bungkus rokok

Penyederhanaan Cukai Rokok bisa Membuat Industri Rokok Kecil Bangkrut

Setiap tahunnya isu terkait cukai rokok selalu diembuskan oleh para aktivis anti-rokok. Dengan banyak dalil dari mulai faktor kesehatan lah, ekonomi lah dan banyak lagi yang lainnya. Sehingga perlu kiranya tiap tahun ada kenaikan tarif cukai untuk produk rokok.

rokok

Dalam beberapa tahun terakhir, isu yang berkembang bukan semata soal kenaikan tarif cukai rokok, namun juga kebijakan penyederhanaan tarif cukai rokok. Kebijakan ini berlandaskan PMK 146/2017 di mana struktur tarif cukai rokok yang berjumlah 10 layer pada 2018, akan disederhanakan dari tahun 2019 sampai 2021 mendatang akan disederhanakan setiap tahunnya menjadi, 8, 6, dan 5 lapisan. Adapun pada 2017 lalu, tarif cukai rokok mencapai 12 lapisan.

bungkus rokok

Secara sederhana, nantinya seluruh tarif cukai rokok akan sama, seragam. Tak memandang jenis produk rokok. Padahal jenis produk rokok di Indonesia sangat banyak dan beragam. Semuanya akan disamaratakan dengan tarif cukai rokok putih. Hal ini tentu saja berpotensi menghancurkan industri rokok kretek di Indonesia, utamanya industri rokok kecil, sebab industri rokok kretek skala kecil atau rumahan, besaran cukainya akan sama dengan Industri rokok kretek skala besar. Ini akan menjadi ambang kehancuran dan tutupnya banyak Industri rokok kretek skala kecil.

rokok

Jika pemerintah bersikeras untuk menyederhanakan struktur tarif cukai rokok, maka bukan tak mungkin akan banyak induistri rokok kretek kecil yang gulung tikar. Dan hal ini tentu akan berpengaruh terhadap besaran nilai sumbangan pendapatan untuk Negara. Belum lagi efek dari tutupnya Industri rokok kretek kecil tersebut adalah banyaknya pengangguran dan PHK massal.

Lagi-lagi kebijakan yang akan dikeluarkan Pemerintah tidak tepat sasaran. Bukannya membangun, tapi justru destruktif.

bungkus rokok

Aneh-Aneh Saja, Ariel Tatum Ngaku Sampingan Jualan Rokok

Di Indonesia, soal gosip infotainment selalu saja disukai oleh masyarakat. khususnya para netijen. Mereka selalu berkomentar terkait aktivitas yang dianggap nyeleneh yang melibatkan para selebritis.

Nah, pekan lalu, Arial Tatum membuktikan sendiri hal ini. Artis cantik yang digosipkan pernah menjalani hubungan dengan Al Ghazali ini bikin heboh karena di akun Instagramnya, ia memposting foto tas pribadinya yang di dalamnya tampak berisi banyak bungkus rokok.

ariel tatum

Setidakya ada enam bungkus rokok yang terlihat di dalam tas jinjing miliknya.

Postingan foto tersebut sontak mengundang nyinyir dan cibiran dari para netizen.

rokok

Beruntung Ariel tatum adalah salah satu aktris yang bisa selalu santai menghadapi nyinyiran dan cibiran negatif dari para netizen.

“Jualan rokok gue diem-diem,” begitu jawab Ariel dalam menanggapi komentar netizen terkait banyaknya bungkus rokok yang ada di dalam tasnya.

rokok

Kejadian bukan yang pertama bagi Ariel Tatum. Ia memang dikenal cukup terbuka untuk urusan rokok. Sebelumnya, ia pernah memposting foto dirinya saat sedang duduk sembari asyik menghisap rokok dengan menggunakan celana jeans belel dan tank top berwarna hitam, Ariel terlihat begitu menikmati rokok yang berada di tangannya.

“Untuk yang rela lenyap terbakar api, setiap kuhirup dan kuhela asapmu kembali.” Begitu tulis Ariel sebagai caption atas fotonya tersebut.

rokok dan kopi

Sudjiwo Tedjo: Perokok Nggak Perlu Jajan Macem-Macem, Cukup Rokok dan Kopi

Berawal dari pernyataan Sri Mulyani yang menyebutkan pentingnya kaum milenial untuk mengurangi jajan kopi, para netizen di twitter ramai-ramai menanggapinya. Banyak pesohor sosial media yang juga ikut “turun gunung”, salah satunya adalah dalang kondang, Sudjiwo Tedjo.

sudjiwo tedjo

Presiden Republik Jancukers ini menanggapi pernyataan Sri Mulyani dengan twit bernada guyon: “Problemnya di mana kalau Mbak Sri Mulyani minta milenial kurangi jajan kopi? Kan bukan kurangi minum kopi? Maksud Mbak Sri jajanan-jajanan pelengkap kopi, itu yg dikurangi. Kami kaum perokok sudah terbiasa minum kopi tanpa jajanan. Rokok dan kopi sudah cukup!”

Twit tersebut disambar oleh banyak netizen khususnya para pengikut Sudjiwo Tedjo. Ada yang menanggapinya serius. Kopi Milenial dianggap kopi mahal dan menghabiskan banyak dana pribadi kalau dihitung dalam sebulan. Balasan twit dari Adyarto Raharjo ini menyebutkan: “Kopi beda kali mbah ama kopi milenial.. kopi milenial 1 gelas aja bisa 40-50 rb. Itu buat sekali minum, blm ama makan dll. Kali berapa kali nongkrong dlm sebulan. Bisa habis 2-3 juta sebulan buat ngopi aja. Blm ama makan dll”.

rokok kopi

Ada juga yang bernada guyon menanggapi Twit Sudjiwo Tedjo. Seperti akun Ryzale yang menyebutkan: “Dah habis 3 gelas, saya ngikutin saran. Disuruh kurangin, ya saya kurangin isi gelasnya.”

Pernyataan Sri Mulyani soal kopi tersebut memang bisa dianggap punya sentimen negatif kepada para milenial yang suka minum dan jajan kopi, sehingga Sudjiwo Tedjo meresponnya dengan sedikit guyon. Toh, minum kopi adalah salah satu kegiatan silaturahmi yang paling mudah dilakukan. Warung kopi juga salah satu tempat berkumpulnya anak-anak milenial untuk berkarya kreatif. Banyak hal bisa dihasilkan dari sebuah warung kopi dan aktivitas jajan kopi.

rokok

Pernyataan Sri Mulyani tersebut ia utarakan dalam forum acara Seminar Nasional Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) di Jakarta hari rabu lalu. Ia menegaskan pentingnya kaum milenial mulai memikirkan dana pension. Dan salah satu caranya adalah dengan mengurangi jajan kopi untuk disisihkan sebagai dana pensiun.

bungkus rokok

Peran Rokok Dalam Sejarah Panjang Persepakbolaan Indonesia

Keberlangsungan olahraga sepakbola di Indonesia tak bisa lepas dari sponsor. Sejak bergulir, Liga sepakbola Indonesia selalu berganti-ganti sponsor. Nah, dari perputaran dan pergulatan sponsor liga sepakbola di Indonesia, produk rokok ikut menjadi bagian penting dalam sepak bola Indonesia.

orang merokok rokok

Mari kita ulas balik pada tahun 2005 hingga 2011. Liga Utama Sepakbola Indonesia kala itu bernama Liga Djarum Indonesia, karena sponsor utamanya merupakan Djarum Super. Saat itu terdapat dua kali pergantian nama pada kompetisi utama sepakbola Indonesia, terhitung sejak tahun 2005-2007 bernama Liga Djarum Indonesia, sedangkan pada 2008-2011 bernama Djarum Indonesia Super League.

liga djarum

Sebelum Djarum menyeponsori sepakbola Indonesia, terdapat pula merek rokok lainnya yang pernah menjadi sponsor utama Liga Indonesia kala itu. Dia adalah Dunhill dan Kansas, sejak 1994 hingga 1997. Rokok Dunhill, yang merupakan rokok asal London, Inggris, mengubah nama Liga Indonesia menjadi Liga Dunhill Indonesia pada periode 1994 hingga 1996. Sedangkan Kansas mengubah Liga Indonesia menjadi Liga Kansas Indonesia pada tahun 1996 hingga 1997.

rokok

Di luar itu, ada juga Dji Sam Soe yang ikut menjadi sponsor pada kompetisi sistem gugur antar divisi bernama Copa Dji Sam Soe.

copa dji sam soe

Copa Dji Sam Soe ini berlangsung pada era 2006 hingga 2009. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh PSSI, dan diisi oleh klub-klub yang bermain di berbagai tingkatan divisi sepak bola Indonesia.

bungkus rokok

Uniknya Mini Speaker Berbentuk Bungkus Rokok Dengan Harga Tak Sampai 50 Ribu

Sejak maraknya layanan streaming dan mudahnya akses musik melalui ponsel dan gadget, penggunaan speaker pun juga ikut marak.

Jika dulu speaker identik dengan kotak besar yang hanya ada dalam acara-acara hajatan, maka kini speaker bisa berupa kotak kecil yang bisa dibawa ke mana-mana. Mini speaker, begitu banyak orang menyebutnya.

Bentuk speaker pun kini beraneka ragam, dari bentuk standar, ampai bentuk custom menyerupai barang-barang tertentu.

Salah satu bentuk custom speaker yang cukup populer adalah speaker bentuk kotak rokok.

rokok

Di marketplace, mini speaker seperti ini muda ditemukan. Harganya pun ternyata murah meriah.

bungkus rokok

Di Lazada, misalnya, satu buah mini speaker berbentuk bungkus rokok dojual dengan harga kurang dari 50 ribu, alias hanya 45 ribu.

mini speaker rokok

Merek rokoknya beraneka macam, dari mulai Marlboro, Djarum, sampai Dji Sam Soe.

Gimana? tertarik untuk mengoleksinya?

bungkus rokok

Perkenalan Orang Eropa dengan Tembakau, Rokok dan Cerutu

Kedatangan Columbus dan rombongan Eropa-nya di benua Amerika ternyata membuat mereka kemudian bersentuhan dan berkenalan dengan tembakau, rokok, dan cerutu.

cerutu

Tak banyak yang menduga, bahwa jauh sebelum kedatangan Columbus, penduduk asli Indian ternyata telah mengenal bagaimana nikmatnya mengunyah tembakau serta menghisap rokok dan cerutu.

Dalam perjalanannya setelah mendarat di Pulau San Salvador, Columbus beserta awaknya menjumpai perahu lesung milik orang Indian yang berisi daun-daun kering yang belakangan dikenal sebagai tembakau.

rokok

Kisah ini kemudian diperkuat oleh cerita dua orang utusan Columbus yang saat dikirim ke pantai Kuba (sumber lain mengatakan Santo Domingo) bertemu dengan banyak lelaki yang membawa kayu bakar dan daun-daun penyembuh yang telah digulung dan dikeringkan. Para lelaki tersebut menerangkan bahwa dengan mengisap gulungan daun tersebut, niscaya akan menimbulkan efek mengantuk dan mengurangi kelelahan.

Gulungan daun bermanfaat itu mereka sebut sebagai tobacco yang kelak bakal menjadi bahan utama pembuat rokok.

Peristiwa lainnya yang tak kalah bersejarah adalah saat awak kapal Colombus menemukan rokok. Saat mereka mendarat di San Salvador, awak Colombus menemukan dua pria Indian sedang menggulung rempah-rempah yang telah kering dalam bungkusan daun jagung yang menghasilkan lintingan rokok. Ketika sudah berbetuk, salah satu ujungnya disulut api dan dihisap dari ujung yang lain. Peristiwa ini kemudian didokumentasikan oleh Van Der Reijden yang mengatakan bahwa peristiwa tersebut adalah pertama kalinya orang Indian membuat rokok dalam bentuk paling primitif.

tembakau

Peristiwa pertemuan tersebut kelak menjadi bekal pengetahuan tentang rokok dan cerutu yang kemudian menyebar dengan cepat ke seantero dunia.

 

bungkus rokok

Anggota Dewan Minta Pemerintah Berhenti Menaikkan Tarif Cukai Rokok

Polemik mengenai kenaikan cukai rokok kembali mencuat. Kali ini, suara penolakan disampaikan oleh anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Harjo Soekartono. Penolakan itu ia sampaikan secara terbuka kepada wartawan saat sedang berkunjung ke salah satu pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Karyadibya Mahardika Surabaya di Rungkut Industri Surabaya.

bungkus rokok

Menurutnya, jumlah total pajak cukai, ppn, dan pajak daerah sudah mendekati 70% dari total harga rokok itu sendiri. Dengan harga rokok yang semakin mahal, maka daya beli masyarakat terhadap rokok semakin menurun. Jumlah pajak dari rokok pun juga akan menurun.

Cukai rokok di tahun ini naik 10,04% dibanding tahun lalu. Bambang meminta agar pemerintah tidak lagi menaikkan cukai rokok karena setiap kenaikan cukai selalu berimbas terhadap kelangsungan perusahaan. Imbas lanjutannya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap banyak karyawan karena industri rokok adalah industri padat karya. Jika sudah begitu, maka akan terjadi multiplier effect, kegiatan atau usaha di sekitar industri rokok juga akan terdampak.

cukai rokok

Bambang mengaku prihatin terhadap permasalahan ini karena jumlah PHK buruh rokok setiap tahun selalu terjadi akibat kebijakan pemerintah. “Industri rokok ilegal sudah mati. Yang legal pun mengalami penurunan (PHK) terutama yg Sigaret Kretek Tangan (SKT). Di 2018 ini jumlah buruh rokok sudah turun 5% dibanding 2017. Terus siapa yang mau menerima pengangguran ini,” lanjut Bambang.

rokok

Sektor industri ini mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia. Hampir 7 juta orang bergantung hidupnya dari rokok. Jika harga cukai rokok kembali dinaikkan, maka akan ada banyak orang akan menjadi penggangguran karena kehilangan pekerjaan.

rokok

15% UMKM kita adalah penjual rokok, belum lagi pengusaha kos, penjual makanan, dan lain-lain. Berapa juta rakyat Indonesia yang harus kehilangan pekerjaan gara-gara itu” kata Bambang.

UMKM merupakan usaha yang tahan terhadap krisis. Salah satu jenis usaha yang sanggup bertahan melewati badai krisis ekonomi saat itu hanyalah industri kretek.

Maka, akan sangat merugikan pemerintah, jika kebijakan kenaikkan cukai rokok ini diterapkan.

bungkus rokok

Di Balik Isu Murahnya Harga Rokok di Indonesia

Tiap akhir tahun, isu tentang murahnya harga rokok selalu diembuskan oleh para kelompok anti-rokok. Isu ini selalu dibarengi dengan kebijakan soal harga cukai rokok yang selalu diulang-ulang terus tiap tahun. Dan anehnya lagi, harga rokok selalu naik tiap tahunnya tanpa diimbangi dengan naiknya pendapatan.

rokok

Harga rokok yang terlalu murah akan mengakibatkan anak-anak merokok, hal yang memicu munculnya perokok pemula yang akan merusak generasi penerus kita. Benarkah hal ini? Soal perokok pemula dan anak-anak yang merokok selalu diangkat terus oleh kelompok anti-rokok karena murahnya harga rokok. Isu yang sangat tak rasional jika itu alasan utama kampanye yang diangkat adalah harga rokok harus mahal.

Mari kita lihat satu-per-satu. Menyoal anak-anak dan perokok pemula bisa dicegah dengan adanya edukasi dari ketiga belah pihak: Pemerintah, pedagang, dan orangtua. Rokok adalah salah satu produk yang penjualannya diperuntukkan jelas-jelas untuk orang yang berusia 18 tahun ke atas. Aturan ini sudah cukup jelas, tinggal aplikasi di lapangannya yang diperketat, misalnya dengan menampilkan KTP bagi para pembeli rokok. Untuk para pedagang rokok harus bersikap ketat dan selektif terhadap pembelinya. Para orangtua harus lebih sadar untuk tidak menyuruh anak-anaknya membeli rokok di warung atau toko. Sedangkan Pemerintah berperan untuk membuat UU atau peraturan yang mengawasi peredaran produk rokok untuk anak-anak di bawah umur.

Untuk hitung-hitungan ekonomi harga rokok, hal tersebut dapat dengan sangat mudah dibantah. Misalkan di Negara tetangga seperti Australia dan Singapura. Harga rokok di sana sangatlah mahal, tapi kalau kita lihat pendapatan harian masyarakatnya sangatlah jauh bila dibandingkan dengan pendapatan harian masyarakat Indonesia.

Sebagai pembanding, kita tengok kisah nyata dari Iqbal Aji Daryono yang pernah tinggal dan bekerja sebagai sopir di Perth, Australia. Di Australia, orang bekerja itu hitungan upahnya per jam. Misal di Perth saja, upah per jam rata-rata 20 dolar. Bisa lebih. Pekerjaan buruh paling kasar nilai upahnya segitu. Taruhlah orang bekerja setiap harinya 8 jam saja, dia sudah mendapatkan 160 dolar per hari. Sementara di Indonesia gaji rata-rata pekerja menengah tentu saja jauh di bawah itu.

Hal ini pernah dibahas secara rasional oleh Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea Cukai, Deni Surjantoro. Deni pernah mengatakan, harga rokok secara nominal absolut memang murah. Namun, dengan mempertimbangkan daya beli, harga rokok di Indonesia sudah mahal. Perbandingan harga rokok di Indonesia dengan negara-negara lain tidak bisa disamakan. Sebab kita harus menghitung kurs mata uang negara kita yang berbeda dengan negara lain. Belum lagi persoalan hitungan daya beli masyarakat di Indonesia yang juga berbeda ketimbang negara lain.

bungkus rokok

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo menyebut, harga rokok di Indonesia lebih mahal dibandingkan beberapa negara seperti Jepang, Korea, China, Hong Kong, Australia, Singapura, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam.

Penilaian ini berdasarkan indeks keterjangkauan yang diukur melalui rasio Price Relative to Income (PRI), rasio yang memperhitungkan faktor daya beli ke dalam analisa keterjangkauan harga.

Jika dibandingkan dengan harga dan hitung daya beli, harga rokok Indonesia relatif mahal dibandingkan negara-negara lainnya. Sebab itu, menurut Yustinus, industri rokok nasional akan terpuruk jika harganya kembali naik. Industri Hasil Tembakau saat ini sudah memasuki sunset industry. Ini akan berdampak dari hulu ke hilir, mulai dari petani, buruh, sampai pengasong. Ini harus dipikirkan.

rokok

Kenaikan harga rokok harus dipikir ulang, melihat tingkat pendapatan harian masyarakat Indonesia yang masih sangat kecil. Daya beli masyarakat yang kecil akan berpengaruh terhadap Industri ini. Jika ini dipaksakan, bukan tidak mungkin akan banyak terjadi PHK buruh sektor industri pertembakauan. Akan makin banyak penggangguran, sebab banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada industri ini. Semoga Pemerintah kita tidak gegabah dalam merumuskan kebijakannya kali ini.

petani tembakau

Pemerintah Harus Membina Produsen Rokok Rumahan

Salah satu Industri yang mampu bertahan di tengah badai krisis besar ekonomi global adalah Industri rokok. Ada banyak jumlah tenaga kerja yang diserap oleh Industri ini. Pemerintah harusnya tahu dan berterimakasih kepada Industri sektor pertembakauan ini.

rokok

Ada banyak jenis Industri rokok. Mulai dari Industri kecil, UKMK, hingga Industri besar. Mereka adalah Industri yang terdaftar dan resmi diakui keberadaannya. Ada pula Industri ‘ilegal’ dalam artian hidup dan berkontribusi pada masyarakat, namun keberadaannya tidak atau belum resmi diakui Negara.

Atas dasar inilah, perlu dilakukan pembinaan utamanya terhadap industri rokok kecil yang selama belum melampirkan pita cukai rokok.

Pemerintah sebagai institusi tertinggi wajib membina apa pun usaha kecil yang memang punya kontribusi ekonomi terhadap masyarakat, tak terkecuali rokok.

petani tembakau

Salah satu usaha pembinaan tersebut dicontohkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar.

Di Blitar, memang cukup banyak industri rokok rumahan yang belum dilengkapi cukai, karena itulah, pemerintah merasa perlu membina usaha tersebut agar taat aturan, salah satunya dengan pendampingan pengurusan administrasi tentang pajak dan cukai. Hal tersebut sekaligus untuk mengurangi peredaran rokok ilegal di wilayah kabupaten Blitar.

rokok dan kopi

Mujib, anggota Komisi II DPRD Kab. Blitar mengatakan, Rokok ini potensinya besar sekali, bila para pembuat rokok itu diberikan pembinaan dan pelatihan bagaimana membuat rokok yang benar, kami yakin akan mengangkat ekonomi kerakyatan.

Hal inilah yang harus terus kita kawal dan dukung. Pembinaan terhadap usaha-usaha kecil, usaha rumahan harus terus ada, karena berkontribusi terhadap masyarakat dan daerah sekitar. Kontribusi mereka juga sangat berpengaruh terhadap pemasukan Negara ini.

bungkus rokok

Usaha Pemerintah Melawan Aturan Bungkus Rokok Polos

Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau World Health Organization (WHO) atau lebih dikenal dengan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) adalah perjanjian internasional yang diadopsi pada Majelis Kesehatan Dunia pada tanggal 21 Mei 2003. Perjanjian ini berisi tentang pengaturan tembakau dan produk turunannya. Salah satu yang sedang digiatkan untuk dijalankan di tiap negara yang tergabung dalam WHO adalah penyeragaman aturan pada bungkus rokok yang disebut dengan plain packaging.

bungkus rokok

Kebijakan plain packaging ini mewajibkan kemasan rokok harus polos, tidak boleh ada warna, gambar, slogan, merk dan juga logo. Ukuran, bentuk dan warna dari kemasan rokok akan diseragamkan. Aturan ini digagas pertama kali oleh Australia pada 2012. Kebijakan plain packaging ini kemudian dibawa untuk dilaksanakan seluruh anggota WHO yang ikut tergabung dalam FCTC pada 2016 lalu.

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil rokok terbesar, tentu akan terkena imbasnya. Aturan ini jelas merugikan. Kebijakan plain packaging bertujuan untuk membatasi peredaran rokok di masyarakat. Kebijakan yang diasumsikan akan menekan jumlah perokok di semua negara yang tergabung dalam FCTC. Tentu saja, pemerintah menolak adanya kebijakan ini.

rokok

Indonesia tak sendirian berdiri menolak adanya kebijakan plain packaging ini. Ada negara Ukraina, Honduras, Republik Dominika dan Kuba yang sama-sama menolak kebijakan Tobacco Plain Packaging Act ini.

Mantan Menteri perdagangan Gita Wirjawan menyikapi hal ini dengan mengatakan bahwa kebijakan yang dibawa Australia ini tidak adil. Jika rokok produk Indonesia yang harus masuk ke Australia menggunakan kemasan polos, kosong sesuai aturan plain packaging, maka produk minuman seperti alkohol dan wine dari Australia juga harus berlaku sama. Tanpa merk, logo dan harus dalam kemasan polos. Kebijakan Plain Packaging ini harus benar-benar ditolak.

rokok

Suara penolakan juga dilontarkan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kemendag, Iman Pambagyo. Beliau mengatakan kebijakan plain packaging ini diadopsi tanpa bukti ilmiah atau hasil analisis. Jika ini diterapkan bukan tidak mungkin akan muncul banyak produk-produk palsu dan rokok ilegal dalam perdagangan.

Atas dasar tersebut, bersama dengan Ukraina, Honduras, Republik Dominika, dan Kuba, Indonesia melakukan gugatan bersama Indonesia ke World Trade Organization (WTO). Gugatan ini didasarkan atas tindakan melawan hak cipta dan kekayaan intelektual serta melanggar merk dagang tembakau. Sayangnya gugatan ke WTO ini gagal dan kalah. Namun, Indonesia dan keempat negara yang menolak kebijakan ini tidak akan menyerah.

bungkus rokok bungkus rokok

Pemerintah Indonesia masih akan terus berjuang menolak kebijakan Tobacco Plain Packaging Act ini. Kebijakan yang akan berdampak besar pada sektor pertembakauan. Negara sadar, sektor ini menghasilkan keuntungan besar bagi pembangunan negara dan menyerap jumlah tenaga kerja yang sangat besar.