Review Rokok Niko: Bungkus Sederhana, Tarikan Kuat

Bagi perokok mazhab Jawa Timur, Roki punya kabar baik untuk kalian. Telah hadir rokok NIKO. Rokok yang diklaim memilikki dual impact. Jadi, apa yang dimaksud dual impact oleh NIKO Nextion? Yuk, pelan-pelan bacanya.

Pertama kali Roki memegang rokok NIKO, ternyata…

…hampir sama dengan bungkus rokok berjumlah 16 batang.

Warna merah cukup mendominasi di sampul depan. Terdapat tulisan NIKO dengan warna silver dan Nextion yang semuanya menggunakan huruf kapital. Kemudian di sudut sebelah kiri terdapat angka 16 dan tulisan kretek filter.

Sedangkan bagian atas dekat pembuka bungkus rokok terdapat tulisan Nikorama – Kudus. Untuk sisi atas, hanya memunculkan tulisan NIKO Nextion.

Melihat bagian sebelah kiri, terdapat tulisan dual impact tech dan juga semacam kotak berisi kandungan rokok. Tar 25 MG sedangkan nikotin 2,1 MG.

Di sisi sebelah kanan terdapat barcode dan tulisan berisi larangan menjual kepada anak di bawah usia 18 tahun dan perempuan hamil. Juga, bagian atasnya terdapat tulisan 16 Sigaret Kretek Filter.

Sedangkan bagian belakangnya sama persis dengan bagian depan. Jadi, tak ada perbedaan. Baru jika melihat bagian bawah terdapat tulisan NIKO Nextion dan perusahaan produksi rokok NIKO. P. T. NCT Kudus yang disertai kode produksi.

Saat membuka bungkusnya perlahan terdapat kertas silver dengan tulisan “experience the new sensation”. Lalu, mengambil sebatang rokoknya, ternyata mirip Marlboro Filter. Ada yang berlubang di bagian bawah.

Batang rokoknya kecil dan berukuran pendek. Hal ini tak mengherankan karena rokok NIKO masuk ke dalam SKM dengan dosis tar medium. Nah, dual impact yang dimaksud adalah filternya yang berlubang.

Selain itu, saat menghisap rokok, tarikan terasa sangat kuat namun seimbang karena ada filter yang berlubang. Bagaimana dengan rasa? Mirip dengan Gudang Garam Surya Pro Merah. Tak hanya soal rasa melainkan juga wangi batang. Uniknya, masih ada rasa pedas yang menempel di rokok ini.

Durasi menghisap rokok ini antara 10-12 menit dan untuk harga, masih ramah di kantong. Berkisar 15-16 ribu rupiah.

Jadi, tertarik untuk mengonsumsinya?

Review Rokok Djarum Super Wave

Jadi, beberapa hari yang lalu Roki berada di Surabaya. Di berbagai pojok kota Roki lihat banyak banget Billboard iklan Djarum Super Wave ini. Pastinya Roki Penasaran banget dong kayak gimana model dan rasanya. Setelah Roki balik ke kota asal akhirnya Roki sempetin untuk beli rokok ini. Bener banget dong, Roki langsung terkesima dengan produk satu ini.

Seperti biasa kita mulai bahas dari segi bungkusnya dulu. Simpel dan elegan! Roki suka banget dengan ukuran bungkus kayak Djarum Super Wave ini, mudah banget untuk dikantongi. Mau dikantongi di saku baju, MAsoookk! Mau dikantongi di celana, Masookkk! Mau diselipin di iketan sarung, Masookkk! Mau dimasukin di dompet mantan? Eh jangaan ntar di bawa kabur sama kayak harapan kamu ke dia.

Ukuran Bungkus Rokok Djarum Super Wave ini pasti bakal disukai oleh banyak masyarakat di indonesia, terutama anak-anak muda. Dari segi warna pun demikian. Ada kesan premium yang tersemat dalam bungkus rokok ini. PT Djarum Kudus Indonesia sebagai produsen dari rokok ini sepertinya benar-benar memperhatikan estetika dari bungkus ini. Secara warna, bungkus rokok punya warna hitam dan merah yang lebih elegan. Akan tetapi di sini diberi motif dan batas-batas gradasi yang jauh lebih elok.

Rokok Djarum Super Wave dibalut dengan motif ombak yang cantik. Lalu semua tulisannya diberi warna emas yang mewah. Kita mulai dulu dari bagian depan dan belakang bungkus ada tulisan Djarum Super Wave dengan garis melengkung di bawahnya. Lalu ada tulisan 12 dengan background hitam. Tulisan 12 ini sebagai penanda bahwa satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang rokok. Serta di bawahnya ada tulisan Power Boost Filter. Nah fitur power boost filter ini yang menjadi pembeda rokok ini dengan rokok-rokok yang lain. Tapi nanti ya kita bahas.

Di bagian atas dan bawah bungkus rokok juga terdapat tulisan Djarum super wave beserta garis khasnya. Bedanya di bagian bawah ada logo dan tulisan PT Djarum Kudus Indonesia, kode produksi, dan tulisan 12. Di samping kiri ada tulisan imbauan dari pemerintah, SKM yang menandakan bahwa rokok ini masuk dalam kategori Sigaret Kretek Mesin, dan barcode. Sedangkan di bagian kanan ada tulisan Power Boost Filter sama logonya yang menurut Roki mirip sama bentuk gir. Lalu juga ada penjelasan tentang isi kandungan tar dan nikotin. Rokok Djarum Super Wave ini mengandung  1,7 miligram Nikotin dan 28 miligram tar.

Penasaran sama isi di dalamnya kost pacar kamu? Eh isi di dalam bungkus rokok ini maksudnyaa. Maaf-maaf, suka gagal fokus aku tuh.  Saat kita buka maka akan ditemui grenjeng berwarna emas dengan logo power boost filter. Lalu di bagian kertas penutup grenjeng ada tulisan wave yang timbul di atas kertasnya warna merah. Yuuk kita ambil satu batangnya.

Sepintas pasti kalian inget sama marlboro filter black. Ada kesamaan kan di bagian filternya? Sama-sama bolong tapi kalau secara esetetik, jauh kerenan Djarum Super Wave inii. Apalagi filter di Djarum Super Wave ini punya teknologi Power boost filter yang udah kita sebutin tadi.

Roki mau menebak-nebak ya apa maksud dari fitur ini. Kalau kita artikan ke bahasa Indonesia, power boost filter ini kira-kira berarti filter yang memberikan dorongan yang kuat. Apakah benar? Atau cuman hanya gimmick saja? Mari kita cobaa!!

Di tarikan pertama kita sudah langsung tahu bahwa fitur power boost filter ini bukan hanya gimmick di rokok Djarum Super Wave ini. Bener-bener berasa fungsinya. Saat kita menghisap rokok ini kita diberikan tarikan yang kuatt. Mengapa? Karena ada sela dalam filter tadi. Kalau kita bedah lagi sih sela-sela dalam filter tadi ga sampai di ujung filter sih. Hanya sebatas setengah saja. Tapi ini yang membuat tarikan rokok ini jadi kuat dan seimbang. Walau tarikannya yang lebih kuat akan tetapi asap yang timbul tak sebanyak rokok biasa.

Lantas bagaimana dari segi rasanya? Dari segi rasa sebenarnya rokok Djarum Super Wave ini mirip dengan Gudang Garam Surya. Untuk kalian para arek jawa timuran seharusnya ga bakal kesulitan untuk menyukai rasa rokok Djarum Super Wave ini. Sebelum kita bakal, wangi batangnya juga ada kemiripan dengan Gudang Garam Surya.

Kembali ke soal rasa, ada sensasi pedasnya cukup berasa mengingat campuran cengkeh yang nampaknya masih kuat di rokok ini. Ada sensasi manis tapi ga begitu dominan. Tapi enaknya rokok Djarum Super Wave ini meski punya rasa yang pedas tapi cukup balance dengan sedikit manisnya. Begitu juga dengan tarikannya rokok ini. Meskipun kuat tapi tetep berasa halus di tenggorokan. Smooth banget. Ga ada kesan gatel juga yang ditinggalkan.

Durasi hisap rokok ini sekitar 12 sampai 13 menit dalam kondisi normal. Ohya tadi lupa bilang bahwa size batang rokok ini masuk dalam kategori baru nih. Ga sebesar reguler dan ga sekecil BOLD. Pas lah pokoknya. Lalu bagaimana harganya? Cukup dengan 16 ribu kamu bisa dapatkan satu bungkus rokok ini.

Roki mau menarik sebuah kesimpulan. Rokok ini pas banget dikeluarin di tengah gelombang pandemi seperti ini. Ketika banyak orang yang berpindah merek rokok, maka Djarum tepat sekali mengeluarkan produk ini. Cocok banget buat kalian yang pengen pindah ke harga yang lebih terjangkau dan rasa yang lebih smooth maka bisa pindah ke rokok ini. Harganya yang terjangkau juga yang Roki bilang jadi kabar baik di tengah gelombang ketidakpastian.

Roki prediksi bahwa rokok ini bakal laku di pasaran Jawa Timuran. Mengapa? Ya karena secara rasa rokok ini ada kemiripan dengan GG Surya. Hati-hati GG Surya, ada pesaing baru kalian nih yang dari segi bungkus, citarasa, dan harga tergolong okee banget. Buat perokok di Jakarta dan sekitarnya sih mungkin juga bakal suka sama rokok ini. Bungkusnya keren, fitus power boost filternya juga menarik, dan rasanya yang juga seimbang.

Rokok Djarum Super Wave ini juga ga sulit ditemui kok. Kabarnya, banyak kota di indonesia akan mendapatkan jatah distribusi rokok ini. Buat kalian yang penasaran, langsung sikat ajah. Cobain deh fitur dan sensasi rokok keren ini.

 

https://www.youtube.com/watch?v=6Y7WeC8DXgY

Review Rokok Surya 16

Jika ada satu pertanyaan, rokok apa yang menjadi wajah dan rasa arek-arek jawa timur? sudah pasti jawabannya adalah Surya 16, salah satu merek terkenal buatan gudang garam.

Siapa sih yang tidak kenal rokok Surya 16? rokok merek ini sudah ada di Indonesia sejak era 1980an. Surya 16 dihadirkan oleh gudang garam untuk menandingi kejayaan rokok kompetitornya yang sudah hadir lebih dahulu di tahun 1975.

Seiring tahun berjalan. Boleh dikatakan kalau Surya 16 jadi satu produk top yang banyak menghasilkan keuntungan bagi Gudang Garam. Meski demikian, Surya 16 juga mengalami persaingan hebat dengan kompetitornya. Nah dari kompetisi ini kita sebagai perokok akhirnya juga bisa merasakan dua aliran rasa di dunia rokok. Pertama rasa kudusan dan jawa timuran.

Di pembahasan soal bungkus, sudah barang tentu kalau bungkus surya 16 ini tergolong ikonik. Dari jaman pertama kali ini rokok diluncurkan hingga sekarang tak ada perubahan yang ekstrim dari segi bungkus. Warnanya tetap sama yaitu dominan coklat tua dengan paduan emas serta efek emboss berwarna emas pada tulisan di bagian depan dan belakang bungkusnya.

Di bagian depan dan belakang bungkus ada tulisan Surya, logo gudang garam, dan 16 filter kretek cigarettes dengan peletakan yang serupa. Ngomong-ngomong logo gudang garamnya terasa sangat khas. Ya, ada lima gudang, dan dua gunung kembar. Lalu ada rel kereta dan langit bergaris-garis.

Di bagian atas bungkus terdapat tulisan gudang garam dengan warna coklat. Sedangkan di bawah terdapat tulisan Manufactured by PT Gudang Garam TBK Kediri-Indonesia. Kenapa yang di atas ditulis Gudang Garam tapi di bawah malah ditulis lengkap nama pabriknya ya. Agak aneh ya?

Selain ada gambar seram di bagian depan dan belakang bungkus. Ada juga imbauan pemerintah di samping bungkus dan barcode, tulisan surya 16 dan kandungan tar serta nikotin. Kandungan tar surya 16 sebesar 31 miligram dan nikotinnya yaitu 2,2 miligram. cukup beraattt yaaaa…

Satu bungkus rokok ini berisi 16 batang. Ya iyalaaaahhh masa isinya 37! hehehehe. Konfigurasi penempatan batangnya, delapan di kotak kanan dan delapan di kotak kiri. Di kedua kotak tersebut penempatannya dibagi lagi menjadi empat belakang dan empat depan. Surya 16 masuk dalam kategori long size karena ukurannya yang lebih panjang ketimbang rokok lainnya. Di batang rokok ini terdapat logo gudang garam berwarna biru serta tulisan surya dan gudang garam dengan warna merah di dekat filter rokok. Di bagian filter rokok ada sentuhan garis tebal emas dengan garis merah tipis di tengahnya.

Soal rasa, yang kini mulai tumbuh setelah lama kenal sama kamu. Halaaahhh. Fokus fokus! Banyak yang merasa kalau rokok ini memiliki rasa manis yang sangat kuat. Ada juga yang menyebut kalau surya 16 punya keseimbangan rasa antara manis, pekak dan pedas. Memang ada rasa manis yang ditemukan tapi tidak begitu kuat. Namun rasa pedasnya cukup terasa dan kami pikir karena ramuan saus dari gudang garam yang khas. Ya seperti yang kita tahu kalau gudang garam kabarnya adalah salah satu pabrikan rokok yang sangat handal meracik saus rokok.

Secara tarikan, rokok Surya 16 memiliki tarikan yang nendang alias mantaappp! Ada sensasi panas yang tertinggal dan melekat di tenggorokan ketika menghisap rokok ini. Tapi tenang kok, sensasi itu tidak membuat tenggorokan kalian gatel seperti habis ngisep rokok-rokok dengan harga terjangkau. Sensasi nendang ini mungkin dari hadirnya cengkeh sebagai salah satu kandungan dalam rokok ini. Ya namanya juga kretek jadi tetep harus pakai cengkeh, saus, dan ramuan tembakau. Sensasi hangat ini yang roki bilang juga cenderung ada rasa pedasnya.

Menariknya adalah rasa dan tarikan yang nendang dari rokok ini cukup konsisten dari awal pembakaran hingga menjelang akhir. Maklum, produk top dari gudang garam ini pasti kasih kualitas yang tidak biasa. Durasi bakarnya sekitar 15 hingga 16 menit dalam kondisi normal. Kalau tidak dalam kondisi normal, ya bisa lebih cepat dari itu. Tapi ada tidak ya kira-kira yang sanggup menghabiskan rokok ini hanya dalam waktu lima menit atau kurang? Gendeng sih kalau ada, hehehe.

Surya 16 masuk dalam kategori sigaret kretek menengah dan masuk dalam layer cukai paling atas. Harganya di pasaran tergolong tinggi yaitu satu bungkusnya sekitar 23 hingga 24 ribu rupiah. Worth it kah? Ya Kembali lagi, semua tergantung selera. Kalau bicara produk premium bukan lagi urusan dengan worth it atau tidak. Soalnya merek rokok premium sudah punya konsumen loyal yang dengan harga berapapun pasti dibeli. Beda halnya dengan rokok harga terjangkau yang rata-rata konsumennya bisa datang dan pergi. Kayak kamu tuh.

Pada akhirnya surya 16 adalah salah satu kretek legendaris di Indonesia yang bisa bertahan hingga saat ini. Seperti yang kami bilang di awal, kalau di Jawa Timur rokok ini jadi kesukaan banyak orang di sana. Meski belakangan ini selera perokok di Jawa Timur juga semakin heterogen. Buktinya banyak juga yang menghisap rokok selain dari merek gudang garam. Walau demikian citra surya 16 sebagai rokoknya arek jawa timuran masih tetap ada hingga saat ini.

Review Rokok Starmild

Rokok Starmild adalah jenis rokok yang cukup populer di kelasnya. Akan tetapi belum begitu sering dijumpai banyak orang yang menghisap rokok ini. Popularitas rokok starmild masih tenggelam dibandingkan dengan beberapa merek rokok lain di kelas mild. Sebenarnya rasa rokok starmild ini tidak kalah kok dengan yang lain.

Kita mulai dari bungkusnya terlebih dahulu. Sama seperti bungkus-bungkus rokok dengan kategori mild lainnya, rokok starmild memiliki bungkus berwarna dominan putih. Berbeda dengan model bungkus starmild yang terdahulu, kalau bungkus rokok starmild yang terbaru ini memiliki gambar bintang yang lebih besar. Gambar bintangnya berwarna hitam dengan outline bernama silver. Font starmild yang tertera di bungkus pun ikut berbeda dari edisi sebelumnya. Kali ini memiliki tulisan star yang agak tebal dan mild dengan font yang tipis.

Akan tetapi di bagian belakang bungkus rokok akan kita temukan gambar bintang yang lebih kecil. Di bawah gambar bintang kecil itu kita temukan tulisan berbahasa inggris yang kira-kira artinya seperti ini: kombinasi seimbang antara tembakau dan cengkeh keuinkan starmild, pengalaman merokok yang halus dari setiap hisapannya.

Seperti biasa ada gambar seram di bagian depan dan belakang bungkus rokok. Ada juga peringatan dilarang menjual atau memberikan rokok kepada anak. Logo buanglah mantan, eh maksudnya sampah pada tempatnya juga ada. Barcode, tulisan starmild dengan bentuk yang sama seperti di depan dan belakang bungkus. Dan ada penjelasan kandungan tar dan nikotin pada rokok starmild, yaitu 12 miligram tar dan nikotin 1,0 miligram.

Nih, yang menarik dari rokok starmild terdapat pada kemasan di dalamnya. Kertas pembungkus di dalam rokok ini berwarna biru dengan motif tulisan starmild yang mengelilinginya. Lalu di bagian batang rokok ini juga terdapat tulian starmild di bagian filternya. Desainnya cukup elegan dan kesannya anak muda banget.

Rokok starmild ini bisa dikatakan sebagai salah satu rokok mild tua di Indonesia. Kami menemukan fakta bahwa rokok ini pertama kali diluncurkan ke publik pada 1 Desember 1996. Dengan demikian, rokok starmild sudah berumur 24 tahun. Ibarat manusia, rokok ini pasti sudah lulus kuliah dan masuk dunia kerja. Ada sejarah panjang juga dari rokok ini yaitu dulunya dibuat oleh PT Lestari Putra Wirasejati, kini diproduksi oleh PT Suburaman yang juga merupakan anak perusahaan Bentoel Group.

Dulu rokok starmild identik dengan embel-embel Losta Masta di belakangnya, entah sekarang, masih ada atau tidak, kalian cek saja sendiri pada bungkus rokok Starmild. Lalu, rokok starmild juga punya slogan yang duluu sangat terkenal yaitu “Bikin Hidup Lebih Hidup”. Hayo yang sudah umur 30 tahunan ke atas pasti masih ingat betul dengan slogan ini. Asyik banget deh pokonya jaman itu, masih ada banyak slogan di bungkus rokok yang keren-keren.

Sebenarnya starmild punya beberapan varian yaitu Starmild 12, Starmild 16, Starmild Cool Menthol, sama Starmild tritek. Tapi yang kami ulas kali ini adalah starmiild 16 alias berisikan 16 batang rokok. Rokok starmild ini masuk dalam kelompok sigaret kretek mesin dengan cukai golongan dua. Harga perbungkus dari rokok ini di kisaran 21 hingga 23 ribu rupiah. Mungkin, bisa jadi alasan kenapa rokok ini masih kalah saing karena harga segitu perokok lebih banyak yang memilih merek lain.

Soal rasa yang dihasilkan sangatlah smooth. Tarikannya yang tetap enteng dan bikin tenggorokan kalian nyaman. Maklum lah, kadar tar pada rokok ini hanya 12 mg. Dari segi rasa menggambarkan karakter tembakau virginia yang lembut, tidak terlalu manis. Cukup spicy di lidah, spicynya jelas karena ada campuran cengkeh di dalamnya. Jadi setidaknya sangatlah sesuai dengan tulisan berbahasa inggris pada bungkus rokoknya. Terasa balance cita rasa tembakau dan cengkehnya. Maka cocoklah Starmild berhasil menjadi rokok kategori mild yang seutuhnya karena memberikan rasa yang imbang, manis, dan entang dalam tarikan hisapannya.

Durasi hisapan rokok starmild juga tergolong cepat. Ya, namanya juga masuk dalam kategori mild. Pasti gak ada yang lama banget. Memakan waktu kurang lebih 10-11 menit untuk menghabiskan sebatang rokok ini.

Seharusnya tidak ada masalah yang sulit bagi rokok starmild untuk bersaing dengan kompetitornya jika merujuk pada soal rasa. Enak-enak aja kok. Mungkin faktor promosinya saja yang kurang gencar. Padahal kalau kalian cermat, masih ditemukan banyak festival musik yang disponsori oleh starmild. Bahkan sampai melekat pada kaset dan cd kompilasi.

Namun sekarang kenapa kurang begitu terdengar tentang rokok ini? Soal bungkus, ini soal selera ya, kami lebih suka bungkus yang model lama. Ya mungkin karena soal kenangan ya. Kalau bungkus yang baru kesannya lebih cenderung futuristik. Tapi cukup aman sih, sebagai sebuah desain rokok, pokonya selagi tidak ada cacat kemasan.

Peredaran rokok starmild gak gampang ditemuin, tapi gak sulit juga buat dicari. Mungkin ya karena faktor itu jadi banyak penikmat starmild yang berpindah ke merek rokok lain. Harusnya, Bentoel Grup bisa lebih serius lagi dengan rokok ini. Soalnya, rokok ini udah punya nama apalagi masuk dalam salah satu rokok top di Bentoel Grup. Tapi entahlah lagi-lagi soal kebijakan pabrik yang belum dapat kita ketahui bersama.

Kesimpulannya. Kami memberi nilai positif pada rokok ini terkait rasanya. Harganya juga terjangkau, bisa jadi opsi buat kalian yang lagi bosen sama satu merek rokok tertentu. Ngisap rokok ini cukup bikin nyaman kok. Tapi kalau diijadiin rokok reguler yang dihisap kayaknya agak sulit. Lagi tengah malam kehabisan rokok terus nyari rokok ini di warung-warung pasti bakal sulit. Ya, karena SKM dengan cukai golongan dua serta pada rokok starmild yang cukup jarang ditemukan di banyak daerah. Kayaknya kalau di beberapa daerah di pulau jawa masih aman deh. Kalau emang ketemu, silahkan coba.

https://www.youtube.com/watch?v=55OTXwTPJTI

Review Rokok LA Lights

Rokok LA Lights dianggap idolanya rokok anak muda karena terdapat pada citarasanya yang cukup digemari. Serta seringkali menggarap event musik dan film.

Ada yang ingat dengan band Monkey to Millionaire? Vox? CUTS? The Banery? Para penggemar musik indie pasti tau banget nama-nama band ini. Lantas apa hubungannya band-band tersebut dengan rokok LA Lights? Simpel! jawabannya karena band-band tadi adalah jebolan dari festival musik indie ternama di Indonesia yang bernama LA Lights Indiefest. Emang sih festival ini sudah lama berhenti. Kurang lebih, tepatnya terakhir didakan di tahun 2011.

Meskipun festivalnya sudah sudah lama usai. Citra LA Lights bagi para pecinta musik masih sangat melekat. Tidak hanya menyelenggarakan musik festival saja. LA Lights juga pernah mengadakan acara LA Lights Indie Movie yang hingga sampai 2019 lalu masih berjalan. Maka tidak salah kalau kami bilang LA Lights punya trademark tersendiri, bahwa merek ini adalah rokoknya para anak muda!

Dari segi bungkus sekilas tak ada yang nampak spesial. Tapi kalau kita cermati lebih dalam, maka sebenarnya LA Lights menawarkan bungkus yang simpel, futuristik, dan elegan. Tak perlu banyak sentuhan, hanya diberikan garis-garis dan motif yang tegas. Bungkus LA Lights didominasi oleh warna putih.

Di bagian depan dan belakang bungkus ada tulisan LA berwarna merah, tulisan Lights berwarna hitam dan dengan font yang sangat khas! Tulisan LA Lights ini kemudian dibingkai dengan empat garis berwarna silver. Lalu di bawah tulisan LA Lights beserta bingkai ada tulisan kretek filters yang cukup kecil berwarna silver. Sedangkan di bagian belakang ada tulisan tripleblended dengan warna hitam. Oh iya, ternyata kalau dicermati lagi ada motif garis tipis yang menyelimuti seluruh bagian batang rokok ini.

Di bagian atas dan bawah ada tulisan LA berwarna merah dan Lights berwarna hitam. Bedanya kalau di bagian bawah ada logo dan tulisan PT Djarum Kudus-Indonesia  dan kode produksi. Di bagian samping kiri dan kanan ada imbauan pemerintah, barcode, angka 16 sebagai penanda jumlah isi di dalamnya. Tetapi ada juga yang isinya 16.

Kemudian ada logo LA Lights lagi dan tulisan SKM yang menandakan rokok ini masuk dalam kategori Sigaret Kretek Mesin. Dan yang terakhir ada tulisan penjelasan kandungan kadar 15 miligram tar dan 1 miligram nikotin.

Kalau kita buka bungkusnya maka akan menemukan grenjeng berwarna silver dengan tulisan triple blended. Triple blended adalah proses pencampuran tembakau dan cengkeh yang dicampur atau diblend sebanyak tiga kali. Tiga kali loh! biar rasanya makin mantep dan nyaman untuk dinikmati.

Konfigurasi peletakan batang di dalam rokok yang berjumlah 16 yaitu delapan depan dan delapan belakang. Kalau yang isi 12 dalamnya ada enam depan dan enam belakang. Wangi satu batang rokok LA sangat khas berasa. Di setiap batangnya terdapat logo LA dekat batas papir dan kertas. Lalu juga ada garis berwarna silver.

Menurut kami, untuk segmen Mild rokok ini yang paling juara. Mengapa? Karena tarikannya sangat halus dan mantap berkat adanya proses triple blended. Inovasi tripleblended ini yang buat LA Lights unggul dibanding kompetitornya.

Selain itu pula berkat tarikannya yang halus dan mantap menjadikan anak-anak muda suka dengan rokok ini. Keuntungan dari tripleblended juga membuat setiap tarikan nyaman di tenggorokan. Intinya ga perlu butuh waktu lama untuk cocok sama merek ini. Bisa langsung suka lah. Ya, walaupun lagi-lagi pada akhirnya itu semua soal selera.

Dari segi cita rasa sebenarnya belum bisa dibilang manis. Mungkin, terhalang dengan sensasi pedasnya yang cukup berasa walau tidak begitu tebal. Bisa dibilang LA Lights adalah kretek versi yang slim dan enteng.

Cita rasa cengkehnya sangat berasa bahkan nampak. Ini juga yang jadi pembeda dengan rokok mild lainnya yang kadang rasa cengkehnya tipis bahkan hilang.  Beneran deh, buat kamu yang emang suka kretek tangan terus pengen ngisap kretek yang lebih enteng, LA lights ini sangatlah cocok.

Durasi hisapan LA Lights sekitar 11-12 menit dalam kondisi normal. Cocok buat kalian para perokok yang gak punya banyak waktu luang buat istirahat pas lagi kerja. Buat nongkrong juga rokok ini cocok banget kok. Kami juga yakin walau teman kalian punya merek rokok favorit yang lain. Tapi, pas lagi nongkrong kalau rokok mereka habis, tetap cocok-cocok aja untuk ngisap rokok ini.

Jadi secara cita rasa rokok ini masuk banget untuk selera anak muda Indonesia. Terus gimana soal harga? LA Lights ini masuk dalam kategori sigaret kretek mesin di layer cukai paling atas. Harganya di pasaran untuk yang sebungkus isi 16 batang sekitar 22 hingga 23 ribu rupiah. Yang jelas sangat worth it banget, dengan harga segitu kalian bisa punya rokok rasa premium. Nyaman di tenggorokan dan cita rasa kreteknya tidak hilang sama sekali.

Kelebihan lainnya adalah rokok ini mudah ditemui di manapun. Mau di warung kelontongan, supermarket, minimarket bahkan di online juga banyak. Harganya, ya variatif ga bakal lebih atau kurang dari 22 sampai 23 ribu rupiah.

https://komunitaskretek.or.id/ragam/2020/07/review-rokok-halim-merah-putihan-khas-indonesia/

Review Rokok Halim

Rokok Halim, dari bungkusnya saja siapa yang menyangka kalau ini ternyata rokok putih kayak marlboro, dunhill, forte, dan sejenisnya. Dari bungkusnya saja malah saya kira rokok halim ini adalah kretek. Klasik banget friend! Bahannya juga klasik, tidak seperti rokok putih yang sering kita temui. Bahaya sih kalau ngelihat rokok ini dalam kurun waktu 30 detik saja. Bikin inget hal-hal yang udah-udah. Bungkus klasik, warna klasik, jadi inget jaman nenek moyang dulu. Mungkin rokok ini dipakai kakek kita buat godain nenek kita kali ya?

Dari namanya saja sudah nyaru. Sebab, kalau rokok putih biasanya dari pabrikan diberi nama yang kebarat-baratan banget, tapi rokok ini tuh malah dikasih nama yang indonesia banget. Halim! Coba kita bedah satu persatu, dimulai dari bungkusnya.

Sebelum kita melangkah lebih jauh ke dalam, ke dalam hatimu. Halaahhh. Bungkus halim didominasi oleh warna merah dan putih. Ada motif garis merah tipis-tipis yang membuat rokok ini terkesan begitu vintage. Sumpah, kalau boleh jujur saya cinta banget sama motifnya. Tetap orisinil dan bertahan di tengah modernitas. Ada tulisan Halim berwarna emas dengan mahkota di atasnya, mahkota loh friend! Mahkotanya pun berwarna emas. Dengan huruf H di tengah serta ada tiga bintang di atasnya. Sekilas, rokok ini kayak logo warung nasi padang. Iya bukan?

Selain gambar serem dan imbauan pemerintah. Di bagian tengah rokok ini ada tulisan filter cigarettes dan Made In Indonesia. Fontnya yang dipakai dinuansakan jadul. Paten lah! Di samping rokok halim ada mahkota beserta tulisan halim berwarna merah. Juga ada angka 20 dan tulisan VIRGINIA FILTER CIGARETTES.

Penjelasan kandungan Nikotinnya 0,8 miligram dan tarnya 15 miligram. Di sebelahnya lagi ada barcode, angka 20 dan tulisan VIRGINIA FILTER CIGARETTES. Juga larangan menjual, memberi pada anak usia di bawah 18 tahun dan perempuan hamil. Hayo yang masih di bawah 18 tahun suka beli rokok. Stop yak! Ada waktunya kok nanti kalian bisa hisap rokok, sabar dikit.

Di bagian bawah rokok ada tulisan manufactured by PT. HALIM WONOWIDJOJO. Kediri-Indonesia. Udah jelas pabrik ini yang memproduksi rokok halim. Nama pabriknya halim, masa pabrik bikin rokok namanya Mansur?

Kita yang anak muda mungkin kurang banyak kenal dengan rokok ini. Tapi Perlu kalian tau bahwa rokok halim sebetulnya sangatlah legendaris. Rokok ini sebenarnya masih produksi dari anak perusahaan gudang garam. Kurang lebih tepatnya, rokok Halim jadi salah satu rokok putih lokal yang masih bertahan hingga saat ini.

Rokok halim masuk dalam jenis SPM alias Siapa Pacar Mantanmu? Halah ga fokus. Maksudnya yang benar adalah Sigaret Putih Mesin.

Secara penempatan cukai ditempel dengan sangat unik. Di tempel di atas bungkus dan menyilang. Eh, tetapi model cukai nempel begini sih lumayan. Bisa nutupin gambar serem hihihihi. Harga tarif cukainya sebesar 20.300 rupiah serta tarif cukai per batangnya 470 rupiah. Di pasaran, rokok halim bisa berharga kisaran 16-17 ribu rupiah. Banyak yang bilang bahwa rokok halim adalah rokok putih yang value for money. Ketimbang beli Marlboro gak sanggup deh karena harganya selangit. Lebih baik ngerokok halim karena enak dan terjangkau harganya.

Satu bungkus rokok halim berisikan 20 batang rokok dengan konfigurasi 10 depan 10 belakang. Panjang satu rokok halim sekitar 84 milimeter. Secara ukuran masuk dalam kategori king size. Bagian batasan tipping paper rokok ini ialah adanya garis berwarna emas disertai di bagian tengahnya bergaris merah. Dengan warna dasar tipping paper ialah cork dengan adanya motif yang cenderung abstrak.

Pernah coba rokok putihan? Ya beginilah rasa rokok putihan, macam rokok halim yang tidak begitu memiliki perbedaan signifikan. Mungkin kalau pun ada rasa manisnya minim, tapi agak sedikit spicy. Kalau dibandingin sama marlboro baru sedikit nampak nih bedanya. Marlboro dan Halim sama-sama pakek tembakau virginia. Tetapi rasa rokok halim punya tarikan yang mantap dan lembut. Mungkin karena rokok halim memakai tembakau virginia lokal. Alias ditanam di bumi Indonesia.

Nah, ada sedikit hal yang cukup berbeda. Biasanya rokok putihan begitu nyegrak di tenggorokan. Jika disandingkan dengan rokok halim, tidak ada rasa nyegrak di tenggorokan sama sekali. Kita masih bisa merasakan yang mantap khas rokok putih tapi tenggorokan kita masih nyaman untuk menikmatinya. Durasi hisapan rokok ini masih sama seperti kebanyakan rokok putih lainnya. Ya tergolong cukup cepat, namanya juga rokok putihan. Cerutu tuh baru lama.

Rokok putih dengan kearifan lokal. Bukan sekedar tagline semata, tetapi memang benar adanya, sangat cocok untuk para perokok yang tinggal di iklim tropis. Sebab, di dalam rokok halim terdapat rajangan tembakau.

Soal harga sudah pasti salah satu rokok putihan ini harganya sanagat terjangkau. Dan lagi isi dari satu bungkus rokoknya berjumlah 20 batang. Tapi sayangnya, peredaran rokok ini cukup terbatas. Di beberapa daerah di kawasan Jawa Tengah dan Timur, rokok ini termasuk mudah untuk didapatkan. Poin positif rokok halim terletak pada kemasannya yang dapat kita bawa kemana-mana. Soal rasa juga layaknya dikawinsilangkan antara selera barat dan ketimuran.

Umur rokok halim tergolong muda. Kurang lebih diluncurkan pada tahun 2011. Baru sembilan tahun dan telah menyabet sisi menarik pada bungkusnya yang amat vintage. Kiranya akan disayangkan saja kalau semisal harus dibuka dan dihisap. Buat anak indie penggemar karaoke ria yang temen-temennya suka rokok putih, sangat cocok untuk pakai rokok ini. Sangat anti mainstream sekali. Derajat ke-indie-an kalian pasti kian tinggi.

Jadi kami berani kasih julukan rokok halim adalah rokok putih dengan kearifan lokal. Dari bungkusnya sudah nasionalis, berwarna merah dan putih. Soal rasa, pas buat lidah orang Indonesia. Minusnya? Cuma agak susah cari rokok ini saja. Tapi kalau kalian sedang main ke Jawa Timur atau Jawa Tengah, borong rokok ini buat oleh-oleh. Lumayan unik kan oleh-olehnya?

https://www.flickr.com/photos/130075348@N08/29583462470/in/photolist-M5bYHL-Tvo1tV-SwpRB9-22TdAcr-26ekbVT-28wXp51-22dqB6o-2d1ss6M-2bwJKRw-TjGiEw-Tp83cJ-2bPHGbp-pgtaBX-HX3EKa-21HWDg5-2fJ7vMs-KXXQTA-TztuMC-KivAdT-2i5toFQ-2ffbXDg-22yURgQ-282sB27-23KaZxp-29bz1Si-2i5r7sU-25n7V83-26JtBzb-Hj81wo-PWyEkf-27pFtvC-255wD5S-29pmHLk-25YwSgv-26dhPVn-2313cQJ-PWz6zd-EKKKBu-J5AZhL-24eq9Jm-QavZNb-TzDG9d-Q1ek4m-Qaxz2J-RcX3H1-25vhRre-22BFTpV-21gHegZ-CYsuLi-21wUA1w

Review Rokok Gudang Garam Filter

Gudang Garam Filter! Satu merek rokok yang sangat terkenal. Penikmatnya pun terkenal sangat loyal dan fanatis.

Rasa rokok ini punya karakter kuat. Sebetulnya kalian sudah banyak yang tahu. Rokok Gudang Garam Filter ini punya citarasa pedas yang khas. Tentu sebagai sebuah kretek, sensasi pedasnya bisa didapatkan dari unsur cengkeh dan campuran saus di dalamnyya. Jika kita resapi hisapannya, rasa pedas diselimuti dengan unsur buah-buahan, tepatnya rasa berry, nangka, dan leci.

Bisa dibilang pedasnya rokok Gudang Garam Filter ini jadi karakter yang unik ketimbang rokok-rokok lainnya. Sulit bagi rokok-rokok lain apalagi yang bukan pabrikan asal Jawa Timur untuk menyamai rokok ini. Secara memang jadi representasi mazhab rasa jawa timuran.

Tapi apakah benar bahwa hanya ada rasa pedas di rokok Gudang garam filter? Nampaknya tidak demikian. Jika dihayati, maka kita akan menemukan sedikit rasa manis. Walau pun sebenarnya rasa manisnya agak tenggelam. Di sisi lain, tarikan rokok gudang garam filter ini justru cenderung keras dan menendang. Walau demikian sebenarnya tenggorokan kalian akan tetap cukup nyaman menerima sensasi yang menendang tersebut.

Durasi hisap rokok gudang garam filter ini sekitar 12-13 menit di waktu normal. Dari awal hingga akhir tarikan citarasanya masih konsisten. Sedangkan ketebalan asapnya tergolong tebal meski tidak setebal vape ya.

Selesai membahas rasa mari kita mengulik-ngulik soal bungkus rokok ini. Sama seperti Surya, sebenarnya gudang garam filter ini juga punya model bungkus yang khas. Ada paduan warna merah dan emas yang meliputi bungkus rokok ini.

Orang juga akan langsung mengenal dari bungkusnya bahwa ini adalah rokok gudang garam filter. Ya, memang produk ini sudah dikenal bertahun-tahun. Gudang Garam mengeluarkan produk ini saja sejak 1979 silam. Merek ini bisa dikatakan jadi salah satu produk SKM full flavor unggulan dari pabrikan asal kediri tersebut. Karena jadi unggulan maka produk ini selalu dipertahankan oleh gudang garam. Ya bukan hanya karena unggulan dari segitu itu saja, merek ini pun jadi penyumbang keuntungan yang besar untuk pabrikan rokok gudang garam.

Merek ini juga punya penamaan yang berbeda-beda di setiap daerah. Banyak yang menamainya filter tetapi ada juga yang menyebutnya garpit. Kalau di daerah Sumatera ada yang menyebutnya GG. Entah, kami kurang begitu paham mengapa rokok ini familiar disebut dengan filter. Mungkin karena ada tulisan filter kretek cigarettes yang tersemat di bungkus rokok ini. Tapi sebenarnya nama brand ini adalah Gudang Garam International.

Nah di bagian belakang bungkus Gudang garam Filter ini tersemat tulisan panjang berbahasa inggris. Kira-kira kalau diartikan seperti ini: “Gudang garam internasional dibuat untuk mencerminkan kepribadian pria sejati yang menghargai seni merokok yang sesungguhnya. Pilihan dari ahli tembakau dan cengkeh berkualitas tinggi, yang disampaikan melalui teknologi terkemuka di dunia, menjamin kalian bakal kenikmatan merokok sesungguhnya dari warisan legendaris kretek Indonesia.”

Maka kemudian wajar kalau gudang garam filter ini bertajuk “pria punya selera.” Ya dari tulisan bahasa inggris panjang tadi saja rokok ini dibuat untuk mencerminkan kepribadian sejati. Tapi apakah perempuan juga bisa ngerokok ini? Ya tentu bisa banget dong. Di setiap tongkrongan kadang ada perempuan yang dengan santai ngerokok merek ini.

Karena masuk dalam kategori premiumnya gudang garam, rokok merek ini masuk dalam kategori sigaret kretek mesin dengan golongan cukai termahal. Harga pasarannya sekitar 19 sampai 20 ribu rupiah untuk satu bungkusnya berisikan 12 batang. Apakah worth it? Ya tentu saja, mengingat rasanya yang memang khas dan melegenda.

Sudah barang pasti rokok ini mudah ditemui di mana-mana. Tapi nampaknya kalau dicari di luar negeri masih susah sih. Kecuali di Malaysia yang masih sering dijual oleh teman-teman kita asal Indonesia yang bekerja di sana.

Lagi-lagi citarasa rokok ini soal selera mulut dan lidah kita. Ada yang menyebut bahwa rokok ini manis, ada juga yang pedas. Ada yang bilang tarikannya nendang ada yang juga malah sebaliknya. Tak masalah asal tetap menghargai selera perokok lainnya. Serta tetap menjaga ketertiban saat merokok, tetap patuhi aturan yang berlaku dengan tidak merokok sembarangan.

Terakhir yang terpenting buat kalian yang masih belum layak umur untuk merokok, jangan merokok dulu ya. Awas kalau bandel!

https://www.flickr.com/photos/130075348@N08/49798096006/in/photolist-2iSug1b-2iSrrQv

Review Rokok Crystal Red

Rokok bernama Crystal Red. Katanya rokok Crystal Red ini susah banget ditemuin, apa benar? Ayo kali ini kita ulas tuntas tentang ROKOK CRYSTAL RED!

Dari bungkusnya berwarna merah, Namanya juga crystal red. Dari estetikanya, rokok ini terbilang standar, ga ada yang wah-wah banget, tapi desainnya cukup aman. Sekilas tulisan Crystal yang berwarna silver di bungkus ini kayak pake font army, tapi lebih slim. Di atas tulisan crystal bergambar seperti matahari terbit. Tapi bukan ala-ala jepang gitu, pokonya mirip logo salah satu partai politik tapi dipotong setengah gitu.

Yang agak aneh menurut kami, tulisan red di bawah crystal ini harus dikasih latar belakang merah yang niban background yang warnanya juga merah. Apalagi tulisan rednya warnanya putih. Mau dibilang penegasan, tapi warnanya juga kecil, semuanya jadi nanggung.

Di bagian atas, samping, dan bawah ada tulisan Crystal Red dengan warna yang sama kayak di bagian depan dan belakang. Lagi-lagi rednya harus dikasih blok merah dengan warna yang beda sama background. Terus di samping juga ada gambar orang buang sampah. Sebagai bentuk peringatan nih buat kalian yang suka sembarangan buang puntung dan bungkus rokok, jangan diulang lagi, stop!

Di sampingnya juga ada keterangan kandungan tar dan nikotin. Tarnya 27 miligram, nikotinnya 1,3 miligram. Di sampingnya lagi ada barcode dan tulisan SKM alias apa teman-teman? Iyak betul! Sigaret Kretek Mesin! Pintar kalian ya, bacanya rokokindonesia.com sih. Lalu dibagian bawah ada keterangan asal pabrikan rokoknya. Nama pabriknya PT. Filasta Indonesia dari Kudus, Indonesia. Lengkap ada kode produksi juga di sana.

Rokok Crystal Red masuk dalam kategori SKM. Jika dilihat dari tarif cukainya yang seharga 20.425 rupiah, Crystal Red harusnya masuk dalam SPM golongan kedua. Kalau di pasaran, rokok Crystal Red biasanya dijual dengan harga 14 sampai 15 ribu rupiah? Value for money?

Sebagai disclaimer, setiap manusia biasanya tipe rasa dan selera yang berbeda. Jadi, kalau menurut kalian agak berbeda ya harap dimaklumi. Rasa rokok Crystal Red ini jawa timuran banget lho! Padahal rokok ini tuh dibuat di Kudus. Biasanya rokok kudus tuh rasanya halus dan wangi. Crystal red justru ga punya wangi yang kudus banget. Tarikan halus banget. Rasa manisnya juga ada, rasa spicy karena cengkehnya pun ada dikit, dan juga ga bikin gatel tenggorokan. Rasa rokok Crystal Red tuh ngingetin kita sama surya pro merah.

Kalau kita bedah rokoknya, antara filter dan kertas putihnya tuh ga ada batasan garis. Di filternya ada tulisan crystal berwarna silver dan red warna merah.

Ibarat cewek paling cantik di kelas, rokok crystal red bikin kamu gampang suka deh. Beneran. satu batang, dua batang, tiga batang, kamu bisa beralih ke rokok ini karena cita rasanya benar-benar enak. Bukan karena murah. Aman banget rasanya buat kalian yang mau coba-coba sama rokok lokalan. Biasanya kalau nyoba rokok lokalan, itu harus butuh yang namanya orientasi rasa. Kadang ga cocok, kayak kamu tuh sama orang tuanya pacarmu. Kadang juga langsung cocok, kayak kamu sama kesendirianmu. Pokoknya kalau rokok crystal red tuh langsung bakal cocok banget buat kamu. Yang lagi menikmati kesendirian. Eemang susah sih kalau orang tuanya ga setuju. Sabar yah.

Peredaran rokok ini cukup terbatas, mengingat Crystal Red masuk dalam SPM golongan kedua. Tapi ya ga susah-susah amat dicarinya. Rokok ini beredar di kawasan Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Karena susah beli rokok crystal red ini, kami kasih saran nih, beli dalam jumlah banyak untuk nyetok. Inget nyetok, bukan nimbun! Minimal beli lima bungkus buat seminggu. Kayaknya cukup jika dikonsumsi secara normal. Satu batang ajah itu bisa menghabiskan waktu sekitar 13 menit. Jika dalam sehari kamu punya waktu santai sebanyak tiga kali. Pagi, siang, dan malam, maka paling tidak, kamu bisa menghabiskan delapan sampai 10 batang rokok Crystal Red ini. Untuk seminggu beli lima bungkus, cukup lah.

Oh iya, ada satu bahasan yang terlewatkan. Rajangan tembakau rokok Crystal Red ini cukup halus. Ga ada tuh yang namanya potongan-potongan kasar atau tebel. Jadi bisa dipastikan kamu ga bakal kaget lah pas ngehisap rokok ini. Ga bakal ada tuh surprise ledakan kecil di tengah hisapan. Wanginya juga ga terlalu mencolok, aman-aman ajah. Kesimpulannya, rokok crystal red ini value for money? Ya jelas dong, value for money banget. Rasa aman, bikin kamu gampang suka, harga terjangkau. Beli seharga 14 sampai 15 ribu bisa dapat 16 batang.

Kabar yang beredar katanya Rokok Crystal Red ini udah berganti nama menjadi Viper Red. Sepenelusuran kami, Crystal Red dan Viper Red adalah dua hal yang berbeda. Crystal Red dibikin oleh PT Filasta Indonesia. Kalau Viper Red dibuat sama PT Mercu Pantura Industry. Yang membuat dua rokok ini sama hanyalah sama-sama dibuat di Kudus. Kudus emang top deh. Banyak rokok-rokok enak lahir di sana.