bungkus rokok

Akankah Kopi Diperlakukan Seperti Rokok?

Sejak beberapa waktu terakhir ini, masyarakat Indonesia dijejali oleh berbagai pemberitaan yang memuat informasi dari Lembaga Pendidikan dan Riset mengenai Bahan Berbahaya yang melakukan klaim semena-semana terhadap kopi. Penelitian tersebut mempublikasikan kopi menghasilkan sel akrilamida, sel yang memicu timbulnya sel kanker saat dipanggang.

rokok

Hasil penelitian di Amerika Serikat tersebut kembali membuat geger penikmat kopi dan para pekerja di industri ini. Meski demikian, bila dicermati bahwa wacana tersebut telah berkembang lama. Pada 1991 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah pula mengaitkan kopi dengan penyakit kanker kandung kemih. Namun, selang 25 tahun kemudian WHO memutuskan menarik keputusan tersebut, berdasarkan hasil evaluasi terbaru pada lebih dari 50 studi tentang hubungan kanker dengan berbagai jenis minuman seperti kopi.

orang merokok

Sebenarnya, semua makanan atau minuman yang dimasak dengan panas di atas 120 derajat celcius akan menghasilkan senyawa akrilamida. Namun, yang menjadi pertanyaan selanjutnya, pada takaran berapa tubuh manusia mampu toleran dengan kadar akrilamida yang dihasilkan oleh proses pembakaran kopi. Itu yang seringkali dilewatkan. Sama seperti anggapan umum tentang rokok yang sama-sama mengalami proses pembakaran.

rokok dan kopi

Melihat pola yang terjadi, rasanya tak heran jika kemudian menyebut kopi sedang dalam proses untuk dirokokkan. Bukan mustahil jika di masa depan, kemasan kopi bisa dikenakan aturan seperti kemasan bungkus rokok, yaitu diwajibkan mencantumkan label peringatan.

rokok dan kopi

Hari Bermula dari Secangkir Kopi dan Sebatang Rokok Kretek

Sejak kapan kebiasaan memadukan kopi dan rokok bermula tak ada yang tahu. Tetapi, keduanya kerap bersanding di meja-meja yang digunakan oleh orang Indonesia.

rokok dan kopi

Meskipun secara teoritik kedua zat yang dikandung oleh kopi dan rokok punya sifat yang mirip, tetapi memadukan keduanya membuat sulit dipisahkan terutama bagi perokok.

bungkus rokok

Penguji citarasa kopi terkemuka di Indonesia pernah menyatakan tidak tahu bagaimana rasa kopi dan rokok bisa bersanding, karena sebagai penguji citarasa, lidahnya tidak diperkenankan menyentuh rokok. Tetapi, dia tidak bisa menyangkal kenikmatan perpaduan keduanya, karena setiap kali berpergian ke daerah mana pun di Indonesia, kopi dan rokok senantiasa bersanding dan dinikmati secara bersamaan.

rokok dan kopi

Keduanya barangkali bukanlah endemik Indonesia. Namun kopi yang ditanam di Indonesia mempunyai kekhasan tersendiri karena menghasilkan karakteristik kopi terkaya di dunia. Sedangkan tembakau yang kemudian menjadi rokok dipadukan dengan cengkeh yang endemik Indonesia, sehingga rasanya berbeda dengan rokok dari belahan dunia lain. Kretek bahkan disebut-sebut mengandung ‘rasa dunia karya Indonesia’.

rokok

Bagi sebagian orang, kebiasaan memulai hari tidak lengkap sebelum tubuhnya mendapatkan asupan dari kopi dan rokok. Sehingga memunculkan candaan, bila satu belum dikonsumsi hanya separo nyawa yang terbawa.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto