https://www.flickr.com/photos/130075348@N08/49798096006/in/photolist-2iSug1b-2iSrrQv

Review Rokok Crystal Red

Rokok bernama Crystal Red. Katanya rokok Crystal Red ini susah banget ditemuin, apa benar? Ayo kali ini kita ulas tuntas tentang ROKOK CRYSTAL RED!

Dari bungkusnya berwarna merah, Namanya juga crystal red. Dari estetikanya, rokok ini terbilang standar, ga ada yang wah-wah banget, tapi desainnya cukup aman. Sekilas tulisan Crystal yang berwarna silver di bungkus ini kayak pake font army, tapi lebih slim. Di atas tulisan crystal bergambar seperti matahari terbit. Tapi bukan ala-ala jepang gitu, pokonya mirip logo salah satu partai politik tapi dipotong setengah gitu.

Yang agak aneh menurut kami, tulisan red di bawah crystal ini harus dikasih latar belakang merah yang niban background yang warnanya juga merah. Apalagi tulisan rednya warnanya putih. Mau dibilang penegasan, tapi warnanya juga kecil, semuanya jadi nanggung.

Di bagian atas, samping, dan bawah ada tulisan Crystal Red dengan warna yang sama kayak di bagian depan dan belakang. Lagi-lagi rednya harus dikasih blok merah dengan warna yang beda sama background. Terus di samping juga ada gambar orang buang sampah. Sebagai bentuk peringatan nih buat kalian yang suka sembarangan buang puntung dan bungkus rokok, jangan diulang lagi, stop!

Di sampingnya juga ada keterangan kandungan tar dan nikotin. Tarnya 27 miligram, nikotinnya 1,3 miligram. Di sampingnya lagi ada barcode dan tulisan SKM alias apa teman-teman? Iyak betul! Sigaret Kretek Mesin! Pintar kalian ya, bacanya rokokindonesia.com sih. Lalu dibagian bawah ada keterangan asal pabrikan rokoknya. Nama pabriknya PT. Filasta Indonesia dari Kudus, Indonesia. Lengkap ada kode produksi juga di sana.

Rokok Crystal Red masuk dalam kategori SKM. Jika dilihat dari tarif cukainya yang seharga 20.425 rupiah, Crystal Red harusnya masuk dalam SPM golongan kedua. Kalau di pasaran, rokok Crystal Red biasanya dijual dengan harga 14 sampai 15 ribu rupiah? Value for money?

Sebagai disclaimer, setiap manusia biasanya tipe rasa dan selera yang berbeda. Jadi, kalau menurut kalian agak berbeda ya harap dimaklumi. Rasa rokok Crystal Red ini jawa timuran banget lho! Padahal rokok ini tuh dibuat di Kudus. Biasanya rokok kudus tuh rasanya halus dan wangi. Crystal red justru ga punya wangi yang kudus banget. Tarikan halus banget. Rasa manisnya juga ada, rasa spicy karena cengkehnya pun ada dikit, dan juga ga bikin gatel tenggorokan. Rasa rokok Crystal Red tuh ngingetin kita sama surya pro merah.

Kalau kita bedah rokoknya, antara filter dan kertas putihnya tuh ga ada batasan garis. Di filternya ada tulisan crystal berwarna silver dan red warna merah.

Ibarat cewek paling cantik di kelas, rokok crystal red bikin kamu gampang suka deh. Beneran. satu batang, dua batang, tiga batang, kamu bisa beralih ke rokok ini karena cita rasanya benar-benar enak. Bukan karena murah. Aman banget rasanya buat kalian yang mau coba-coba sama rokok lokalan. Biasanya kalau nyoba rokok lokalan, itu harus butuh yang namanya orientasi rasa. Kadang ga cocok, kayak kamu tuh sama orang tuanya pacarmu. Kadang juga langsung cocok, kayak kamu sama kesendirianmu. Pokoknya kalau rokok crystal red tuh langsung bakal cocok banget buat kamu. Yang lagi menikmati kesendirian. Eemang susah sih kalau orang tuanya ga setuju. Sabar yah.

Peredaran rokok ini cukup terbatas, mengingat Crystal Red masuk dalam SPM golongan kedua. Tapi ya ga susah-susah amat dicarinya. Rokok ini beredar di kawasan Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Karena susah beli rokok crystal red ini, kami kasih saran nih, beli dalam jumlah banyak untuk nyetok. Inget nyetok, bukan nimbun! Minimal beli lima bungkus buat seminggu. Kayaknya cukup jika dikonsumsi secara normal. Satu batang ajah itu bisa menghabiskan waktu sekitar 13 menit. Jika dalam sehari kamu punya waktu santai sebanyak tiga kali. Pagi, siang, dan malam, maka paling tidak, kamu bisa menghabiskan delapan sampai 10 batang rokok Crystal Red ini. Untuk seminggu beli lima bungkus, cukup lah.

Oh iya, ada satu bahasan yang terlewatkan. Rajangan tembakau rokok Crystal Red ini cukup halus. Ga ada tuh yang namanya potongan-potongan kasar atau tebel. Jadi bisa dipastikan kamu ga bakal kaget lah pas ngehisap rokok ini. Ga bakal ada tuh surprise ledakan kecil di tengah hisapan. Wanginya juga ga terlalu mencolok, aman-aman ajah. Kesimpulannya, rokok crystal red ini value for money? Ya jelas dong, value for money banget. Rasa aman, bikin kamu gampang suka, harga terjangkau. Beli seharga 14 sampai 15 ribu bisa dapat 16 batang.

Kabar yang beredar katanya Rokok Crystal Red ini udah berganti nama menjadi Viper Red. Sepenelusuran kami, Crystal Red dan Viper Red adalah dua hal yang berbeda. Crystal Red dibikin oleh PT Filasta Indonesia. Kalau Viper Red dibuat sama PT Mercu Pantura Industry. Yang membuat dua rokok ini sama hanyalah sama-sama dibuat di Kudus. Kudus emang top deh. Banyak rokok-rokok enak lahir di sana.

https://www.picuki.com/media/2150532012423683916

Review Rokok Clasmild Silver

Kalian tau rokok Clasmild Silver? Itu lho, yang bungkusnya dominan warna biru, tetapi nama merek rokoknya silver. Membingungkan, bukan? Makanya kami mau review rokok ini.

Rokok Clasmild Silver ini merupakan salah satu produk dari pabrikan rokok asal Kudus, PT Nojorono Tobacco. Rokok ini pertama kali diluncurkan pada tahun lalu. Mengapa rokok ini hadir? Konon katanya PT Nojorono Tobacco ingin meluncurkan satu produk dengan harga terjangkau mengingat harga classmild yang reguler sudah membumbung tinggi. Memang ada benarnya juga sih kalau seandainya PT Nojorono Tobacco mengeluarkan inovasi semacam itu, mengingat banyak banget sekali pecinta clasmild yang masih setia sampai saat ini.

Dari segi bungkus sebenarnya para pecinta clasmild gak akan kesulitan untuk membeli rokok clasmild silver ini. Motifnya tidak jauh berbeda, hanya saja warna biru yang lebih mendominasi clasmild silver. Sedangkan kalau rokok classmild biasa justru warna putihnya yang lebih dominan. Meski harga clasmild reguler lebih mahal, tapi justru kalau soal bungkus, penampilan dari clasmild silver ini yang lebih baik dan harganya lebih murah.

Didominasi warna biru di seluruh tubuh bungkus rokok, tulisan clasmild di bungkus ini justru dibuat berwarna silver dengan tulisan silver yang disematkan di bagian bawah. Ada sedikit perbedaan di bagian belakang bungkus rokok ini. Ada tulisan berbahasa inggris yang artinya “Dari tembakau dan cengkeh terbaik dibuat dengan kecanggihan teknologi temukan keaslian rasa dari clasmild silver.”

Di bagian atas dan bawah rokok ini terdapat tulisan clasmild silver, namun bedanya di bagian bawah ada tambahan blok putih dengan printing nomor dan tulisan kecil PT NTI Kudus Indonesia berwarma putih. Sedangkan di bagian samping kanan ada barcode dan imbauan dilarang bla bla bla. Lalu di samping kiri ada tulisan clasmild silver dengan petunjuk kandungan di dalam rokok ini. Kandungan tarnya sebesar 14 miligram dan 1,0 miligram nikotin. Hmmm, enteng banget rokok ini.

Di bagian dalam ada grenjeng rokok berwarna silver, tidak terlalu spesial. Lalu konfigurasi isi rokok kalau yang 12 isinya enam depan enam belakang, kalau 16 delapan depan delapan belakang. Batang rokok clasmild memiliki panjang sebesar 90mm dan memiliki diameter batang sekitar 23mm atau lebih. Pada bagian tipping paper, terdapat batasan berupa garis berwarna silver, dan tulisan SILVER dengan menggunakan warna silver. Terdapat logo CLAS MILD dengan warna silver dan abu-abu.

Secara rasa, sensasi manisnya terasa sekali dari rokok ini. Bahkan cukup konsisten rasa manisnya dari hisapan awal hingga terakhir. Rasa manis nan enteng ini seharusnya bikin gampang suka, ya tapi ada juga meskipun penyuka rokok mild, tapi kurang demen sama yang terlalu enteng.

Saking manis dan entengnya, sensasi pedas di rokok ini jadi tidak begitu menonjol. Tapi karena masih ada unsur cengkehnya maka masih ada kehangatan dari rokok ini. Ada yang bilang sensasi pedas dari rokok ini merupakan gabungan dari kayumanis, adas manis, dan kapulaga. Cenderung menggunakan pemanis yang terkesan berbeda dengan Clas Mild Versi Regular. Tapi bisa jadi manisnya timbul dari pemanis yang ada dari tipping paper rokok ini.

Durasi hisapannya sekitar 11-12 menit. Ingat, ini tergantung kondisi ya! Kalau situ selooo banget bisa sampai 12 menit, tapi kalau lagi buru-buru ya bisa lebih cepat sih. Bisa juga cuman semenit kalau abis dibakar cuman dihisap tiga kali abis itu langsung dimatiin. Hayo yang suka kayak gitu siapa?  Tapi ada hal yang sedikit kurang mengenakkan ketika bara api menjelang akhir dari rokok ini. Rasa panasnya lumayan kerasa di dekat tipping paper di rokok clasmild.

Cukup penasaran sih sama isi tembakau di dalam rokok ini. Kalau kita bedah satu batang rokok ini maka kita menemukan rajangan yang medium alias ga halus-halus banget sama tidak terlalu kasar. Karena di belakang bungkus tadi disebutkan bahwa clasmild ini dibuat dari campuran tembakau terbaik. Maka ketika kami bedah rokok ini sepertinya ditemukan campuran tembakau Virginia dan beberapa jenis Tembakau berjenis Oriental asal Indonesia.

Harga rokok clasmild silver ini sekitar 16-17 ribu rupiah. Beda tiga sampai empat ribu dari harga rokok clasmild reguler. Poin plusnya rokok ini adalah clasmild silver adalah bentuk downgrade secara harga dari clasmild reguler. Tapi soal rasa justru gak jauh beda. Buat kalian yang ekonominya lagi kurang bagus terus biasanya ngisep rokok clasmild, bisa juga kok pindah ke rokok ini. Kadang begitu ya kalau udah cinta selera maka susah pindah merek ke rokok lain.

Nah ini yang kita perlu sama-sama acungi jempol dari PT Nojorono Tobacco Indonesia. Mereka sudah prepare inovasi rokok yang lebih terjangkau tapi rasanya tidak begitu beda dari produk utamanya. Kelemahan rokok ini hanya di faktor akses pembeliannya saja. Karena dia masuk ke SKM golongan kedua jadi ya harus cukup kerja keras buat cari rokok ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

bungkus rokok

Mengulas Kandungan Nikotin pada Rokok Kretek

Di pasaran, ada banyak jenis rokok yang beredar, dari mulai rokok kretek, rokok putih, rokok elektrik, dan lain sebagainya. Masing-masing punya jenis dan kandungan yang berbeda-beda. Kendati demikian, zat yang akan selalu ada pada rokok lazimnya adalah tar dan nikotin.

Kandungan tar dan nikotin ini biasanya tercantum pada bagian samping bungkus rokok.

rokok

Nah, usut punya usut, ternyata rokok asli Indonesia berbeda jauh dengan produk rokok luar negeri. Memang sama-sama rokok, namun punya jenis dan kandungan tar serta nikotin yang berbeda-beda.

bungkus rokok

Mari kita bahas satu per satu.

Rokok Putih

Rokok ini hanya berisi tembakau saja. Tanpa dicampur dengan bahan lainnya. Biasanya sering dicampur dengan menthol atau perasa lain, sehingga menimbulkan sensasi dingin. Rokok jenis ini contoh produknya adalah Marlboro, Lucky Strike, Marcopolo, Ardath, dll.

Cerutu

Jenis rokok yang berisi gulungan tembakau kering pilihan. Daun tembakau digulung secara presisi hingga berbentuk bulatan besar layaknya rokok. Ukuran cerutu relatif lebih besar dibandingkan dengan rokok.

Kretek

Rokok ini adalah asli produk Indonesia yang bila dibakar lalu dihisap mengeluarkan bunyi kretek…tek…tek… Kretek berisi tembakau, cengkeh, saus dan juga tembakau asli Indonesia.

Tiga jenis rokok tersebut memiliki kandungan nikotin dan tar yang berbeda-beda. Tiap negara mempunyai aturan standar kandungan nikotin dan tar pada rokok yang beredar dan diproduksi. Di Indonesia aturan ini tertuang pada PP Pengamanan Rokok bagi Kesehatan (PP 81/1999) yang menetapkan bahwa setiap batang rokok tidak boleh melebihi 1,5 mg nikotin dan 20 mg tar.

Namun aturan ini tak sepenuhnya berlaku efektif, karena banyaknya produk rokok yang beredar di pasaran baik dari dalam dan luar negeri.

rokok

Dari tiga jenis rokok ini kandungan nikotin dan tar tertinggi adalah pada Cerutu, karena ia sepenuhnya menggunakan tembakau.

Sedangkan pada kretek jumlah kandungannya bervariasi. Ada rokok kretek yang memiliki kandungan nikotin dan tar yang rendah yaitu 0,1-0,85 mg nikotin dan 0,98-19,93 mg tar per batang rokok. Akan tetapi, ada pula rokok kretek yang mengandung lebih dari batas maksimal dan cukup tinggi. Ada kretek yang mengandung nikotin hingga 4,04 mg/ batang dan tar sebanyak 57,26 mg/ batang.

Rokok kretek yang merupakan rokok khas Indonesia memiliki rata-rata jumlah kandungan nikotin. Pada sigaret kretek tangan, rata-rata kandungan nikotin adalah 2,11 mg/ batang dan kandungan tar sebesar 41,09 mg/ batang. Pada sigaret kretek mesin, kandungan nikotin dan tar memang lebih rendah, yakni 1,38 mg nikotin dan 23,7 mg tar untuk setiap batang rokok.

bungkus-rokok

Dampak Rokok Ilegal Terhadap Penerimaan Negara

Tahun 2019 ini, Pemerintah secara resmi menetapkan tidak menaikkan tarif cukai rokok. Kendati demikian, target penerimaan dari sektor cukai ini dinaikkan menjadi sebesar Rp158,8 triliun. Hal tersebut tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi Direktorat Bea Cukai.

Salah satu cara yang wajib dilakukan untuk mencapai target penerimaan cukai ketika tarif cukai tidak naik tentu saja adalah dengan mengawasi secara maksimal peredaran rokok ilegal.

cukai rokok

Rokok ilegal di sini adalah rokok yang tak dilengakapi pita cukai resmi. Ada pula rokok yang dipalsukan mereknya, sehingga seolah-olah terlihat asli/legal padahal palsu alias illegal. Akademisi sekaligus Ketua Program Studi Magister Manajemen FE Universitas Muria Kudus, Dr. Joko Utomo berpendapat, peredaran rokok ilegal yang beredar di masyarakat cukup beragam modusnya antara lain rokok polos, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas, maupun dilekati pita cukai yang salah atau tidak sesuai dengan peruntukannya.

cukai rokok

Direktorat Bea Cukai dan dibantu jajaran terkait kini rutin mengadakan operasi pemberantasan produk ilegal. Dengan dibantu dari informasi masyarakat-masyarakat, operasi ini berlangsung efektif. Di Kudus misalnya, pihak Bea Cukai banyak menemukan rokok-rokok ilegal yang masih beredar di pasaran.

“Keberadaan rokok dan cukai palsu tersebut sangat merugikan industri rokok legal, serta penerimaan negara khususnya pendapatan cukai rokok. Sementara pengawasan peredaran rokok illegal jangan hanya diserahkan oleh pemerintah, namun ini adalah tanggung jawab kita semua baik stakeholder maupun masyarakat. Mari kita sama-sama mengawasi peredaran rokok illegal yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai yang akan dinikmati oleh warga dan masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah sebagai sentra produksi rokok”, ujarnya saat ditanyai pendapat soal dampak rokok illegal di Indonesia.

bungkus-rokok

Penerimaan cukai yang cukup besar memerlukan kontribusi aktif semua pihak. Tak hanya dari kalangan Bea cukai, satpol pp, namun juga masyarakat sekitar juga bisa berperan aktif. Begitu pun para pengusaha dan industri sigaret kretek, perlu untuk saling bahu membahu memberantas peredaran dan produksi rokok illegal. Jika semua dilakukan dengan rutin dan sama-sama berkontribusi aktif, target pendapatan cukai di tahun 2019 akan tercapai.

Semua ini demi keberlangsungan perekonomian dan pembangunan Negara. Hal ini penting karena sebagian besar APBN Negara disumbangkan cukup besar dari penerimaan pajak cukai rokok.

bungkus rokok

Tahapan Proses Pembuatan Rokok Kretek Tangan

Apa yang membedakan kretek dengan rokok? Tahukah kalian bahwa kretek itu bukan rokok. Ia adalah warisan asli budaya khas Indonesia. Dahulu, kretek dibuat sebagai obat asma dan penyembuh batuk. Lambat laun, kretek kemudian disempurnakan untuk bisa dinikamti semua kalangan. Kretek bukanlah rokok. Ia ada dan hanya dibuat di Indonesia.

rokok

Kretek adalah campuran tembakau, cengkeh dan saos. Setiap produsen kretek di Indonesia punya komposisi dan racikan khusus yang membuatnya khas. Haji Djamhari adalah orang kali pertama yang mempopulerkan sigaret cengkeh (clove cigarette) pada kisaran abad ke-19  ang kemudian dinamakan kretek.

Haji Djamhari menjadi salah satu dari sekian banyak bumiputera, khususnya di Jawa pada masa itu yang mengetahui bagaimana meracik tembakau dan rempah-rempah dengan citarasa tersendiri.

Nah, lantas, bagaimanakah sebenarnya urutan langkah peracikan kretek yang umum dipraktikkan dalam berbagai pabrik kretek tradisional di Indonesia?

Pertama adalah Ngiping. Anda siapkan papir atau kertas pembungkus rokok.

Kedua adalah proses Nggiling. Ambil sejumput tembakau, campurkan cengkeh sesuai takaran atau komposisi seselera kalian. Ratakan dalam kertas papier. Alat pembungkus tembakau bisa anda dapatkan di toko-toko penjual tembakau.

Setelah racikan kalian anggap sempurna, perlahan-lahan ratakan di semua bagian papier, kemudian gulung perlahan-lahan membentuk gulungan bundar sempurna. Lalu rekatkan dengan lem, bisa menggunakan nasi, atau paling sederhana menggunakan air liur. Namun untuk produksi pabrik, lem yang digunakan telah tersedia khusus. Ia dari bahan herbal yang aman.

orang merokok

Ketiga adalah bathil. Proses ini adalah memotong bagian tembakau di kedua ujungnya agar tembakau dalam lintingan terbentuk sempurna.

Keempat adalah menyempurnakan seluruh hasil lintingan manual kretek, dikenal dengan sebutan Nglongsong.

Kelima adalah Nyonthong. Proses ini adalah memasukkan kretek ke dalam bungkus rokok. Di mana 1 bungkus biasanya berisi 12 batang Kretek. Kadang juga berisi 16 batang Kretek.

rokok

Keenam adalah Ngeslop atau Ngebal. Proses ini adalah mengumpulkan hasil dari proses Nyonthong, di mana 1 slop kretek berisi 10 pak, dan 10 slop berarti berisi 1 bal kretek.

Bagaimana, Anda tertarik. Tak perlu sampai memproduksi dan menjualnya sendiri. Cukuplah menikmati hasil lintingan Anda sendiri. Kecuali, jika hasil racikan Anda ternyata disukai banyak orang, Anda bisa menjualnya.

bungkus rokok

Ditjen Bea Cukai Terus Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Salah satu hal yang terus dilakukan Ditjen Bea Cukai tahun ini adalah menekan peredaran rokok ilegal. Hal ini dilakukan karena pada tahun 2019, Pemerintah tak menaikkan tarif cukai, sehingga Bea Cukai harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi target realisasi pajak.

cukai rokok

Salah satu cara menekan peredaran rokok ilegal yang dilakukan oleh Ditjen Bea Cukai adalah dengan aktif melakukan operasi penindakan rokok ilegal dan barang kena cukai lainnya. Seperti yang dilakukan baru-baru ini oleh Ditjen Bea Cukai Kudus dan Meulaboh, Aceh.

Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Kantor Bea Cukai Kudus Imam Prayitno mengungkapkan kronologi penindakan yang telah dilakukan oleh jajarannya. Kegiatan penenindakan bermula pada hari Selasa (15/1/2019), petugas Bea Cukai Kudus memperoleh informasi tentang sebuah bangunan yang diduga sebagai tempat penimbunan dan pengemasan rokok ilegal di daerah Jepara, Kudus.

rokok

Berdasarkan informasi tersebut tim mendapatkan alamat Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Tim Bea Cukai kemudian melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang dimaksud dan diperoleh barang bukti rokok yang ilegal sebanyak 96.000 batang dengan nilai barang sebesar Rp68,6 juta.

“Di desa yang sama tim melakukan pemeriksaan kedua terhadap bangunan yang berdasarkan informasi dari masyarakat digunakan untuk menimbun atau mengemas rokok diduga ilegal. Dari hasil pemeriksaan, tim memperoleh fakta bahwa terdapat 523.800 batang rokok yang diduga ilegal berjenis SKM dalam berbagai merek,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Kudus.

rokok

Total barang bukti dari hasil operasi ini sebanyak 1,15 juta batang rokok dan 370 keping pita cukai yang diduga ilegal dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp828,8 juta. Dari hasil penindakan ini, potensi kerugian negara yang ditimbulkan dari adanya barang ilegal tersebut ialah sebesar Rp547,2 juta.

Dalam kesempatan yang sama, Bea Cukai Meulaboh juga melakukan penindakan serupa. Kepala Kantor Bea Cukai Meulaboh, Akbar Harianto menyatakan bahwa Bea Cukai Meulaboh berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal sebanyak 56.100 batang rokok ilegal.

“Penindakan dilakukan di Pasar Kampung Air Simeulue Tengah. Perkiraan nilai barang dari operasi penggagalan tersebut diperkirakan mencapai Rp23,1 juta dengan perkiraan kerugian negara mencapai Rp19,5 juta,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Meulaboh.

Dalam aktivitas penindakan di kedua wilayah tersebut total Ditjen Bea Cukai berhasil meringkus lebih dari 1,3 juta batang rokok ilegal.

bungkus rokok

Plesetan Kepanjangan Merek Rokok yang Jadi Guyonan Anak Muda

Sepanjang berdirinya republik ini, dari masa ke masa, selalu ada guyonan yang membawa merk rokok. Entah siapa yang memulainya, namun dari masa ke masa, kepanjangan dari merek rokok selalu berhasil eksis pada jamannya. Dulu ada rokok putih bermerk KANSAS, yang punya kepanjangan Kami Anak Nakal Suatu Saat Akan Sadar. Rokok ini sekarang sudah tidak ada lagi.

Kendati demikian, seiring dengan banyak produk rokok yang beredar, guyonan tentang kepanjangan rokok ini pun rasanya tak pernah surut.

bungkus rokok

Wismilak contohnya, ia kepanjangan dari Wanita Manis Maminya Galak. Guyonan ini mengangkat soal lelaki yang tak berani bertemu Ibu dari wanita yang disukainya. Hmmm…

Ada pula merk rokok Bohem; Belaian Om-Om Emang lebih Ehem. Kalau ini jelas cerita soal lelaki bujang yang kalah bersaing mendapatkan hati wanita dengan lelaki yang berumur dan pantas disebut Om-Om.

Ada pula Djarum yang diplesetkan menjadi Duda dan Janda berbau Harum.   Atau versi lainnya yang lebih lengkap, Djarum Super: Jarang di Rumah Suka Pergi (yang kalau versi kasarnya, Suka Pergi diganti menjadi Suka Perek)

rokok

Sampoerna diartikan sebagai Salam dari Poejangga buat Ngana. Ini jelas kisah cinta yang berkisah romantis, berkirim surat, puisi dan segala macam berbau sastra.

Ada lagi merk rokok LA, salah satu produk yang digemari generasi milenial. LA dipanjangkan menjadi Lumayan Anjay!

bungkus rokok

Kemudian ada merek rokok kretek lawasan, Dji Sam Soe yang diplesetkan menjadi; Djijik Sama Kamu, Soe! Ini hampir sama seperti kepanjangan merk rokok LA, bernada ejekan.

Malboro juga tak luput dari guyonan ini. Ia diplesetkan menjadi Marah mulu, Santai Bro! Jelas ini ditujukan ke sesama rekan yang Sukanya marah-marah dan ngomong dengan nada tinggi.

Terakhir ada merk rokok Gudang Garam, dari kepanjangan Semanis Gula Seriang Gadis Remaja.

Guyonan ini akan terus berlanjut tiap masa. Selalu segar dan menarik untuk dinanti.

bungkus rokok

Mitos Tentang Perokok Pasif yang Sudah Sangat Usang

Apa itu perokok pasif? Jika anda googling, inilah penjelasan yang akan muncul di layer computer anda di baris atas sebelah kanan; Perokok pasif merupakan seseorang yang menghirup asap rokok dari perokok aktif. Paparan asap rokok dapat menyebabkan penyakit serius hingga kematian. Dampak dari asap rokok menjadi pembahasan serius oleh para ilmuwan.

rokok

Coba anda buka dan telusuri, pada halaman penjelasan menyoal perokok pasif, terdapat banyak sekali keanehan, khususnya soal hasil-hasil riset tentang bahaya perokok pasif. Bahaya perokok pasif mulai didengungkan sekitar tahun 70-an, yang memulainya adalah Amerika Serikat. Pada 1972 isu perokok pasif dianggap merusak kesehatan pertama kali dibahas.

orang merokok

Selanjutnya dalam Surgeon General Report United States, isu ini dibahas lagi berturut-turut pada tahun 1979, 1982, dan 1984. Kemudian pada 1992, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) merilis hasil penelitian yang menyatakan bahwa menjadi perokok pasif sangat berbahaya bagi kesehatan. Hasil riset mereka menyatakan bahwa para perokok pasif mempunyai resiko terkena kanker paru-paru.

bungkus rokok

Riset tersebut bertahan hanya 3 tahun saja karena ada riset terbaru yang dikeluarkan oleh Congressional Research Service (CRS). Hasil riset ini melewati penelitian panjang selama 20 bulan, yang dilakukan secara kritis dan mendalam. Hasil riset ini berhasil membantah asumsi dan simpulan yang dikeluarkan EPA terkait perokok pasif. Bulan November 1995 riset itu dikeluarkan dan berhasil membantah riset EPA. Selanjutnya pada 1998, hakim federal memenangkan hasil riset CRS dan membatalkan berlakunya hasil riset EPA. Isinya adalah perokok pasif tak terkena resiko kanker paru-paru akibat paparan asap rokok dari perokok aktif.

rokok

Kendati demikian, isu tentang rokok pasif ini masih saja beredar dengan bebas tidak sesuai dengan riset yang baru. Beberapa bahkan banyak yang meyakini bahwa perokok pasif punya potensi yang jauh lebih besar terkena kanker ketimbang perokok aktif.

Perokok dan non perokok sama-sama berpotensi terkena resiko suatu penyakit. Bukan hanya disebabkan dari rokok, tapi juga asap kendaraan bermotor, asap pabrik-pabrik, polusi udara, pola makan, dsb.

bungkus rokok

Rokok Elektrik yang Mengancam Eksistensi Rokok Kretek

Era globalisasi yang penuh dengan inovasi teknologi mau tak mau memang mengancam produk-produk konvensional. Salah satunya adalah rokok kretek. Keberadaa rokok konvensional ini semakin terancam karena munculnya rokok elektrik.

Tak bisa dimungkiri bahwa kehadiran rokok elektrik seperti vape di Indonesia memang erat kaitannya dengan usaha mematikan produk kretek Indonesia.

bungkus rokok

Hal tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2010. Saat itu marak aturan-aturan dan kampanye pengendalian tembakau melalui kementerian kesehatan dalam UU kesehatan no 36 tahun 2009. Kampanye tersebut salah satunya adalah menawarkan produk alternatif menyehatkan dengan rokok elektrik. Kampanye ini getol disuarakan oleh organisasi kesehatan oleh Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik. Rokok elektrik dianggap produk aman untuk dikonsumsi dan lebih menyehatkan ketimbang rokok konvensional.

Nyatanya, rokok elektrik tak sepenuhnya menyehatkan. Sudah banyak lembaga penelitian yang menganggap bahwa rokok elektrik punya dampak yang buruk untuk kesehatan.

rokok

The New England Journal of Medicine misalnya, pernah mempublikasikan bahwa rokok elektrik melepaskan formaldehida. Zat tersebut bisa menjadi penyebab kanker (karsinogen) ketika dipanaskan dengan baterai yang diatur pada tegangan tinggi.

Di Amerika Serikat, Departemen Kesehatan Masyarakat California malah sudah merilis sebuah laporan yang menyatakan rokok elektrik merupakan ancaman bagi kesehatan dan menyerukan regulasi terhadapnya.

Kendati demikian, peredaran rokok elektrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang masif. Orang-orang mulai banyak menggunakan rokok elektrik alih-alih rokok kretek yang notabene merupakan produk asli Indonesia.

rokok

Hal ini tentu sangat berbahaya bagi industri tembakau dan cengkeh tanah air. Maklum saja, rokok kretek merupakan salah satu industri yang mampu menopang ekonomi dan memberikan banyak lapangan pekerjaan.

Hadirnya rokok elektrik mau tak mau memang menggerus keberadaan rokok kretek.

Entah kelak siapa yang bakal menang, namun yang jelas, tentu kita semua berharap industri rokok kreteklah yang bertahan. Sebab, bagaimanapun, rokok kretek merupakan industri strategis yang mampu mengoptimalkan potensi komoditi pertanian (tembakau dan cengkeh) serta memberikan lapangan pekerjaan bagi lebih dari 6 juta orang.

bungkus rokok

Ironi Industri Rokok: Penyerap Tenaga Kerja Terbesar Tapi Pabriknya Terus Berkurang

Industri rokok di Indonesia adalah salah satu Industri yang mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang besar. Banyak dari pekerja di Industri ini adalah mereka-mereka yang tak mempunyai ijazah. Industri ini menyerap lebih dari 5 juta tenaga kerja, mulai petani, pekerja pelinting, sampai pedagang rokok.

bungkus rokok

Namun ironis, industri yang sangat strategis dalam menyrap banyak tenaga kerja ini justru kerap mendapatkan tekanan.

Tiap tahunnya cukai rokok selalu dinaikkan oleh Pemerintah, hal tersebut berimbas pada makin turunnya jumlah pabrik rokok di Indonesia. Tahun 2017 saja, dari data Bea Cukai, jumlah pabrik rokok di Indonesia kini hanya tersisa sekitar 776 pabrik.

“Pada 2017 menurut data Bea dan Cukai pabrik rokok ada 776, kalau data kami 493 pabrik. Bayangin saja itu dari tadinya 1.000-an pabrik,” kata Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Perekonomian, Atong Soekirman.

rokok

Regulasi yang ketat, termasuk salah satunya tentang luas pabrik, mau tak mau memang membuat banyak pabrik-pabrik rokok kecil dan menengah gulung tikar.

“Untuk pabrik, beberapa seperti SKM (Sigaret Kretek Mesin) sama SPM (Sigaret Putih Mesin) dia masih bisa survive,” ujar Atong.

Padahal seperti kita ketahui, pabrik-pabrik rokok skala kecil dan menengah umumnya adalah pabrik yang memproduksi sigaret kretek tangan.

rokok tingwe

Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah strategis, maka kehancuran industri kretek kecil dan menengah hanya tinggal menunggu waktu.