rokok elektrik mau tak mau memang menggerus keberadaan rokok kretek.

Entah kelak siapa yang bakal menang, namun yang jelas, tentu kita semua berharap industri rokok kreteklah yang bertahan. Sebab, bagaimanapun, rokok kretek merupakan industri strategis yang mampu mengoptimalkan potensi komoditi pertanian (tembakau dan cengkeh) serta memberikan lapangan pekerjaan bagi lebih dari 6 juta orang.

bungkus rokok

Ironi Industri Rokok: Penyerap Tenaga Kerja Terbesar Tapi Pabriknya Terus Berkurang

Industri rokok di Indonesia adalah salah satu Industri yang mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang besar. Banyak dari pekerja di Industri ini adalah mereka-mereka yang tak mempunyai ijazah. Industri ini menyerap lebih dari 5 juta tenaga kerja, mulai petani, pekerja pelinting, sampai pedagang rokok.

bungkus rokok

Namun ironis, industri yang sangat strategis dalam menyrap banyak tenaga kerja ini justru kerap mendapatkan tekanan.

Tiap tahunnya cukai rokok selalu dinaikkan oleh Pemerintah, hal tersebut berimbas pada makin turunnya jumlah pabrik rokok di Indonesia. Tahun 2017 saja, dari data Bea Cukai, jumlah pabrik rokok di Indonesia kini hanya tersisa sekitar 776 pabrik.

“Pada 2017 menurut data Bea dan Cukai pabrik rokok ada 776, kalau data kami 493 pabrik. Bayangin saja itu dari tadinya 1.000-an pabrik,” kata Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Perekonomian, Atong Soekirman.

rokok

Regulasi yang ketat, termasuk salah satunya tentang luas pabrik, mau tak mau memang membuat banyak pabrik-pabrik rokok kecil dan menengah gulung tikar.

“Untuk pabrik, beberapa seperti SKM (Sigaret Kretek Mesin) sama SPM (Sigaret Putih Mesin) dia masih bisa survive,” ujar Atong.

Padahal seperti kita ketahui, pabrik-pabrik rokok skala kecil dan menengah umumnya adalah pabrik yang memproduksi sigaret kretek tangan.

rokok tingwe

Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah strategis, maka kehancuran industri kretek kecil dan menengah hanya tinggal menunggu waktu.

bungkus rokok

Industri Rokok Kecil Kini Tak Wajib Bermitra Dengan Perusahaan Besar

Setelah beberapa waktu yang lalu Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang tidak naiknya tarif cukai rokok di tahun 2019, kini pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan yang  yang yang dinilai pro pada Industri rokok kecil dan menengah di Indonesia.

rokok

Pemerintah secara resmi merelaksasi industri rokok skala kecil dan menengah untuk masuk dalam Daftar Negatif Investasi (DNI). Nantinya, industri rokok tersebut tak lagi diwajibkan bermitra dengan industri rokok skala besar.

Kebijakan ini dikeluarkan karena banyaknya industri rokok skala kecil dan menengah di Indonesia yang hidup segan mati tak mau. Kembang kempis. Sedangkan Industri rokok besar terus berekspansi dan berkembang semakin besar. Atas dasar tersebut Kementrian Perindustrian mendorong tumbuhnya industri rokok skala kecil dan menengah di Indonesia.

bungkus rokok

Sebelumnya dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2016, investasi industri rokok kecil dan menengah (IKM) diwajibkan bermitra dengan industri rokok skala besar.

Dalam DNI yang telah direvisi, industri rokok kretek, rokok putih, dan rokok lainnya masuk dalam kategori industri yang bisa masuk asing maupun domestik. Artinya, tak hanya investor asing yang bisa masuk ke industri ini, tapi juga bisa oleh investor dalam negeri.

rokok

“Jadi rokok ini terbuka untuk PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri),” kata Airlangga Hartanto, Menteri Perindustrian Republik Indonesia.

Melalui kebijakan ini diharapkan Industri rokok skala kecil mampu berkembang dengan optimal dan mampu mendorong tumbuhnya industri-industri rokok baru di Indonesia.

bungkus rokok

Pemkab Tuban Mendapatkan Pemasukan 16 Miliar dari Rokok

Pabrik rokok, selain ikut membantu mengurangi tingkat pengangguran dengan membuka lapangan kerja bagi banyak orang, juga bisa memberikan pemasukan kepada pemerintah kota melalui dana bagi hasil cukai tembakau.

rokok

Beberapa kota yang mempunyai pabrik rokok atau punya sentra industri sektor tembakau bisa merasakan betul pemasukan ini.

Dari segelintir kota, Tuban menjadi salah satu daerah yang ikut merasakan kucuran dana bagi hasil cukai tembakau ini.

bungkus rokok

Tahun 2017 kemarin, Pemerintah Kabupaten Tuban mendapatkan pembagian Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) dari Pemerintah Pusat. Tak tanggung-tanggung, berdasarkan informasi dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tuban, Bapak Sunarto, jumlah dana bagi hasil ini mencapai 16 miliar rupiah.

Hampir separuh dana dana bagi hasil tersebut dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk program kesehatan dan pembangunan.

Tuban memang punya dua Pabrik rokok, yaitu pabrik rokok di Desa Pakah, Kecamatan Semanding dan di Desa Sugiwaras, Kecamatan Jemu.

rokok

Bapak Sunarto berharap seluruh pihak stake holder pertembakauan di Kabupaten Tuban mampu membantu memerangi peredaran rokok ilegal. Peredaran rokok tanpa pita cukai harus diberantas agar pemasukan bagi daerah bisa tinggi. Dia pun berharap produsen rokok juga harus melegalkan produksi rokoknya dengan mendaftarkan pada bea cukai. Hal tersebut demi berlangsungnya pembangunan di Kabupaten Tuban.

bungkus rokok

Tren Kotak Rokok dengan Isi Minimalis

Salah satu alasan orang membeli kotak rokok adalah agar ia bisa memindahan rokok-rokoknya dari bungkus rokok ke kotak rokok yang biasanya tahan gencet dengan kapasitas rokok yang lebih besar.

rokok

Jika bungkus rokok umumnya hanya menampung antara 12-18 batang rokok, kotak rokok kerap bisa menampung lebih banyak.

bungkus rokok

Namun, ada satu tren unik di beberapa negara, di mana orang-orang banyak yang membeli kotak rokok dengan kapasitas rokok yang sangat sedikit, yakni antara 2-3 batang rokok saja.

Tren tersebut terihat di beberapa marketplace luar seperti Etsy, di mana mulai banyak dijual kotak rokok (yang bahkan bentuknya bukan kotak) dengan kapasitas hanya 2-3 batang saja.

kotak rokok

kotak rokok

Kotak-kotak rokok ini umumnya terbuat dari rosewood, walnut, wood burl, dan silkwood.

Tak tanggung-tanggung, harga jual kotak rokok ini ternyata cukup mahal, satu kotak dibanderol antara $100 sampai $150 atau sekitar 1,4 sampai 2 juta rupiah. Harga yang tentu saja sanat mahal untuk ukuran kotak rokok dengan kapasitas hanya 3 batang.

kotak rokok

Tapi yah, namanya juga bisnis, kalau sudah suka, siapa yang bisa menolak?

Apakah kamu tertarik untuk menggunakan kotak rokok ini?