https://www.youtube.com/watch?v=6Y7WeC8DXgY

Review Rokok Surya 16

Jika ada satu pertanyaan, rokok apa yang menjadi wajah dan rasa arek-arek jawa timur? sudah pasti jawabannya adalah Surya 16, salah satu merek terkenal buatan gudang garam.

Siapa sih yang tidak kenal rokok Surya 16? rokok merek ini sudah ada di Indonesia sejak era 1980an. Surya 16 dihadirkan oleh gudang garam untuk menandingi kejayaan rokok kompetitornya yang sudah hadir lebih dahulu di tahun 1975.

Seiring tahun berjalan. Boleh dikatakan kalau Surya 16 jadi satu produk top yang banyak menghasilkan keuntungan bagi Gudang Garam. Meski demikian, Surya 16 juga mengalami persaingan hebat dengan kompetitornya. Nah dari kompetisi ini kita sebagai perokok akhirnya juga bisa merasakan dua aliran rasa di dunia rokok. Pertama rasa kudusan dan jawa timuran.

Di pembahasan soal bungkus, sudah barang tentu kalau bungkus surya 16 ini tergolong ikonik. Dari jaman pertama kali ini rokok diluncurkan hingga sekarang tak ada perubahan yang ekstrim dari segi bungkus. Warnanya tetap sama yaitu dominan coklat tua dengan paduan emas serta efek emboss berwarna emas pada tulisan di bagian depan dan belakang bungkusnya.

Di bagian depan dan belakang bungkus ada tulisan Surya, logo gudang garam, dan 16 filter kretek cigarettes dengan peletakan yang serupa. Ngomong-ngomong logo gudang garamnya terasa sangat khas. Ya, ada lima gudang, dan dua gunung kembar. Lalu ada rel kereta dan langit bergaris-garis.

Di bagian atas bungkus terdapat tulisan gudang garam dengan warna coklat. Sedangkan di bawah terdapat tulisan Manufactured by PT Gudang Garam TBK Kediri-Indonesia. Kenapa yang di atas ditulis Gudang Garam tapi di bawah malah ditulis lengkap nama pabriknya ya. Agak aneh ya?

Selain ada gambar seram di bagian depan dan belakang bungkus. Ada juga imbauan pemerintah di samping bungkus dan barcode, tulisan surya 16 dan kandungan tar serta nikotin. Kandungan tar surya 16 sebesar 31 miligram dan nikotinnya yaitu 2,2 miligram. cukup beraattt yaaaa…

Satu bungkus rokok ini berisi 16 batang. Ya iyalaaaahhh masa isinya 37! hehehehe. Konfigurasi penempatan batangnya, delapan di kotak kanan dan delapan di kotak kiri. Di kedua kotak tersebut penempatannya dibagi lagi menjadi empat belakang dan empat depan. Surya 16 masuk dalam kategori long size karena ukurannya yang lebih panjang ketimbang rokok lainnya. Di batang rokok ini terdapat logo gudang garam berwarna biru serta tulisan surya dan gudang garam dengan warna merah di dekat filter rokok. Di bagian filter rokok ada sentuhan garis tebal emas dengan garis merah tipis di tengahnya.

Soal rasa, yang kini mulai tumbuh setelah lama kenal sama kamu. Halaaahhh. Fokus fokus! Banyak yang merasa kalau rokok ini memiliki rasa manis yang sangat kuat. Ada juga yang menyebut kalau surya 16 punya keseimbangan rasa antara manis, pekak dan pedas. Memang ada rasa manis yang ditemukan tapi tidak begitu kuat. Namun rasa pedasnya cukup terasa dan kami pikir karena ramuan saus dari gudang garam yang khas. Ya seperti yang kita tahu kalau gudang garam kabarnya adalah salah satu pabrikan rokok yang sangat handal meracik saus rokok.

Secara tarikan, rokok Surya 16 memiliki tarikan yang nendang alias mantaappp! Ada sensasi panas yang tertinggal dan melekat di tenggorokan ketika menghisap rokok ini. Tapi tenang kok, sensasi itu tidak membuat tenggorokan kalian gatel seperti habis ngisep rokok-rokok dengan harga terjangkau. Sensasi nendang ini mungkin dari hadirnya cengkeh sebagai salah satu kandungan dalam rokok ini. Ya namanya juga kretek jadi tetep harus pakai cengkeh, saus, dan ramuan tembakau. Sensasi hangat ini yang roki bilang juga cenderung ada rasa pedasnya.

Menariknya adalah rasa dan tarikan yang nendang dari rokok ini cukup konsisten dari awal pembakaran hingga menjelang akhir. Maklum, produk top dari gudang garam ini pasti kasih kualitas yang tidak biasa. Durasi bakarnya sekitar 15 hingga 16 menit dalam kondisi normal. Kalau tidak dalam kondisi normal, ya bisa lebih cepat dari itu. Tapi ada tidak ya kira-kira yang sanggup menghabiskan rokok ini hanya dalam waktu lima menit atau kurang? Gendeng sih kalau ada, hehehe.

Surya 16 masuk dalam kategori sigaret kretek menengah dan masuk dalam layer cukai paling atas. Harganya di pasaran tergolong tinggi yaitu satu bungkusnya sekitar 23 hingga 24 ribu rupiah. Worth it kah? Ya Kembali lagi, semua tergantung selera. Kalau bicara produk premium bukan lagi urusan dengan worth it atau tidak. Soalnya merek rokok premium sudah punya konsumen loyal yang dengan harga berapapun pasti dibeli. Beda halnya dengan rokok harga terjangkau yang rata-rata konsumennya bisa datang dan pergi. Kayak kamu tuh.

Pada akhirnya surya 16 adalah salah satu kretek legendaris di Indonesia yang bisa bertahan hingga saat ini. Seperti yang kami bilang di awal, kalau di Jawa Timur rokok ini jadi kesukaan banyak orang di sana. Meski belakangan ini selera perokok di Jawa Timur juga semakin heterogen. Buktinya banyak juga yang menghisap rokok selain dari merek gudang garam. Walau demikian citra surya 16 sebagai rokoknya arek jawa timuran masih tetap ada hingga saat ini.

bungkus rokok

Sugesti Rasa Rokok Berdasarkan Kemasan Rokoknya

Soal sugesti pasa rasa memang sulit diperdebatkan. Hal itulah pula yang terjadi pada rokok. Seorang perokok yang terbiasa mengkonsumsi rokok pada kemasan rokok isi dua belas akan menganggap rokok yang sama tapi isi enam belas akan lain rasanya. Meskipun secara bahan baku dan produksinya dilakukan secara secara bersamaan. Hanya kemasan pembungkus yang membedakan di antara keduanya. Satu berisi dua belas dan satunya lagi berisi enam belas.

Tetapi, seorang perokok yang fanatik terhadap kemasan rokok merek tertentu yang berisi dua belas apabila diberi rokok merek yang sama tapi berisi enam belas, maka dia akan mikir-mikir sebentar untuk mengambilnya. Begitu pula sebaliknya.

rokok

Tak hanya dari edisi jumlah isi pada kemasan, masalah desain pun kadang juga memberikan sugesti rasa yang cukup signifikan. Dulu, ketika Rokok gudang garam mengeluarkan kemasan edisi piala dunia, banyak orang yang mengatakan bahwa rasa rokok tersebut berbeda dengan rokok pada edisi kemasan yang biasa. Padahal, sama sekali tidak ada perubahan terhadap rokoknya, hanya kemasannya saja.

orang merokok

Hal tersebut juga terjadi sewaktu Djarum mengeluarkan kemasan edisi Djarum Adventure, banyak yang menganggap rasanya berbeda dengan kemasan yang biasa. Padahal ya sama saja.

Yah, namanya juga sugesti yang berbalut fanatisme. Unik, namun tak bisa disangkal keberadaannya.

bungkus rokok

Hanya saja, keadaan kadang membuat fanatisme itu runtuh apabila kebetulan rokok yang biasa diisap ternyata sudah tandas. Keadaan ini yang membuat perokok tersebut cenderung bersedia merokok dari kemasan berbeda, bahkan merek lain dari yang biasa dikonsumsi.

Terlebih rokok kemasan atau merek lain itu hasil berbagai dengan teman satu tongkrongan.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto