Duo Rival: Divo Filter dan Niko Nextion, Mana Pilihanmu?

Salah satu rokok yang banyak dibicarakan perokok pada tahun 2020 adalah Divo Filter dan Niko Nextion. Kedua merek tersebut hadir pada penghujung tahun. Promosi yang besar-besaran membuatnya mudah diingat oleh perokok. Apalagi, warna dasarnya sama-sama merah. Persamaan lainnya adalah produsen rokok tersebut sama-sama berasal dari Kudus, Jawa Tengah. 

Jika Niko diproduksi oleh PT Nojorono International Tobacco, Divo diproduksi oleh PT Stevania Ultra Tobacco. Namun, mengapa mereka layak di-rival-kan? Coba simak analisis sederhana ala-ala Roki. 

Kemasan

Dari sisi kemasan, sebenarnya tidak begitu berbeda. Sama-sama menonjolkan warna merah. Namun, di Divo, warna merahnya dibalut dengan warna hitam dengan garis merah dibentuk spiral. Sedangkan Niko, warna merahnya disisipi warna putih dan hitam. Kedua warna tersebut berpadu hingga menjadi bentuk rokok. 

Untuk urusan besar kecilnya huruf, Divo cenderung lebih berani. Ukuran huruf Divo lebih besar daripada Niko. Ini juga disebabkan Divo tidak ada embel-embel lainnya. Sedangkan Niko harus berbagi dengan tulisan Nextion yang bergradasi hitam dan putih. 

Dosis tar yang dicantumkan berbeda. Jika Niko 25 MG, Divo 23 MG. Begitu pula dengan nikotin. Jika Niko 2,1 MG, Divo 1,3 MG. Meskipun ada perbedaan, kedua rokok ini termasuk kategori sigaret kretek mesin (SKM). 

 

Rasa dan Harga

Soal rasa layak diperdebatkan. Ada balance yang dimunculkan dari Divo yaitu rasa spicy dan manis. Sedangkan Niko cenderung pedas. Akan tetapi, Niko memiliki teknologi yang tidak dimiliki Divo. Yaitu, Dual Impact Tech dengan filter yang bolong di tengah. Rupanya teknologi tersebut sedang naik daun. Ini tidak lepas dari merek sebelah yang menggunakan teknologi serupa. 

Bagaimana dengan harga? Nah, sama-sama bersaing. Kedua rokok tersebut dijual dengan harga RP15-16 ribu untuk isi enam belas batang. Ini tergolong terjangkau bagi teman-teman Roki. Tidak begitu mahal. 

Nah, beginilah review sederhana dari Roki. Penasaran untuk mencoba? Silakan datang di toko kelontong terdekat atau gerai ritel macam Alfamart atau Indomaret. Saran Roki, segeralah mencicipi sebelum Februari 2021, harga rokok pasti meningkat.