bungkus rokok

Kesadaran Pedagang Menjadi Bekal Penting Memerangi Rokok Ilegal

Upaya membantu pemasukan Negara dari cukai rokok bisa dimulai dari para pedagang rokok. Mereka harus menjual produk bercukai resmi, tak boleh produk tak bercukai alias ilegal. Hal ini yang akan membuat Negara tak mendapatkan untung dari produk-produk bercukai ilegal. Operasi penertiban cukai ilegal ini dimulai tahun ini di daerah-daerah seluruh Indonesia, utamanya daerah penghasil rokok.

rokok

Seperti di Madiun. Gencar sekali terjadi operasi untuk menertibkan produk-produk bercukai ilegal.

“Operasi rokok ilegal kita lakukan mulai dari kecamatan Gemarang hingga Dolopo dan tahun ini tidak menemukan adanya rokok ilegal,” ujar Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Agus Suyudi.

Kesadaran para pedagang untuk tidak lagi menjual rokok tanpa cukai di Kabupaten Madiun sudah cukup baik. Saat digelar kegiatan pengawasan atau operasi, tidak ditemukan adanya rokok ilegal.

orang merokok

Namun demikian, adanya kesadaran para pedagang tersebut tidak menyurutkan upaya pihaknya untuk melakukan pengawasan secara berkala. Hal ini dimaksudkan untuk tetap terjaganya produk-produk legal yang beredar di pasar.

Pengawasan juga dilakukan dengan membentuk tim monitoring rokok ilegal yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Kepolisian, LSM, Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian dan dari Bea Cukai dengan memantau seluruh wilayah se-Kabupaten Madiun.

rokok

“Sasaran operasi kita berada pada daerah perbatasan baik yang dengan kabupaten lain, daerah hutan, maupun desa-desa terpencil. Dan masyarakat kita imbau jangan sampai mengedarkan dan menjual rokok tanpa cukai baik yang palsu maupun bekas.”

bungkus rokok

Pedagang Rokok dan Kopi yang Untung Besar saat Reuni Akbar Alumni 212

Terlepas dari banyaknya kepentingan acara reuni akbar alumni 212, ternyata acara ini membawa berkah bagi para pedagang. Banyak dari para pedagang mendapatkan untung besar dari acara ini.

Maklum saja, dalam acara tersebut, hukum pasar memang berlaku. Di mana ada keramaian, di situ ada potensi mendapatkan untung.

Tak hanya pedagang kaos atau bendera tauhid, pedagang lain pun ikut kebagian rejeki.

Salah satu produk pedagang yang paling banyak dibeli adalah rokok dan makanan. Tumpah riuhnya orang saat reuni akbar 212 berlangsung membuat banyak yang kelaparan dan kehausan. Makanan ringan, berat, minuman kopi dan juga rokok menjadi pilihan para manusia yang memadati area reuni akbar 212.

rook dan kopi

Para pedagang ini rata-rata sudah menempati area reuni 3 jam sebelum acara berlangsung. Mereka menempati Tugu Tani sebagai lokasi berjualan. Banyak dari pedagang dari luar Jakarta yang ikut berjualan di reuni akbar 212.

bungkus rokok

Panasnya cuaca, banyak orang yang berkumpul, membuat banyak dari mereka kehausan dan kelaparan. Pedagang mendapatkan untung dari situasi ini, ditambah lagi orang-orang yang mengikuti reuni akbar 212 kebanyakan penyuka kopi dan perokok. Jadinya pas, bagi para pedagang kopi dan rokok.

rokok dan kopi

Rata-rata pedagang kopi dan rokok mendapatkan untung lima kali lipat dari biasanya.

Lha gimana, dari ratusan ribu orang yang hadir di reuni akbar 212 itu, pasti ada banyak yang seorang perokok.

bungkus rokok

Industri Rokok Kecil Kini Tak Wajib Bermitra Dengan Perusahaan Besar

Setelah beberapa waktu yang lalu Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang tidak naiknya tarif cukai rokok di tahun 2019, kini pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan yang  yang yang dinilai pro pada Industri rokok kecil dan menengah di Indonesia.

rokok

Pemerintah secara resmi merelaksasi industri rokok skala kecil dan menengah untuk masuk dalam Daftar Negatif Investasi (DNI). Nantinya, industri rokok tersebut tak lagi diwajibkan bermitra dengan industri rokok skala besar.

Kebijakan ini dikeluarkan karena banyaknya industri rokok skala kecil dan menengah di Indonesia yang hidup segan mati tak mau. Kembang kempis. Sedangkan Industri rokok besar terus berekspansi dan berkembang semakin besar. Atas dasar tersebut Kementrian Perindustrian mendorong tumbuhnya industri rokok skala kecil dan menengah di Indonesia.

bungkus rokok

Sebelumnya dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2016, investasi industri rokok kecil dan menengah (IKM) diwajibkan bermitra dengan industri rokok skala besar.

Dalam DNI yang telah direvisi, industri rokok kretek, rokok putih, dan rokok lainnya masuk dalam kategori industri yang bisa masuk asing maupun domestik. Artinya, tak hanya investor asing yang bisa masuk ke industri ini, tapi juga bisa oleh investor dalam negeri.

rokok

“Jadi rokok ini terbuka untuk PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri),” kata Airlangga Hartanto, Menteri Perindustrian Republik Indonesia.

Melalui kebijakan ini diharapkan Industri rokok skala kecil mampu berkembang dengan optimal dan mampu mendorong tumbuhnya industri-industri rokok baru di Indonesia.

bungkus rokok

Mengenal Lebih Dalam Bahan Baku Rokok

Selama ini, kita mengenal dengan baik rokok yang memang menjadi salah satu produk yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun agaknya, tak banyak yang tahu dengan komposisi atau bahan baku produk rokok.

Nah, di artikel kali ini, kita akan mencoba menguliti apa saja bahan yang terdapat dalam rokok.

rokok

Mari kita mulai dari bahan yang paling utama: Tembakau.

Asal-usul tembakau sendiri berasal dari tanaman nicotiana tabacum yang dipopulerkan oleh Christopher Colombus (1450-1506). Keberadaan tembakau di Indonesia sendiri memiliki banyak literatur, tapi literatur yang cukup populer adalah masyarakat Nusantara mengenal tembakau berasal dari Portugis yang datang sekitar abad ke-15. Sementara istilah tembakau, bako atau mbako, adalah serapan dari bahasa Portugis, tobacco atau tumbacco.

Tembakau memang dikenal memiliki kandungan senyawa kimia berupa nikotin. Nikotin sendiri merupakan senyawa kimia organik dari kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan, terutama suku terung-terungan (Solanaceae) seperti terong dan tomat.

Khusus untuk rokok kretek, ada bahan baku penting, yakni cengkeh. Tanaman yang banyak tumbuh di Maluku ini merupakan pembeda rokok kretek dengan rokok-rokok lain. Keberadaan cengkeh ini memunculkan aroma yang khas.

Cengkeh inilah yang dulu ketika digunakan sebagai bahan baku rokok dan dibakar mengeluarkan bunyi keretek-keretek sehingga rokok yang punya campuran cengkeh kemudian dikenal luas sebagai rokok kretek.

bungkus rokok

Bahan penting lainnya pada rokok adalah kertas sigaret.

Tembakau sebagai bahan baku utama kemudian dibungkus dengan kertas sigaret atau yang lebih populer disebut papier dari serapan bahasa Belanda, yang bermakna bahan pembungkus campuran tembakau untuk membentuk batang rokok. Kertas sigaret ini terbuat dari selulosa astetat.

Selulosa ini berasal dari serat tanaman yang sebelum menjadi lembaran diolah menjadi pulp terlebih dulu. Adapun unsur perekat pada kertas tersebut dinamakan sideseam. Pelekat kertas tersebut merupakan pelekat khusus yang digunakan dalam jumlah yang sangat kecil.

Pada dasarnya kertas rokok atau kertas sigaret juga dilengkapi porforasi (kertas berlubang), di mana lubang berukuran mikro yang dapat menyedot udara luar sehingga kadar tar dan nikotin di dalam rokok turun.

Jika rokok tersebut berjenis filter, ada bahan tambahan lainnya selain tembakau dan kertas sigaret, yakni busa filter.

rokok

Bahan dasar filter rokok dibuat dari bahan aseto, sejenis tumbuhan padi-padian yang hidup di daratan Eropa dan tumbuh hanya setelah musim salju tiba. Sehingga, meskipun pabriknya ada Indonesia, namun bahan dasarnya masih diimpor.

Salah satu produsen filter rokok terbesar di Indonesia, PT Filtrona Indonesia menjelaskan bahwa dalam pembuatan rokok tidak boleh menggunakan unsur minyak. Kalaupun untuk perekat, digunakan bahan silikon yang food grade (dapat dikonsumsi tubuh).

Filter itu sendiri terbagi dari empat bagian, tow (rangkaian selulose asetat sebagai badan filter), plasticizer (zat pelunak untuk mengikat filter), plug wrap (kertas pembungkus fiber filter) dan perekat (sebagai pelekat plug wrap).

Jadi dalam sebatang rokok terdapat banyak bahan baku yang kesemuanya didapatkan dari alam dan tumbuh-tumbuhan.

bungkus rokok

Pemkab Tuban Mendapatkan Pemasukan 16 Miliar dari Rokok

Pabrik rokok, selain ikut membantu mengurangi tingkat pengangguran dengan membuka lapangan kerja bagi banyak orang, juga bisa memberikan pemasukan kepada pemerintah kota melalui dana bagi hasil cukai tembakau.

rokok

Beberapa kota yang mempunyai pabrik rokok atau punya sentra industri sektor tembakau bisa merasakan betul pemasukan ini.

Dari segelintir kota, Tuban menjadi salah satu daerah yang ikut merasakan kucuran dana bagi hasil cukai tembakau ini.

bungkus rokok

Tahun 2017 kemarin, Pemerintah Kabupaten Tuban mendapatkan pembagian Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) dari Pemerintah Pusat. Tak tanggung-tanggung, berdasarkan informasi dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tuban, Bapak Sunarto, jumlah dana bagi hasil ini mencapai 16 miliar rupiah.

Hampir separuh dana dana bagi hasil tersebut dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk program kesehatan dan pembangunan.

Tuban memang punya dua Pabrik rokok, yaitu pabrik rokok di Desa Pakah, Kecamatan Semanding dan di Desa Sugiwaras, Kecamatan Jemu.

rokok

Bapak Sunarto berharap seluruh pihak stake holder pertembakauan di Kabupaten Tuban mampu membantu memerangi peredaran rokok ilegal. Peredaran rokok tanpa pita cukai harus diberantas agar pemasukan bagi daerah bisa tinggi. Dia pun berharap produsen rokok juga harus melegalkan produksi rokoknya dengan mendaftarkan pada bea cukai. Hal tersebut demi berlangsungnya pembangunan di Kabupaten Tuban.

bungkus rokok

Belajar dari Kreativitas Produk Rokok yang Tetap Bertahan Meski Terus Digempur

Kreativitas memang tak mengenal batas. Ia akan terus keluar, walau ada tekanan dan pembatas yang mengkungkung dirinya. Hal tersebut agaknya layak disematkan kepada para pekerja sektor pertembakauan, khususnya pada produk rokok, sebab industri ini tak bisa dimungkiri memang menjadi salah satu industri yang kreatif dan liat sehingga bisa terus bertahan kendati mendapat banyak gempuran dari berbagai pihak.

rokok

Betapa tidak, rokok merupakan produk yang pajaknya lebih dari 50 persen. Rasanya-rasanya tak ada produk lain yang besaran pajaknya melebihi pajak rokok.

Kendati demikian, industri rokok terus saja bertahan. Ketangguhan dan kemampuan untuk bertahan ini tentu saja diengaruhi oleh banyak hal, tak terkecuali faktor kreativitas.

bungkus rokok

Salah satu bukti sahih betapa kreatifnya Industri ini bisa dilihat dari kebijakan iklan atas produk ini. Berdasarkan Pasal 29 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 109 tahun 2012, iklan rokok hanya boleh tayang pada pukul 21.30 sampai pukul 05.00 waktu setempat dan dilarang menunjukkan hal apapun mengenai rokok, entah adegan menghisap, memegang dan menunjukkan rokok itu sendiri.

Peraturan tersebut nyatanya tak membuat para pembuat iklan produk rokok kehilangan kreatifitasnya. Kalimat dalam iklan rokok selalu membangkitkan gairah untuk bersemangat menjalani hari.

Kalimat-kalimat dalam iklan rokok di media elektronik sangat kekinian dan khas anak muda yang enerjik. Misalnya kalimat iklan berikut ini: Buatku, sukses itu mencari pengalaman, bukan cuma kemapanan. Hasil mengejar cinta, bukan uang. Menggerakkan lautan manusia, bukan roda perusahaan. Mewujudkan impian, bukan cuma cari jabatan. Jadikan panggilan jiwamu, cerita suksesmu. Let’s do it! – LA Light, 2015

Atau ini: Shout, and you’ll be heard. Be wild and you’ll be free. Play and you’ll feel alive. Explore and you’ll discover. Be bold and rule the world. – LA Bold, 2016.

rokok

Iklan produk rokok di media elektronik selalu segar dan terus berubah. Kreatifitas yang bermain di sini. Dari jaman dulu, iklan rokok selalu mampu menjadi iklan yang melekat erat di benak pembaca.

Selain iklan, produk rokok juga piawai mengambil celah sektor lain sebagai pendamping. Banyak produk rokok yang menginvestasikan uangnya untuk membangun media berbasis olahraga dan otomotif, tema yang memang identik dengan anak-anak muda.

bungkus rokok

Pemerintah Dinilai Harus Melindungi Industri Rokok Manual atau SKT

Jumat (12/10) lalu, Tim Komisi XI DPR RI dengan didampingi Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret (MPS) Joko Wahyudi, Sekjen Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia Saiduddin Zuhri, HM Sampoerna, Gudang Garam, Direktur Cukai, Direktur PPS, Kakanwil Jatim, dan sejumlah mitra kerja Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan ke Industri Sigaret Kretek Tangan di Jawa Timur.

Tim tersebut melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT. Anugrah Mutiara Luhur Indonesia di Jombang, Jawa Timur. Tim Komisi XI DPR RI berkesempatan melihat secara dekat dan langsung proses produksi dari awal hingga tahap pengemasan akhir produk rokok kretek. Mereka juga mendengar dan berbincang-boncang dengan para pekerja di Industri SKT tersebut.

rokok dan kopi

Dari kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Soepriyatno melihat perlunya bantuan Pemerintah untuk melindungi Industri SKT yang mengunakan cara manual dan tradisional dalam menghasilkan produk akhir rokok kretek. Lebih lanjut, ia merasa tenaga kerja manusia lebih teliti dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan megurangi pengangguran. Maka jika Industri SKT dihapuskan dan digantikan Industri menggunakan mesin, akan terjadi banyak ledakan pengangguran.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI melihat Industri SKT ini mampu berkontribusi dalam menyerap tembakau dan cengkeh dari petani-petani di seluruh Indonesia.

rokok

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban MPS, Joko Wahyudi berharap kepada pemerintah agar mempertimbangkan perbedaan tarif peta cukai antara Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT), karena strata penghasilan juga sangat berbeda. Jika tarif cukai harus disamakan, ini akan menjadi bumerang bagi industri kecil.

orang merokok

Manurutnya, penting bagi Pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang melindungi dan mengawal Industri SKT khususnya golongan menengah dan kecil untuk, terus berproduksi dan hidup. Agar dapat membantu Negara dalam mewujudkan pembangunan ke arah yang lebih baik lagi. Karena terbukti, penerimaan terbesar Negara didapatkan dari hasil cukai industri rokok di Indonesia.

bungkus rokok

Penyederhanaan Cukai Rokok bisa Membuat Industri Rokok Kecil Bangkrut

Setiap tahunnya isu terkait cukai rokok selalu diembuskan oleh para aktivis anti-rokok. Dengan banyak dalil dari mulai faktor kesehatan lah, ekonomi lah dan banyak lagi yang lainnya. Sehingga perlu kiranya tiap tahun ada kenaikan tarif cukai untuk produk rokok.

rokok

Dalam beberapa tahun terakhir, isu yang berkembang bukan semata soal kenaikan tarif cukai rokok, namun juga kebijakan penyederhanaan tarif cukai rokok. Kebijakan ini berlandaskan PMK 146/2017 di mana struktur tarif cukai rokok yang berjumlah 10 layer pada 2018, akan disederhanakan dari tahun 2019 sampai 2021 mendatang akan disederhanakan setiap tahunnya menjadi, 8, 6, dan 5 lapisan. Adapun pada 2017 lalu, tarif cukai rokok mencapai 12 lapisan.

bungkus rokok

Secara sederhana, nantinya seluruh tarif cukai rokok akan sama, seragam. Tak memandang jenis produk rokok. Padahal jenis produk rokok di Indonesia sangat banyak dan beragam. Semuanya akan disamaratakan dengan tarif cukai rokok putih. Hal ini tentu saja berpotensi menghancurkan industri rokok kretek di Indonesia, utamanya industri rokok kecil, sebab industri rokok kretek skala kecil atau rumahan, besaran cukainya akan sama dengan Industri rokok kretek skala besar. Ini akan menjadi ambang kehancuran dan tutupnya banyak Industri rokok kretek skala kecil.

rokok

Jika pemerintah bersikeras untuk menyederhanakan struktur tarif cukai rokok, maka bukan tak mungkin akan banyak induistri rokok kretek kecil yang gulung tikar. Dan hal ini tentu akan berpengaruh terhadap besaran nilai sumbangan pendapatan untuk Negara. Belum lagi efek dari tutupnya Industri rokok kretek kecil tersebut adalah banyaknya pengangguran dan PHK massal.

Lagi-lagi kebijakan yang akan dikeluarkan Pemerintah tidak tepat sasaran. Bukannya membangun, tapi justru destruktif.

bungkus rokok

Lucunya Gambar Peringatan “Merokok Membantu BPJS” Pada Bungkus Rokok

Presiden Joko Widodo resmi meneken peraturan bahwa dana pajak cukai rokok digunakan untuk menambal defisit anggaran BPJS Kesehatan. Tak tanggung-tanggung, sebesar 75% hasil penerimaan cukai rokok disumbangkan untuk BPJS Kesehatan. Hal tersebut secara tak langsung menjadikan rokok sebagai salah satu penyumbang terbesar dana kesehatan masyarakat Indonesia.

orang merokok

Merokok pun kemudian semakin layak disebut sebagai aktivitas yang ikut membantu keuangan negara.

Atas dasar tersebut, di sosial media kemudian muncul banyak meme-meme tentang gambar peringatan yang tercantum ada bungkus rokok. Peringatan yang biasanya berupa gambar seram dengan pesan yang provokatif itu oleh banyak orang diganti menjadi gambar apresiasi untuk para perokok yang telah ikut membantu keuangan negara, khususnya ikut membantu keuangan BPJS.

peringatan merokok

peringatan merokok

Peringatan yang biasanya bertuliskan “Merokok Membunuhmu” kemudian diedit menjadi “Merokok membantu BPJS”, atau “Merokok menyumbang BPJS”, atau “Merokok Menyumbang Dana Kesehatan”.

peringatan merokok

peringatan merokok

Gambar seram berupa gambar paru-paru rusak atau gambar kanker tenggorokan pun kemudian diganti menjadi gambar karyawan BPJS atau gambar orang sedang memegang kartu BPJS.

Ah, kaum-kaum perokok ini memang kreatif.

bungkus rokok

Peran Rokok Dalam Sejarah Panjang Persepakbolaan Indonesia

Keberlangsungan olahraga sepakbola di Indonesia tak bisa lepas dari sponsor. Sejak bergulir, Liga sepakbola Indonesia selalu berganti-ganti sponsor. Nah, dari perputaran dan pergulatan sponsor liga sepakbola di Indonesia, produk rokok ikut menjadi bagian penting dalam sepak bola Indonesia.

orang merokok rokok

Mari kita ulas balik pada tahun 2005 hingga 2011. Liga Utama Sepakbola Indonesia kala itu bernama Liga Djarum Indonesia, karena sponsor utamanya merupakan Djarum Super. Saat itu terdapat dua kali pergantian nama pada kompetisi utama sepakbola Indonesia, terhitung sejak tahun 2005-2007 bernama Liga Djarum Indonesia, sedangkan pada 2008-2011 bernama Djarum Indonesia Super League.

liga djarum

Sebelum Djarum menyeponsori sepakbola Indonesia, terdapat pula merek rokok lainnya yang pernah menjadi sponsor utama Liga Indonesia kala itu. Dia adalah Dunhill dan Kansas, sejak 1994 hingga 1997. Rokok Dunhill, yang merupakan rokok asal London, Inggris, mengubah nama Liga Indonesia menjadi Liga Dunhill Indonesia pada periode 1994 hingga 1996. Sedangkan Kansas mengubah Liga Indonesia menjadi Liga Kansas Indonesia pada tahun 1996 hingga 1997.

rokok

Di luar itu, ada juga Dji Sam Soe yang ikut menjadi sponsor pada kompetisi sistem gugur antar divisi bernama Copa Dji Sam Soe.

copa dji sam soe

Copa Dji Sam Soe ini berlangsung pada era 2006 hingga 2009. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh PSSI, dan diisi oleh klub-klub yang bermain di berbagai tingkatan divisi sepak bola Indonesia.