bungkus rokok

Harga Rokok Terus Meningkat, Rokok Ilegal Makin Membanjiri Pasar

Boleh saja bila Jaringan Pengendalian Tembakau Indonesia yang melibatkan berbagai lembaga dan komunitas yang dikoordinasioleh oleh Komnas Pengendalian Tembakau pada 9 Oktober 2017 lalu menyatakan bila kenaikan harga rokok yang memicu merebaknya rokok ilegal hanya mitos karena setiap produk ada versi ilegalnya.

bungkus rokok

Tetapi yang perlu dicermati adalah data di lapangan yang diungkapkan Direktorat Jenderal Bea Cukai di berbagai kantor wilayah baru-baru ini. Data berikut sebagian kecil yang terangkum dan berhasil disita oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di beberapa daerah.

1. Sulawesi

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Sulawesi berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal dengan menyita satu mobil kontainer berisi 5,5 juta batang rokok tanpa pita cukai. Diperkirakan rokok yang disita itu senilai Rp3,6 miliar.

Sumber: CNN Indonesia dalam artikel Bea Cukai Sita Rokok Ilegal Senilai Rp3,6 Miliar, 18 Agustus 2017.

rokok

2. Sidoarjo

Sebanyak 2.905.989 batang rokok ilegal dimusnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Sidoarjo. Rokok yang dimusnahkan ini hasil operasi Juli 2016-Maret 2017. Potensi kerugian negara mencapai Rp 1.175.425.564 oleh perederan rokok ilegal tersebut.

Menurut Nur Rusydi, Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Sidoarjo pada 21 Agustus 2017 terjadi peningkatan rokok ilegal yang terjaring. Bila di tahun 2016 ada 12 penindakan dengan 428.430 bungkus, 10.834.00 batang, dengan nilai Rp6.500.399.000 dan nilai cukainya Rp3.298.678.000. Pada 2017 ini ada 27 penindakan, dengan jumlah bungkus rokok 662.089, jumlah batangnya 13.241.720 senilai Rp8.389.275.895 dan potensi kerugian pendapatan negara mencapai Rp4.236.862.615.

Sumber: Liputan6.com dalam artikel Bea Cukai Jatim Musnahkan 2,9 Juta Rokok Ilegal, 21 Agustus 2017

rokok

3. Malang

Bea Cukai Malang melakukan pemusnahan terhadap 2,1 juta batang rokok ilegal pada 2 Agustus 2017. Rokok ilegal yang dimusnahkan itu senilai Rp378 juta.

Sumber: Tempo.co dalam Berantas Rokok Ilegal, Bea Cukai Gandeng DJP, 7 Agustus 2017

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Tren Membuat Hiasan Dinding dari Bungkus Rokok Lawas

Perubahan peraturan terkait kewajiban pencantuman peringatan berbahaya pada bungkus rokok menimbulkan banyak perubahan drastis rokok dari segi perwajahan kemasan. Tidak ada lagi kesempatan bagi produsen rokok menyampaikan pesan-pesan positif di kemasan rokok, sebab yang boleh ada di bungkus rokok hanyalah peringatan berbahaya.

rokok

Perubahan tersebut justru membuat kemasan bungkus rokok lama diburu dan diberikan fungsi baru yakni sebagai hiasan dinding. Terutama bagi orang yang ingin menampilkan kesan lawasan dalam dokorasi rumah atau kafe.

bungkus rokok

Pilihan dekorasi ini tergolong murah, sebab sekarang masih banyak kemasan bungkus rokok yang sengaja disimpan oleh perokok.

Beberapa café di beberapa kota besar di Indonesia seringkali menggunakan klipingan bungkus rokok lawasan ini sebagai penghias ruangannya. Selain untuk memunculkan kesan vintage, hiasan dari bungkus rokok lawasan ini juga dinilai lebih artsy.

hiasan bungkus rokok

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Lagi, Dua Perusahaan Rokok Kretek Diakuisisi Asing

Rokok kretek adalah produk yang tidak bisa diproduksi di negara lain, karena ketersediaan bahan baku khusus (tembakau yang membutuhkan setidaknya 8 jenis tembakau dan cengkeh) yang tidak bisa dihasilkan di sembarang tempat sebab dipengaruhi oleh dukungan iklim dan tanah yang sesuai.

rokok

Alasan itulah yang membuat kretek sangat memenuhi untuk menjadi identitas budaya bangsa dan menjadi produk yang harus didukung serta diberikan perlindungan.

Tetapi, kenyataan lain yang terjadi, peraturan pemerintah tidak memihak atas produk ini. Cukai dan pajak naik setiap tahun demi memenuhi target pendapatan negara. Sebelumnya, terbit peraturan yang memberikan berbagai batasan bagi pabrik rokok sehingga tidak mungkin dilakukan dalam skala rumahan.

bungkus rokok

Sejumlah pengusaha lokal pun satu per satu melepaskan sahamnya kepada asing, setelah PT HM Sampeorna diambil alih Philip Morris, PT Bentoel Internasional Investma dikuasai British American Tobacco Group, dan Trikasti Purwosari Makmur diambil alih perusahaan rokok Korea Selatan KT&G.

Baru-baru, pengambilalihan saham rokok lokal kepada asing kembali bertambah, kali ini produsen rokok asal Tokyo, Japan Tobacco Inc, resmi mengakuisisi seluruh saham PT Karyadibya Mahardika dan PT Surya Mustika Nusantara dengan nilai US$ 677 atau setara Rp 9 triliun.

rokok

Dalam pernyatan pers yang dilansir Reuters, Jumat 4 Agustus 2017 disebutkan, “Termasuk utang kedua perusahaan tersebut, nilai kesepakatannya adalah US$1 miliar.”

PT Karyadibya Mahardika yang berdiri sejak 2007 merupakan pabrik yang mengeluarkan merek Apache, Absolute Mild, Ansolute Mild Menthol, Absolute Ruby, Minna Internasional, Minna barokah, Extreme Mild, Extreme Mild Menthol, Bheta, dan beberapa varian lain.

Sedangkan, PT Surya Mustika Nusantara adalah distributor untuk merek Apache dan Extreme yang diproduksi Karyadibya Mahadhika.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

rokok

Uang Rokok sebagai Budaya Masyarakat Indonesia

Kebiasaan merokok tak terpisahkan dengan budaya masyarakat Indonesia. Di berbagai ritual kebudayaan, keberadaan rokok tidak pernah absen. Dari berbagai upacara dalam tradisi masyarakat, mulai dari perkawinan, kehamilan tujuh bulan (mitoni), pemberian nama bayi (selapanan) sampai acara penandaan seorang anak dinyatakan dewasa, hingga kematian, rokok senantiasa tersedia.

bungkus rokok

Pelaksanaan kenduri tidak lengkap tanpa rokok. Di kalangan pesantren atau lingkungan keagamaan Islam juga merasa kurang afdol apabila bertemu kiai tidak membawa beberapa bungkus rokok. Dengan makin banyak membawa rokok santri berharap memperoleh kesempatan ngobrol lebih panjang dengan sang kiai.

orang merokok

Demikian pula yang terjadi di kehidupan sosial. Rokok senantiasa diberikan kepada seseorang yang bertamu. Dengan hadirnya rokok di meja lengkap dengan secangkir minuman hangat, maka itulah pertanda tuan rumah nyaman didatangi tamu dan berharap bisa ngobrol lebih lama.

bungkus rokok

Kebiasaan-kebiasaan seperti itu yang membuat munculnya istilah ‘uang rokok’. Di sini rokok diberikan kepada seseorang yang telah memberikan bantuan kecil. Keberadaan ‘uang rokok’ di sini jauh dari istilah suap, karena uang rokok diberikan tanpa paksaan dan diberikan sebagai ucapan terima kasih kepada seseorang.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Uniknya Rokok Halim yang Dijuluki Marlboro-nya Jawa

Ketika harga suatu produk tertentu mengalami kenaikan harga, maka salah satu kecenderungan orang bukan langsung berhenti mengonsumsi produk tersebut, melainkan mencoba mengakalinya dengan mencari produk pengganti. Nah, kebiasaan inilah yang salah satunya memancing banyak produk yang mencoba meniru produk yang lain, baik dari segi nama sampai segi desain kemasan. Tak terkecuali produk rokok.

bungkus rokok

Nah, rokok Halim boleh jadi adalah salah satu produk rokok yang mengikuti formula di atas. Rokok yang diproduksi pabrikan kecil di Kediri, Jawa Timur ini mengeluarkan rokok yang menyerupai Marlboro. Dari segi warna maupun rokok mirip. Tapi, tentu saja dengan harga yang jauh lebih murah.

rokok halim

Harga sebungkusnya Rp10,500 sampai Rp11,000. Dengan isi sejumlah 20 batang rokok yang mana berarti setengah harga dari rokok Marlboro.

Dari segi rasa, tentu akan berbeda dengan Marlboro, sebab memang bumbunya beda, kendati begitu, rokok Halim ternyata terbukti laku di pasaran. Meskipun tidak tersedia di minimarket, namun di toko-toko kelontong, rokok Halim kerap berjajar di etalase bersamaan dengan merek-merek rokok terkenal lain.

bungkus rokok

Sebagai penikmat pemula, jika Anda ingin merokok Halim, nikmatilah sembari minum kopi atau minuman lain, biar tidak terkejut dengan perbedaan rasanya.

Tetapi, jika ingin merasakan sensasi lebih, maka sembari mengisap rokok Halim ini, Anda bayangkan dari Halim inilah Anda memberikan cukai bagi negara, pekerjaan bagi saudara-saudara petani tembakau di Indonesia, serta labanya tidak lari ke Negeri Paman Sam, sebagaimana bila Anda mengisap rokok Marlboro.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Kisah Remaja 90-an Belajar Wirausaha dari Berdagang Bungkus Rokok

Di era tahun 90-an, ada permainan seru yang dimainkan remaja masa itu. Permainan yang menggunakan bungkus rokok. Biasanya bungkus rokok diberi nilai berbeda seperti mata uang saja. Semakin langka jenis bungkus rokok maka nilainya semakin tinggi.

rokok

Selain itu, bungkus rokok menjadi barang koleksi remaja saat itu. Ketika koleksinya unik, maka bungkus rokok bisa bernilai tinggi. Tak jarang terjadi pertukaran antar bungkus rokok karena seseorang ingin melengkapi koleksinya.

bungkus rokok

Hobi ini heboh, kata orang sekarang menjadi “trendingtopic”. Lantaran hebohnya, remaja masa itu sudah layaknya “Indiana Jones” yang pergi menjelajahi pelbagai tempat untuk mengumpulkan harta karunnya yakni bungkus rokok unik. Berbagai tempat sampah diaduk-aduk untuk mencari bungkus rokok.

rokok

Dari kegemaran ini terjadi transaksi di antara kolektor. Hal itulah yang membuat banyak anak-anak masa itu belajar ilmu berbisnis. Seperti kesaksian Adica Wirawan, yang kini menjadi pendiri gerairasa.com. Pelajaran berbisnis pertamanya tatkala menjual koleksi bungkus rokok langkanya, yakni rokok Commodore yang dijualnya kepada teman satu sekolahnya.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Sugesti Rasa Rokok Berdasarkan Kemasan Rokoknya

Soal sugesti pasa rasa memang sulit diperdebatkan. Hal itulah pula yang terjadi pada rokok. Seorang perokok yang terbiasa mengkonsumsi rokok pada kemasan rokok isi dua belas akan menganggap rokok yang sama tapi isi enam belas akan lain rasanya. Meskipun secara bahan baku dan produksinya dilakukan secara secara bersamaan. Hanya kemasan pembungkus yang membedakan di antara keduanya. Satu berisi dua belas dan satunya lagi berisi enam belas.

Tetapi, seorang perokok yang fanatik terhadap kemasan rokok merek tertentu yang berisi dua belas apabila diberi rokok merek yang sama tapi berisi enam belas, maka dia akan mikir-mikir sebentar untuk mengambilnya. Begitu pula sebaliknya.

rokok

Tak hanya dari edisi jumlah isi pada kemasan, masalah desain pun kadang juga memberikan sugesti rasa yang cukup signifikan. Dulu, ketika Rokok gudang garam mengeluarkan kemasan edisi piala dunia, banyak orang yang mengatakan bahwa rasa rokok tersebut berbeda dengan rokok pada edisi kemasan yang biasa. Padahal, sama sekali tidak ada perubahan terhadap rokoknya, hanya kemasannya saja.

orang merokok

Hal tersebut juga terjadi sewaktu Djarum mengeluarkan kemasan edisi Djarum Adventure, banyak yang menganggap rasanya berbeda dengan kemasan yang biasa. Padahal ya sama saja.

Yah, namanya juga sugesti yang berbalut fanatisme. Unik, namun tak bisa disangkal keberadaannya.

bungkus rokok

Hanya saja, keadaan kadang membuat fanatisme itu runtuh apabila kebetulan rokok yang biasa diisap ternyata sudah tandas. Keadaan ini yang membuat perokok tersebut cenderung bersedia merokok dari kemasan berbeda, bahkan merek lain dari yang biasa dikonsumsi.

Terlebih rokok kemasan atau merek lain itu hasil berbagai dengan teman satu tongkrongan.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Pamit Beli Rokok, Ternyata Nonton Bola ke Rusia

Kecintaannya terhadap sepakbola membuat Antonio Garcia, seorang lelaki berkebangsaan Meksiko, nekat membohongi istrinya. Bohongnya tidak main-main, ia pergi ke Rusia untuk menonton timnas Meksiko melawan Rusia di ajang Piala Konfederasi, padahal kepada istrinya, ia pamit untuk membeli rokok.

rokok

“Saya memberi tahu istri saya, saya akan pergi ke Oxxo (toko ritel populer di Meksiko) untuk membeli rokok, tapi saya tidak memberi tahu Oxxo yang mana,” kilahnya.

bungkus rokok

Perjalanan ke Rusia itu tidak hanya konyol, tetapi juga bisa menjadi bencana finansial, sebab uang yang digunakan untuk melakukan perjalanan tersebut adalah uang tabungan keluarga.

“Yang penting bisa dekat dengan timnas,” katanya, seperti dikutip laman Odditycentral.

Gara-gara tingkahnya itu, Garcia sempat menjadi perbincangan nitizen di Rusia. Tapi bukannya mengingatkan akan dimarahi sang istri ketika kembali ke Meksiko, mereka justru salut dengan nasionalisme Garcia.

rokok

Oalah, ada-ada saja pria satu ini.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Rokok: Kunci Kemenangan Inggris atas Ottoman pada Perang Dunia I

Boleh percaya boleh tidak, ternyata rokok pernah menjadi salah satu faktor penentu kemenangan dalam sebuah perang besar. Kemenangan Inggris atas Ottoman pada perang dunia I, misalnya.

bungkus rokok

Inggris dan Ottoman berhadapan di daerah Palestina pada Perang Dunia I. Peperangan tersebut bergerak sangat lambat, sampai Inggris mendapatkan kabar bahwa prajurit Ottoman sudah kehabisan rokok. Sebagai informasi, saat itu, rokok menjadi salah satu benda yang cukup penting bagi prajurit perang, sebab ia membantu para prajurit untuk lebih rileks dan sebagai sarana hiburan di sela-sela perang.

rokok

rokok

Kabar tersebut dimanfaatkan oleh pasukan Inggris dengan mengirimkan rokok dengan kertas propaganda untuk Ottoman. Namun pasukan Ottoman tidak mempedulikan pesan propaganda tersebut, malah propaganda tersebut dibakar dan kemudian dihisap.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Fotografi Unik dari Tumpukan Bungkus Rokok

Bungkus rokok yang dikumpulkan selama bertahun-tahun bisa menjadi benda seni unik. Hal itulah yang salah satunya dilakukan oleh fotografer bernama Antoine Repesse.

Antoine Repesse adalah fotografer otodidak asal Perancis yang gemar memanfaatkan kemampuan fotografinya untuk mengungkap atau mempertanyakan isu-isu masyarakat.

bungkus rokok

foto rokok

Salah satu karya terkenalnya adalah ‘365 Unpacked’ yang merupakan fotografi menggunakan obyek sampah-sampah daur ulang yang dikumpulkan selama 4 tahun. Di salah satu karya tersebut, dia menyajikan ribuan bungkus rokok yang ditumpuk di sebuah ruangan menyerupai garasi dan sebuah mobil di tengahnya.

bungkus rokok

Di dalam foto yang ia publikasikan, seorang pengemudi sedang merokok dan di bagian belakang serta samping kanan-kiri mobil terdapat tumpukan aneka bungkus rokok berbagai merek.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto