Apa Perbedaan Bungkus Rokok Mahal dan Murah?

Pernahkah kamu memperhatikan bungkus rokok secara detail? Jika pernah, izinkan Roki bertanya. Tahukah kamu apa perbedaan bungkus rokok mahal dan murah? Barangkali ini pertanyaan yang bukan filosofis. Tapi, tak banyak yang tahu apa perbedaannya.

Sebenarnya bungkus rokok apa pun mereknya sama saja. Bagian depan dan belakang menonjolkan merek rokok. Misal Djarum Super, LA Lights, Sampoerna A Mild, Gudang Garam, dan lainnya.

Di bagian kiri dan kanan pun sama. Setiap bungkus rokok wajib mencantumkan informasi mengenai tar dan nikotin beserta barcodenya. Juga, kategori dari rokok tersebut. Apakah SKT, SKM, SPM, atau SPT. Sedangkan sisi sebelahnya terdapat larangan menjual rokok kepada perempuan hamil dan anak berusia di bawah 18 tahun.

Lalu, di manakah perbedaannya?

Beda Bungkus Rokok Mahal dan Murah

Yang paling kentara perbedaannya adalah di cukai rokoknya. Terletak di sisi atas, kamu bisa melihat apakah Rp740/batang atau Rp470/batang. Dari harga saja sudah jelas di mana letak perbedaannya.

Itu yang pertama. Yang kedua, terletak pada bungkus di dalamnya. Beberapa rokok mahal, membungkus setiap batang dengan aluminium foil. Contoh yang paling kentara adalah Dji Sam Soe Premium.

Tidak hanya itu, cara membukanya pun berbeda. Jika biasanya dari bawah ke atas, sedangkan yang mahal, membukanya samping kiri dan kanan. Ya, kayak Dji Sam Soe Premium tadi.

Ketiga hal tersebut lah yang membedakan mana bungkus rokok mahal dan mana bungkus rokok murah. Ada kalanya, bungkus rokok murah hanya plastik biasa. Tapi, itu dulu. Kalau sekarang, hampir semua bungkus rokok seperti pada umumnya.

Sebenarnya, sih, tidak terlalu penting apakah perbedaan bungkus rokok mahal atau murah. Kecuali kamu adalah kolektor bungkus rokok, itu lain cerita. Bagi Roki, yang terpenting adalah bagaimana cara mendapatkannya.

Apakah dengan hasil jerih payah atau meminta jatah dari teman. Kalo hasil jerih payah, isapan pertama pun rasanya berbeda. Yakin, deh. Selain itu, kalo membeli rokok yang ada cukainya, itu namanya membantu negara.

Maka, belilah rokok dengan danamu sendiri. Juga, hindari atau bahkan jangan beli rokok ilegal, ya.

Asbak Bungkus Rokok, Solusi Ketika Berada di Luar

Suatu kali, Roki sedang bepergian ke luar kota. Lantas, dalam perjalanan, singgah sejenak di pos ronda. Istirahat kemudian mengeluarkan sebatang rokok. Kok, ya, kebetulan tinggal satu saja. Saat membakar rokok, Roki lupa bahwa tak ada asbak. Beruntung, Roki tak kehilangan ide. Bungkus rokok tersebut, Roki siasati menjadi asbak.

Cerita di atas barangkali sering kamu temukan di situsweb, warung kopi, atau kedai makan. Roki tak sendiri. Di luar sana banyak perokok yang mengalami kendala serupa. Bawa rokok, tapi tak mungkin juga bawa asbak. Jika masih ada bungkus rokok, hal tersebut bisa digunakan dan dibuat ala kadarnya.

Asbak dari Bungkus Rokok

Banyak perokok tidak menyadari bahwa bungkus rokok sebenarnya bisa dibuat asbak. Akan tetapi, mereka lebih suka membuang abu di sembarang tempat. Barangkali, mereka berpikir, toh abunya bisa terbang ke mana-mana.

Cara berpikirnya itu yang keliru. Seharusnya abu rokok, ya, dibuang ke tempat semestinya. Cara berpikir yang instan dan praktis itulah pada akhirnya membikin stigma negatif kepada perokok.

Padahal, untuk membuang asbak dari bungkus rokok itu mudah. Kamu cukup membuka tutupnya, ambil aluminium foil atau gerenjengnya. Selesai sudah.

Namun, jika ingin lebih estetik, pisahkan bagian atas dengan bawah. Buka bagian depan, lalu sobek perlahan. Maka, terbentuklah kotak sederhana. Cara demikian tidak sampai lima menit. Cukup tiga menit saja.

Ketika mengetahui cara di atas, seharusnya kamu bisa mempraktekkannya. Selain itu, kamu bisa memberikan informasi ke teman-temanmu. Jadi, ketika mereka bepergian, tak perlu tergesa-gesa untuk membuang bungkus rokok.

Dengan demikian, kamu termasuk salah satu perokok santun. Selalu mengedukasi perokok bahwa puntung rokok dibuang ke tempatnya. Juga, abunya jangan sampai berserakan di jalan. Apalagi di karpet, susah hilangnya kecuali dicuci.

Tidak henti-hentinya, Roki mengingatkan kamu semua untuk terus menjadi perokok santun. Andaikan kamu sedang berada di luar rumah atau kantor, kemudian merokok, lihat sekelilingmu. Adakah anak kecil atau perempuan hamil. Jika ada, lebih baik menyingkir.

Dan, ketika kamu merokok, lihat pula adakah tempat sampah. Jika tidak, bungkus rokok menjadi alternatif sebagai asbak.

Marlboro Advance: Kretek yang Kurang Berkretek

Rasa penasaran Roki terjawab. Setelah beredar di iklan televisi dan aneka spanduk di sudut-sudut jalan, akhirnya Marlboro Advance benar-benar hadir. Namun, untuk mendapatkannya, mulanya sedikit sulit. Apalagi ketika Roki berkata, “Mas/Mbak, ada Marlboro Advance?” Eh, mereka kebingungan.

Begitu Roki mengatakan Marlboro merah kecil, nah, si pramuniaga tersebut paham. Oh, iya, saat itu Roki mendapatkannya di sebuah gerai ritel.

Boleh dibilang ini new Marlboro. Sebab, jika biasanya SPM, kali ini menyasar ke SKM. Namun, kasak-kusuk yang beredar, Marlboro Advance hanyalah SKM gimmick. Maksudnya, di bungkus bertuliskan SKM, tapi di rasa ternyata SPM.

Benarkah demikian?

Untuk menuntaskan rasa penasaran, simak ulasan Roki. Mulai dari bungkus, rasa, hingga harga.

Bungkus Rokok Marlboro Advance

Secara umum, bungkus rokoknya terbagi menjadi tiga warna yaitu merah, putih, dan abu-abu. Baik bagian depan maupun belakang tidak ada perbedaan.

Ada logo Phillip Morris di latar merah. Lalu, ada tulisan Marlboro dan 12’s. Angka tersebut menandakan jumlah isi batang rokok ini. Di bawahnya ada tulisan Advance dengan huruf kapital.

Jika tulisan Marlboro berwarna abu-abu, Advance berwarna merah. Di bawah Advance ada garis horizontal yang juga berwarna merah. Sedangkan paling bawah terdapat tulisan “12 Cigarettes”.

Sama seperti rokok Marlboro pada umumnya, terdapat triangle. Bedanya, di triangle Marlboro Advance terdapat garis-garis tipis berwarna abu-abu.

Di bagian kiri hanya terdapat informasi nikotin dan tar. Yaitu, 13 mg tar dan 1,3 mg nikotin. Sedangkan bagian kanan terdapat barcode, larangan menjual rokok, dan logo SKM.

Untuk bagian atap, terdapat tulisan Marlboro 12’s, Advance, dan garis horizontal. Perbedaan dengan bagian depan atau belakang, tulisan Advance dan garis horizontal berwarna putih.

Di bagian dasar, terdapat kode produksi, tempat produksi yaitu PT HM. Sampoerna Tbk, Surabaya-Indonesia. Juga, tak ketinggalan tulisan Marlboro 12’s Advance.

Jika disuruh menilai, antara angka 1-10, nilainya adalah 9. Sebab, bungkus rokok Marlboro Advance memang bagus.

Saat membuka bungkusnya, ada QR Code yang jika dibuka, mengarah ke pikar.id. Ada bermacam-macam informasi, dan jika kamu login, diminta register sembari unggah foto KTP.

Di samping QR Code terdapat tulisan taste of progress. Barangkali, Marlboro Advance ingin menunjukkan ada kemajuan dan sesuatu yang berbeda dibandingkan Marlboro sebelumnya.

Jika kamu ada keluhan atau saran tentang rokok ini, cobalah lihat bagian dalam atap rokok ini. Ada surel suara.konsumen@sampoerna.com.

Rasa dan Harga Marlboro Advance

Dengan isi dua belas batang, susunan rokok ini adalah enam di depan dan enam di belakang. Saat mengambil sebatang rokok, papir terlihat dengan jelas berwarna putih, dan agak sedikit pucat. Kemudian, ada tulisan Marlboro Advance di antara tipping papirnya.

Lalu, bagaimana dengan rasanya? Apakah kasak-kusuk itu benar?

Dan tentu saja, benar. Roki bilang ini menyerupai kretek. Kalo boleh jujur, inilah SKM kamuflase. Rasa cengkeh sangat tipis bahkan dibilang tidak ada (bagi sebagian perokok). Ada rasa manis namun halus.

Tarikan cukup mantap meskipun lagi-lagi sebagian perokok merasa ini agak aneh. Mungkin karena percobaan dari Marlboro sehingga memunculkan rasa yang berbeda.

Dengan durasi isap 13-14 menit, rokok ini cocok buat menemani kamu kerja. Harganya pun boleh dibilang terjangkau. Rp17.500 dengan isi dua belas batang. Marlboro Advance termasuk golongan I SKM. Cukai per batangnya Rp740.

Sekali lagi, kalo kamu ingin merasakan sensasi baru dari Marlboro, coba saja Marlboro Advance. Akan tetapi, ya, itu, jangan terlalu mengharapkan kretek benar-benar hadir di Marlboro Advance.

Apa Perbedaan Pipa Rokok dan Cangklong?

Bagi sebagian perokok, merokok dengan tangan adalah hal biasa. Hampir semuanya melakukan itu. Namun, bagaimana jika mereka menggunakan alat bantu? Dengan pipa rokok atau cangklong, misalnya? Apakah akan memberikan sensasi yang berbeda?

Namun, sebelum menuju pertanyaan terakhir, tahukah kamu apa perbedaan pipa rokok dan cangklong? Jangan-jangan, setelah berderet kata yang Roki tulis di sini, kamu belum tahu bedanya. Hehehe.

Pipa Rokok dan Cangklong 

Satu hal perbedaan yang paling kentara antara pipa dan cangklong terletak di bagian mangkuknya. Jika cangklong, lubangnya biasanya ke atas. Bentuknya seperti huruf L. Di bagian ujung membentuk semacam mangkuk.

Sedangkan pipa tidak memiliki mangkuk. Bentuk pipa hanya lurus. Seperti batang rokok pada umumnya. Persamaannya, tentu saja sama-sama bisa diisap. Lalu, bagaimana dengan sensasinya?

Baik dari pipa maupun cangklong, sebenarnya bahan untuk produksinya sama saja. Ada yang dari tulang hewan, tanduk rusa, atau yang paling umum kayu. Konon, yang menimbulkan rasa cukup kuat di bibir adalah tanduk rusa. Bahkan, mampu menyehatkan.

Maka, tidak heran apabila pipa atau cangklong tanduk rusa paling banyak diburu. Namun, Roki jarang sekali melihat perokok menggunakan bahan dari tanduk rusa. Yang paling sering tentu saja berbahan dasar kayu.

Untuk kayu, kamu sangat mudah menemukannya. Di berbagai gerai ritel pun banyak yang menjualnya. Jika belum menemukannya, cobalah ke marketplace.

Sekadar saran, agar menimbulkan wangi di hidung, cobalah mencari yang berbahan dasar kayu cendana, gaharu, atau dewandaru. Meskipun kamu harus mendapatkannya dengan merogoh kocek lebih dalam, kualitas tidak akan berdusta.

Penggunaan pipa atau cangklong, selain penambah rasa atau aroma, juga meningkatkan kepercayaan diri. Perokok yang menggunakannya dianggap karismatik dan berwibawa. Cocok untuk jadi pemimpin.

Ya, ini tidak lain karena biasanya yang menggunakannya, memakai bahan mahal seperti tanduk rusa. Sehingga, citra yang terbentuk di masyarakat seperti demikian. Atau, biasanya yang memakainya pula adalah orang-orang tua.

Anak muda, Roki lihat, sangat jarang menggunakannya. Mungkin ribet. Atau mungkin memang belum saatnya menggunakan alat bantuan itu.

Benarkah Orang Merokok Dianggap Tanda Kedewasaan?

Setiap fase kehidupan memiliki ciri yang berbeda. Ketika kecil, kamu bermain petak umpet atau laying-layang. Menjelang remaja, kamu mulai mengenal cinta. Dan ketika dewasa, kamu tahu tentang rokok. Untuk yang terakhir, orang merokok adalah tanda bahwa kamu sudah memasuki fase dewasa

Mengapa demikian?

Tentu saja, ini tidak lain dan tidak bukan mengacu pada aturan merokok. Di aturan tersebut disebutkan bahwa dilarang menjual rokok untuk anak-anak di bawah 18 tahun. Jika kamu sudah berusia minimal 18 tahun, tentu boleh merokok.

Usia 18 tahun dianggap banyak orang adalah fase dewasa. Fase yang berani bertanggung jawab dengan segala risiko yang ada. Fase yang membuat orang bisa berpikir dengan jernih dan mendalam.

Orang Merokok = Sudah Dewasa? 

Pertanyaan tersebut mungkin umum di kalangan perokok. Coba kamu lihat, berapa banyak orang yang dianggap keren ketika merokok. Padahal, ya biasa saja. Merokok juga bukan keren-kerenan, sih. Itu menurut Roki.

Namun, bagi orang lain mungkin tidak. Merokok adalah fase menuju kedewasaan. Apalagi membeli rokok bukanlah sesuatu yang enteng. Jika kamu sudah mampu mencari penghasilan sendiri, kemudian beli rokok dari hasil jerih payahmu, itulah dewasa.

Maka, kamu tidak akan dianggap dewasa ketika membeli rokok masih minta uang orang tua bahkan tetangga. Ini malah perbuatan yang kurang etis bahkan tidak bertanggung jawab.

Tambahan lagi, jika orang merokok dianggap dewasa, pastilah mereka perokok santun. Perokok yang menghargai dan menghormati orang-orang tidak merokok.

Seperti, tidak merokok di dekat anak kecil, merokok di area yang tersedia, tidak merokok di samping perempuan hamil, dan membuang puntung rokok di tempatnya.

Jika melihat kenyataan, masih banyak orang merokok yang tidak dewasa. Mereka masih membuang puntung rokok sembarangan atau merokok tidak pada tempatnya. Maka, Roki terus mengedukasi orang-orang seperti itu.

Tua itu pasti dan dewasa itu pilihan. Sama halnya, merokok itu pilihan, bukan keharusan. Setiap orang yang berusia di atas 18 tahun boleh merokok, tapi tidak lantas dianggap sebagai orang dewasa.

Jadi, apakah merokok itu fase kedewasaan? Silakan berdebat di ruang maya.

bungkus rokok

Bungkus Rokok Lebih Baik Disimpan di Saku Baju atau Celana?

Salah satu permasalahan yang selalu menjadi perdebatan perokok adalah bungkus rokok. Lebih baik disimpan di saku celana atau baju?

Sebelum pertanyaan itu dijawab, cobalah bertanya berapa banyak orang yang menyimpan bungkus rokok di saku celana? Dan berapa banyak pula yang menyimpannya di saku baju?

Sebenarnya ini bukanlah sesuatu yang layak diperdebatkan. Toh, sama-sama bungkus rokok yang disimpan. Sesuatu yang legal. Nah, kalo bungkus narkoba baru dipertanyakan. Sebab, itu sesuatu yang ilegal.

Akan tetapi, kalo Roki disuruh memilih, Roki akan menyimpannya di saku baju. Ada beberapa alasannya.

1. Mudah Dicari

Ketika memasukkan barang di saku baju, Roki lebih mudah mencarinya. Sebab, ada sesuatu yang mengganjal di dada. Juga, ketika akan membakar rokok, lebih mudah mengambilnya.

Tinggal ambil menggunakan tangan kanan, membuka bungkus rokok, dan rokok siap dibakar.

2. Tidak Akan Tergencet

Kamu bayangkan apabila bungkus rokok ditaruh di bagian belakang. Ketika hendak duduk, ada sesuatu yang janggal. Wah, ternyata bungkus rokokmu tergencet.

Belum lagi kalo ternyata tempat yang kamu duduki dalam kondisi basah. Sudah tergencet, basah pula. Otomatis tidak ada pilihan. Kamu akan mengabaikan rokok beserta bungkusnya. Dan kamu akan membeli rokok baru.

3. Mudah Diambil

Ini yang paling penting dan perlu dipertimbangkan adalah bungkus rokok yang mudah diambil. Ketika kamu sedang nongkrong dan duduk, kemudian ngobrol maka akan mudah untuk mengambil bila ditaruh di saku baju.

Jadi, itulah alasan mengapa Roki lebih memilih menaruhnya di saku baju ketimbang di saku celana. Akan tetapi, kalo kamu lebih suka menaruhnya di saku celana, boleh dong berbagi apa alasannya. Hehehe

https://www.youtube.com/watch?v=6Y7WeC8DXgY

Mengapa Rokok Surya Populer di Indonesia

Jika ada yang bertanya kepada perokok mengenai apa rokok populer di Indonesia, perokok tak akan kesulitan menjawabnya. Salah satu jawabannya pasti tertuju pada rokok Surya. Namun, mengapa rokok Surya begitu populer di Indonesia, khususnya di Jawa Timur?

Kupas Tuntas Rokok Surya

Rokok Surya hadir di Indonesia pada tahun 1980an. Surya dikenalkan kepada publik untuk menandingi kompetitornya yang lahir lebih dulu pada tahun 1975. Asal kamu tahu bahwa Surya adalah bagian dari Gudang Garam. Lalu, apa yang bikin populer?

Selain karena sejarahnya, logo Surya pun cukup ikonik. Jika orang-orang berusaha mengaitkan Surya dengan matahari, itu keliru. Sebab, logo yang terpampang adalah lima gudang dan dua gunung kembar. Juga, ada langit yang bergaris dan rel kereta. Baik Surya reguler maupun Surya exclusive, logo itu selalu hadir di bagian depan bungkus.

Surya hadir dengan banyak warna. Ada warna kecoklatan yang hampir setiap perokok pernah mencobanya. Kemudian warna merah yang menyasar pada orang-orang berjiwa profesional. Makanya namanya Surya Pro. Dan, ada yang berwarna hitam. Yang ini menyasar kelas premium.

Dari tiga warna, kesamaan adalah soal rasa. Ada manis dan spicy. Seperti Surya Pro yang memiliki rasa berry dan buah nangka. Sehingga, tidak heran menimbulkan rasa fruity.

Sedangkan Surya 16 menghadirkan rasa yang manis, tapi tidak begitu kuat. Juga, rasa pedas bahkan panas. Untuk soal panas, sensasinya bisa melekat di tenggorokan. Akan tetapi, tidak sampai menimbulkan gatal-gatal.

Hal berbeda ditemukan di Surya exclusive. Ada sensasi manis dan fruity. Seperti rasa berry dan leci. Meskipun begitu tetap ada rasa pedas. Akan tetapi, tingkat kepedasan masih di bawah Surya 16.

Untuk soal harga, tenang saja, masih terjangkau bagi kalian semua, kok. Kalo sudah pecinta mazhab Jawa Timuran, harga tidak menjadi persoalan. Barangkali inilah yang menyebabkan rokok Surya menjadi populer. Selain soal sejarah dan logo, rasa yang kuat hingga menjadi patokan bagi perokok.

Jika merokok Surya, pasti rasanya begini. Mungkin itulah yang terdapat dalam benak perokok.

Review Rokok Juara: Rokok yang Berasa Teh Manis

Mana yang lebih baik? Kopi atau teh saat kamu sedang merokok? Perdebatan tersebut layaknya pertanyaan mana yang lebih enak antara bubur diaduk atau bubur tidak diaduk. Tidak akan ada ujungnya. Lalu, bagaimana jika ada rokok rasa teh? Rokok Juara lah menjadi jawabannya.

Bungkus Rokok Juara

Di bungkus bagian depan, rokok Juara memiliki citra dekat dengan teh. Hal itu terlihat dari warna bungkusnya yang kuning cenderung kecoklatan. Seperti warna teh, bukan?

Kemudian, terdapat tulisan juara yang berhuruf kapital dan dilapisi semacam ukiran. Di bawahnya, ada tulisan teh manis. Sehingga, perokok bertanya-tanya. Apakah benar rasanya seperti teh manis?

Setelahnya ada angka duabelas yang menandakan isi batang rokok Juara. Lalu, apakah kategori rokok ini? Sigaret Kretek Tangan atau Sigaret Kretek Mesin? Di bagian atas setelah tulisan juara, hanya ada tulisan sigaret kretek.

Di samping kanan, terdapat informasi tar dan nikotin. Untuk rokok ini, tergolong bukan low tar low nicotin. Sebab, komposisinya 43 mg tar dan 2,2 mg nikotin. Cukup berat bagi pemula.

Selain itu, terdapat larangan menjual kepada perempuan hamil dan anak-anak berusia di bawah 18 tahun.

Di bagian kiri, terdapat penanda SKT. Sudah terjawab masuk kategori mana rokok ini. Selain itu, terdapat barcode seperti bungkus rokok pada umumnya.

Di bagian penutup atas terdapat tulisan yang berupa merek rokok ini. Juara. Sedangkan bagian penutup bawah terdapat kode produksi. Juga, informasi tentang pabrik produksi yang terletak di Pasuruan, Jawa Timur.

Rasa dan Harga

Untuk soal rasa, ternyata saat isapan pertama, rokok ini benar-benar seperti teh manis. Bahkan, dari aroma yang berasal dari batang rokok pun, ikut berasa. Namun, karena ini termasuk rokok yang cukup berat, durasi isapnya agak lama. 15 menit gitu lah.

Dengan harga di bawah Rp10.000 yaitu Rp9.500, Roki kira, Juara cocok untuk jadi alternatif. Apalagi cukai SKT tidak naik seperti yang lainnya. Maka, nikmat teh dan rokok mana yang kau dustakan, Sobat Sebat? Kamu perlu mencobanya.

Review Rokok Djarum Coklat Extra: Rokok Rasa Coklat?

Akhirnya Roki kembali me-review rokok. Ini rokok bukan sembarang rokok. Banyak sekali netizen yang bertanya kapan rokok ini diutak-atik oleh Roki. Apakah rokok yang dimaksud? Rokok Djarum Coklat Extra.

Konon, ada perokok yang sulit membedakan apakah ini rokok rasa coklat atau coklat rasa rokok? Sebab, dari luar warna coklat sangat mendominasi.

Bungkus Rokok Djarum Coklat Extra

Dari bagian depan, sudah terlihat jelas bahwa ini rokok memang berwarna coklat. Hal tersebut terlihat pada tulisan COKLAT yang berwarna coklat. Sedangkan DJARUM dituliskan berwarna hitam.

Kedua kata tersebut dibalut dengan trapesium yang terbalik. Ada empat hingga lima kata coklat di dalam trapesium. Namun, karena berhologram maka baru terlihat tulisannya ketika bungkus rokok diletakkan di bawah sinar matahari.

Setelahnya ada tulisan kretek tangan yang menandakan rokok ini bagian dari sigaret kretek tangan. Juga, ada angka 12 yang menandakan jumlah isi batang rokok Djarum Coklat Extra.

Di bagian atas, jika bungkus rokok lainnya mencantumkan merek, ini berbeda. Tulisan yang terdapat di rokok Djarum Coklat Extra adalah generasi baru kretek tangan. Sedangkan bagian bawah hampir sama pada umumnya. Kode produksi dan nama pabrik tempat produksi rokok.

Di bagian samping kanan terdapat larangan menjualkan rokok khusus bagi perempuan hamil dan anak di bawah usia 18 tahun. Tidak lupa mencantumkan cukai yang menandakan bahwa ini rokok legal.

Di bagian sebelah kiri terdapat informasi mengenai tar dan nikotin. Untuk Djarum Coklat Extra, tar dan nikotin cukup tinggi. 38 mg tar dan 2,4 mg nikotin.

Rasa dan Harga

Soal rasa, apakah benar-benar ada rasa coklat? Tunggu dulu. Ketika membuka bungkus rokoknya, kesan coklat cukup kental. Ini terlihat dari papirnya yang berwarna coklat. Cukup berbeda jika dibandingkan papir yang dipakai rokok pada umumnya.

Saatnya membakar. Ketika mengisap pertama kali, ada sensasi manis dan spicy. Diisap kedua kalinya, ada sensasi fruity. Ini jelas dari nangka.

Bagi pemula, mungkin belum terbiasa. Ini karena tar dan nikotin cukup tinggi. Tetapi, bagi yang sudah terbiasa, rokok ini cocok sekali dinikmati ketika daerahmu berhawa dingin. Apalagi ditemani kopi atau teh. Cocok!

Untuk harga, karena cukai SKT tidak naik, jadi kamu cukup menebusnya dengan harga antara Rp13-14 ribu rupiah. Isi 12 batang. Menyenangkan, bukan?

Tunggu apalagi. Segera coba rokok Djarum Coklat Extra.

Berapa Harga Rokok Esse Change?

Invasi Korea Selatan (Korsel) ke Indonesia tidak main-main. Setelah drama dan musik Korsel yang bisa mengajak masyarakat Indonesia untuk menikmatinya, kini ada produk lain. Produk tersebut adalah Esse. Rokok dengan aneka varian rasa buah. Jika di Indonesia, berapa harga rokok Esse Change?

Sebelum masuk ke harga rokok Esse, kamu perlu tahu bahwa Esse telah menghadirkan aneka edisi. Mulai dari menthol, classic, silver, hingga Gold. Maka, tidak heran banyak perokok yang berpendapat bahwa Esse paling getol mengeluarkan varian terbaru.

Esse, Rokok Korea Selatan

Esse merupakan produk dari perusahaan rokok yang bernama KT&G (Korea Tobacco & Gingseng). Perusahaan ini merupakan perusahaan rokok terbesar di Korea Selatan. Buktinya, penjualan per tahun mencapai USD2 miliar atau setara Rp2,8 triliun.

Penjualan yang luar biasa tersebut karena banyaknya varian yang dikeluarkan Esse. Varian buah tersebut antara lain apel, mangga, anggur, dan jeruk. Sedangkan varian nonbuah ada dua yaitu madu dan caramel.

Semua rasa dari Esse Change cukup menarik. Sensasinya terasa nge-blend di mulut. Ada rasa mint dan buah. Teknologi yang dimiliki Esse seperti click to change sangat membantu dan membuat rokok ini terasa enak. Caranya, cukup mengklik kapsul yang ada di dalam filter.

Bagaimana jika tidak mengklik? Ga papa, sih. Cuman nanti akan kesulitan merasakan sensasi buahnya. Sehingga, rasanya akan seperti rokok mild pada umumnya.

Untuk harga rokok Esse Change cukup terjangkau. Kamu cukup menebusnya dengan cuan Rp25-27 ribu rupiah. Harga segitu, kamu mendapatkan 20 batang rokok. Menarik, bukan?

Konon, rokok Esse cocok bagi perokok pemula. Hal ini disebabkan dengan kandungan tar dan nikotin yang minim. 12 mg tar dan 0,8 mg nikotin. Wajar jika rokok Esse Change termasuk jenis rokok Low Tar Low Nicotin (LTLN).

Selain itu, batang rokoknya yang superslim memang cocok bagi kamu, yang baru bisa merokok.

Nah, sekarang Esse udah muncul lagi dengan teknologi terbaru. Yaitu, double click. Roki belum pernah menjajalnya. Apakah kamu sudah pernah mencobanya?