https://www.youtube.com/watch?v=55OTXwTPJTI

Review Rokok LA Lights

Rokok LA Lights dianggap idolanya rokok anak muda karena terdapat pada citarasanya yang cukup digemari. Serta seringkali menggarap event musik dan film.

Ada yang ingat dengan band Monkey to Millionaire? Vox? CUTS? The Banery? Para penggemar musik indie pasti tau banget nama-nama band ini. Lantas apa hubungannya band-band tersebut dengan rokok LA Lights? Simpel! jawabannya karena band-band tadi adalah jebolan dari festival musik indie ternama di Indonesia yang bernama LA Lights Indiefest. Emang sih festival ini sudah lama berhenti. Kurang lebih, tepatnya terakhir didakan di tahun 2011.

Meskipun festivalnya sudah sudah lama usai. Citra LA Lights bagi para pecinta musik masih sangat melekat. Tidak hanya menyelenggarakan musik festival saja. LA Lights juga pernah mengadakan acara LA Lights Indie Movie yang hingga sampai 2019 lalu masih berjalan. Maka tidak salah kalau kami bilang LA Lights punya trademark tersendiri, bahwa merek ini adalah rokoknya para anak muda!

Dari segi bungkus sekilas tak ada yang nampak spesial. Tapi kalau kita cermati lebih dalam, maka sebenarnya LA Lights menawarkan bungkus yang simpel, futuristik, dan elegan. Tak perlu banyak sentuhan, hanya diberikan garis-garis dan motif yang tegas. Bungkus LA Lights didominasi oleh warna putih.

Di bagian depan dan belakang bungkus ada tulisan LA berwarna merah, tulisan Lights berwarna hitam dan dengan font yang sangat khas! Tulisan LA Lights ini kemudian dibingkai dengan empat garis berwarna silver. Lalu di bawah tulisan LA Lights beserta bingkai ada tulisan kretek filters yang cukup kecil berwarna silver. Sedangkan di bagian belakang ada tulisan tripleblended dengan warna hitam. Oh iya, ternyata kalau dicermati lagi ada motif garis tipis yang menyelimuti seluruh bagian batang rokok ini.

Di bagian atas dan bawah ada tulisan LA berwarna merah dan Lights berwarna hitam. Bedanya kalau di bagian bawah ada logo dan tulisan PT Djarum Kudus-Indonesia  dan kode produksi. Di bagian samping kiri dan kanan ada imbauan pemerintah, barcode, angka 16 sebagai penanda jumlah isi di dalamnya. Tetapi ada juga yang isinya 16.

Kemudian ada logo LA Lights lagi dan tulisan SKM yang menandakan rokok ini masuk dalam kategori Sigaret Kretek Mesin. Dan yang terakhir ada tulisan penjelasan kandungan kadar 15 miligram tar dan 1 miligram nikotin.

Kalau kita buka bungkusnya maka akan menemukan grenjeng berwarna silver dengan tulisan triple blended. Triple blended adalah proses pencampuran tembakau dan cengkeh yang dicampur atau diblend sebanyak tiga kali. Tiga kali loh! biar rasanya makin mantep dan nyaman untuk dinikmati.

Konfigurasi peletakan batang di dalam rokok yang berjumlah 16 yaitu delapan depan dan delapan belakang. Kalau yang isi 12 dalamnya ada enam depan dan enam belakang. Wangi satu batang rokok LA sangat khas berasa. Di setiap batangnya terdapat logo LA dekat batas papir dan kertas. Lalu juga ada garis berwarna silver.

Menurut kami, untuk segmen Mild rokok ini yang paling juara. Mengapa? Karena tarikannya sangat halus dan mantap berkat adanya proses triple blended. Inovasi tripleblended ini yang buat LA Lights unggul dibanding kompetitornya.

Selain itu pula berkat tarikannya yang halus dan mantap menjadikan anak-anak muda suka dengan rokok ini. Keuntungan dari tripleblended juga membuat setiap tarikan nyaman di tenggorokan. Intinya ga perlu butuh waktu lama untuk cocok sama merek ini. Bisa langsung suka lah. Ya, walaupun lagi-lagi pada akhirnya itu semua soal selera.

Dari segi cita rasa sebenarnya belum bisa dibilang manis. Mungkin, terhalang dengan sensasi pedasnya yang cukup berasa walau tidak begitu tebal. Bisa dibilang LA Lights adalah kretek versi yang slim dan enteng.

Cita rasa cengkehnya sangat berasa bahkan nampak. Ini juga yang jadi pembeda dengan rokok mild lainnya yang kadang rasa cengkehnya tipis bahkan hilang.  Beneran deh, buat kamu yang emang suka kretek tangan terus pengen ngisap kretek yang lebih enteng, LA lights ini sangatlah cocok.

Durasi hisapan LA Lights sekitar 11-12 menit dalam kondisi normal. Cocok buat kalian para perokok yang gak punya banyak waktu luang buat istirahat pas lagi kerja. Buat nongkrong juga rokok ini cocok banget kok. Kami juga yakin walau teman kalian punya merek rokok favorit yang lain. Tapi, pas lagi nongkrong kalau rokok mereka habis, tetap cocok-cocok aja untuk ngisap rokok ini.

Jadi secara cita rasa rokok ini masuk banget untuk selera anak muda Indonesia. Terus gimana soal harga? LA Lights ini masuk dalam kategori sigaret kretek mesin di layer cukai paling atas. Harganya di pasaran untuk yang sebungkus isi 16 batang sekitar 22 hingga 23 ribu rupiah. Yang jelas sangat worth it banget, dengan harga segitu kalian bisa punya rokok rasa premium. Nyaman di tenggorokan dan cita rasa kreteknya tidak hilang sama sekali.

Kelebihan lainnya adalah rokok ini mudah ditemui di manapun. Mau di warung kelontongan, supermarket, minimarket bahkan di online juga banyak. Harganya, ya variatif ga bakal lebih atau kurang dari 22 sampai 23 ribu rupiah.

https://komunitaskretek.or.id/ragam/2020/07/review-rokok-halim-merah-putihan-khas-indonesia/

Review Rokok Halim

Rokok Halim, dari bungkusnya saja siapa yang menyangka kalau ini ternyata rokok putih kayak marlboro, dunhill, forte, dan sejenisnya. Dari bungkusnya saja malah saya kira rokok halim ini adalah kretek. Klasik banget friend! Bahannya juga klasik, tidak seperti rokok putih yang sering kita temui. Bahaya sih kalau ngelihat rokok ini dalam kurun waktu 30 detik saja. Bikin inget hal-hal yang udah-udah. Bungkus klasik, warna klasik, jadi inget jaman nenek moyang dulu. Mungkin rokok ini dipakai kakek kita buat godain nenek kita kali ya?

Dari namanya saja sudah nyaru. Sebab, kalau rokok putih biasanya dari pabrikan diberi nama yang kebarat-baratan banget, tapi rokok ini tuh malah dikasih nama yang indonesia banget. Halim! Coba kita bedah satu persatu, dimulai dari bungkusnya.

Sebelum kita melangkah lebih jauh ke dalam, ke dalam hatimu. Halaahhh. Bungkus halim didominasi oleh warna merah dan putih. Ada motif garis merah tipis-tipis yang membuat rokok ini terkesan begitu vintage. Sumpah, kalau boleh jujur saya cinta banget sama motifnya. Tetap orisinil dan bertahan di tengah modernitas. Ada tulisan Halim berwarna emas dengan mahkota di atasnya, mahkota loh friend! Mahkotanya pun berwarna emas. Dengan huruf H di tengah serta ada tiga bintang di atasnya. Sekilas, rokok ini kayak logo warung nasi padang. Iya bukan?

Selain gambar serem dan imbauan pemerintah. Di bagian tengah rokok ini ada tulisan filter cigarettes dan Made In Indonesia. Fontnya yang dipakai dinuansakan jadul. Paten lah! Di samping rokok halim ada mahkota beserta tulisan halim berwarna merah. Juga ada angka 20 dan tulisan VIRGINIA FILTER CIGARETTES.

Penjelasan kandungan Nikotinnya 0,8 miligram dan tarnya 15 miligram. Di sebelahnya lagi ada barcode, angka 20 dan tulisan VIRGINIA FILTER CIGARETTES. Juga larangan menjual, memberi pada anak usia di bawah 18 tahun dan perempuan hamil. Hayo yang masih di bawah 18 tahun suka beli rokok. Stop yak! Ada waktunya kok nanti kalian bisa hisap rokok, sabar dikit.

Di bagian bawah rokok ada tulisan manufactured by PT. HALIM WONOWIDJOJO. Kediri-Indonesia. Udah jelas pabrik ini yang memproduksi rokok halim. Nama pabriknya halim, masa pabrik bikin rokok namanya Mansur?

Kita yang anak muda mungkin kurang banyak kenal dengan rokok ini. Tapi Perlu kalian tau bahwa rokok halim sebetulnya sangatlah legendaris. Rokok ini sebenarnya masih produksi dari anak perusahaan gudang garam. Kurang lebih tepatnya, rokok Halim jadi salah satu rokok putih lokal yang masih bertahan hingga saat ini.

Rokok halim masuk dalam jenis SPM alias Siapa Pacar Mantanmu? Halah ga fokus. Maksudnya yang benar adalah Sigaret Putih Mesin.

Secara penempatan cukai ditempel dengan sangat unik. Di tempel di atas bungkus dan menyilang. Eh, tetapi model cukai nempel begini sih lumayan. Bisa nutupin gambar serem hihihihi. Harga tarif cukainya sebesar 20.300 rupiah serta tarif cukai per batangnya 470 rupiah. Di pasaran, rokok halim bisa berharga kisaran 16-17 ribu rupiah. Banyak yang bilang bahwa rokok halim adalah rokok putih yang value for money. Ketimbang beli Marlboro gak sanggup deh karena harganya selangit. Lebih baik ngerokok halim karena enak dan terjangkau harganya.

Satu bungkus rokok halim berisikan 20 batang rokok dengan konfigurasi 10 depan 10 belakang. Panjang satu rokok halim sekitar 84 milimeter. Secara ukuran masuk dalam kategori king size. Bagian batasan tipping paper rokok ini ialah adanya garis berwarna emas disertai di bagian tengahnya bergaris merah. Dengan warna dasar tipping paper ialah cork dengan adanya motif yang cenderung abstrak.

Pernah coba rokok putihan? Ya beginilah rasa rokok putihan, macam rokok halim yang tidak begitu memiliki perbedaan signifikan. Mungkin kalau pun ada rasa manisnya minim, tapi agak sedikit spicy. Kalau dibandingin sama marlboro baru sedikit nampak nih bedanya. Marlboro dan Halim sama-sama pakek tembakau virginia. Tetapi rasa rokok halim punya tarikan yang mantap dan lembut. Mungkin karena rokok halim memakai tembakau virginia lokal. Alias ditanam di bumi Indonesia.

Nah, ada sedikit hal yang cukup berbeda. Biasanya rokok putihan begitu nyegrak di tenggorokan. Jika disandingkan dengan rokok halim, tidak ada rasa nyegrak di tenggorokan sama sekali. Kita masih bisa merasakan yang mantap khas rokok putih tapi tenggorokan kita masih nyaman untuk menikmatinya. Durasi hisapan rokok ini masih sama seperti kebanyakan rokok putih lainnya. Ya tergolong cukup cepat, namanya juga rokok putihan. Cerutu tuh baru lama.

Rokok putih dengan kearifan lokal. Bukan sekedar tagline semata, tetapi memang benar adanya, sangat cocok untuk para perokok yang tinggal di iklim tropis. Sebab, di dalam rokok halim terdapat rajangan tembakau.

Soal harga sudah pasti salah satu rokok putihan ini harganya sanagat terjangkau. Dan lagi isi dari satu bungkus rokoknya berjumlah 20 batang. Tapi sayangnya, peredaran rokok ini cukup terbatas. Di beberapa daerah di kawasan Jawa Tengah dan Timur, rokok ini termasuk mudah untuk didapatkan. Poin positif rokok halim terletak pada kemasannya yang dapat kita bawa kemana-mana. Soal rasa juga layaknya dikawinsilangkan antara selera barat dan ketimuran.

Umur rokok halim tergolong muda. Kurang lebih diluncurkan pada tahun 2011. Baru sembilan tahun dan telah menyabet sisi menarik pada bungkusnya yang amat vintage. Kiranya akan disayangkan saja kalau semisal harus dibuka dan dihisap. Buat anak indie penggemar karaoke ria yang temen-temennya suka rokok putih, sangat cocok untuk pakai rokok ini. Sangat anti mainstream sekali. Derajat ke-indie-an kalian pasti kian tinggi.

Jadi kami berani kasih julukan rokok halim adalah rokok putih dengan kearifan lokal. Dari bungkusnya sudah nasionalis, berwarna merah dan putih. Soal rasa, pas buat lidah orang Indonesia. Minusnya? Cuma agak susah cari rokok ini saja. Tapi kalau kalian sedang main ke Jawa Timur atau Jawa Tengah, borong rokok ini buat oleh-oleh. Lumayan unik kan oleh-olehnya?

https://www.flickr.com/photos/130075348@N08/29583462470/in/photolist-M5bYHL-Tvo1tV-SwpRB9-22TdAcr-26ekbVT-28wXp51-22dqB6o-2d1ss6M-2bwJKRw-TjGiEw-Tp83cJ-2bPHGbp-pgtaBX-HX3EKa-21HWDg5-2fJ7vMs-KXXQTA-TztuMC-KivAdT-2i5toFQ-2ffbXDg-22yURgQ-282sB27-23KaZxp-29bz1Si-2i5r7sU-25n7V83-26JtBzb-Hj81wo-PWyEkf-27pFtvC-255wD5S-29pmHLk-25YwSgv-26dhPVn-2313cQJ-PWz6zd-EKKKBu-J5AZhL-24eq9Jm-QavZNb-TzDG9d-Q1ek4m-Qaxz2J-RcX3H1-25vhRre-22BFTpV-21gHegZ-CYsuLi-21wUA1w

Review Rokok Gudang Garam Filter

Gudang Garam Filter! Satu merek rokok yang sangat terkenal. Penikmatnya pun terkenal sangat loyal dan fanatis.

Rasa rokok ini punya karakter kuat. Sebetulnya kalian sudah banyak yang tahu. Rokok Gudang Garam Filter ini punya citarasa pedas yang khas. Tentu sebagai sebuah kretek, sensasi pedasnya bisa didapatkan dari unsur cengkeh dan campuran saus di dalamnyya. Jika kita resapi hisapannya, rasa pedas diselimuti dengan unsur buah-buahan, tepatnya rasa berry, nangka, dan leci.

Bisa dibilang pedasnya rokok Gudang Garam Filter ini jadi karakter yang unik ketimbang rokok-rokok lainnya. Sulit bagi rokok-rokok lain apalagi yang bukan pabrikan asal Jawa Timur untuk menyamai rokok ini. Secara memang jadi representasi mazhab rasa jawa timuran.

Tapi apakah benar bahwa hanya ada rasa pedas di rokok Gudang garam filter? Nampaknya tidak demikian. Jika dihayati, maka kita akan menemukan sedikit rasa manis. Walau pun sebenarnya rasa manisnya agak tenggelam. Di sisi lain, tarikan rokok gudang garam filter ini justru cenderung keras dan menendang. Walau demikian sebenarnya tenggorokan kalian akan tetap cukup nyaman menerima sensasi yang menendang tersebut.

Durasi hisap rokok gudang garam filter ini sekitar 12-13 menit di waktu normal. Dari awal hingga akhir tarikan citarasanya masih konsisten. Sedangkan ketebalan asapnya tergolong tebal meski tidak setebal vape ya.

Selesai membahas rasa mari kita mengulik-ngulik soal bungkus rokok ini. Sama seperti Surya, sebenarnya gudang garam filter ini juga punya model bungkus yang khas. Ada paduan warna merah dan emas yang meliputi bungkus rokok ini.

Orang juga akan langsung mengenal dari bungkusnya bahwa ini adalah rokok gudang garam filter. Ya, memang produk ini sudah dikenal bertahun-tahun. Gudang Garam mengeluarkan produk ini saja sejak 1979 silam. Merek ini bisa dikatakan jadi salah satu produk SKM full flavor unggulan dari pabrikan asal kediri tersebut. Karena jadi unggulan maka produk ini selalu dipertahankan oleh gudang garam. Ya bukan hanya karena unggulan dari segitu itu saja, merek ini pun jadi penyumbang keuntungan yang besar untuk pabrikan rokok gudang garam.

Merek ini juga punya penamaan yang berbeda-beda di setiap daerah. Banyak yang menamainya filter tetapi ada juga yang menyebutnya garpit. Kalau di daerah Sumatera ada yang menyebutnya GG. Entah, kami kurang begitu paham mengapa rokok ini familiar disebut dengan filter. Mungkin karena ada tulisan filter kretek cigarettes yang tersemat di bungkus rokok ini. Tapi sebenarnya nama brand ini adalah Gudang Garam International.

Nah di bagian belakang bungkus Gudang garam Filter ini tersemat tulisan panjang berbahasa inggris. Kira-kira kalau diartikan seperti ini: “Gudang garam internasional dibuat untuk mencerminkan kepribadian pria sejati yang menghargai seni merokok yang sesungguhnya. Pilihan dari ahli tembakau dan cengkeh berkualitas tinggi, yang disampaikan melalui teknologi terkemuka di dunia, menjamin kalian bakal kenikmatan merokok sesungguhnya dari warisan legendaris kretek Indonesia.”

Maka kemudian wajar kalau gudang garam filter ini bertajuk “pria punya selera.” Ya dari tulisan bahasa inggris panjang tadi saja rokok ini dibuat untuk mencerminkan kepribadian sejati. Tapi apakah perempuan juga bisa ngerokok ini? Ya tentu bisa banget dong. Di setiap tongkrongan kadang ada perempuan yang dengan santai ngerokok merek ini.

Karena masuk dalam kategori premiumnya gudang garam, rokok merek ini masuk dalam kategori sigaret kretek mesin dengan golongan cukai termahal. Harga pasarannya sekitar 19 sampai 20 ribu rupiah untuk satu bungkusnya berisikan 12 batang. Apakah worth it? Ya tentu saja, mengingat rasanya yang memang khas dan melegenda.

Sudah barang pasti rokok ini mudah ditemui di mana-mana. Tapi nampaknya kalau dicari di luar negeri masih susah sih. Kecuali di Malaysia yang masih sering dijual oleh teman-teman kita asal Indonesia yang bekerja di sana.

Lagi-lagi citarasa rokok ini soal selera mulut dan lidah kita. Ada yang menyebut bahwa rokok ini manis, ada juga yang pedas. Ada yang bilang tarikannya nendang ada yang juga malah sebaliknya. Tak masalah asal tetap menghargai selera perokok lainnya. Serta tetap menjaga ketertiban saat merokok, tetap patuhi aturan yang berlaku dengan tidak merokok sembarangan.

Terakhir yang terpenting buat kalian yang masih belum layak umur untuk merokok, jangan merokok dulu ya. Awas kalau bandel!

https://www.flickr.com/photos/130075348@N08/49447836311/in/photolist-2ikx5ZV-2f8QVrr-28wUkfJ-28BPXQ3-2f8S8M6-RtMxyp-27QpdMi-25KeG4s-25iWTSg-23G8GYj-MpeGXK-2b6rkh8-2gz78GX-2iemS5u-2iep7A7-2gz6WBL-QVZag6-2cpGe1S-2cpJ8Zq-2gj2wLb-2gfsvn3-24ckgmH-2eGiUog-25x7oEv-KGmz3h-2dRhFvT-hknbU4-6EF1in-YSpX2U-2eFLgyj-2ikuGpk-2gonYKH-2ikx4BK-R9Yyq6-2gj3AeT-2eGisqz-2iepTTc-2ikwHpX-2gtTC1F-R3q8jp-2ieqm8r-2gfssvo-2gfs8FT-2i1xoiU-2gz6dPr-2i5ronj-2gfscnf-2gfsY3h-2i1xc9z-2ikxrSC

Review Rokok Djarum 76

Merek rokok yang bakal kami review kali ini sudah pasti familiar bagi sobat kretekus. Masih ingat iklan yang isinya ada mas-mas dengan pakaian jawa lengkap ditemani dengan om jin? Ingat ga? Kali ini kami mau ulas tuntas segala sesuatunya tentang rokok Djarum 76!

Etss tunggu dulu. Yang kami mau review kali ini bukanlah Djarum 76 yang sigaret kretek tangan ya. Kali ini kami mau review produk Djarum 76 Filter. Mengapa? menurut kami rokok ini terbilang antimainstream. Banyak orang tahu atau familiar dengan Djarum 76 yang kretek tangan. Sebaliknya, mungkin jarang ada yang coba dengan poduk yang pake filter ini.

Padahal, Djarum 76 filter sudah muncul di pasaran sejak tahun 2011. Rokok ini sebenarnya jadi produk unggulan Djarum untuk segmen menengah ke bawah loh. Dari yang Roki ketahui, Djarum juga memunculkan rokok ini untuk menjembatani keinginan para pecinta Djarum 76 yang ingin merasakan sensasi rokok dengan menggunakan filter. Lantas pertanyaan kemudian muncul. Apakah rasa Djarum 76 filter ini senikmat dengan saudaranya? Mari kita bahas dulu dari segi bungkusnya.

Jujur saja. Bungkus Djarum 76 filter keren banget. Pemilihan warna, corak, dan penempatan logonya sangat juara! Sebagai anak pecinta indie, kretek, kopi, dan senja harusnya suka banget dengan desain merek rokok ini.

Warna emas menjadi warna dominan dari bungkus rokok Djarum 76 filter. Maklum sih memilih warna emas soalnya ada penyematan tulisan GOLD yang berarti emas di bungkus rokok ini. Selain warna gold ada motif garis membentuk bulatan yang mengelilingi bungkus rokok ini. Lalu logo 76 dibuat dengan cantik, dibalut dengan bingkai bulat berwarna coklat dan background merah di dalamnya. Oh iya, tulisan 76nya dikasih warna emas yang agak lebih muda. Kemudian tulisan filter juga dengan warna emas muda, dikasih kotak merah. Di bawahnya ada tulisan GOLD yang berwarna merah, dikasih kotak background warna emas lebih muda.

Di bagian bawah logo ada tulisan Djarum sebagai pabrik pembuat rokok ini. Tulisan Djarum dengan font yang sudah jadi trademark perusahaan asal kudus ini diberi warna emas muda. Lalu terdapat tulisan kretek 12 filter kecil berwarna merah. Logo 76 dan tulisan filter gold yang serupa juga disematkan di bagian atas dan bawah bungkus rokok. Bedanya kalau di bagian bawah ada tulisan PT Djarum Kudus-Indonesia dengan kode produksi di bawahnya.

Kanan dan kiri bungkus ada imbauan pemerintah dan juga barcode. Yang jadi sisi menariknya adalah biasanya di banyak bungkus rokok barcode dipasang dengan warna hitam putih. Termasuk pada rokok Djarum Super. Kalau di rokok ini sangatlah beda, sebab diberi background warna emas dengan tulisan dan garis-garisnya berwarna hitam.

Kalau kita buka bungkusnya maka akan menemui grenjeng berwarna emas dengan logo 76. Lalu juga konfigurasi penempatan batang rokok yaitu enam depan enam belakang. Cukup dari ssegi bungkus. Intinya kami bisa kasih nilai sembilan untuk bungkus rokok Djarum 76 Filter.

Sekarang kita bahas ke citarasanya. Djarum 76 Filter memiliki bentuk pada umumnya, tidak begitu panjang dan agak tebal. Ada logo 76 dengan warna merah di bagian papir. Sedangkan di bagian filter ada garis emas dibalut warna merah tebal.

Aroma wangi dari rokok ini sudah mulai bisa terasa khas 76 sebelum dibakar. Apalagi kalau dibakar. Aroma 76nya langsung terasa di sekeliling kalian. Impresi yang kita dapatkan pertama kali akan berasa sama kita menikmati Djarum 76 biasa. Poin plus buat merek ini. Secara, dari awal tidak begitu terlihat ada perbedaan signifikan antara kedua produk ini.

Kalau kita menghisap rokok ini, Tarikannya sangat mantap dan lugas. Akan tetapi masih nyaman buat tenggorokan kalian. Ada sedikit perbedaan dengan Djarum 76 biasa yang dalam hal tarikan. Mungkin karena produk ini memakai filter, jadi ada sedikit kehalusan tersendiri dalam tarikannya.

Sensasi pedas justru yang akan kita dapatkan dari Djarum 76 filter. Sensasi manis dengan rasa fruity agak sulit ditemukan pada rokok ini. Meski demikian ada rasa yang seimbang antara keduanya, cukup pedas tapi manisnya tidak hilang. Cukup tricky rasanya apakah bisa langsung nyantol bagi mereka-mereka yang coba-coba sama rokok ini. Bisa jadi suka atau tidak.

Bagi kalian yang biasanya suka tingwe. Mungkin bisa merasakan adanya penambahan tembakau srintil pada Djarum 76 Filter ini. Nah, campuran tembakau srintil yang nampaknya bikin rokok ini punya aroma berbeda dengan merek lainnya.  Durasi bakar rokok ini sekitar 14 hingga 15 menit dalam kondisi normal. Citarasanya yang dihadirkan rokok ini stabil, dari awal tarikan hingga akhir. Tenggorokan pun cukup nyaman dan meninggalkan kesan enak.

Secara cita rasa dan tarikan sebenarnya tidak berbeda dengan Djarum 76 biasa. Mungkin yang ini agak terasa lebih halus saja. Tapi buat kalian penikmat Djarum 76 biasa yang ingin merasakan sensasi filter, gak akan sulit kok untuk berpindah ke rokok ini.

Lantas bagaimana dari segi harga? Di pasaran, rokok djarum 76 filter ini dihargai sekitar 16-17 ribu rupiah. Jika dilihat dari tarif cukainya, Djarum 76 filter ini masuk dalam kategori sigaret kretek mesin dengan golongan cukai layer kedua. Begitu juga dengan Djarum 76 biasa. Rokok ini juga cukup mudah ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Kesimpulannya adalah rokok djarum 76 filter sangat juara dari segi bungkus. Apresiasi untuk Djarum yang sudah buat model bungkus sebagus rokok sebagus itu. Sangat premium meski segmennya menengah ke bawah. Cocok buat dijadikan koleksi. Sedangkan soal cita rasa, rokok ini tak kehilangan cita rasa khas 76, mungkin agak lebih halus saja ketimbang yang biasa. Juara!

https://www.flickr.com/photos/130075348@N08/29400856630/in/photolist-QijBkz-2apk9WL-2aZPzMP-2brR3Da-29U3sWw-2cED2fT-2d1tryH-QmmVnL-TjGwRb-2cdZNi5-RLYALH-MpeQ6H-2enYn4u-2dCUo1e-QP3AMc-PSLQkF-QrQ4Uv-29Zru3t-2f2F3hg-SravSf-SMjoqJ-2fatetS-WQGE6F-2b9uaJw-28R2iuU-2daKcRr-2bHdNM5-2a4Xw55-QGKdCy-2au2jNX-2g48P3c-LN45nd

Review Rokok Diplomat

Kali ini kami mau membahas tentang rokok dari Surabaya. Yaps, Rokok Diplomat dari Kota Pahlawan. Rokok Diplomat merupakan produk unggulan dari PT Gelora Djaja Surabaya yang masih bagian dari Wismilak Group.

Rokok Diplomat punya dua tipe jumlah rokok, ada yang isi 12 dan 16 batang. Secara rasa sama aja kok, yang beda cuman kuantitasnya ajah. Kita awali pembahasan dari kemasan bungkusnya. Menurut kami, rokok diplomat terbilang lumayan bagus secara bungkusnya. Didominasi warna hitam dan tulisan diplomat berwarna emas. Yang bikin keren di bungkus diplomat ini terdapat motif di seluruh bagian bungkus.

Di bagian depan terpampang tulisan diplomat dengan warna emas dan garis warna merah di bawahnya. Nah, di bagian tulisan diplomat dan garis merah ini pola di backgroundnya di bikin polos alias tanpa motif. Tapi ada satu yang unik banget. Ada tulisan wismilak dan logonya yang melintasi antara bagian yang bermotif dan yang tidak. Tulisan dan logonya berwarna hitam, timbul di antara bagian itu. Kami yakin, pasti ada maksud filosofisnya tersendiri. Masih di bagian depan. Di bawah tulisan diplomat terdapat tulisan A Wismilak premium blend dengan logo dua garis di atasnya dan sama-sama berwarna emas.

Bagian belakang bungkus rokok diplomat juga hampir sama seperti di depan. Ada juga logo dua garis berwarna emas tapi bedanya adalah di bagian bawah terdapat tulisan berbahasa inggris. Kira-kira artinya begini. “Kualitas tembakau nomor satu dari wismilak yang diproduksi dengan rasa sempurna. Menawarkan kebanggaan dan kepuasan dalam merokok.” Di atas dan bawah rokok ini ada tulisan diplomat berwarna emas dan garis merah. Tapi di bagian bawah ada tulisan PT. Gelora Djaja Surabaya. Kenapa ya, di Surabaya banyak banget kata gelora? Gelora 10 November? Gelora Bung Tomo? Memang kota ini selalu menggelora. Iya ga cuk?

Di samping kanan dan kiri bungkus rokok diplomat masih sama seperti rokok lainnya. Ada imbauan pemerintah, barcode, dan kandungan di dalam rokok. Rokok Diplomat memiliki kandungan 35 miligram tar dan 1,7 miligram nikotin. Rokok ini masuk dalam kategori sigaret kretek mesin golongan satu. Satu bungkus Diplomat isi 12 dihargai sekitar 17 ribu rupiah. Sedangkan untuk yang isi 16 dihargai  sekitar 22 hingga 23 ribu rupiah.

Diplomat adalah rokok dengan banyak keunikan. Bungkusnya mewah, begitu juga dengan rokoknya. Punya motif batang rokok yang keren. Di bagian papir kertasnya ada motif yang tidak biasa. Ada motif kotak-kotak yang menyelimuti hampir seluruh bagian rokok, hanya di bagian filter yang tidak. Ada juga tulisan diplomat berwarna merah di dekat filter. Di bagian filter pun di bikin dengan sangat rapih. Ada dua garis merah tipis yang mengapit satu garis tebal filter. Sulit rasanya kita jumpai rokok yang menggunakan motif bergaris-garis. Mungkin hanya Diplomat, tidak ada yang lain.

Secara rasa, sensasi tarikan pertama rokok diplomat bernuansa pedas. Setelah itu disusul dengan rasa manis. Namun berbeda kiranya, rasa manis yang dihasilkan tidak begitu manis seperti rokok-rokok dari Kudus. Rasa manisnya bisa dibilang sangat pas dengan sensasi manis fruity fermented di tenggorokan.

Penggunaan cengkeh Manado yang menjadi ciri khas Wismilak menimbulkan aroma yang sangat harum. Rasa pedas yang dihasilkan cukup intens. Rasa pedas ini sebenarnya relatif, bikin gampang disuka sama orang atau dibenci. Kalau yang baru mau coba rokok ini pertama kali, siap-siap asapnya langsung nendang di tenggorokan. Ya mungkin karena kadar Tar yang cukup tinggi yaitu 35 miligram. Butuh orientasi untuk bisa menghisap rokok ini secara regular.

Durasi merokok Diplomat ini cukup lama, yaitu sekitar 15 menit dalam kondisi normal. Tergolong cukup lama ya. Aroma rokok diplomat ini cukup harum. Tetapi, perihal wangi, rokok diplomat ini belum tentu bisa disukai oleh semua orang. Seperti rasanya saja, ada yang bakal suka dan ada yang engga.

Jika dibedah dari isi batang rokok, maka kita akan menemukan rajangan dengan tingkat kehalusan yang medium, dan wanginya yang luar biasa.

Soal harga? rokok ini ga bisa dikatakan murah, mengingat dia masuk dalam SKM golongan pertama. Sebenarnya penyebaran Rokok Diplomat ini cukup luas. Tetapi masih sulit untuk ditemukan mengingat penggemarnya yang mungkin tidak terlalu banyak. Masih agak sulit kalau cari di warung-warung biasa. Kalau di supermarket atap kombini store mungkin banyak tersedia.

Menurut kami, pada desain rokok diplomat bungkusnya betul-betul sangat premium. Padahal Wismilak punya jenis rokok premium lain, seperti Wismilak Special yang bungkusnya kurang begitu spesial.

Memang sudah sepantasnya rokok Diplomat ini dibanderol mahal. Sebab, impresi yang bikin mahal itu terletak dari bungkusnya. Sehingga cocoklah buat kalian yang suka bergaya pake taksido dan naik mobil mewah, bawanya sudah pasti rokok ini. Mau bergaya lain pun bisa, karena yang penting kalian sudah tau, rokok ini ciri khasnya terletak dari nama yang elegan. Diplomat.

­­­

https://www.flickr.com/photos/130075348@N08/49798096006/in/photolist-2iSug1b-2iSrrQv

Review Rokok Crystal Red

Rokok bernama Crystal Red. Katanya rokok Crystal Red ini susah banget ditemuin, apa benar? Ayo kali ini kita ulas tuntas tentang ROKOK CRYSTAL RED!

Dari bungkusnya berwarna merah, Namanya juga crystal red. Dari estetikanya, rokok ini terbilang standar, ga ada yang wah-wah banget, tapi desainnya cukup aman. Sekilas tulisan Crystal yang berwarna silver di bungkus ini kayak pake font army, tapi lebih slim. Di atas tulisan crystal bergambar seperti matahari terbit. Tapi bukan ala-ala jepang gitu, pokonya mirip logo salah satu partai politik tapi dipotong setengah gitu.

Yang agak aneh menurut kami, tulisan red di bawah crystal ini harus dikasih latar belakang merah yang niban background yang warnanya juga merah. Apalagi tulisan rednya warnanya putih. Mau dibilang penegasan, tapi warnanya juga kecil, semuanya jadi nanggung.

Di bagian atas, samping, dan bawah ada tulisan Crystal Red dengan warna yang sama kayak di bagian depan dan belakang. Lagi-lagi rednya harus dikasih blok merah dengan warna yang beda sama background. Terus di samping juga ada gambar orang buang sampah. Sebagai bentuk peringatan nih buat kalian yang suka sembarangan buang puntung dan bungkus rokok, jangan diulang lagi, stop!

Di sampingnya juga ada keterangan kandungan tar dan nikotin. Tarnya 27 miligram, nikotinnya 1,3 miligram. Di sampingnya lagi ada barcode dan tulisan SKM alias apa teman-teman? Iyak betul! Sigaret Kretek Mesin! Pintar kalian ya, bacanya rokokindonesia.com sih. Lalu dibagian bawah ada keterangan asal pabrikan rokoknya. Nama pabriknya PT. Filasta Indonesia dari Kudus, Indonesia. Lengkap ada kode produksi juga di sana.

Rokok Crystal Red masuk dalam kategori SKM. Jika dilihat dari tarif cukainya yang seharga 20.425 rupiah, Crystal Red harusnya masuk dalam SPM golongan kedua. Kalau di pasaran, rokok Crystal Red biasanya dijual dengan harga 14 sampai 15 ribu rupiah? Value for money?

Sebagai disclaimer, setiap manusia biasanya tipe rasa dan selera yang berbeda. Jadi, kalau menurut kalian agak berbeda ya harap dimaklumi. Rasa rokok Crystal Red ini jawa timuran banget lho! Padahal rokok ini tuh dibuat di Kudus. Biasanya rokok kudus tuh rasanya halus dan wangi. Crystal red justru ga punya wangi yang kudus banget. Tarikan halus banget. Rasa manisnya juga ada, rasa spicy karena cengkehnya pun ada dikit, dan juga ga bikin gatel tenggorokan. Rasa rokok Crystal Red tuh ngingetin kita sama surya pro merah.

Kalau kita bedah rokoknya, antara filter dan kertas putihnya tuh ga ada batasan garis. Di filternya ada tulisan crystal berwarna silver dan red warna merah.

Ibarat cewek paling cantik di kelas, rokok crystal red bikin kamu gampang suka deh. Beneran. satu batang, dua batang, tiga batang, kamu bisa beralih ke rokok ini karena cita rasanya benar-benar enak. Bukan karena murah. Aman banget rasanya buat kalian yang mau coba-coba sama rokok lokalan. Biasanya kalau nyoba rokok lokalan, itu harus butuh yang namanya orientasi rasa. Kadang ga cocok, kayak kamu tuh sama orang tuanya pacarmu. Kadang juga langsung cocok, kayak kamu sama kesendirianmu. Pokoknya kalau rokok crystal red tuh langsung bakal cocok banget buat kamu. Yang lagi menikmati kesendirian. Eemang susah sih kalau orang tuanya ga setuju. Sabar yah.

Peredaran rokok ini cukup terbatas, mengingat Crystal Red masuk dalam SPM golongan kedua. Tapi ya ga susah-susah amat dicarinya. Rokok ini beredar di kawasan Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Karena susah beli rokok crystal red ini, kami kasih saran nih, beli dalam jumlah banyak untuk nyetok. Inget nyetok, bukan nimbun! Minimal beli lima bungkus buat seminggu. Kayaknya cukup jika dikonsumsi secara normal. Satu batang ajah itu bisa menghabiskan waktu sekitar 13 menit. Jika dalam sehari kamu punya waktu santai sebanyak tiga kali. Pagi, siang, dan malam, maka paling tidak, kamu bisa menghabiskan delapan sampai 10 batang rokok Crystal Red ini. Untuk seminggu beli lima bungkus, cukup lah.

Oh iya, ada satu bahasan yang terlewatkan. Rajangan tembakau rokok Crystal Red ini cukup halus. Ga ada tuh yang namanya potongan-potongan kasar atau tebel. Jadi bisa dipastikan kamu ga bakal kaget lah pas ngehisap rokok ini. Ga bakal ada tuh surprise ledakan kecil di tengah hisapan. Wanginya juga ga terlalu mencolok, aman-aman ajah. Kesimpulannya, rokok crystal red ini value for money? Ya jelas dong, value for money banget. Rasa aman, bikin kamu gampang suka, harga terjangkau. Beli seharga 14 sampai 15 ribu bisa dapat 16 batang.

Kabar yang beredar katanya Rokok Crystal Red ini udah berganti nama menjadi Viper Red. Sepenelusuran kami, Crystal Red dan Viper Red adalah dua hal yang berbeda. Crystal Red dibikin oleh PT Filasta Indonesia. Kalau Viper Red dibuat sama PT Mercu Pantura Industry. Yang membuat dua rokok ini sama hanyalah sama-sama dibuat di Kudus. Kudus emang top deh. Banyak rokok-rokok enak lahir di sana.

https://www.picuki.com/media/2150532012423683916

Review Rokok Clasmild Silver

Kalian tau rokok Clasmild Silver? Itu lho, yang bungkusnya dominan warna biru, tetapi nama merek rokoknya silver. Membingungkan, bukan? Makanya kami mau review rokok ini.

Rokok Clasmild Silver ini merupakan salah satu produk dari pabrikan rokok asal Kudus, PT Nojorono Tobacco. Rokok ini pertama kali diluncurkan pada tahun lalu. Mengapa rokok ini hadir? Konon katanya PT Nojorono Tobacco ingin meluncurkan satu produk dengan harga terjangkau mengingat harga classmild yang reguler sudah membumbung tinggi. Memang ada benarnya juga sih kalau seandainya PT Nojorono Tobacco mengeluarkan inovasi semacam itu, mengingat banyak banget sekali pecinta clasmild yang masih setia sampai saat ini.

Dari segi bungkus sebenarnya para pecinta clasmild gak akan kesulitan untuk membeli rokok clasmild silver ini. Motifnya tidak jauh berbeda, hanya saja warna biru yang lebih mendominasi clasmild silver. Sedangkan kalau rokok classmild biasa justru warna putihnya yang lebih dominan. Meski harga clasmild reguler lebih mahal, tapi justru kalau soal bungkus, penampilan dari clasmild silver ini yang lebih baik dan harganya lebih murah.

Didominasi warna biru di seluruh tubuh bungkus rokok, tulisan clasmild di bungkus ini justru dibuat berwarna silver dengan tulisan silver yang disematkan di bagian bawah. Ada sedikit perbedaan di bagian belakang bungkus rokok ini. Ada tulisan berbahasa inggris yang artinya “Dari tembakau dan cengkeh terbaik dibuat dengan kecanggihan teknologi temukan keaslian rasa dari clasmild silver.”

Di bagian atas dan bawah rokok ini terdapat tulisan clasmild silver, namun bedanya di bagian bawah ada tambahan blok putih dengan printing nomor dan tulisan kecil PT NTI Kudus Indonesia berwarma putih. Sedangkan di bagian samping kanan ada barcode dan imbauan dilarang bla bla bla. Lalu di samping kiri ada tulisan clasmild silver dengan petunjuk kandungan di dalam rokok ini. Kandungan tarnya sebesar 14 miligram dan 1,0 miligram nikotin. Hmmm, enteng banget rokok ini.

Di bagian dalam ada grenjeng rokok berwarna silver, tidak terlalu spesial. Lalu konfigurasi isi rokok kalau yang 12 isinya enam depan enam belakang, kalau 16 delapan depan delapan belakang. Batang rokok clasmild memiliki panjang sebesar 90mm dan memiliki diameter batang sekitar 23mm atau lebih. Pada bagian tipping paper, terdapat batasan berupa garis berwarna silver, dan tulisan SILVER dengan menggunakan warna silver. Terdapat logo CLAS MILD dengan warna silver dan abu-abu.

Secara rasa, sensasi manisnya terasa sekali dari rokok ini. Bahkan cukup konsisten rasa manisnya dari hisapan awal hingga terakhir. Rasa manis nan enteng ini seharusnya bikin gampang suka, ya tapi ada juga meskipun penyuka rokok mild, tapi kurang demen sama yang terlalu enteng.

Saking manis dan entengnya, sensasi pedas di rokok ini jadi tidak begitu menonjol. Tapi karena masih ada unsur cengkehnya maka masih ada kehangatan dari rokok ini. Ada yang bilang sensasi pedas dari rokok ini merupakan gabungan dari kayumanis, adas manis, dan kapulaga. Cenderung menggunakan pemanis yang terkesan berbeda dengan Clas Mild Versi Regular. Tapi bisa jadi manisnya timbul dari pemanis yang ada dari tipping paper rokok ini.

Durasi hisapannya sekitar 11-12 menit. Ingat, ini tergantung kondisi ya! Kalau situ selooo banget bisa sampai 12 menit, tapi kalau lagi buru-buru ya bisa lebih cepat sih. Bisa juga cuman semenit kalau abis dibakar cuman dihisap tiga kali abis itu langsung dimatiin. Hayo yang suka kayak gitu siapa?  Tapi ada hal yang sedikit kurang mengenakkan ketika bara api menjelang akhir dari rokok ini. Rasa panasnya lumayan kerasa di dekat tipping paper di rokok clasmild.

Cukup penasaran sih sama isi tembakau di dalam rokok ini. Kalau kita bedah satu batang rokok ini maka kita menemukan rajangan yang medium alias ga halus-halus banget sama tidak terlalu kasar. Karena di belakang bungkus tadi disebutkan bahwa clasmild ini dibuat dari campuran tembakau terbaik. Maka ketika kami bedah rokok ini sepertinya ditemukan campuran tembakau Virginia dan beberapa jenis Tembakau berjenis Oriental asal Indonesia.

Harga rokok clasmild silver ini sekitar 16-17 ribu rupiah. Beda tiga sampai empat ribu dari harga rokok clasmild reguler. Poin plusnya rokok ini adalah clasmild silver adalah bentuk downgrade secara harga dari clasmild reguler. Tapi soal rasa justru gak jauh beda. Buat kalian yang ekonominya lagi kurang bagus terus biasanya ngisep rokok clasmild, bisa juga kok pindah ke rokok ini. Kadang begitu ya kalau udah cinta selera maka susah pindah merek ke rokok lain.

Nah ini yang kita perlu sama-sama acungi jempol dari PT Nojorono Tobacco Indonesia. Mereka sudah prepare inovasi rokok yang lebih terjangkau tapi rasanya tidak begitu beda dari produk utamanya. Kelemahan rokok ini hanya di faktor akses pembeliannya saja. Karena dia masuk ke SKM golongan kedua jadi ya harus cukup kerja keras buat cari rokok ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

bungkus rokok

Mengulas Kandungan Nikotin pada Rokok Kretek

Di pasaran, ada banyak jenis rokok yang beredar, dari mulai rokok kretek, rokok putih, rokok elektrik, dan lain sebagainya. Masing-masing punya jenis dan kandungan yang berbeda-beda. Kendati demikian, zat yang akan selalu ada pada rokok lazimnya adalah tar dan nikotin.

Kandungan tar dan nikotin ini biasanya tercantum pada bagian samping bungkus rokok.

rokok

Nah, usut punya usut, ternyata rokok asli Indonesia berbeda jauh dengan produk rokok luar negeri. Memang sama-sama rokok, namun punya jenis dan kandungan tar serta nikotin yang berbeda-beda.

bungkus rokok

Mari kita bahas satu per satu.

Rokok Putih

Rokok ini hanya berisi tembakau saja. Tanpa dicampur dengan bahan lainnya. Biasanya sering dicampur dengan menthol atau perasa lain, sehingga menimbulkan sensasi dingin. Rokok jenis ini contoh produknya adalah Marlboro, Lucky Strike, Marcopolo, Ardath, dll.

Cerutu

Jenis rokok yang berisi gulungan tembakau kering pilihan. Daun tembakau digulung secara presisi hingga berbentuk bulatan besar layaknya rokok. Ukuran cerutu relatif lebih besar dibandingkan dengan rokok.

Kretek

Rokok ini adalah asli produk Indonesia yang bila dibakar lalu dihisap mengeluarkan bunyi kretek…tek…tek… Kretek berisi tembakau, cengkeh, saus dan juga tembakau asli Indonesia.

Tiga jenis rokok tersebut memiliki kandungan nikotin dan tar yang berbeda-beda. Tiap negara mempunyai aturan standar kandungan nikotin dan tar pada rokok yang beredar dan diproduksi. Di Indonesia aturan ini tertuang pada PP Pengamanan Rokok bagi Kesehatan (PP 81/1999) yang menetapkan bahwa setiap batang rokok tidak boleh melebihi 1,5 mg nikotin dan 20 mg tar.

Namun aturan ini tak sepenuhnya berlaku efektif, karena banyaknya produk rokok yang beredar di pasaran baik dari dalam dan luar negeri.

rokok

Dari tiga jenis rokok ini kandungan nikotin dan tar tertinggi adalah pada Cerutu, karena ia sepenuhnya menggunakan tembakau.

Sedangkan pada kretek jumlah kandungannya bervariasi. Ada rokok kretek yang memiliki kandungan nikotin dan tar yang rendah yaitu 0,1-0,85 mg nikotin dan 0,98-19,93 mg tar per batang rokok. Akan tetapi, ada pula rokok kretek yang mengandung lebih dari batas maksimal dan cukup tinggi. Ada kretek yang mengandung nikotin hingga 4,04 mg/ batang dan tar sebanyak 57,26 mg/ batang.

Rokok kretek yang merupakan rokok khas Indonesia memiliki rata-rata jumlah kandungan nikotin. Pada sigaret kretek tangan, rata-rata kandungan nikotin adalah 2,11 mg/ batang dan kandungan tar sebesar 41,09 mg/ batang. Pada sigaret kretek mesin, kandungan nikotin dan tar memang lebih rendah, yakni 1,38 mg nikotin dan 23,7 mg tar untuk setiap batang rokok.

bungkus-rokok

Dampak Rokok Ilegal Terhadap Penerimaan Negara

Tahun 2019 ini, Pemerintah secara resmi menetapkan tidak menaikkan tarif cukai rokok. Kendati demikian, target penerimaan dari sektor cukai ini dinaikkan menjadi sebesar Rp158,8 triliun. Hal tersebut tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi Direktorat Bea Cukai.

Salah satu cara yang wajib dilakukan untuk mencapai target penerimaan cukai ketika tarif cukai tidak naik tentu saja adalah dengan mengawasi secara maksimal peredaran rokok ilegal.

cukai rokok

Rokok ilegal di sini adalah rokok yang tak dilengakapi pita cukai resmi. Ada pula rokok yang dipalsukan mereknya, sehingga seolah-olah terlihat asli/legal padahal palsu alias illegal. Akademisi sekaligus Ketua Program Studi Magister Manajemen FE Universitas Muria Kudus, Dr. Joko Utomo berpendapat, peredaran rokok ilegal yang beredar di masyarakat cukup beragam modusnya antara lain rokok polos, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas, maupun dilekati pita cukai yang salah atau tidak sesuai dengan peruntukannya.

cukai rokok

Direktorat Bea Cukai dan dibantu jajaran terkait kini rutin mengadakan operasi pemberantasan produk ilegal. Dengan dibantu dari informasi masyarakat-masyarakat, operasi ini berlangsung efektif. Di Kudus misalnya, pihak Bea Cukai banyak menemukan rokok-rokok ilegal yang masih beredar di pasaran.

“Keberadaan rokok dan cukai palsu tersebut sangat merugikan industri rokok legal, serta penerimaan negara khususnya pendapatan cukai rokok. Sementara pengawasan peredaran rokok illegal jangan hanya diserahkan oleh pemerintah, namun ini adalah tanggung jawab kita semua baik stakeholder maupun masyarakat. Mari kita sama-sama mengawasi peredaran rokok illegal yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai yang akan dinikmati oleh warga dan masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah sebagai sentra produksi rokok”, ujarnya saat ditanyai pendapat soal dampak rokok illegal di Indonesia.

bungkus-rokok

Penerimaan cukai yang cukup besar memerlukan kontribusi aktif semua pihak. Tak hanya dari kalangan Bea cukai, satpol pp, namun juga masyarakat sekitar juga bisa berperan aktif. Begitu pun para pengusaha dan industri sigaret kretek, perlu untuk saling bahu membahu memberantas peredaran dan produksi rokok illegal. Jika semua dilakukan dengan rutin dan sama-sama berkontribusi aktif, target pendapatan cukai di tahun 2019 akan tercapai.

Semua ini demi keberlangsungan perekonomian dan pembangunan Negara. Hal ini penting karena sebagian besar APBN Negara disumbangkan cukup besar dari penerimaan pajak cukai rokok.

bungkus rokok

Tahapan Proses Pembuatan Rokok Kretek Tangan

Apa yang membedakan kretek dengan rokok? Tahukah kalian bahwa kretek itu bukan rokok. Ia adalah warisan asli budaya khas Indonesia. Dahulu, kretek dibuat sebagai obat asma dan penyembuh batuk. Lambat laun, kretek kemudian disempurnakan untuk bisa dinikamti semua kalangan. Kretek bukanlah rokok. Ia ada dan hanya dibuat di Indonesia.

rokok

Kretek adalah campuran tembakau, cengkeh dan saos. Setiap produsen kretek di Indonesia punya komposisi dan racikan khusus yang membuatnya khas. Haji Djamhari adalah orang kali pertama yang mempopulerkan sigaret cengkeh (clove cigarette) pada kisaran abad ke-19  ang kemudian dinamakan kretek.

Haji Djamhari menjadi salah satu dari sekian banyak bumiputera, khususnya di Jawa pada masa itu yang mengetahui bagaimana meracik tembakau dan rempah-rempah dengan citarasa tersendiri.

Nah, lantas, bagaimanakah sebenarnya urutan langkah peracikan kretek yang umum dipraktikkan dalam berbagai pabrik kretek tradisional di Indonesia?

Pertama adalah Ngiping. Anda siapkan papir atau kertas pembungkus rokok.

Kedua adalah proses Nggiling. Ambil sejumput tembakau, campurkan cengkeh sesuai takaran atau komposisi seselera kalian. Ratakan dalam kertas papier. Alat pembungkus tembakau bisa anda dapatkan di toko-toko penjual tembakau.

Setelah racikan kalian anggap sempurna, perlahan-lahan ratakan di semua bagian papier, kemudian gulung perlahan-lahan membentuk gulungan bundar sempurna. Lalu rekatkan dengan lem, bisa menggunakan nasi, atau paling sederhana menggunakan air liur. Namun untuk produksi pabrik, lem yang digunakan telah tersedia khusus. Ia dari bahan herbal yang aman.

orang merokok

Ketiga adalah bathil. Proses ini adalah memotong bagian tembakau di kedua ujungnya agar tembakau dalam lintingan terbentuk sempurna.

Keempat adalah menyempurnakan seluruh hasil lintingan manual kretek, dikenal dengan sebutan Nglongsong.

Kelima adalah Nyonthong. Proses ini adalah memasukkan kretek ke dalam bungkus rokok. Di mana 1 bungkus biasanya berisi 12 batang Kretek. Kadang juga berisi 16 batang Kretek.

rokok

Keenam adalah Ngeslop atau Ngebal. Proses ini adalah mengumpulkan hasil dari proses Nyonthong, di mana 1 slop kretek berisi 10 pak, dan 10 slop berarti berisi 1 bal kretek.

Bagaimana, Anda tertarik. Tak perlu sampai memproduksi dan menjualnya sendiri. Cukuplah menikmati hasil lintingan Anda sendiri. Kecuali, jika hasil racikan Anda ternyata disukai banyak orang, Anda bisa menjualnya.