Kalo minuman ada varian black label atau red label dari Johnnie Walker yang mengandung alkohol 40%. Kalo rokok ada Neslite Blue Label yang mengandung 15 mg Tar dan 0,9mg Nikotin. Sama2 bikin hangat, ‘kan ?.
Namanya juga blue label, desain bungkusnya jelas berwarna biru. Tulisan Neslitenya putih dengan image orang pake hoodie yang lagi melompat. Kayak mau bilang, nih, rokok buat orang yang dinamis. Penuh warna. Lincah. Bergerak ringan. Satset. Nyahnyoh.
Batangannya, lazimnya kayak batangan mild. Mungil. Roki bandingkan dengan Djarcok Xtra kelihatan tambah mungil. Cuma menang panjang aja karena ukurannya 8,9cm. Djarcok Xtra cuma 8,2cm. Harganya Roki beli di Tobeko 17500. Sedangkan bandrol cukainya 16325. Isinya 16 batang.
Tarikannya ringan karena mild. Rasanya juga gak jauh beda kayak mild kebanyakan. Cuma Neslite Blue Label agak pedas dikit. Manisnya tipis banget. Bunyi cengkehnya juga asyik sih, Lur; kretek kretek kretek. Rokomended buat penikmat kretek mild. Roki abis sebatang nih buat pendamping minum air bunga telang, sereh, pake gula batu. Seger.
Siapa yang udah pernah bakar Neslite Blue Label, silakan berbagi cerita, ya.
Tetap semangat karena pandemi belum berakhir.
Salam sebat.



Desain bungkusnya sederhana banget. Berwarna dasar putih diberi watermark bunga tembakau. Lalu tulisan brandnya berwarna merah. Logonya juga hanya font “S” yang klasik itu.
Desain bungkusnya klasik banget. Simple. Warna dasar putih bergaris. Tanpa logo. Font-nya berukuran besar bertuliskan nama brand yang dibingkai dalam kotak berwarna dasar emas dan biru dongker. Di bawah kotak bingkai tadi ada tulisan Lowerd Tar & Nicotine, yg menegaskan bahwa Djitoe Slim emang kretek Mild LTLN. Walaupun kadar nikotinnya tertera 1,3mg. Kretek LTLN biasanya, kadar nikotinnya maksimal 1 mg.