Review Rokok Starmild

Rokok Starmild adalah jenis rokok yang cukup populer di kelasnya. Akan tetapi belum begitu sering dijumpai banyak orang yang menghisap rokok ini. Popularitas rokok starmild masih tenggelam dibandingkan dengan beberapa merek rokok lain di kelas mild. Sebenarnya rasa rokok starmild ini tidak kalah kok dengan yang lain.

Kita mulai dari bungkusnya terlebih dahulu. Sama seperti bungkus-bungkus rokok dengan kategori mild lainnya, rokok starmild memiliki bungkus berwarna dominan putih. Berbeda dengan model bungkus starmild yang terdahulu, kalau bungkus rokok starmild yang terbaru ini memiliki gambar bintang yang lebih besar. Gambar bintangnya berwarna hitam dengan outline bernama silver. Font starmild yang tertera di bungkus pun ikut berbeda dari edisi sebelumnya. Kali ini memiliki tulisan star yang agak tebal dan mild dengan font yang tipis.

Akan tetapi di bagian belakang bungkus rokok akan kita temukan gambar bintang yang lebih kecil. Di bawah gambar bintang kecil itu kita temukan tulisan berbahasa inggris yang kira-kira artinya seperti ini: kombinasi seimbang antara tembakau dan cengkeh keuinkan starmild, pengalaman merokok yang halus dari setiap hisapannya.

Seperti biasa ada gambar seram di bagian depan dan belakang bungkus rokok. Ada juga peringatan dilarang menjual atau memberikan rokok kepada anak. Logo buanglah mantan, eh maksudnya sampah pada tempatnya juga ada. Barcode, tulisan starmild dengan bentuk yang sama seperti di depan dan belakang bungkus. Dan ada penjelasan kandungan tar dan nikotin pada rokok starmild, yaitu 12 miligram tar dan nikotin 1,0 miligram.

Nih, yang menarik dari rokok starmild terdapat pada kemasan di dalamnya. Kertas pembungkus di dalam rokok ini berwarna biru dengan motif tulisan starmild yang mengelilinginya. Lalu di bagian batang rokok ini juga terdapat tulian starmild di bagian filternya. Desainnya cukup elegan dan kesannya anak muda banget.

Rokok starmild ini bisa dikatakan sebagai salah satu rokok mild tua di Indonesia. Kami menemukan fakta bahwa rokok ini pertama kali diluncurkan ke publik pada 1 Desember 1996. Dengan demikian, rokok starmild sudah berumur 24 tahun. Ibarat manusia, rokok ini pasti sudah lulus kuliah dan masuk dunia kerja. Ada sejarah panjang juga dari rokok ini yaitu dulunya dibuat oleh PT Lestari Putra Wirasejati, kini diproduksi oleh PT Suburaman yang juga merupakan anak perusahaan Bentoel Group.

Dulu rokok starmild identik dengan embel-embel Losta Masta di belakangnya, entah sekarang, masih ada atau tidak, kalian cek saja sendiri pada bungkus rokok Starmild. Lalu, rokok starmild juga punya slogan yang duluu sangat terkenal yaitu “Bikin Hidup Lebih Hidup”. Hayo yang sudah umur 30 tahunan ke atas pasti masih ingat betul dengan slogan ini. Asyik banget deh pokonya jaman itu, masih ada banyak slogan di bungkus rokok yang keren-keren.

Sebenarnya starmild punya beberapan varian yaitu Starmild 12, Starmild 16, Starmild Cool Menthol, sama Starmild tritek. Tapi yang kami ulas kali ini adalah starmiild 16 alias berisikan 16 batang rokok. Rokok starmild ini masuk dalam kelompok sigaret kretek mesin dengan cukai golongan dua. Harga perbungkus dari rokok ini di kisaran 21 hingga 23 ribu rupiah. Mungkin, bisa jadi alasan kenapa rokok ini masih kalah saing karena harga segitu perokok lebih banyak yang memilih merek lain.

Soal rasa yang dihasilkan sangatlah smooth. Tarikannya yang tetap enteng dan bikin tenggorokan kalian nyaman. Maklum lah, kadar tar pada rokok ini hanya 12 mg. Dari segi rasa menggambarkan karakter tembakau virginia yang lembut, tidak terlalu manis. Cukup spicy di lidah, spicynya jelas karena ada campuran cengkeh di dalamnya. Jadi setidaknya sangatlah sesuai dengan tulisan berbahasa inggris pada bungkus rokoknya. Terasa balance cita rasa tembakau dan cengkehnya. Maka cocoklah Starmild berhasil menjadi rokok kategori mild yang seutuhnya karena memberikan rasa yang imbang, manis, dan entang dalam tarikan hisapannya.

Durasi hisapan rokok starmild juga tergolong cepat. Ya, namanya juga masuk dalam kategori mild. Pasti gak ada yang lama banget. Memakan waktu kurang lebih 10-11 menit untuk menghabiskan sebatang rokok ini.

Seharusnya tidak ada masalah yang sulit bagi rokok starmild untuk bersaing dengan kompetitornya jika merujuk pada soal rasa. Enak-enak aja kok. Mungkin faktor promosinya saja yang kurang gencar. Padahal kalau kalian cermat, masih ditemukan banyak festival musik yang disponsori oleh starmild. Bahkan sampai melekat pada kaset dan cd kompilasi.

Namun sekarang kenapa kurang begitu terdengar tentang rokok ini? Soal bungkus, ini soal selera ya, kami lebih suka bungkus yang model lama. Ya mungkin karena soal kenangan ya. Kalau bungkus yang baru kesannya lebih cenderung futuristik. Tapi cukup aman sih, sebagai sebuah desain rokok, pokonya selagi tidak ada cacat kemasan.

Peredaran rokok starmild gak gampang ditemuin, tapi gak sulit juga buat dicari. Mungkin ya karena faktor itu jadi banyak penikmat starmild yang berpindah ke merek rokok lain. Harusnya, Bentoel Grup bisa lebih serius lagi dengan rokok ini. Soalnya, rokok ini udah punya nama apalagi masuk dalam salah satu rokok top di Bentoel Grup. Tapi entahlah lagi-lagi soal kebijakan pabrik yang belum dapat kita ketahui bersama.

Kesimpulannya. Kami memberi nilai positif pada rokok ini terkait rasanya. Harganya juga terjangkau, bisa jadi opsi buat kalian yang lagi bosen sama satu merek rokok tertentu. Ngisap rokok ini cukup bikin nyaman kok. Tapi kalau diijadiin rokok reguler yang dihisap kayaknya agak sulit. Lagi tengah malam kehabisan rokok terus nyari rokok ini di warung-warung pasti bakal sulit. Ya, karena SKM dengan cukai golongan dua serta pada rokok starmild yang cukup jarang ditemukan di banyak daerah. Kayaknya kalau di beberapa daerah di pulau jawa masih aman deh. Kalau emang ketemu, silahkan coba.

https://www.youtube.com/watch?v=55OTXwTPJTI

Review Rokok LA Lights

Rokok LA Lights dianggap idolanya rokok anak muda karena terdapat pada citarasanya yang cukup digemari. Serta seringkali menggarap event musik dan film.

Ada yang ingat dengan band Monkey to Millionaire? Vox? CUTS? The Banery? Para penggemar musik indie pasti tau banget nama-nama band ini. Lantas apa hubungannya band-band tersebut dengan rokok LA Lights? Simpel! jawabannya karena band-band tadi adalah jebolan dari festival musik indie ternama di Indonesia yang bernama LA Lights Indiefest. Emang sih festival ini sudah lama berhenti. Kurang lebih, tepatnya terakhir didakan di tahun 2011.

Meskipun festivalnya sudah sudah lama usai. Citra LA Lights bagi para pecinta musik masih sangat melekat. Tidak hanya menyelenggarakan musik festival saja. LA Lights juga pernah mengadakan acara LA Lights Indie Movie yang hingga sampai 2019 lalu masih berjalan. Maka tidak salah kalau kami bilang LA Lights punya trademark tersendiri, bahwa merek ini adalah rokoknya para anak muda!

Dari segi bungkus sekilas tak ada yang nampak spesial. Tapi kalau kita cermati lebih dalam, maka sebenarnya LA Lights menawarkan bungkus yang simpel, futuristik, dan elegan. Tak perlu banyak sentuhan, hanya diberikan garis-garis dan motif yang tegas. Bungkus LA Lights didominasi oleh warna putih.

Di bagian depan dan belakang bungkus ada tulisan LA berwarna merah, tulisan Lights berwarna hitam dan dengan font yang sangat khas! Tulisan LA Lights ini kemudian dibingkai dengan empat garis berwarna silver. Lalu di bawah tulisan LA Lights beserta bingkai ada tulisan kretek filters yang cukup kecil berwarna silver. Sedangkan di bagian belakang ada tulisan tripleblended dengan warna hitam. Oh iya, ternyata kalau dicermati lagi ada motif garis tipis yang menyelimuti seluruh bagian batang rokok ini.

Di bagian atas dan bawah ada tulisan LA berwarna merah dan Lights berwarna hitam. Bedanya kalau di bagian bawah ada logo dan tulisan PT Djarum Kudus-Indonesia  dan kode produksi. Di bagian samping kiri dan kanan ada imbauan pemerintah, barcode, angka 16 sebagai penanda jumlah isi di dalamnya. Tetapi ada juga yang isinya 16.

Kemudian ada logo LA Lights lagi dan tulisan SKM yang menandakan rokok ini masuk dalam kategori Sigaret Kretek Mesin. Dan yang terakhir ada tulisan penjelasan kandungan kadar 15 miligram tar dan 1 miligram nikotin.

Kalau kita buka bungkusnya maka akan menemukan grenjeng berwarna silver dengan tulisan triple blended. Triple blended adalah proses pencampuran tembakau dan cengkeh yang dicampur atau diblend sebanyak tiga kali. Tiga kali loh! biar rasanya makin mantep dan nyaman untuk dinikmati.

Konfigurasi peletakan batang di dalam rokok yang berjumlah 16 yaitu delapan depan dan delapan belakang. Kalau yang isi 12 dalamnya ada enam depan dan enam belakang. Wangi satu batang rokok LA sangat khas berasa. Di setiap batangnya terdapat logo LA dekat batas papir dan kertas. Lalu juga ada garis berwarna silver.

Menurut kami, untuk segmen Mild rokok ini yang paling juara. Mengapa? Karena tarikannya sangat halus dan mantap berkat adanya proses triple blended. Inovasi tripleblended ini yang buat LA Lights unggul dibanding kompetitornya.

Selain itu pula berkat tarikannya yang halus dan mantap menjadikan anak-anak muda suka dengan rokok ini. Keuntungan dari tripleblended juga membuat setiap tarikan nyaman di tenggorokan. Intinya ga perlu butuh waktu lama untuk cocok sama merek ini. Bisa langsung suka lah. Ya, walaupun lagi-lagi pada akhirnya itu semua soal selera.

Dari segi cita rasa sebenarnya belum bisa dibilang manis. Mungkin, terhalang dengan sensasi pedasnya yang cukup berasa walau tidak begitu tebal. Bisa dibilang LA Lights adalah kretek versi yang slim dan enteng.

Cita rasa cengkehnya sangat berasa bahkan nampak. Ini juga yang jadi pembeda dengan rokok mild lainnya yang kadang rasa cengkehnya tipis bahkan hilang.  Beneran deh, buat kamu yang emang suka kretek tangan terus pengen ngisap kretek yang lebih enteng, LA lights ini sangatlah cocok.

Durasi hisapan LA Lights sekitar 11-12 menit dalam kondisi normal. Cocok buat kalian para perokok yang gak punya banyak waktu luang buat istirahat pas lagi kerja. Buat nongkrong juga rokok ini cocok banget kok. Kami juga yakin walau teman kalian punya merek rokok favorit yang lain. Tapi, pas lagi nongkrong kalau rokok mereka habis, tetap cocok-cocok aja untuk ngisap rokok ini.

Jadi secara cita rasa rokok ini masuk banget untuk selera anak muda Indonesia. Terus gimana soal harga? LA Lights ini masuk dalam kategori sigaret kretek mesin di layer cukai paling atas. Harganya di pasaran untuk yang sebungkus isi 16 batang sekitar 22 hingga 23 ribu rupiah. Yang jelas sangat worth it banget, dengan harga segitu kalian bisa punya rokok rasa premium. Nyaman di tenggorokan dan cita rasa kreteknya tidak hilang sama sekali.

Kelebihan lainnya adalah rokok ini mudah ditemui di manapun. Mau di warung kelontongan, supermarket, minimarket bahkan di online juga banyak. Harganya, ya variatif ga bakal lebih atau kurang dari 22 sampai 23 ribu rupiah.