bungkus rokok

Anggota Dewan Minta Pemerintah Berhenti Menaikkan Tarif Cukai Rokok

Polemik mengenai kenaikan cukai rokok kembali mencuat. Kali ini, suara penolakan disampaikan oleh anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Harjo Soekartono. Penolakan itu ia sampaikan secara terbuka kepada wartawan saat sedang berkunjung ke salah satu pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Karyadibya Mahardika Surabaya di Rungkut Industri Surabaya.

bungkus rokok

Menurutnya, jumlah total pajak cukai, ppn, dan pajak daerah sudah mendekati 70% dari total harga rokok itu sendiri. Dengan harga rokok yang semakin mahal, maka daya beli masyarakat terhadap rokok semakin menurun. Jumlah pajak dari rokok pun juga akan menurun.

Cukai rokok di tahun ini naik 10,04% dibanding tahun lalu. Bambang meminta agar pemerintah tidak lagi menaikkan cukai rokok karena setiap kenaikan cukai selalu berimbas terhadap kelangsungan perusahaan. Imbas lanjutannya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap banyak karyawan karena industri rokok adalah industri padat karya. Jika sudah begitu, maka akan terjadi multiplier effect, kegiatan atau usaha di sekitar industri rokok juga akan terdampak.

cukai rokok

Bambang mengaku prihatin terhadap permasalahan ini karena jumlah PHK buruh rokok setiap tahun selalu terjadi akibat kebijakan pemerintah. “Industri rokok ilegal sudah mati. Yang legal pun mengalami penurunan (PHK) terutama yg Sigaret Kretek Tangan (SKT). Di 2018 ini jumlah buruh rokok sudah turun 5% dibanding 2017. Terus siapa yang mau menerima pengangguran ini,” lanjut Bambang.

rokok

Sektor industri ini mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia. Hampir 7 juta orang bergantung hidupnya dari rokok. Jika harga cukai rokok kembali dinaikkan, maka akan ada banyak orang akan menjadi penggangguran karena kehilangan pekerjaan.

rokok

15% UMKM kita adalah penjual rokok, belum lagi pengusaha kos, penjual makanan, dan lain-lain. Berapa juta rakyat Indonesia yang harus kehilangan pekerjaan gara-gara itu” kata Bambang.

UMKM merupakan usaha yang tahan terhadap krisis. Salah satu jenis usaha yang sanggup bertahan melewati badai krisis ekonomi saat itu hanyalah industri kretek.

Maka, akan sangat merugikan pemerintah, jika kebijakan kenaikkan cukai rokok ini diterapkan.

bungkus rokok

Di Balik Isu Murahnya Harga Rokok di Indonesia

Tiap akhir tahun, isu tentang murahnya harga rokok selalu diembuskan oleh para kelompok anti-rokok. Isu ini selalu dibarengi dengan kebijakan soal harga cukai rokok yang selalu diulang-ulang terus tiap tahun. Dan anehnya lagi, harga rokok selalu naik tiap tahunnya tanpa diimbangi dengan naiknya pendapatan.

rokok

Harga rokok yang terlalu murah akan mengakibatkan anak-anak merokok, hal yang memicu munculnya perokok pemula yang akan merusak generasi penerus kita. Benarkah hal ini? Soal perokok pemula dan anak-anak yang merokok selalu diangkat terus oleh kelompok anti-rokok karena murahnya harga rokok. Isu yang sangat tak rasional jika itu alasan utama kampanye yang diangkat adalah harga rokok harus mahal.

Mari kita lihat satu-per-satu. Menyoal anak-anak dan perokok pemula bisa dicegah dengan adanya edukasi dari ketiga belah pihak: Pemerintah, pedagang, dan orangtua. Rokok adalah salah satu produk yang penjualannya diperuntukkan jelas-jelas untuk orang yang berusia 18 tahun ke atas. Aturan ini sudah cukup jelas, tinggal aplikasi di lapangannya yang diperketat, misalnya dengan menampilkan KTP bagi para pembeli rokok. Untuk para pedagang rokok harus bersikap ketat dan selektif terhadap pembelinya. Para orangtua harus lebih sadar untuk tidak menyuruh anak-anaknya membeli rokok di warung atau toko. Sedangkan Pemerintah berperan untuk membuat UU atau peraturan yang mengawasi peredaran produk rokok untuk anak-anak di bawah umur.

Untuk hitung-hitungan ekonomi harga rokok, hal tersebut dapat dengan sangat mudah dibantah. Misalkan di Negara tetangga seperti Australia dan Singapura. Harga rokok di sana sangatlah mahal, tapi kalau kita lihat pendapatan harian masyarakatnya sangatlah jauh bila dibandingkan dengan pendapatan harian masyarakat Indonesia.

Sebagai pembanding, kita tengok kisah nyata dari Iqbal Aji Daryono yang pernah tinggal dan bekerja sebagai sopir di Perth, Australia. Di Australia, orang bekerja itu hitungan upahnya per jam. Misal di Perth saja, upah per jam rata-rata 20 dolar. Bisa lebih. Pekerjaan buruh paling kasar nilai upahnya segitu. Taruhlah orang bekerja setiap harinya 8 jam saja, dia sudah mendapatkan 160 dolar per hari. Sementara di Indonesia gaji rata-rata pekerja menengah tentu saja jauh di bawah itu.

Hal ini pernah dibahas secara rasional oleh Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea Cukai, Deni Surjantoro. Deni pernah mengatakan, harga rokok secara nominal absolut memang murah. Namun, dengan mempertimbangkan daya beli, harga rokok di Indonesia sudah mahal. Perbandingan harga rokok di Indonesia dengan negara-negara lain tidak bisa disamakan. Sebab kita harus menghitung kurs mata uang negara kita yang berbeda dengan negara lain. Belum lagi persoalan hitungan daya beli masyarakat di Indonesia yang juga berbeda ketimbang negara lain.

bungkus rokok

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo menyebut, harga rokok di Indonesia lebih mahal dibandingkan beberapa negara seperti Jepang, Korea, China, Hong Kong, Australia, Singapura, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam.

Penilaian ini berdasarkan indeks keterjangkauan yang diukur melalui rasio Price Relative to Income (PRI), rasio yang memperhitungkan faktor daya beli ke dalam analisa keterjangkauan harga.

Jika dibandingkan dengan harga dan hitung daya beli, harga rokok Indonesia relatif mahal dibandingkan negara-negara lainnya. Sebab itu, menurut Yustinus, industri rokok nasional akan terpuruk jika harganya kembali naik. Industri Hasil Tembakau saat ini sudah memasuki sunset industry. Ini akan berdampak dari hulu ke hilir, mulai dari petani, buruh, sampai pengasong. Ini harus dipikirkan.

rokok

Kenaikan harga rokok harus dipikir ulang, melihat tingkat pendapatan harian masyarakat Indonesia yang masih sangat kecil. Daya beli masyarakat yang kecil akan berpengaruh terhadap Industri ini. Jika ini dipaksakan, bukan tidak mungkin akan banyak terjadi PHK buruh sektor industri pertembakauan. Akan makin banyak penggangguran, sebab banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada industri ini. Semoga Pemerintah kita tidak gegabah dalam merumuskan kebijakannya kali ini.

petani tembakau

Pemerintah Harus Membina Produsen Rokok Rumahan

Salah satu Industri yang mampu bertahan di tengah badai krisis besar ekonomi global adalah Industri rokok. Ada banyak jumlah tenaga kerja yang diserap oleh Industri ini. Pemerintah harusnya tahu dan berterimakasih kepada Industri sektor pertembakauan ini.

rokok

Ada banyak jenis Industri rokok. Mulai dari Industri kecil, UKMK, hingga Industri besar. Mereka adalah Industri yang terdaftar dan resmi diakui keberadaannya. Ada pula Industri ‘ilegal’ dalam artian hidup dan berkontribusi pada masyarakat, namun keberadaannya tidak atau belum resmi diakui Negara.

Atas dasar inilah, perlu dilakukan pembinaan utamanya terhadap industri rokok kecil yang selama belum melampirkan pita cukai rokok.

Pemerintah sebagai institusi tertinggi wajib membina apa pun usaha kecil yang memang punya kontribusi ekonomi terhadap masyarakat, tak terkecuali rokok.

petani tembakau

Salah satu usaha pembinaan tersebut dicontohkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar.

Di Blitar, memang cukup banyak industri rokok rumahan yang belum dilengkapi cukai, karena itulah, pemerintah merasa perlu membina usaha tersebut agar taat aturan, salah satunya dengan pendampingan pengurusan administrasi tentang pajak dan cukai. Hal tersebut sekaligus untuk mengurangi peredaran rokok ilegal di wilayah kabupaten Blitar.

rokok dan kopi

Mujib, anggota Komisi II DPRD Kab. Blitar mengatakan, Rokok ini potensinya besar sekali, bila para pembuat rokok itu diberikan pembinaan dan pelatihan bagaimana membuat rokok yang benar, kami yakin akan mengangkat ekonomi kerakyatan.

Hal inilah yang harus terus kita kawal dan dukung. Pembinaan terhadap usaha-usaha kecil, usaha rumahan harus terus ada, karena berkontribusi terhadap masyarakat dan daerah sekitar. Kontribusi mereka juga sangat berpengaruh terhadap pemasukan Negara ini.

bungkus rokok

Usaha Pemerintah Melawan Aturan Bungkus Rokok Polos

Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau World Health Organization (WHO) atau lebih dikenal dengan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) adalah perjanjian internasional yang diadopsi pada Majelis Kesehatan Dunia pada tanggal 21 Mei 2003. Perjanjian ini berisi tentang pengaturan tembakau dan produk turunannya. Salah satu yang sedang digiatkan untuk dijalankan di tiap negara yang tergabung dalam WHO adalah penyeragaman aturan pada bungkus rokok yang disebut dengan plain packaging.

bungkus rokok

Kebijakan plain packaging ini mewajibkan kemasan rokok harus polos, tidak boleh ada warna, gambar, slogan, merk dan juga logo. Ukuran, bentuk dan warna dari kemasan rokok akan diseragamkan. Aturan ini digagas pertama kali oleh Australia pada 2012. Kebijakan plain packaging ini kemudian dibawa untuk dilaksanakan seluruh anggota WHO yang ikut tergabung dalam FCTC pada 2016 lalu.

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil rokok terbesar, tentu akan terkena imbasnya. Aturan ini jelas merugikan. Kebijakan plain packaging bertujuan untuk membatasi peredaran rokok di masyarakat. Kebijakan yang diasumsikan akan menekan jumlah perokok di semua negara yang tergabung dalam FCTC. Tentu saja, pemerintah menolak adanya kebijakan ini.

rokok

Indonesia tak sendirian berdiri menolak adanya kebijakan plain packaging ini. Ada negara Ukraina, Honduras, Republik Dominika dan Kuba yang sama-sama menolak kebijakan Tobacco Plain Packaging Act ini.

Mantan Menteri perdagangan Gita Wirjawan menyikapi hal ini dengan mengatakan bahwa kebijakan yang dibawa Australia ini tidak adil. Jika rokok produk Indonesia yang harus masuk ke Australia menggunakan kemasan polos, kosong sesuai aturan plain packaging, maka produk minuman seperti alkohol dan wine dari Australia juga harus berlaku sama. Tanpa merk, logo dan harus dalam kemasan polos. Kebijakan Plain Packaging ini harus benar-benar ditolak.

rokok

Suara penolakan juga dilontarkan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kemendag, Iman Pambagyo. Beliau mengatakan kebijakan plain packaging ini diadopsi tanpa bukti ilmiah atau hasil analisis. Jika ini diterapkan bukan tidak mungkin akan muncul banyak produk-produk palsu dan rokok ilegal dalam perdagangan.

Atas dasar tersebut, bersama dengan Ukraina, Honduras, Republik Dominika, dan Kuba, Indonesia melakukan gugatan bersama Indonesia ke World Trade Organization (WTO). Gugatan ini didasarkan atas tindakan melawan hak cipta dan kekayaan intelektual serta melanggar merk dagang tembakau. Sayangnya gugatan ke WTO ini gagal dan kalah. Namun, Indonesia dan keempat negara yang menolak kebijakan ini tidak akan menyerah.

bungkus rokok bungkus rokok

Pemerintah Indonesia masih akan terus berjuang menolak kebijakan Tobacco Plain Packaging Act ini. Kebijakan yang akan berdampak besar pada sektor pertembakauan. Negara sadar, sektor ini menghasilkan keuntungan besar bagi pembangunan negara dan menyerap jumlah tenaga kerja yang sangat besar.

bungkus rokok

Maradona, Si Pengumpul Grenjeng Bungkus Rokok

Siapa yang tak kenal Maradona. Legenda hidup sepakbola yang dikenal sebagai pemain terbaik Argentina hingga saat ini. Label pemain terbaik bukan sembarang saja disematkan kepadanya. Maklum, ia menjadi pemain yang sukses membawa Argentina juara Piala Dunia pada tahun 1986.

maradona

 

Maradona terkenal dengan permainan liukan-liukan manis dan olah bola yang lihai. Ia seorang juggler yang handal saat ini. Postur tubuhnya yang kecil dan gempal, membuat akselerasinya kencang dan sulit dipegang oleh bek lawan. Dibalik permainan bola yang aduhai tersebut Maradona ternyata punya banyak kisah unik pada masa kecilnya.

Di masa kecil, ia tinggal di Villa Fiorito, kawasan yang keras untuk ditinggali. Di rumahnya, tidak ada aliran air untuk mandi dan tidak ada aliran listrik untuk sekadar menonton televisi. Di luar rumah, untuk mendapatkan uang jajan, ia harus mencari sendiri.

Salah satu pekerjaan yang sering ia lakukan untuk mendapatkan uang jajan adalah mencari kertas timah atau grenjeng dari bungkus rokok bekas.

grenjeng rokok

rokok

Aktivitas itu dilakukannya terus menerus, guna mendapatkan uang untuk makan sehari-hari. Saudara sepupu Maradona, membelikannya bola sebagai teman bermain, agar tidak terus dirundung duka menjalani kehidupan hari-harinya yang keras saat itu. Cirilo, pamannya pun juga melakukan hal yang sama. Pamannya sering berteriak kepadanya bahwa ia “harus selalu mengangkat kepalanya”.

Maradona mulai menerima keadaan. Ia masih memiliki bola untuk menikmati hari. Jika bola tidak ada, ia masih memiliki buah jeruk, kepalan kertas, hingga kepalan kain untuk terus ditendang-tendang. Masa kecil Maradona yang tak mengenakkan ini kemudian pelan-pelan berubah ketika ia dimasukkan dalam tim sepak bola lokal Argentina hingga kemudian perjalanan hidupnya menjadikan Maradona sebagai pemain legendaris dunia.

bungkus rokok

Golnya yang paling monumental, gol tangan tuhan, akan terus diingat banyak orang. Tangan yang sedari kecil dilatih keras untuk hidup dengan memunguti grenjeng rokok demi mendapatkan uang untuk makan dan uang jajan.

bungkus rokok

Cara Membedakan Pita Cukai Rokok Asli dan Palsu

Negara ini menerima pemasukan cukup besar dari rokok. Sumbangsih cukai rokok sejak tahun 2007 hingga tahun 2017 mengalami peningkatan terus menerus. Jumlah terakhir sumbangan cukai rokok untuk kas negara sebesar 149 Triliun pada 2017 lalu. Bisa dikatakan bahwa perokok adalah penyumbang rutin kas negara tiap tahunnya. Uang dari cukai rokok itu ikut digunakan untuk membangun fasilitas untuk masyarakat.

bungkus rokok bungkus rokok

Namun ada hal yang tidak mengenakkan yang terjadi baru-baru ini, yakni muncul banyak rokok ilegal di pasaran. Rokok ilegal adalah rokok yang tak bercukai atau bercukai palsu, produk rokok ini masuk ke peredaran tanpa menyumbang kas untuk negara. 

Untuk menyiasati agar cukai rokok palsu yang beredar di daerah-daerah, tentu tak cukup hanya mengandalkan petugas, dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk ikut memerangi kehadiran rokok ilegal ini. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan ikut aktif mengawasi asli dan tidaknya pita cukai yang ada pada produk rokok.

cukai rokok

Lantas, bagaimana caranya membedakan cukai rokok yang asli dengan yang palsu. Divisi Penyuluhan Informasi daerah Bangka Belitung, Rohman membantu menjelaskan; ada tiga cara mendeteksi cukai rokok yang asli dengan yang palsu.

Pertama dengan menggunakan mata telanjang, kedua menggunakan kaca pembesar dan terakhir menggunakan bantuan lampu sinar ultraviolet.

Pertama, bisa dilihat dari kertas cukainya, ada tanda seratnya atau tidak.

Kedua dengan memakai kaca pembesar, dengan kaca pembesar, bisa terlihat hologram secara jelas. Pada hologram itu serat terlihat lebih jelas. Ada logo berupa bintang segi enam yang bertebaran di hologram tersebut. Tergambar juga lambang negara Republik Indonesia dan lambang Direktorat Jenderal Bea dan cukai.

Ketiga, ketika disorot menggunakan bantuan lampu sinar ultraviolet (UV) maka akan terlihat jelas tebaran serat yang berbentuk batang pendek berwarna oranye, jingga, dan biru. Itulah gambaran hologram pita cukai asli yang dilekatkan di rokok.

cukai rokok

Cara-cara tersebut dapat anda coba jika membeli rokok. Periksa betul-betul serat dan hologram dalam pita cukai rokok yang akan anda beli. Anda harus ingat baik-baik, bahwa perokok adalah salah satu warga negara Indonesia penyumbang rutin kas negara tiap tahunnya. Anda bisa membantu negara dengan membeli rokok yang mempunyai pita cukai asli. Bukan yang bajakan.

rokok

Di Balik Kampanye Harga Rokok Harus Mahal

Harga rokok harus mahal, harus dinaikkan agar anak, remaja, dan warga miskin tak bisa membelinya. Harga rokok harus naik demi menekan jumlah perokok di Indonesia. Harga rokok di Indonesia masih jauh lebih murah dari negara lainnya sehingga harga rokok harus segera dinaikkan.

rokok

Gerakan harga rokok harus mahal ini gencar digaungkan oleh pegiat antirokok. Mereka melihat dampak kerusakan rokok dari versi subjektif mereka. Padahal kalau kita lihat dari sisi lainnya, rokok mempunyai kontribusi tinggi untuk negara. Belum lagi hal-hal seperti kearifan lokal, tradisi, dan warisan khas asli Nusantara: Kretek, yang belum banyak diketahui para pegiat AntiRokok. Oleh karena itu gerakan harga rokok harus mahal, patut untuk dipikirkan ulang. Mari kita dedah sedikit demi sedikit dari sudut pandang para peggiat antirokok.

Anak-anak dan remaja di bawah umur masih sangat mudah dan banyak mendapatkan akses membeli rokok. Maka, akan sangat mudah ditekan jika harga rokok dinaikkan. Ini salah dan keliru. Regulasi rokok sudah sangat jelas dan tertera massal di iklan televisi, iklan di jalanan serta spanduk dan poster. Bahwa rokok adalah produk yang bisa dikonsumsi oleh orang-orang berumur 18 tahun ke atas. Regulasi yang sudah jelas inilah yang perlu kita kawal pelaksanaannya.

Edukasi kepada masyarakat dan lingkungan anak-anak serta remaja di bawah umur sangat perlu dilakukan. Begitu pula kepada para pedagang rokok, harus lebih selektif dan mentaati regulasi ini. Penerapan ini tentu tak bisa mendapatkan hasil yang instan. Menaikkan harga rokok, adalah solusi instan yang berdampak negatif jika diterapkan. Ambil contoh minuman keras. Harganya dinaikkan dan susah mendapatkannya, sehingga muncullah beberapa kasus minuman keras oplosan. Harganya murah tapi efek sampingnya buruk, hingga menimbulkan banyak kasus kematian. Pemerintah harusnya berkaca pada hal ini.

rokok djolali

Harga rokok di Indonesia masih sangat murah dibandingkan negara lain. Ini alasan yang konyol dan tak rasional. Bagaimana bisa harga sebuah produk di negeri ini dibandingkan dengan negara lain. Soal pendapatan warganya, konsumsi warganya serta akses keterjangkauan produknya adalah hal-hal yang tak bisa dibandingkan. Contoh kasus coba kita bandingkan dengan Jepang. Rerata pendapatan masyarakat Indonesia berdasarkan UMR berkisar antara Rp 2-4 juta. Sedangkan di Jepang, Upah Minimum Regional di Tokyo, Jepang sebesar 200.000 yen dalam setiap bulannya. Jika dikurs ke rupiah maka pekerja di Jepang itu bergaji sekitar Rp 24 juta.

Harga rokok di Indonesia jika diukur dengan pendapatan masyarakat Jepang, sampai dengan harga Rp 100 ribu pun masih dapat dibilang murah. Sementara harga rokok sebesar Rp 20 ribu bagi masyarakat Indonesia sudah termasuk mahal, karena pendapatannya tidak sebesar di Jepang, dan daya belinya pun rendah. Dari segi pendapatan saja sudah jauh berbeda. Belum lagi kita bicara soal kelas-kelas dalam masyarakat kita, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan upah minimum yang sesuai.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea Cukai, Deni Surjantoro pernah mengatakan, harga rokok secara nominal absolut memang murah. Namun, dengan mempertimbangkan daya beli, harga rokok di Indonesia sudah mahal.

Apa yang dikatakan oleh Deni Surjantoro lebih rasional. Perbandingan harga rokok di Indonesia dengan negara-negara lain tidak bisa disamakan. Sebab kita harus menghitung kurs mata uang negara kita yang berbeda dengan negara lain. Belum lagi persoalan hitungan daya beli masyarakat di Indonesia yang juga berbeda.

rokok

Gerakan harga rokok harus mahal ini perlu ditakar ulang. Ada hal-hal yang dibawa dari gerakan ini. Hal seperti pembatasan dan pengendalian tembakau agar diterapkan di Indonesia. Dengan dalih tembakau tak baik untuk kesehatan, tembakau memiskinkan masyarakat, dan lain sebagainya. Maka produk tembakau harus dibatasi dan kalau perlu dilarang keberadaannya di negeri ini. Jika anda ingin merasakan tembakau yang sehat, maka belilah produk-produk alternatif tembakau ciptaan industri kesehatan.

Sampai di sini, sudah sedikit jelas, ada agenda yang dibawa dibalik gerakan harga rokok harus mahal. Anda mau percaya begitu saja dan tetap menerima putusan bahwa harga rokok sepatutnya mahal? Saya rasa sih, tidak!   

bungkus rokok

Hukum Merokok di Bulan Ramadan, Apakah Merokok Membatalkan Puasa?

Kita tahu selama berpuasa di bulan Ramadan, makan dan minum adalah dua perkara yang membatalkan puasa. Tapi, bagaimana dengan merokok? Sejumlah ulama bersepakat apabila merokok merupakan aktivitas yang juga membatalkan puasa.

 rokok

Seorang ahli agama asal Dubai, Dr Ali Ahmed Mashael menyatakan bahwa merokok dapat membatalkan puasa apabila asap rokok masuk ke dalam kerongkongan dan berbagai zat yang ada di dalamnya masuk ke dalam perut. Padahal dalam Al-Quran sudah jelas disebutkan bahwa segala hal yang masuk ke dalam mulut dan masuk ke perut akan membatalkan puasa. Tidak terkecuali merokok.

bungkus rokok

Meskipun asap rokok bukan makanan yang mengeyangkan, para ulama sepakat bahwa merokok adalah suatu perkara yang bisa membatalkan puasa.

rokok

Kalau memang ada seorang perokok berat dan tidak bisa menahan diri untuk merokok, disarankan agar berniat dengan sungguh-sungguh bahwa ia sedang berpuasa dan tidak merokok selama terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

bungkus rokok

Sirih, Tembakau, dan Rokok bagi Kehidupan Orang Dayak

Bagi orang Dayak sirih, tembakau, dan rokok menduduki peran ritual masyarakat yang penting. Ketiganya dipadu bersama kapur sirih serta dipercaya mempunyai fungsi untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

bungkus rokok

Kemunculan tembakau dalam konteks terkait sirih, terlihat dari terus digunakannya sirih sebagai obat, dan tembakau yang baru dikenal belakangan ditambahkan sebagai bahan baru. Begitu pula ketika rokok mulai dikenal orang Dayak.

rokok

Dalam ritual yang berkaitan dengan kematian, tembakau dan sirih digunakan dengan cara yang sama, dan bisa saling mengantikan, dalam bentuk sesajen kepada orang mati atau yang sedang menjelang ajal.

Di akhir abad 19, sebagaimana ditulis H. L. Roth dan H. B. Low dalam The Natives of Serawak and British North Borneo, sirih dan rokok dijadikan persembahan bagi orang mati. Benda-benda itu dikuburkan bersama beras serta mayat seorang yang telah mati sebagai simbol kehidupan si mati telah terbekati.

rokok klobot

Pada masa setelahnya, di mana Belanda mulai membuka perkebunan di Kalimantan, upah bagi pekerja juga berupa gulungan tembakau. Pemberiann sesajen dan upah dalam kehidupan masyarakat Dayak didasarkan pada bahwa benda-benda tersebut terbukti bermanfaat bagi kehidupan.

bungkus rokok

Promosi Rokok Bal Tiga yang Menginovasi Periklanan Indonesia

Dalam dunia prekretekan, rasanya tak ada yang bisa menyangkal peran beran seorang Nitisemito. Sejarah mencatat, pada 1938, usaha kretek Nitisemito berkembang menjadi yang terbesar di Indonesia, dengan tenaga kerja 10.000 dan mampu memproduksi 10 juta batang per hari. Rokok merek Bal Tiga Juga dipasarkan di seluruh kota di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, bahkan ke negeri Belanda.

bungkus rokok nitisemito

Nitisemito dikenal sebagai orang yang kreatif dalam mempromosikan dan memasarkan produknya. Suatu kali, misalnya, ia menyediakan berbagai macam hadiah menarik. Caranya dengan menukarkan sejumlah tertentu pembungkus rokok hasil produksinya. Hadiah-hadiah yang disediakan benar-benar beraneka warna. Mulai dari gelas, piring, cangkir, sampai arloji, sepeda, jam tembok, dan lain sebagainya. Di samping itu ia juga mengerahkan sejumlah mobil untuk keperluan promosi sekaligus untuk menerima penukaran pembungkus rokok dengan hadiah-hadiah yang disediakan.

rokok

Setiap ada pasar malam di berbagai daerah, Nitisemito juga tidak ketinggalan ikut serta meramaikannya dengan membuka stan. Masih dalam rangka promosi, ia juga menyelenggarakan pertunjukkan sandiwara keliling, yang dipakai untuk menyelipkan promosi hasil produksinya.

Bahkan, ia menyewa pesawat terbang Fokker dengan 200 gulden untuk mempromosikan rokoknya untuk menyebarkan pamflet di daerah Bandung dan Jakarta. Hal itu membuat geger dan tiada henti menjadi buah bibir di tengah masyarakat karena dianggap perbuatan yang tidak biasa.

bungkus rokok

Jauh sebelum ada upaya-upaya promosi kreatif yang banyak dilakukan oleh perusahaan rokok sekarang, Nitisemito sudah lebih dulu melakukannya. Maka, rasanya tak berlebihan jika menyebut Nitisemito dengan model promosinya sebagai salah satu pelopor inovasi periklanan rokok Indonesia.