Minimalis. Itulah kesan pertama ketika Roki memegang bungkus rokok Brown. Merek rokok yang berasal dari Kudus.
Ada empat warna yang hadir di Brown. Coklat, merah, putih, dan emas. Warna putih hadir di tulisan Brown dan informasi mengenai jumlah batang rokok (12).
Sedangkan coklat menjadi warna dominan. Bahkan boleh dibilang seluruh bungkusnya, sih, warna coklat. Ada warna merah sebagai pemanis baik di bagian depan maupun belakang.
Warna merah ini juga menjadi bagian dari persegi panjang yang ditotal ada 10 kolom. Hadir di bagian depan, penutup atas, dan belakang.
Rokok ini sepertinya hanya cocok untuk lelaki. Soalnya di mereknya sendiri, gak hanya tulisan Brown melainkan ada mr. yang dicetak kecil. Selain itu, ada mahkota yang berada di atas huruf O.

Bagian depan dan belakang sama persis. Tidak ada perbedaan. Sebenarnya kalo dilihat sekilas, bungkus rokok ini merep jersey klub bola Indonesia. Ayo coba tebak.
Untuk bagian penutup atas dan bawah, tulisan Brown diselimuti oleh garis hitam berbentuk oval. Hanya bedanya di bagian bawah hadir nama pabrik yaitu PT. Stevania Ultra Tobacco, Kudus – Indonesia dan kode produksi.
Untuk bagian kanan hanya ada tulisan larangan merokok dan barcode. Kebiasaan bungkus rokok alternatif adalah tidak mencantumkan jenis rokoknya di barcode atau sebelahnya. Kalo merek ternama, jelas di barcode atau di sebelahnya. Cek Djarum Super atau Surya Pro.
Untuk bagian kiri, ada informasi mengenai tar (33 mg) dan nikotin (1,9 mg). Nah, tulisan jenis rokok Brown yaitu SKM ditampilkan di dekat informasi tar dan nikotin.

Secara keseluruhan, kalo mau dinilai, bungkus rokok Brown cukup oke. Jika ada penilaian 1-10, angka yang pantas adalah 7. Begitulah.
Harga dan Rasa
Untuk soal harga, rasanya tidak perlu khawatir. Roki hanya merogoh kocek Rp16.000,- untuk mendapatkan rokok Brown. Nah, bagaimana soal rasa?
Mazhab Kudusan identik dengan manis. Dan benar. Ketika Roki membuka bungkusnya, aroma manis menyeruak hingga menyusup ke hidung Roki. Sayangnya, rasa manis tersebut tak muncul ketika Roki mengisapnya. Justru lebih ke arah gurih. Bahkan, boleh dibilang rasa sepetnya lebih terasa. Cukup mantap lah. Jadi, cocok untuk teman ngopi.
Kalo kamu butuh rokok alternatif, dan sedang ngopi, Roki sarankan coba rokok Brown, ya.
Tetap semangat dan salam sebat.


Bungkus depan dan belakang tidak ada perbedaan sama sekali. Persis. Sama plek. Berbeda dengan bagian kiri dan kanan. Jika bagian kiri terdapat informasi barcode, larangan merokok, bagian kanan terdapat informasi mengenai jenis rokok, nama rokok beserta logo, tar (26,59 mg) dan nikotin (1,42 mg).
Untuk bagian penutup atas hanya ada tulisan Andalan. Sedangkan bagian bawah terdapat tulisan dan logo Andalan, kode produksi, dan nama pabrik produksi.
Agaknya cukup aneh melihat pabrik rokok yang menyuguhkan nama kurang nyaman di telinga. Bandingkan dengan pabrikan mazhab besar yang justru bikin nama merk rokoknya dari benda-benda sederhana di sekitar kita. Djarum. Gudang Garam. 234. Enak diucapkan. Easy cangkem dan listening. Lha ini? Ya, tapi suka-suka dari pabriknya juga, sih. Hehehe.
12 CGaret ini dari pabrikan Kudus, Lur. Lebih tepatnya oleh PT. Galih Jati Sakti. Harganya murah cuma Rp7.000. Bandrol cukainya Rp8.100. Harga yang sesuai dengan pabrikan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Isinya 12 batang. Ukuran batangannya lebih gede dibandingkan Djarcok Xtra. Rokok andalan Roki. Sepertinya akan menarik apabila diisap. Benarkah demikian?

Aromanya madu banget. Berkesan manis. Beberapa orang yang Roki suruh cium batangannya langsung berkomentar, “wah kayaknya manis banget nih dari aromanya.”
Harganya 19k. Pita cukainya 20.800. Karena rokok harian Roki, Djarcok Xtra, habis. Jadi gak bisa bikin perbandingan ukuran batangannya. Roki pinjam batangan rokok LA punya teman. Perbandingannya memang lebih panjang LA. Tapi ukuran batangannya lebih besar Marcopolo.
Tarikannya halus. Saat nyentuh api, ujung bakarnya langsung bunyi kretek, kretek, kretek. Rasanya manis dan pedas. Sepetnya juga enak nih, Lur. Ada aroma wangi kayak wangi bunga. Cuma bunga jenis apa gak kelacak sama ingatan. Sama satu lagi gak tahu kenapa, terasanya manis banget.

Roki beli rokok Mild ini harganya 16k. Pita cukainya 16.325. Untuk rokok mild berisi 16 batang, ini masih relatif murah, ya. Desain di ujung isap batangannya juga keren nih.
Bulls ini harganya murah, Lur. Cuma 7.500. Di daerah lain, kemarin banyak juga yang komen harganya lebih murah lagi. Ada yg bilang 5.000. Ada juga yg bilang 6.000. Sedangkan bandrol cukainya 5400. Isinya 12 batang. Jenisnya SKT. Murah poll.
Roki pas bakar Evo ini sambil ngopi pake cengkeh. Jadi rasanya terpengaruh. Rasa rokok, terpengaruh dengan apa yang sedang kita minum, Lur. Minum teh manis, agak beda nikmatnya dengan saat kita minum kopi. Karena minuman pendamping mempengaruhi kenikmatan rasa rokok. Yang paling pas itu, merokok setelah makan.