bungkus rokok

Usaha Pemerintah Melawan Aturan Bungkus Rokok Polos

Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau World Health Organization (WHO) atau lebih dikenal dengan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) adalah perjanjian internasional yang diadopsi pada Majelis Kesehatan Dunia pada tanggal 21 Mei 2003. Perjanjian ini berisi tentang pengaturan tembakau dan produk turunannya. Salah satu yang sedang digiatkan untuk dijalankan di tiap negara yang tergabung dalam WHO adalah penyeragaman aturan pada bungkus rokok yang disebut dengan plain packaging.

bungkus rokok

Kebijakan plain packaging ini mewajibkan kemasan rokok harus polos, tidak boleh ada warna, gambar, slogan, merk dan juga logo. Ukuran, bentuk dan warna dari kemasan rokok akan diseragamkan. Aturan ini digagas pertama kali oleh Australia pada 2012. Kebijakan plain packaging ini kemudian dibawa untuk dilaksanakan seluruh anggota WHO yang ikut tergabung dalam FCTC pada 2016 lalu.

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil rokok terbesar, tentu akan terkena imbasnya. Aturan ini jelas merugikan. Kebijakan plain packaging bertujuan untuk membatasi peredaran rokok di masyarakat. Kebijakan yang diasumsikan akan menekan jumlah perokok di semua negara yang tergabung dalam FCTC. Tentu saja, pemerintah menolak adanya kebijakan ini.

rokok

Indonesia tak sendirian berdiri menolak adanya kebijakan plain packaging ini. Ada negara Ukraina, Honduras, Republik Dominika dan Kuba yang sama-sama menolak kebijakan Tobacco Plain Packaging Act ini.

Mantan Menteri perdagangan Gita Wirjawan menyikapi hal ini dengan mengatakan bahwa kebijakan yang dibawa Australia ini tidak adil. Jika rokok produk Indonesia yang harus masuk ke Australia menggunakan kemasan polos, kosong sesuai aturan plain packaging, maka produk minuman seperti alkohol dan wine dari Australia juga harus berlaku sama. Tanpa merk, logo dan harus dalam kemasan polos. Kebijakan Plain Packaging ini harus benar-benar ditolak.

rokok

Suara penolakan juga dilontarkan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kemendag, Iman Pambagyo. Beliau mengatakan kebijakan plain packaging ini diadopsi tanpa bukti ilmiah atau hasil analisis. Jika ini diterapkan bukan tidak mungkin akan muncul banyak produk-produk palsu dan rokok ilegal dalam perdagangan.

Atas dasar tersebut, bersama dengan Ukraina, Honduras, Republik Dominika, dan Kuba, Indonesia melakukan gugatan bersama Indonesia ke World Trade Organization (WTO). Gugatan ini didasarkan atas tindakan melawan hak cipta dan kekayaan intelektual serta melanggar merk dagang tembakau. Sayangnya gugatan ke WTO ini gagal dan kalah. Namun, Indonesia dan keempat negara yang menolak kebijakan ini tidak akan menyerah.

bungkus rokok bungkus rokok

Pemerintah Indonesia masih akan terus berjuang menolak kebijakan Tobacco Plain Packaging Act ini. Kebijakan yang akan berdampak besar pada sektor pertembakauan. Negara sadar, sektor ini menghasilkan keuntungan besar bagi pembangunan negara dan menyerap jumlah tenaga kerja yang sangat besar.

bungkus rokok

Gambar Seram di Bungkus Rokok tidak Efektif Mengurangi Jumlah Perokok

Seberapa sering Anda membaca label dalam produk yang biasa Anda konsumsi? Detailkah Anda membaca ingredient, aturan pakai, larangan hingga tanggal kadaluarsa dalam produk yang akan Anda beli? Ada beberapa yang melakukan hal tersebut sampai hafal. Ada lagi yang acuh, karena sudah sering memakai dan mengkonsumsinya. Ada yang tak peduli bahaya dari label dan peringatan yang ada dan tertera jelas dalam produk tersebut. Produk-produk seperti susu kental manis, makanan kaleng, minuman manis dalam kaleng, dsb, adalah contoh produk yang sering kita konsumsi sehari-hari.

bungkus rokok

Ada manfaat dari pencantuman label, peringatan, ingredient, tanggal kadaluarsa dalam produk-produk tersebut. Sebagai konsumen, wajib hukumnya kita mengetahui informasi detail mengenai produk yang akan kita konsumsi. Di sisi lain manfaat pencantuman tersebut tak terasa signifikan, karena kebenaran informasi atas produk tersebut berbeda masing-masing orang. 

Salah satu produk yang diperlakukan dengan khusus adalah rokok. Dalam kemasan rokok terbaru, dipampang jelas gambar seram. Gambar bibir pecah karena kanker, gambar tengkorak karena rokok bisa membunuhmu, dll. Peringatan bahaya merokok, juga dicantumkan besar pada bungkus rokok dengan kata-kata menggunakan huruf kapital. Label larangan juga disematkan di pinggir kemasan rokok, bertuliskan: “Dilarang menjual/memberi pada anak usia dibawah 18 tahun dan perempuan hamil. Sungguh sangat lengkap sekali aturan, peringatan, serta gambar seram yang dicantumkan pada bungkus rokok.

Wacana penambahan aturan gambar seram ini akan diperbanyak dan diperbesar pada rokok dan mulai dilaksanakan pada tahun 2019. Kalau kita mau sedikit lebih bersikap adil, harusnya label, gambar, peringatan pada produk rokok tak seperti itu adanya.

orang merokok

Harusnya dalam bungkus rokok disebutkan ingredient layaknya produk minuman dan makanan. Misalnya diracik dari tembakau pilihan dari Jember, dicampur dengan bahan rempah pilihan dari Maluku, dll. Dicantumkan pula informasi bahwa rokok menghidupi Negara ini dari hasil cukainya. Dituliskan pula jumlah tenaga kerja yang hidup dan bergantung pada rokok. Supaya para pembeli tersadar, bahwa membeli produk ini mempunyai dampak yang sangat besar.

Aturan gambar seram baru, kata peringatan besar-besar, yang akan dicantumkan pada rokok tak akan berpengaruh signifikan pada jumlah perokok. Jika ini alasan utama kenapa aturan ini mesti disegerakan pelaksanaanya. Para perokok sadar betul bahwa rokok adalah produk yang menghidupi hajat orang banyak. Memberikan pemasukan bagi negara, menghidupi para pekerja sektor pertembakauan; para buruh, para pemetik tembakau, pedagang asongan, toko kelontong dll.

rokok

Seseram apapun gambar dan kerasnya peringatan dalam bungkus kemasan rokok, selama informasi dan kebenaran atas tembakau tetap dimiliki masyarakat, rokok akan tetap menjadi produk yang terus akan dicari dan dikonsumsi. 

Nyatanya, pencantuman gambar seram di bungkus rokok memang sejauh ini tak punya pengaruh signifikan terhadap jumlah perokok.

“Sebenarnya, iklan rokok itu impact-nya tidak begitu efektif. Orang hanya takut, tapi enggak membuat berhenti. Hanya ada perasaan tidak enak dan nyaman saja,” begitu kata Kepala Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Teguh Dartanto.

Salah satu cara terbaik untuk menahan laju jumlah perokok tentu saja adalah dengan menegakkan aturan penggunaan serta peredaran rokok dengan tegas, bukan dengan mencantumkan gambar seram pada bungkus rokok.

bungkus rokok

Jadilah Perokok Bijak: Jangan Merokok Sambil Berkendara

Merokok sambil berkendara kata sebagian orang mampu mengatasi rasa bosan saat macet. Sebagian orang lagi beranggapan bahwa merokok bisa menyingkirkan rasa kantuk. Tapi apa pun alasannya, bila kamu termasuk perokok bijak maka jangan sekali-kali merokok sambil berkendara.

orang merokok

Merokok sambil berkendara bisa membahayakan karena menurunkan konsentrasi ketika mengemudi. Sebab tak mungkin juga orang melakukan dua hal secara bersamaan dengan fokus bila otak mereka masih satu buah. Itulah sebabnya Anda perlu menahan rasa bosan selagi menghadapi kemacetan lalu lintas. Nah, jika tak tahan, mulut kecut dan sebagainya, maka menepilah dan merokoklah di ruang terbuka dan syukur-syukur kalau di bawah pohon yang sejuk.

rokok

Apabila Anda terserang kantuk selagi berkendara sudah barang tentu merokok bukan pilihan yang tepat untuk menyingkirkan rasa kantuk. Terlebih Anda sedang mengemudi. Kenapa? Karena daya konsentrasi Anda bisa anjlok. Maka pilihan yang terbaik adalah menepi dan sedikit goyang-goyangkan badan. Nah di saat itu pula adalah saat-saat yang tepat untuk merokok dengan relaks.

bungkus rokok

Tetapi argumentasi paling kuat mengapa merokok sambil berkendara tak cocok dilakukan adalah karena di jalan tidak ada asbak atau tempat sampah. Sebagai perokok yang peduli dengan kebersihan maka sudah barang tentu aktivitas merokok sambil berkendara sama sekali tidak perlu dilakukan.

Anda cukup bersabar saja untuk mencapai tujuan dan mencari tempat khusus merokok, kemudian nikmati sebatang atau dua batang rokok dengan santai.

bungkus rokok

SIM, Surat Izin Merokok ala Pondok Pesantren Lirboyo

Bagi kalangan Nahdliyin, merokok memang sudah menjadi salah satu hal yang biasa. Banyak Kiai dan ulama NU yang memperbolehkan merokok. Maka, tak heran jika kemudian budaya merokok pun tumbuh dengan subur di kalangan pesantren-pesantren NU.

orang merokok

Nah, salah satu kisah unik soal merokok di kalangan pesantren ini tergambar jelas di Pondok Pesantren Lirboyo.

Walau ada banyak area di pondok yang memang dilarang untuk merokok, namun pesantren tetap mengakomodir para santri perokok yang memang ingin merokok.

rokok

Uniknya, ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh santri bila ingin merokok, yaitu punya SIM, alias Surat izin merokok.

SIM ini menjadi semacam surat otoritatif bagi santri untuk bisa merokok.

orang merokok

Untuk mendapatkan SIM ini, ada beberapa syarat dan mekanisme yang harus dipenuhi, di antaranya adalah berusia minimal 20 tahun, membuat surat keterangan restu orang tua yang menunjukkan bahwa si anak diperbolehkan untuk merokok, mendapatkan formulir pemotretan yang diperoleh dengan melampirkan surat keterangan restu orangtua kepada sektretaris pondok.

rokok

Nah, SIM ini nantinya wajib dibawa oleh santri saat merokok. SIM ini juga wajib dibawa jika si santri akan membeli rokok di warung di area pondok.

Hahaha, ada-ada saja.

bungkus rokok

Rokok Pucuk Punya Penikmat Tersendiri

Sangat menarik membahas tentang khazanah per-rokok-an di nusantara ini. Banyak yang tak tahu bahwa Indonesia punya banyak sekalijenis varian rokok tradisional yang tersebar di seluruh penjuru daerah. Banyak dari rokok-rokok tradisional itu tumbang karena tergerus oleh persaingan perdagangan rokok nasional, namun tak sedikit pula yang bisa terus bertahan.

orang merokok

Berbagai jenis rokok yang bisa terus bertahan biasanya karena memang punya segmen penikmat tersendiri. Misal rokok klobot jagung yang tetap disukai oleh para nelayan karena tak mudah basah terkena air, atau rokok terapi yang banyak disukai oleh orang-orang sepuh.

rokok klobot

Dari sekian banyak rokok tradisional, rokok pucuk menempati satu ruang tersendiri di hati masyarakat Palembang. Rokok pucuk adalah rokok khas yang diproduksi di Kelurahan 3 Ulu, Palembang. Rokok ini mampu bertahan sampai sekarang.

Rokok ini cenderung mempunyai penikmat tersendiri. Pemasarannya pun sampai ke Thailand, Malaysia, dan Singapura. Meski jumlahnya kecil bila dibandingkan dengan produksi rokok kretek atau rokok putih yang menggunakan bahan baku tembakau.

rokok pucuk

Salah seorang warga Ogan Ilir, Narto (40) seperti yang dikutip Beritagar.id, mengaku aroma daun nipah sembari merasai kopi kerap bikin rindu. “Sejak muda saya sudah merokok pucuk ini,” katanya.

Ia mengaku membeli rokok pucuk seharga Rp2 ribu per ikat di pasar mingguan yang dekat dengan kampungnya.

“Satu ikat berisi 50 batang, bisa tahan sampai dua minggu. Orang-orang sini (Ogan Ilir) lebih banyak memakai rokok pucuk.” Harganya yang jauh lebih murah daripada rokok biasanya menjadi alasan lain bagi pria yang berprofesi sebagai petani ini.

bungkus rokok

Etika Dasar Merokok di Tempat Umum

Merokok memanglah aktivitas yang dilindungi oleh undang-undang, meski demikian, seorang perokok tentu saja saja tidak boleh merokok sembarangan, hal ini karena tidak semua orang nyaman dengan asap rokok, sehingga para perokok sudah selayaknya memiliki kewajiban untuk menjalankan etiket merokok, utamanya bila berada di tempat umum.

orang merokok

rokok

Nah, berikut ini ini adalah beberapa etika dasar merokok di tempat umum yang harus dipahami betul oleh para perokok:

1. Jangan merokok di kawasan yang bertuliskan “Dilarang Merokok”
2. Jangan merokok di dekat ibu hamil
3. Jangan merokok di dekat anak kecil atau balita
4. Jangan merokok di tempat keramaian yang padat dan minim ventilasi udara
5. Minta izin kepada orang terdekat apabila anda terpaksa merokok
6. Jangan merokok sambil tiduran. Bisa saja kamu tertidur, ini bisa berakibat kebakaran.

rokok dan kopi

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Mematikan Rokok Secara Sempurna

Mematikan api pada puntung rokok merupakan hal sederhana, saking sederhananya membuat para perokok tidak perhatian terhadap ini. Padahal terdapat teknik sederhana untuk mematikan rokok secara sempurna. Sebagai berikut:

1. Pastikan Rokokmu Telah Pendek

Rokok yang masih panjang terlalu sayang untuk dimatikan dan dibuang karena tahu sendiri kan harga rokok terus melejit naik. Jadi sebelum mematikan rokok kalian, hitung dulu rupiah yang terdapat di sana. Itu adalah cara efektif untuk berhemat apalagi di tanggal tua.

bungkus rokok

2. Patahkan Ujung Bakar Rokok

Mematahkan ujung bakar rokok adalah cara pertama dari langkah mematikan rokok secara aman. Cara ini akan membuatmu bisa memisahkan bagian rokok yang masih terdapat bara api dan yang tidak.

orang merokok

3. Tekan Bara Api

Cara selanjutnya, setelah rokok terpisah antara yang masih terdapat bara api dan yang tidak, adalah menekan bagian bara api sampai tidak terbakar dan asapnya lenyap. Bagian yang tidak terdapat nyala api dan masih di jari itu yang digunakan untuk menekan dan mematikan bagian rokok yang masih terdapat bara api.

rokok

4. Pastikan Tidak Ada Lagi Api di Asbak

Sebelum meninggalkan tempat membuang puntung rokok sebaiknya kalian periksa sekali tempat itu. Pastikan tidak ada api yang tersisa dari puntung rokok kalian. Cara terakhir ini menyempurnakan martabat kalian sebagai perokok.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Pesan dari Satu Batang Rokok yang Dibalik

Kerapkali ketika nongkrong, kita mendapati ada satu atau dua orang teman yang mempunyai kebiasaan, begitu membuka bungkus rokok segera satu rokok dujumputnya tapi tak dirokok. Satu rokok tersebut dikembalikan lagi dengan ujung dibalik. Biasanya bagian tak berfilter diperlihatkan.

bungkus rokok

Jika anda adalah seorang perokok, maka fenomena ini mungkin pernah anda dapati dalam lingkungan pergaulan anda sesama perokok.

rokok

Nah, jika anda mengira kebiasaan ini sebagai kebiasaan yang tak ada maksudnya, maka anda salah besar. Sebab, kebiasaan ini rupanya adalah kebiasaan lumrah bagi sebagian perkok untuk menyampaikan pesan. Jika kamu mendapati teman yang punya kebiasaan itu, maka ia sebenarnya hendak menyampaikan pesan bahwa satu rokok tersebut akan menjadi rokok terakhir yang dihisapnya.

rokok

Artinya, kamu diperbolehkan mengambil berapa batang pun asal jangan rokok yang dibalik. “Laste” alias Rokok penghabisan, begitulah istilah lazimnya.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Bungkus Rokok

TIPS ASYIK MENGEMAS BUNGKUS ROKOK

Pemberlakuan bungkus rokok wajib mencantumkan peringatan bergambar seram yang mulai diberlakukan pada 24 Juni 2014, membuat sebagian perokok mencari agar tidak melihat gambar peringatan tersebut. Cara-cara yang dilakukan cenderung unik dan asyik, sebagai berikut:

Bungkus Rokok

Bungkus Rokok

1. Tutup dengan Telepon Genggam
Bagi yang suka ngobrol, nongkrong, ngopi, sambil merokok dan merasa risih dengan bungkus rokok dengan peringatan bergambar bisa mengantisipasinya dengan cara ini. Kemasan rokok juga tidak seberapa besarnya. Kalau merasa risih cukup ditindih dengan telepon genggam. Alhasil, gambar editan Photoshop mulut rusak, paru-paru, dan tenggorokan, nggak akan menggangu kenikmatan kalian.

Bungkus Rokok

Bungkus Rokok

2. Anggap sebagai Ruang Berkreativitas
Peringatan bergambar mengambil seperampat bagian dalam bungkus rokok, di bagian depan dan belakang, Itu hanya sebagian kecil. Dan untuk menghilangkannya, kamu bisa menyobek bagian itu dan mengantikannya dengan gambar lucu melalui lukisan atau gambar. Langkah ini hitung-hitung memberi kesempatan bagimu untuk menyalurkan kreativitas.

3. Beli Eceran
Ancaman visual tak sedap akibat gambar peringatan yang wajib tersedia di bungkus rokok bisa terhindarkan apabila kamu membeli rokok secara eceran atau ketengan. Santai saja, dengan cara ini selain lebih irit juga membuat kamu pasti terhindar dari gambar seram.

Rokok

Rokok

4. Buang Bungkus Rokok pada Tempatnya
Ingat, jangan membuat hina orang merokok dengan membuang bungkus rokok sembarangan. Kebersihan itu sebagian dari iman para perokok. Makanya, setelah membeli rokok buang bungkus rokok pada tempatnya, cukup isap isinya saja.

Foto oleh : Eko Susanto

orang merokok

TERKUAK! SOSOK PRIA DALAM IKLAN DAN BUNGKUS ROKOK

Bila Anda melihat iklan-iklan rokok yang berproduksi setelah pertengahan bulan Juni 2014, maka Anda akan melihat sosok pria sedang menghisap rokok dan di sampingnya terdapat tengkorak, lalu di bawahnya ada peringatan “Merokok Membunuhmu”. Siapakah dia? Apakah dia orang Indonesia? Mengapa dia selalu muncul di iklan rokok? Banyak sekali perntanyaan tentang sosok pria tersebut. Jangan-jangan orang Indonesia yang mati akibat dibunuh oleh rokok.

bungkus rokok

bungkus rokok

Sosok Orang Merokok dalam Iklan Merokok Memunuhmu Bukan Orang Indonesia

Selidik punya selidik, ternyata sosok wajah berkulit sawo matang dengan kumis lebat dan rambut lebat yang terdapat dalam iklan rokok “Merokok Membunuhmu” bukan orang Indonesia. Gambar itu diimpor dari Thailand, dan lebih dahulu digunakan sebagai gambar peringatan di sana sejak 2012.

Tidak ada yang tahu dengan alasan apa sosok itu diimpor dari Thailand, selain cara itu sama sekali memperlihatkan bahwa pegiat antirokok tidak kreatif. Bahkan untuk pekerjaan sederhana memotret orang Indonesia yang merokok tidak dilakukan. Atau barangkali, sulit sekali menemukan orang Indonesia yang merokok terlihat tidak bahagia.

bungkus rokok

bungkus rokok

Kebijakan Impor Bungkus Rokok Seram

Mulai bulan Juni 2014, peraturan terkait kemasan bungkus rokok yang diedarkan di Indonesia wajib memasang gambar peringatan yang seram. Kebijakan yang tertuang dalam PP 109 Tahun 2012 ini mengadopsi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Kesepakatan yang melibatkan berbagai negara dan paling cepat dalam merumuskan kesepakatan itu dalam sejarah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menuai kecaman.

rokok

rokok

Sebab, di balik kecepatan meraih keputusan itu disebabkan ada aliran dana dari beragai Perusahaan Multinasional Farmasi yang mempunyai kepentingan dari bisnis nikotin. Dimana bila nikotin masih bebas beredar di pasaran dalam bentuk rokok, maka nilai ekonomis dari bisnis nikotin yang disiapkan oleh Perusahaan Multinasional Farmasi akan sulit untuk dijalankan.

Foto oleh : Eko Susanto