Bungkus Milenium Filter mirip dengan produk mazhab besar dari Jatim. Makanya kalo kretekus ke warung lihat di etalase berderet berdampingan gitu bisa salah ambil tuh. Udah pahamkan mirip apa, Lur?
Milenium Filter dari Sidoarjo. Masih satu kandang dengan Milenium Blue.
Harganya Roki beli di Tobeko 18.500. Pita cukainya 20.400. Isinya 20 batang. Batangannya udah banyak bercaknya, Lur. Tapi masih enak kok dibakar. Ukuran panjangnya tentu lebih panjang Milenium jika dibandingkan dengan Djarcok Xtra.
Tarikannya halus. Saat nyentuh api, ujung bakarnya langsung bunyi kretek, kretek, kretek. Rasanya manis dan pedas. Sepetnya juga enak nih, Lur. Ada aroma wangi kayak wangi bunga. Cuma bunga jenis apa gak kelacak sama ingatan. Sama satu lagi gak tahu kenapa, terasanya manis banget.
Saat Roki coba tarik pake pipa rokok, rasanya jadi pas. Rasa manisnya turun. Sepetnya jadi tebal sampai terasa kasap di lidah. Pedas cengkehnya juga turun. Tarikannya juga mantap. Aroma wanginya juga jadi turun.
Recommended nih. Masih baru di Jogja.
Siapa yang udah nyobain Milenium Filter silakan berbagi cerita, ya. Kali aja beda dengan yang Roki rasakan.
Salam sebat.



Roki beli rokok Mild ini harganya 16k. Pita cukainya 16.325. Untuk rokok mild berisi 16 batang, ini masih relatif murah, ya. Desain di ujung isap batangannya juga keren nih.
Bulls ini harganya murah, Lur. Cuma 7.500. Di daerah lain, kemarin banyak juga yang komen harganya lebih murah lagi. Ada yg bilang 5.000. Ada juga yg bilang 6.000. Sedangkan bandrol cukainya 5400. Isinya 12 batang. Jenisnya SKT. Murah poll.
Roki pas bakar Evo ini sambil ngopi pake cengkeh. Jadi rasanya terpengaruh. Rasa rokok, terpengaruh dengan apa yang sedang kita minum, Lur. Minum teh manis, agak beda nikmatnya dengan saat kita minum kopi. Karena minuman pendamping mempengaruhi kenikmatan rasa rokok. Yang paling pas itu, merokok setelah makan.