bungkus rokok

Mitos Tentang Perokok Pasif yang Sudah Sangat Usang

Apa itu perokok pasif? Jika anda googling, inilah penjelasan yang akan muncul di layer computer anda di baris atas sebelah kanan; Perokok pasif merupakan seseorang yang menghirup asap rokok dari perokok aktif. Paparan asap rokok dapat menyebabkan penyakit serius hingga kematian. Dampak dari asap rokok menjadi pembahasan serius oleh para ilmuwan.

rokok

Coba anda buka dan telusuri, pada halaman penjelasan menyoal perokok pasif, terdapat banyak sekali keanehan, khususnya soal hasil-hasil riset tentang bahaya perokok pasif. Bahaya perokok pasif mulai didengungkan sekitar tahun 70-an, yang memulainya adalah Amerika Serikat. Pada 1972 isu perokok pasif dianggap merusak kesehatan pertama kali dibahas.

orang merokok

Selanjutnya dalam Surgeon General Report United States, isu ini dibahas lagi berturut-turut pada tahun 1979, 1982, dan 1984. Kemudian pada 1992, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) merilis hasil penelitian yang menyatakan bahwa menjadi perokok pasif sangat berbahaya bagi kesehatan. Hasil riset mereka menyatakan bahwa para perokok pasif mempunyai resiko terkena kanker paru-paru.

bungkus rokok

Riset tersebut bertahan hanya 3 tahun saja karena ada riset terbaru yang dikeluarkan oleh Congressional Research Service (CRS). Hasil riset ini melewati penelitian panjang selama 20 bulan, yang dilakukan secara kritis dan mendalam. Hasil riset ini berhasil membantah asumsi dan simpulan yang dikeluarkan EPA terkait perokok pasif. Bulan November 1995 riset itu dikeluarkan dan berhasil membantah riset EPA. Selanjutnya pada 1998, hakim federal memenangkan hasil riset CRS dan membatalkan berlakunya hasil riset EPA. Isinya adalah perokok pasif tak terkena resiko kanker paru-paru akibat paparan asap rokok dari perokok aktif.

rokok

Kendati demikian, isu tentang rokok pasif ini masih saja beredar dengan bebas tidak sesuai dengan riset yang baru. Beberapa bahkan banyak yang meyakini bahwa perokok pasif punya potensi yang jauh lebih besar terkena kanker ketimbang perokok aktif.

Perokok dan non perokok sama-sama berpotensi terkena resiko suatu penyakit. Bukan hanya disebabkan dari rokok, tapi juga asap kendaraan bermotor, asap pabrik-pabrik, polusi udara, pola makan, dsb.

bungkus rokok

Kesadaran Pedagang Menjadi Bekal Penting Memerangi Rokok Ilegal

Upaya membantu pemasukan Negara dari cukai rokok bisa dimulai dari para pedagang rokok. Mereka harus menjual produk bercukai resmi, tak boleh produk tak bercukai alias ilegal. Hal ini yang akan membuat Negara tak mendapatkan untung dari produk-produk bercukai ilegal. Operasi penertiban cukai ilegal ini dimulai tahun ini di daerah-daerah seluruh Indonesia, utamanya daerah penghasil rokok.

rokok

Seperti di Madiun. Gencar sekali terjadi operasi untuk menertibkan produk-produk bercukai ilegal.

“Operasi rokok ilegal kita lakukan mulai dari kecamatan Gemarang hingga Dolopo dan tahun ini tidak menemukan adanya rokok ilegal,” ujar Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Agus Suyudi.

Kesadaran para pedagang untuk tidak lagi menjual rokok tanpa cukai di Kabupaten Madiun sudah cukup baik. Saat digelar kegiatan pengawasan atau operasi, tidak ditemukan adanya rokok ilegal.

orang merokok

Namun demikian, adanya kesadaran para pedagang tersebut tidak menyurutkan upaya pihaknya untuk melakukan pengawasan secara berkala. Hal ini dimaksudkan untuk tetap terjaganya produk-produk legal yang beredar di pasar.

Pengawasan juga dilakukan dengan membentuk tim monitoring rokok ilegal yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Kepolisian, LSM, Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian dan dari Bea Cukai dengan memantau seluruh wilayah se-Kabupaten Madiun.

rokok

“Sasaran operasi kita berada pada daerah perbatasan baik yang dengan kabupaten lain, daerah hutan, maupun desa-desa terpencil. Dan masyarakat kita imbau jangan sampai mengedarkan dan menjual rokok tanpa cukai baik yang palsu maupun bekas.”

bungkus rokok

Pemerintah Dinilai Harus Melindungi Industri Rokok Manual atau SKT

Jumat (12/10) lalu, Tim Komisi XI DPR RI dengan didampingi Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret (MPS) Joko Wahyudi, Sekjen Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia Saiduddin Zuhri, HM Sampoerna, Gudang Garam, Direktur Cukai, Direktur PPS, Kakanwil Jatim, dan sejumlah mitra kerja Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan ke Industri Sigaret Kretek Tangan di Jawa Timur.

Tim tersebut melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT. Anugrah Mutiara Luhur Indonesia di Jombang, Jawa Timur. Tim Komisi XI DPR RI berkesempatan melihat secara dekat dan langsung proses produksi dari awal hingga tahap pengemasan akhir produk rokok kretek. Mereka juga mendengar dan berbincang-boncang dengan para pekerja di Industri SKT tersebut.

rokok dan kopi

Dari kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Soepriyatno melihat perlunya bantuan Pemerintah untuk melindungi Industri SKT yang mengunakan cara manual dan tradisional dalam menghasilkan produk akhir rokok kretek. Lebih lanjut, ia merasa tenaga kerja manusia lebih teliti dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan megurangi pengangguran. Maka jika Industri SKT dihapuskan dan digantikan Industri menggunakan mesin, akan terjadi banyak ledakan pengangguran.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI melihat Industri SKT ini mampu berkontribusi dalam menyerap tembakau dan cengkeh dari petani-petani di seluruh Indonesia.

rokok

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban MPS, Joko Wahyudi berharap kepada pemerintah agar mempertimbangkan perbedaan tarif peta cukai antara Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT), karena strata penghasilan juga sangat berbeda. Jika tarif cukai harus disamakan, ini akan menjadi bumerang bagi industri kecil.

orang merokok

Manurutnya, penting bagi Pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang melindungi dan mengawal Industri SKT khususnya golongan menengah dan kecil untuk, terus berproduksi dan hidup. Agar dapat membantu Negara dalam mewujudkan pembangunan ke arah yang lebih baik lagi. Karena terbukti, penerimaan terbesar Negara didapatkan dari hasil cukai industri rokok di Indonesia.

bungkus rokok

Penyederhanaan Cukai Rokok bisa Membuat Industri Rokok Kecil Bangkrut

Setiap tahunnya isu terkait cukai rokok selalu diembuskan oleh para aktivis anti-rokok. Dengan banyak dalil dari mulai faktor kesehatan lah, ekonomi lah dan banyak lagi yang lainnya. Sehingga perlu kiranya tiap tahun ada kenaikan tarif cukai untuk produk rokok.

rokok

Dalam beberapa tahun terakhir, isu yang berkembang bukan semata soal kenaikan tarif cukai rokok, namun juga kebijakan penyederhanaan tarif cukai rokok. Kebijakan ini berlandaskan PMK 146/2017 di mana struktur tarif cukai rokok yang berjumlah 10 layer pada 2018, akan disederhanakan dari tahun 2019 sampai 2021 mendatang akan disederhanakan setiap tahunnya menjadi, 8, 6, dan 5 lapisan. Adapun pada 2017 lalu, tarif cukai rokok mencapai 12 lapisan.

bungkus rokok

Secara sederhana, nantinya seluruh tarif cukai rokok akan sama, seragam. Tak memandang jenis produk rokok. Padahal jenis produk rokok di Indonesia sangat banyak dan beragam. Semuanya akan disamaratakan dengan tarif cukai rokok putih. Hal ini tentu saja berpotensi menghancurkan industri rokok kretek di Indonesia, utamanya industri rokok kecil, sebab industri rokok kretek skala kecil atau rumahan, besaran cukainya akan sama dengan Industri rokok kretek skala besar. Ini akan menjadi ambang kehancuran dan tutupnya banyak Industri rokok kretek skala kecil.

rokok

Jika pemerintah bersikeras untuk menyederhanakan struktur tarif cukai rokok, maka bukan tak mungkin akan banyak induistri rokok kretek kecil yang gulung tikar. Dan hal ini tentu akan berpengaruh terhadap besaran nilai sumbangan pendapatan untuk Negara. Belum lagi efek dari tutupnya Industri rokok kretek kecil tersebut adalah banyaknya pengangguran dan PHK massal.

Lagi-lagi kebijakan yang akan dikeluarkan Pemerintah tidak tepat sasaran. Bukannya membangun, tapi justru destruktif.

bungkus rokok

Aneh-Aneh Saja, Ariel Tatum Ngaku Sampingan Jualan Rokok

Di Indonesia, soal gosip infotainment selalu saja disukai oleh masyarakat. khususnya para netijen. Mereka selalu berkomentar terkait aktivitas yang dianggap nyeleneh yang melibatkan para selebritis.

Nah, pekan lalu, Arial Tatum membuktikan sendiri hal ini. Artis cantik yang digosipkan pernah menjalani hubungan dengan Al Ghazali ini bikin heboh karena di akun Instagramnya, ia memposting foto tas pribadinya yang di dalamnya tampak berisi banyak bungkus rokok.

ariel tatum

Setidakya ada enam bungkus rokok yang terlihat di dalam tas jinjing miliknya.

Postingan foto tersebut sontak mengundang nyinyir dan cibiran dari para netizen.

rokok

Beruntung Ariel tatum adalah salah satu aktris yang bisa selalu santai menghadapi nyinyiran dan cibiran negatif dari para netizen.

“Jualan rokok gue diem-diem,” begitu jawab Ariel dalam menanggapi komentar netizen terkait banyaknya bungkus rokok yang ada di dalam tasnya.

rokok

Kejadian bukan yang pertama bagi Ariel Tatum. Ia memang dikenal cukup terbuka untuk urusan rokok. Sebelumnya, ia pernah memposting foto dirinya saat sedang duduk sembari asyik menghisap rokok dengan menggunakan celana jeans belel dan tank top berwarna hitam, Ariel terlihat begitu menikmati rokok yang berada di tangannya.

“Untuk yang rela lenyap terbakar api, setiap kuhirup dan kuhela asapmu kembali.” Begitu tulis Ariel sebagai caption atas fotonya tersebut.

rokok dan kopi

Sudjiwo Tedjo: Perokok Nggak Perlu Jajan Macem-Macem, Cukup Rokok dan Kopi

Berawal dari pernyataan Sri Mulyani yang menyebutkan pentingnya kaum milenial untuk mengurangi jajan kopi, para netizen di twitter ramai-ramai menanggapinya. Banyak pesohor sosial media yang juga ikut “turun gunung”, salah satunya adalah dalang kondang, Sudjiwo Tedjo.

sudjiwo tedjo

Presiden Republik Jancukers ini menanggapi pernyataan Sri Mulyani dengan twit bernada guyon: “Problemnya di mana kalau Mbak Sri Mulyani minta milenial kurangi jajan kopi? Kan bukan kurangi minum kopi? Maksud Mbak Sri jajanan-jajanan pelengkap kopi, itu yg dikurangi. Kami kaum perokok sudah terbiasa minum kopi tanpa jajanan. Rokok dan kopi sudah cukup!”

Twit tersebut disambar oleh banyak netizen khususnya para pengikut Sudjiwo Tedjo. Ada yang menanggapinya serius. Kopi Milenial dianggap kopi mahal dan menghabiskan banyak dana pribadi kalau dihitung dalam sebulan. Balasan twit dari Adyarto Raharjo ini menyebutkan: “Kopi beda kali mbah ama kopi milenial.. kopi milenial 1 gelas aja bisa 40-50 rb. Itu buat sekali minum, blm ama makan dll. Kali berapa kali nongkrong dlm sebulan. Bisa habis 2-3 juta sebulan buat ngopi aja. Blm ama makan dll”.

rokok kopi

Ada juga yang bernada guyon menanggapi Twit Sudjiwo Tedjo. Seperti akun Ryzale yang menyebutkan: “Dah habis 3 gelas, saya ngikutin saran. Disuruh kurangin, ya saya kurangin isi gelasnya.”

Pernyataan Sri Mulyani soal kopi tersebut memang bisa dianggap punya sentimen negatif kepada para milenial yang suka minum dan jajan kopi, sehingga Sudjiwo Tedjo meresponnya dengan sedikit guyon. Toh, minum kopi adalah salah satu kegiatan silaturahmi yang paling mudah dilakukan. Warung kopi juga salah satu tempat berkumpulnya anak-anak milenial untuk berkarya kreatif. Banyak hal bisa dihasilkan dari sebuah warung kopi dan aktivitas jajan kopi.

rokok

Pernyataan Sri Mulyani tersebut ia utarakan dalam forum acara Seminar Nasional Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) di Jakarta hari rabu lalu. Ia menegaskan pentingnya kaum milenial mulai memikirkan dana pension. Dan salah satu caranya adalah dengan mengurangi jajan kopi untuk disisihkan sebagai dana pensiun.

bungkus rokok

Lucunya Gambar Peringatan “Merokok Membantu BPJS” Pada Bungkus Rokok

Presiden Joko Widodo resmi meneken peraturan bahwa dana pajak cukai rokok digunakan untuk menambal defisit anggaran BPJS Kesehatan. Tak tanggung-tanggung, sebesar 75% hasil penerimaan cukai rokok disumbangkan untuk BPJS Kesehatan. Hal tersebut secara tak langsung menjadikan rokok sebagai salah satu penyumbang terbesar dana kesehatan masyarakat Indonesia.

orang merokok

Merokok pun kemudian semakin layak disebut sebagai aktivitas yang ikut membantu keuangan negara.

Atas dasar tersebut, di sosial media kemudian muncul banyak meme-meme tentang gambar peringatan yang tercantum ada bungkus rokok. Peringatan yang biasanya berupa gambar seram dengan pesan yang provokatif itu oleh banyak orang diganti menjadi gambar apresiasi untuk para perokok yang telah ikut membantu keuangan negara, khususnya ikut membantu keuangan BPJS.

peringatan merokok

peringatan merokok

Peringatan yang biasanya bertuliskan “Merokok Membunuhmu” kemudian diedit menjadi “Merokok membantu BPJS”, atau “Merokok menyumbang BPJS”, atau “Merokok Menyumbang Dana Kesehatan”.

peringatan merokok

peringatan merokok

Gambar seram berupa gambar paru-paru rusak atau gambar kanker tenggorokan pun kemudian diganti menjadi gambar karyawan BPJS atau gambar orang sedang memegang kartu BPJS.

Ah, kaum-kaum perokok ini memang kreatif.

bungkus rokok

Alasan Kiai Tidak Mengharamkan Rokok Menurut Gus Muwafiq

Kiai butuh pemikiran dan perenungan panjang ketika memutuskan untuk mengeluarkan pernyataan kepada jamaahnya, apalagi jika pernyataan tersebut dekat dengan urusan fatwa. Para Kiai tak main-main untuk urusan yang satu ini, sebab hal ini punya konsekuensi sosial pada kehidupan seluruh umat. Pernyataan tegas ini dikeluarkan oleh Gus Muwafiq (KH. Ahmad Muwafiq) dalam sebuah ceramah.

Gus Muwafiq mencontohkan soal hukum rokok. Beliau melontarkan pertanyaan sederhana ke para Jemaah, khususnya ke Ibu-Ibu. “Bu, apa anda senang dan setuju suaminya merokok?” Sontak seluruh Ibu-Ibu menjawab; “Tidak!”

rokok dan kopi

Jawaban itu ditimpali dengan pernyataan Gus Muwafiq, “Betul. Semua Ibu-ibu tak senang jika suaminya merokok, namun apakah ini akan membuat para kiai mengeluarkan fatwa haram untuk rokok? Tidak!”

Para Kiai akan berpikir betul-betul jika mengeluarkan fatwa. Rokok ini termasuk hal yang dipikirkan secara serius dan berat, karena resikonya besar kepada seluruh umat.

orang merokok

Rokok salah satu bahan utama pembuatnya adalah tembakau. Jika rokok diharamkan oleh para kiai maka menanam tembakau adalah haram. Merajang tembakau adalah haram. Mengangkut tembakau menggunakan truk juga haram. Konsekuensi dari satu fatwa haram untuk rokok akan merembet kepada semua aktivitas yang berkaitan dengan tembakau. Dan ini yang dipikirkan betul, makanya ada banyak Kiai dengan tegas mengatakan bahwa rokok tidak haram.

“Sebab kita hidup bernegara dengan segala hal berkaitan dengan Pemerintah. APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) contohnya, pendapatn terbesar disumbangkan dari hasil penjualan rokok. Kalau sampai ada fatwa haram terhadap rokok, otomatis seluruh pendapatan yang diterima pemerintah juga haram.”

rokok

Menurut Gus Muwafiq, fatwa yang dikeluarkan Kiai harus dipikirkan betul konsekuensinya terhadap umat. Melihat banyaknya dampak positif terhadap perekonomian negara, lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan petani tembakau di Indonesia. Rokok tidak bisa diharamkan. Ia adalah salah satu penyumbang terbesar pemasukan Negara ini. Pembangunan Negara menggunakan uang dari hasil rokok, dan dampaknya sangat positif. Lha, kalau uang rokok dipakai buat membangun jalan, ya jalan yang dibangun itu juga haram. Para pekerja jalan yang tak merokok pun kena hukum haram karena membangun jalan dari uang haram.

bungkus rokok

Selain Indonesia, India juga Menolak Penerapan Peringatan di Bungkus Rokok

Peraturan aturan gambar seram pada bungkus rokok yang diwacanakan akan memenuhi 85 persen dari seluruh permukaan bungkus rokok akan mulai diterapkan di banyak negara, namun begitu, ada beberapa negara yang secara tegas menolak penerapan aturan ini. Indonesia, sebagia salah satu negara terbesar penghasil rokok tentu saja menolaknya.

Selain Indonesia, India juga menjadi negara yang ikut menolak aturan penerapan gambar seram dominan pada bungkus rokok.

bungkus rokok

Di India, para stakeholder industri tembakau termasuk para petani tembakau menolak adanya kebijakan ini, karena akan mengakibatkan penurunan penjualan produk rokok. Penolakan ini semata bukan soal untung-rugi, namun karena sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dan membantu perekonomian India. Sama seperti Indonesia, ada banyak orang yang bergantung pada industri rokok. Di India, setidaknya ada 45 juta petani tembakau India yang hidupnya bergantung dari industri ini.

petani tembakau

Jika aturan ini diterapkan,  maka ia akan mengurangi penjualan dan membuat para pedagang kesulitan menjualnya. Oleh karena hal ini, banyak pihak memanfaatkan dengan membuat rokok illegal tak bergambar seram pada bungkusnya. Hal ini malah berpotensi untuk mengurangi pendapatan Negara dari cukainya.

rokok

Sampai saat ini, Pengadilan India masih menyidangkan tuntutan para Industri tembakau dan para petani tembakau untuk kasus ini. Sampai ditemukan penyelesaian yang terbaik, aturan lama yang dijalankan untuk saat ini. Yakni gambar seram harus ada di bungkus depan dan belakang sebanyak 40 %.

bungkus rokok

Anggota Dewan Minta Pemerintah Berhenti Menaikkan Tarif Cukai Rokok

Polemik mengenai kenaikan cukai rokok kembali mencuat. Kali ini, suara penolakan disampaikan oleh anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Harjo Soekartono. Penolakan itu ia sampaikan secara terbuka kepada wartawan saat sedang berkunjung ke salah satu pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Karyadibya Mahardika Surabaya di Rungkut Industri Surabaya.

bungkus rokok

Menurutnya, jumlah total pajak cukai, ppn, dan pajak daerah sudah mendekati 70% dari total harga rokok itu sendiri. Dengan harga rokok yang semakin mahal, maka daya beli masyarakat terhadap rokok semakin menurun. Jumlah pajak dari rokok pun juga akan menurun.

Cukai rokok di tahun ini naik 10,04% dibanding tahun lalu. Bambang meminta agar pemerintah tidak lagi menaikkan cukai rokok karena setiap kenaikan cukai selalu berimbas terhadap kelangsungan perusahaan. Imbas lanjutannya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap banyak karyawan karena industri rokok adalah industri padat karya. Jika sudah begitu, maka akan terjadi multiplier effect, kegiatan atau usaha di sekitar industri rokok juga akan terdampak.

cukai rokok

Bambang mengaku prihatin terhadap permasalahan ini karena jumlah PHK buruh rokok setiap tahun selalu terjadi akibat kebijakan pemerintah. “Industri rokok ilegal sudah mati. Yang legal pun mengalami penurunan (PHK) terutama yg Sigaret Kretek Tangan (SKT). Di 2018 ini jumlah buruh rokok sudah turun 5% dibanding 2017. Terus siapa yang mau menerima pengangguran ini,” lanjut Bambang.

rokok

Sektor industri ini mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia. Hampir 7 juta orang bergantung hidupnya dari rokok. Jika harga cukai rokok kembali dinaikkan, maka akan ada banyak orang akan menjadi penggangguran karena kehilangan pekerjaan.

rokok

15% UMKM kita adalah penjual rokok, belum lagi pengusaha kos, penjual makanan, dan lain-lain. Berapa juta rakyat Indonesia yang harus kehilangan pekerjaan gara-gara itu” kata Bambang.

UMKM merupakan usaha yang tahan terhadap krisis. Salah satu jenis usaha yang sanggup bertahan melewati badai krisis ekonomi saat itu hanyalah industri kretek.

Maka, akan sangat merugikan pemerintah, jika kebijakan kenaikkan cukai rokok ini diterapkan.