Rokok Forte: Classy dan Elegan

Classy dan elegan. Dua kata yang bertaut menjadi satu kesatuan. Melahirkan sesuatu yang jika dinikmati, akan merasakan sensasi yang luar biasa. Sesuatu itu dinamakan rokok Forte.

Forte merupakah hasil cipta dari Kudus, yaitu produsen rokok terbesar di Indonesia, PT Djarum. Namun, sebenarnya Forte bernaung di bawah PT Intertobacco Utama Industry—yang memang menjadi satu grup dengan PT Djarum.

Ini rokok yang memang pasarannya adalah ekspor. Mungkin karena itulah, bentuknya agak berbeda dari produk lokal pada umumnya.

Bungkusnya boleh dibilang unyu dan lucu. Kekinian, kalo kata anak zaman now. Warnanya didominasi pastel. Ada sedikit baluran hitam, kuning pada tulisan Forte yang dilapisi dengan garis merah. Dari warna saja, jelas terlihat bahwa bungkusnya sungguh-sungguh di luar pakem.

Jika kamu memegangnya, ukurannya pun juga berbeda. Ketika dibuka, ukuran rokok ini 70 mm dengan diameter 20 mm. Yang unik, batang rokoknya. Cukup kontras. Batang berwarna coklat sedangkan filter berwarna pastel. Unik, bukan?

Rokok dengan jenis sigaret putih mesin ini memiliki durasi hisapan 4-5 menit. Durasi yang cukup singkat dan wajar bila melihat ukuran rokok. Bahkan, bisa jadi, kalo kamu ahli hisap level world class, bisa lebih cepat.

Rokok ini memiliki banyak jenis. Dari extra breeze, extra breeze menthol, original, dan menthol. Untuk yang menthol, jumlah isian rokok mencapai 20 batang. Dengan harga 16-17, Roki kira ini harga yang sepadan.

Soal rasa, lebih halus daripada rokok putih biasanya. Namun, jangan salah, tarikannya cukup mantap. Bahkan, saat dibakar lalu dihisap hingga selesai, rasa yang dihadirkan cukup stabil. Kelebihan yang lain adalah wangi tembakau yang terdapat dalam batangnya. Hmm, menggiurkan.

Jikalau kamu ingin mendapatkan rokok ini, Roki kira kamu perlu berburu di gerai ritel macam Alfamart atau Indomaret. Sebab, belum tentu di warung-warung kelontong menyediakan rokok yang tergolong unik dan lucu.

Roki pikir, kamu perlu, deh, mencoba nuansa baru dengan mencoba rokok dengan ukurang yang kecil namun tarikan luar biasa.

 

Review Rokok Divo: Tarikan yang Pedas dan Spicy

Kalo kamu penyuka AC Milan, biasanya apa pun yang melekat dalam hidupmu berwarna merah dan hitam. Jika kamu perokok, cobalah rokok yang dari segi bahasa pun agak ke-Italia-italia-an. Divo.

Saat Roki memegang bungkus rokok Divo, warna merah dan hitam sangatlah kental. Namun, di sisi lain, terdapat pemanisnya yaitu warna putih. Warna tersebut melekat pada tulisan Divo.

Di belakang tulisan Divo, terdapat latar berhuruf D. Kemudian di sebelahnya terdapat garis-garis lengkung yang jumlahnya berlapis-lapis.

Kemudian beralih ke sisi kanan. Terdapat tulisan berhuruf kapital, DIVO dan juga informasi mengenai kandungannya. 27 MG Tar dan 1,3 MG Nikotin. Menariknya di bagian atas, terdapat simbol orang membuang sampah—atau bungkus rokok, puntung rokok?

Sedangkan di sebelah kirinya terdapat tulisan SKM dan juga barcode. Tak lupa menyematkan tulisan dilarang menjual rokok kepada anak berusia di bawah 18 tahun.

Kata DIVO tidak hanya terdapa pada sampul depan atau bagian sebelah kanan melainkan juga sisi atas dan bawah. Bedanya, jika sisi atas hanya tulisan DIVO sedangkan sisi bawah ditambahkan dengan pabrik produksi. PT. Stevania Ultra di Kudus.

Saat membuka bungkusnya, secara umum sama seperti rokok dengan jumlah 16. Terbagi menjadi dua bagian. Delapan di depan dan sisanya di belakang.

Ini yang menjadi perhatian Roki. Belum ada inovasi yang cukup lihai dari pabrik rokok lain. Rata-rata mengekor ide dan caranya pada pendahulunya.

Batang rokok ini terbilang elegan. Padat dan justru seperti rokok putihan. Ada garis tipis yang tak begitu tampak kecuali memperhatikannya dengan saksama.

Antara bau cengkeh dan buah nangka cukup menusuk di hidung Roki. Dan tampaknya seperti inilah rokok dengan mazhab Kudus.

Ketika diisap, hmm, tarikannya mirip rokok mild. Ada rasa spicy namun masih aman. Meskipun tergolong bernikotin dan tar cukup tinggi, durasi rmenghabiskan sebatang antara delapan hingga sepuluh menit.

Rokok Divo tergolong SKM Layer 2. Artinya, rokok ini tidak tersedia di berbagai daerah. Tak cukup mudah untuk menemukannya. Ini yang menjadi kendala apabila ada teman Roki yang ingin mencobanya.

Begitulah rokok Divo. Kamu perlu mencobanya, ya.

Karya Ariel NOAH Pernah Dibayar Sebungkus Rokok

Daya pikat Ariel Noah sangat luar biasa. Kehadirannya di mana pun baik dalam acara konser ataupun talkshow selalu dinantikan.

Dalam sebuah talkshow yang dibawakan oleh Soleh Solihun, ketika mendapat pertanyaan tentang merokok, Ariel tak menampik bahwa dirinya memang perokok aktif.

Bahkan pada sebuah kesempatan, Ariel pun pernah mengaku bahwa dirinya pernah dibayar sebungkus rokok atas jasanya. Saat itu, Ariel masih SMA, kegemarannya dalam menggambar mampu menarik perhatian banyak temannya.

Salah satu temannya memintanya untuk menggambar sebagai hadiah ulang tahun pacarnya. Tentu saja, Ariel menyambut permintaannya dengan senang hati. Lagi pula, Ariel memang hobi menggambar.

Hobinya pun berbuah manis sejak NOAH debut hingga kini. Karya dari Ariel telah digunakan NOAH dalam bentuk merchandise. Bakat terpendam yang kemudian menjadi penghasilan tidak hanya bagi dirinya melainkan NOAH.

Penulis melihat Ariel sebagai pribadi yang jujur. Ia tak sungkan dan malu jika jasanya cukup dibayar dengan sebungkus rokok. Lagi pula, penulis merasa bahwa rokok sebagai alat untuk mencari ide dan menghadirkan semangat.

Ya, sebagai pelaku seni, rokok biasanya menjadi barang wajib. Untuk menghasilkan karya, mereka bisa menghabiskan tidak hanya sebatang rokok melainkan juga sebungkus rokok dan bahkan lebih.

Penulis bisa melihat seniman macam pelukis, penulis, desainer, hingga fotografer menggunakan rokok sebagai medium untuk mencari ide. Selain mencari ide, merokok bisa membangkitkan semangat dan juga untuk rileks. Hal ini membuktikan bahwa merokok juga memiliki efek yang baik bagi tubuh.

Rokok, yang sering kali identik dengan kegiatan negatif, ternyata memiliki dampak yang baik bagi tubuh. Dari perilaku Ariel pun, Roki belajar bahwa apa pun yang menjadi kegemaran, jika diseriusi akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Selain itu, sebungkus rokok bisa menjadi bukti bahwa jangan malu untuk dibayar dengan hal seperti itu. Siapa tahu, kan, teman-teman bisa mengambil inspirasi dari Ariel.

Jadi, gunakan hobimu sebagai cara untuk meraih kesuksesan. Dan, jangan khawatir, dari sebungkus rokok, karya yang dihasilkan bisa berguna untuk masa depan.

Dji Sam Soe Premium

Dji Sam Soe Premium

Setiap rokok memiliki penggemarnya. Begitu pula Dji Sam Soe Premium yang menyasar perokok kelas menengah atas. Bisa dibilang demikian, karena selain harga, bungkus rokoknya menggambarkan bahwa inovasi Dji Sam Soe Premium bukanlah main-main.

Dji Sam Soe Premium hadir dengan warna yang berbeda pada bungkus rokoknya. Biasanya dominasi kuning keemasan dengan sedikit strip merah. Namun, kali ini, dominasi warna hitam begitu kentara dengan dibalur emas pada tiap hurufnya.

Saat Roki memegangnya, Roki merasa parlente. Ha ha ha. Entah kenapa Roki merasa begitu. Mungkin karena untuk isi rokok 12 batang, harga segitu terbilang cukup wah. Akan tetapi, jangan salah sangka. Hal itu terbayar ketika Roki membuka bungkusnya.

Sebelum membuka bungkusnya, Roki lamat-lamat mengamati. Membolak-balik dan juga meraba-raba bungkusnya. Di bagian depan, tiap huruf di-emboss (timbul). Kata SUPER PREMIUM ditempatkan paling atas. Berikutnya, bintang sembilan, angka 234, dan kata paling dominan dengan ukuran font paling besar, DJI SAM SOE.

Setelahnya, baru ada tulisan pabrik PT. HM Sampoerna Tbk dan paling bawah nama lama dari Sampoerna yaitu pabrik rokok Liem Seeng Tee. Menariknya, di antara kedua nama pabrik rokok, di tengahnya terdapat aksara Jawa untuk sebelah kiri, dan aksara Arab untuk sebelah kanan.

Di antara kedua aksara tersebut, nama pendiri Liem Seeng Tee dimunculkan dengan inisial LST. Penempatan nama, pemilihan font yang ciamik, menurut Roki.

Di bagian kiri terdapat tulisan SKT, barcode dan rincian 39mg TAR dan 2,3mg Nikotin. Sedangkan bagian atas tampak tulisan DJI SAM SOE, yang di bagian bawah sama juga, tulisan DJI SAM SOE namun dengan ukuran font lebih kecil. Di bawahnya terdapat pabrik produksi dan kode produksi, DSB 12, yang artinya Dji Sam Soe Black dengan isi 12 batang.

Lalu, Roki membuka perlahan bungkus rokok ini. Melepas sampul plastik, lalu membukanya seperti buku. Tampak tulisan sedikit panjang yang intinya Mahakarya Indonesia di sebelah kiri. Di sebelah kanan, muncul beberapa batang rokok.

Roki perlu membukanya sekali lagi. Klap. Tampak disusun rapi. Enam di atas dan enam di bawah. Yang menarik, setiap batang rokok dilapisi foil berwarna emas. Dan di pucuknya, ada lingkaran hitam. Persis seperti apa yang didengungkan orang-orang. Individually Wrapped.

Pas dibuka bungkusnya, tampak batang rokok yang padat. Sungguh berbeda daripada yang regular. Roki puas dengan kemasannya. Mantap. 9.8/10.

Begitu, ya, teman-teman Roki. Pokoknya mantul. Mantap betul.

 

bungkus rokok djarum super

Evolusi Bungkus Rokok Djarum dari Zaman ke Zaman

Salah satu bungkus rokok yang ikonik di Indonesia adalah Djarum Super. Dengan sebagian besar warna yang melingkupinya adalah merah dan hitam. Persis warna seragam kebesaran salah satu klub sepak bola di Italia, AC Milan.

Sering disebut kretek filter oleh pengguna. Sebab, memang terdapat tulisan di bagian bawah. Pertama kali muncul pada tahun 1975 tersedia hanya dua pack. Isi 12 batang dan 16 batang.

Dengan dominasi warna merah dan di pinggir kanan kiri bernuansa hitam, bungkus rokok yang dikeluarkan Djarum masih aman. Maksudnya belum ada regulasi macam bibir atau tenggorokan berlubang.

Satu dasawarsa kemudian, Djarum kembali mengeluarkan produk terbaru. Kali ini dengan isi lebih banyak yaitu berjumlah dua puluh batang. Cukup diminati banyak kalangan.

Menginjak periode milenium, tepatnya tahun 2000, Djarum menggebrak pasaran dengan menawarkan sensasi baru. Mereka mencoba menghadirkan Djarum CS (Compact Size). Berisi 50 batang. Sesuatu yang wow. Itu bisa awet tiga sampai empat hari bahkan seminggu.

Keempat generasi awal Djarum memberikan tar sebanyak 32 MG dan nikotin sebanyak 1,8 MG. Tentu saja tidak ada yang berubah dari kemasan bungkus rokok. Merah dan hitam masih mendominasi.

Bagi generasi 90an, rokok Djarum begitu terngiang di benak. Sebab, Djarum adalah sponsor utama Liga Indonesia. Selain itu, bekerja sama dengan televisi swasta menyiarkan Liga Italia dan Liga Inggris.

Pada tahun 2004, Djarum menawarkan sesuatu yang berbeda. Jika dahulu dominasi warna merah, saat itu justru warna putih. Hampir 80% kemasan bungkus rokok yang bernama Djarum Mezzo berwarna putih. Namun, tetap tidak meninggalkan ciri warna merah di bagian strip.

Berisi 16 batang, di bagian bawah terdapat tulisan Mild Kreteks, Made in Indonesia. Rokok ini cukup mendapat perhatian karena iklannya sering muncul di tayangan olahraga.

Selanjutnya muncul Djarum Super Mild. Kembali warna putih lebih mendominasi. Postur bungkus rokok ini lebih besar karena jumlah isinya yang mencapai 20 batang. Meskipun begitu dalam perkembangannya juga ada 16 dan 12 batang.

Tahun 2016, masih dengan rokok yang sama, Djarum meluncurkan Black Series. Nuansa gelap dihadirkan karena dominasi hitam. Warna merah tercetak pada tulisan MLD.

Dari dua rokok di atas, mulai larangan berupa foto—yang sebenarnya lebih merusak mata—dimunculkan. Seperti yang dibilang sebelumnya bahwa sebenarnya tidak begitu efektif untuk kemunculan foto tersebur pada sisi atas bungkus rokok.

Yang tergress adalah Djarum Super Wave. Kali ini, Djarum kembali lagi seperti dulu. Menempatkan warna merah di keseluruhan bungkus rokok.

Begitulah evolusi rokok Djarum dari zaman ke zaman. Kamu lebih suka yang mana, lurr?

djarum coklat

Djarum Coklat Edisi Spesial, Bungkus Rokok Keren Tematik dari Djarum

Sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, pada awal tahun 2020 Djarum mengeluarkan edisi terbaru. Namanya Djarum Coklat Special Edition 2020. Yang menarik dari edisi terbaru djarum adalah bungkus rokok yang tergolong keren. Mengusung tema Anugerah Alam Indonesia, terdapat lima daerah yang dipilih Djarum.

Ada di Garut, Kawah Putih, Tanjung Lesung, Puncak, dan Kuningan. Ini bukan kali pertama Djarum mengeluarkan edisi spesial. Pada tahun 2018, Djarum mengeluarkan edisi serupa dengan memamerkan desain alam Indonesia.

Apresiasi patut diberikan kepada Djarum karena pembeli Djarum Coklat Edisi Spesial tak hanya dimanjakan dengan pemandangan alam Indonesia melainkan juga bungkus rokok berlapis besi. Sungguh mengasyikkan kala membuka dan menutup bungkus rokok ini. Sebab, bisa menjadi kotak penyimpan rokok yang mudah dibawa ke mana-mana.

Bungkus rokok yang diproduksi Djarum memang terkesan eksklusif. Hal ini menjadi cermin bahwa pelanggan perlu diberikan sesuatu yang spesial. Maka, Djarum Coklat lah yang dipilih. Selain mudah dibawa ke mana-mana, kotak rokok yang berbentuk ukuran pas ketika digenggam tangan juga terbilang kokoh.

Kekokohannya tersebut terbukti hingga hari ini masih banyak pengguna yang menyimpan bungkus rokok edisi spesial. Hadirnya bungkus rokok semacam ini seakan ingin memberikan informasi bahwa tidak melulu yang ditampilkan adalah gambar atau foto seram. Seperti tenggorokan berlubang, paru-paru membusuk, atau bibir pecah-pecah.

Nuansa alam yang dihadirkan oleh Djarum menjadi bukti bahwa tembakau adalah hasil cipta alam Indonesia. Ini juga menunjukkan bahwa tembakau, dalam hal ini kretek, warisan budaya Nusantara.

Ke depannya, Roki kira, selain Djarum akan ada banyak bungkus rokok yang seharusnya muncul dengan pemandangan seperti ini. Bisa jadi di masa mendatang, para produsen rokok akan bersaing dalam hal kreativitas bungkus rokok. Sebab, ada banyak pelanggan yang tidak hanya mengisap rokok, melainkan pengoleksi bungkus rokok.

Bungkus rokok seakan menjadi alat satire paling keren dan inovatif. Perlawanan yang dihadirkan tidak bersifat destruktif melainkan edukatif. Rokok, perokok, merokok, hingga bungkus rokok sejatinya hadir tidak ingin merusak negara. Namun justru ikut membangun perkembangan negara.

bungkus rokok

Mengulas Kandungan Nikotin pada Rokok Kretek

Di pasaran, ada banyak jenis rokok yang beredar, dari mulai rokok kretek, rokok putih, rokok elektrik, dan lain sebagainya. Masing-masing punya jenis dan kandungan yang berbeda-beda. Kendati demikian, zat yang akan selalu ada pada rokok lazimnya adalah tar dan nikotin.

Kandungan tar dan nikotin ini biasanya tercantum pada bagian samping bungkus rokok.

rokok

Nah, usut punya usut, ternyata rokok asli Indonesia berbeda jauh dengan produk rokok luar negeri. Memang sama-sama rokok, namun punya jenis dan kandungan tar serta nikotin yang berbeda-beda.

bungkus rokok

Mari kita bahas satu per satu.

Rokok Putih

Rokok ini hanya berisi tembakau saja. Tanpa dicampur dengan bahan lainnya. Biasanya sering dicampur dengan menthol atau perasa lain, sehingga menimbulkan sensasi dingin. Rokok jenis ini contoh produknya adalah Marlboro, Lucky Strike, Marcopolo, Ardath, dll.

Cerutu

Jenis rokok yang berisi gulungan tembakau kering pilihan. Daun tembakau digulung secara presisi hingga berbentuk bulatan besar layaknya rokok. Ukuran cerutu relatif lebih besar dibandingkan dengan rokok.

Kretek

Rokok ini adalah asli produk Indonesia yang bila dibakar lalu dihisap mengeluarkan bunyi kretek…tek…tek… Kretek berisi tembakau, cengkeh, saus dan juga tembakau asli Indonesia.

Tiga jenis rokok tersebut memiliki kandungan nikotin dan tar yang berbeda-beda. Tiap negara mempunyai aturan standar kandungan nikotin dan tar pada rokok yang beredar dan diproduksi. Di Indonesia aturan ini tertuang pada PP Pengamanan Rokok bagi Kesehatan (PP 81/1999) yang menetapkan bahwa setiap batang rokok tidak boleh melebihi 1,5 mg nikotin dan 20 mg tar.

Namun aturan ini tak sepenuhnya berlaku efektif, karena banyaknya produk rokok yang beredar di pasaran baik dari dalam dan luar negeri.

rokok

Dari tiga jenis rokok ini kandungan nikotin dan tar tertinggi adalah pada Cerutu, karena ia sepenuhnya menggunakan tembakau.

Sedangkan pada kretek jumlah kandungannya bervariasi. Ada rokok kretek yang memiliki kandungan nikotin dan tar yang rendah yaitu 0,1-0,85 mg nikotin dan 0,98-19,93 mg tar per batang rokok. Akan tetapi, ada pula rokok kretek yang mengandung lebih dari batas maksimal dan cukup tinggi. Ada kretek yang mengandung nikotin hingga 4,04 mg/ batang dan tar sebanyak 57,26 mg/ batang.

Rokok kretek yang merupakan rokok khas Indonesia memiliki rata-rata jumlah kandungan nikotin. Pada sigaret kretek tangan, rata-rata kandungan nikotin adalah 2,11 mg/ batang dan kandungan tar sebesar 41,09 mg/ batang. Pada sigaret kretek mesin, kandungan nikotin dan tar memang lebih rendah, yakni 1,38 mg nikotin dan 23,7 mg tar untuk setiap batang rokok.

rokok djolali

Gambaran Paru-Paru Perokok

Pendapat umum mengenai rokok menegaskan bahwa paru-paru perokok menjadi coklat hitam dari akumulasi bertahun-tahun kandungan tar dan cairan yang pekat. Tetapi, pendapat ini hanyalah mitos dan tidak bisa dibenarkan secara ilmiah.

Demi mengurai rasa penasaran terhadap gambaran paru-paru perokok, Lauren A. Colby menemui Wray Kephart yang sempat bekerja di sebuah rumah sakit dan telah melakukan sekitar 1,560 kali otopsi demi mengetahui apakah almarhum bunuh diri atau meninggal secara alami.bungkus rokok

Pengalaman Kephart tersebut, dia sempat merangkum beberapa hal aneh sebagai misalnya, paru-paru tukang cat mobil yang mana secara efektif dilapisi oleh pernis katalis. Tetapi, dalam laporan otopsi kepada perusahaan asuransi, dia tidak memberitahukan apakah almarhum merokok atau tidak. Proses reseksi selalu menunjukkan paru-paru selalu jernih kecuali almarhum tinggal di kota besar dengan polusi industri yang signifikan. Dalam hal ini endapan karbon ditemukan, tetapi tidak berhubungan dengan merokok.

Barangkali, Colby kurang yakin dengan jawaban tersebut. Selanjutnya dia pun mengunjungi Ed Uthman, M.D., seorang patologi yang berpraktek di Dallas, Texas. Kepada Uthman, Colby bertanya, apakah seorang dokter bedah, ketika otopsi dan memeriksa paru-paru almarhum, dapat menentukan apakah almarhum perokok atau bukan.

bungkus rokok“Saya pikir tidak ada orang yang dapat mengetahui apakah almarhum perokok atau bukan dari penampilan paru-parunya. Tidak ada pigmen hitam yang menunjukkan bahwa apakah orang tersebut non-perokok atau perokok ringan. Pigmentasi hitam yang tebal menunjukkan bahwa orang tersebut adalah seorang perokok berat, atau karena tinggal di kota dengan polusi udara yang berpartikulat berat, atau seorang penambang batubara, atau kombinasi ketiganya.”

Lalu bagaimana foto paru-paru perokok yang disebarkan untuk kampanye antirokok?

Foto tersebut adalah bentuk manipulasi. Misalkan dua foto paru-paru dibandingkan, salah satu foto diberi label ‘Paru-paru perokok, meninggal di usia 50 tahun’. Sedangkan, foto lainnya diberi label, ‘Paru-paru non-perokok hidup pada usia 70 tahun’.

Masalahnya, foto dari paru-paru perokok adalah sebuah foto paru-paru yang dirusak oleh kanker paru-paru. Itu bukan foto paru-paru yang dirusak oleh penyakit lain. Karena itu, bahkan jika paru-paru yang memiliki kanker itu adalah perokok, dan paru-paru yang ‘sehat’ berasal dari seseorang yang tidak merokok, itu tidak membuktikan apa-apa kecuali paru-paru yang memiliki kanker terlihat berbeda dari paru-paru yang tidak memiliki kanker.

bungkus rokok (1)

Yang Perlu Anda Ketahui tentang Aturan Membawa Rokok Ke Luar Negeri

Bila kamu berkesempatan jalan-jalan ke luar negeri dan dari sana menemukan merek rokok yang menarik hati sehingga ingin dibawa ke Indonesia, entah sebagai konsumsi pribadi atau untuk hadiah kepada kerabat, maka tak perlu khawatir karena ketentuan yang ada memperbolehkan.

bungkus rokok (2)

bungkus rokok (2)

Tentu, selama barang yang kamu bawa masih dalam tahap wajar. Aturan bea cukai memperbolehkan membawa 200 batang rokok atau 50 batang cerutu atau 200 gram tembakau iris.

Bila batasan tersebut tidak dilewati, maka rokok yang kamu bawa terbebas dari Kewajiban Pabean dan Cukai dan Pungutan Pajak lainnya.

bungkus rokok

Tahapan Proses Pembuatan Rokok Kretek Tangan

Apa yang membedakan kretek dengan rokok? Tahukah kalian bahwa kretek itu bukan rokok. Ia adalah warisan asli budaya khas Indonesia. Dahulu, kretek dibuat sebagai obat asma dan penyembuh batuk. Lambat laun, kretek kemudian disempurnakan untuk bisa dinikamti semua kalangan. Kretek bukanlah rokok. Ia ada dan hanya dibuat di Indonesia.

rokok

Kretek adalah campuran tembakau, cengkeh dan saos. Setiap produsen kretek di Indonesia punya komposisi dan racikan khusus yang membuatnya khas. Haji Djamhari adalah orang kali pertama yang mempopulerkan sigaret cengkeh (clove cigarette) pada kisaran abad ke-19  ang kemudian dinamakan kretek.

Haji Djamhari menjadi salah satu dari sekian banyak bumiputera, khususnya di Jawa pada masa itu yang mengetahui bagaimana meracik tembakau dan rempah-rempah dengan citarasa tersendiri.

Nah, lantas, bagaimanakah sebenarnya urutan langkah peracikan kretek yang umum dipraktikkan dalam berbagai pabrik kretek tradisional di Indonesia?

Pertama adalah Ngiping. Anda siapkan papir atau kertas pembungkus rokok.

Kedua adalah proses Nggiling. Ambil sejumput tembakau, campurkan cengkeh sesuai takaran atau komposisi seselera kalian. Ratakan dalam kertas papier. Alat pembungkus tembakau bisa anda dapatkan di toko-toko penjual tembakau.

Setelah racikan kalian anggap sempurna, perlahan-lahan ratakan di semua bagian papier, kemudian gulung perlahan-lahan membentuk gulungan bundar sempurna. Lalu rekatkan dengan lem, bisa menggunakan nasi, atau paling sederhana menggunakan air liur. Namun untuk produksi pabrik, lem yang digunakan telah tersedia khusus. Ia dari bahan herbal yang aman.

orang merokok

Ketiga adalah bathil. Proses ini adalah memotong bagian tembakau di kedua ujungnya agar tembakau dalam lintingan terbentuk sempurna.

Keempat adalah menyempurnakan seluruh hasil lintingan manual kretek, dikenal dengan sebutan Nglongsong.

Kelima adalah Nyonthong. Proses ini adalah memasukkan kretek ke dalam bungkus rokok. Di mana 1 bungkus biasanya berisi 12 batang Kretek. Kadang juga berisi 16 batang Kretek.

rokok

Keenam adalah Ngeslop atau Ngebal. Proses ini adalah mengumpulkan hasil dari proses Nyonthong, di mana 1 slop kretek berisi 10 pak, dan 10 slop berarti berisi 1 bal kretek.

Bagaimana, Anda tertarik. Tak perlu sampai memproduksi dan menjualnya sendiri. Cukuplah menikmati hasil lintingan Anda sendiri. Kecuali, jika hasil racikan Anda ternyata disukai banyak orang, Anda bisa menjualnya.