rokok dan kopi

Sudjiwo Tedjo: Perokok Nggak Perlu Jajan Macem-Macem, Cukup Rokok dan Kopi

Berawal dari pernyataan Sri Mulyani yang menyebutkan pentingnya kaum milenial untuk mengurangi jajan kopi, para netizen di twitter ramai-ramai menanggapinya. Banyak pesohor sosial media yang juga ikut “turun gunung”, salah satunya adalah dalang kondang, Sudjiwo Tedjo.

sudjiwo tedjo

Presiden Republik Jancukers ini menanggapi pernyataan Sri Mulyani dengan twit bernada guyon: “Problemnya di mana kalau Mbak Sri Mulyani minta milenial kurangi jajan kopi? Kan bukan kurangi minum kopi? Maksud Mbak Sri jajanan-jajanan pelengkap kopi, itu yg dikurangi. Kami kaum perokok sudah terbiasa minum kopi tanpa jajanan. Rokok dan kopi sudah cukup!”

Twit tersebut disambar oleh banyak netizen khususnya para pengikut Sudjiwo Tedjo. Ada yang menanggapinya serius. Kopi Milenial dianggap kopi mahal dan menghabiskan banyak dana pribadi kalau dihitung dalam sebulan. Balasan twit dari Adyarto Raharjo ini menyebutkan: “Kopi beda kali mbah ama kopi milenial.. kopi milenial 1 gelas aja bisa 40-50 rb. Itu buat sekali minum, blm ama makan dll. Kali berapa kali nongkrong dlm sebulan. Bisa habis 2-3 juta sebulan buat ngopi aja. Blm ama makan dll”.

rokok kopi

Ada juga yang bernada guyon menanggapi Twit Sudjiwo Tedjo. Seperti akun Ryzale yang menyebutkan: “Dah habis 3 gelas, saya ngikutin saran. Disuruh kurangin, ya saya kurangin isi gelasnya.”

Pernyataan Sri Mulyani soal kopi tersebut memang bisa dianggap punya sentimen negatif kepada para milenial yang suka minum dan jajan kopi, sehingga Sudjiwo Tedjo meresponnya dengan sedikit guyon. Toh, minum kopi adalah salah satu kegiatan silaturahmi yang paling mudah dilakukan. Warung kopi juga salah satu tempat berkumpulnya anak-anak milenial untuk berkarya kreatif. Banyak hal bisa dihasilkan dari sebuah warung kopi dan aktivitas jajan kopi.

rokok

Pernyataan Sri Mulyani tersebut ia utarakan dalam forum acara Seminar Nasional Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) di Jakarta hari rabu lalu. Ia menegaskan pentingnya kaum milenial mulai memikirkan dana pension. Dan salah satu caranya adalah dengan mengurangi jajan kopi untuk disisihkan sebagai dana pensiun.

bungkus rokok

Lucunya Gambar Peringatan “Merokok Membantu BPJS” Pada Bungkus Rokok

Presiden Joko Widodo resmi meneken peraturan bahwa dana pajak cukai rokok digunakan untuk menambal defisit anggaran BPJS Kesehatan. Tak tanggung-tanggung, sebesar 75% hasil penerimaan cukai rokok disumbangkan untuk BPJS Kesehatan. Hal tersebut secara tak langsung menjadikan rokok sebagai salah satu penyumbang terbesar dana kesehatan masyarakat Indonesia.

orang merokok

Merokok pun kemudian semakin layak disebut sebagai aktivitas yang ikut membantu keuangan negara.

Atas dasar tersebut, di sosial media kemudian muncul banyak meme-meme tentang gambar peringatan yang tercantum ada bungkus rokok. Peringatan yang biasanya berupa gambar seram dengan pesan yang provokatif itu oleh banyak orang diganti menjadi gambar apresiasi untuk para perokok yang telah ikut membantu keuangan negara, khususnya ikut membantu keuangan BPJS.

peringatan merokok

peringatan merokok

Peringatan yang biasanya bertuliskan “Merokok Membunuhmu” kemudian diedit menjadi “Merokok membantu BPJS”, atau “Merokok menyumbang BPJS”, atau “Merokok Menyumbang Dana Kesehatan”.

peringatan merokok

peringatan merokok

Gambar seram berupa gambar paru-paru rusak atau gambar kanker tenggorokan pun kemudian diganti menjadi gambar karyawan BPJS atau gambar orang sedang memegang kartu BPJS.

Ah, kaum-kaum perokok ini memang kreatif.

bungkus rokok

Peran Rokok Dalam Sejarah Panjang Persepakbolaan Indonesia

Keberlangsungan olahraga sepakbola di Indonesia tak bisa lepas dari sponsor. Sejak bergulir, Liga sepakbola Indonesia selalu berganti-ganti sponsor. Nah, dari perputaran dan pergulatan sponsor liga sepakbola di Indonesia, produk rokok ikut menjadi bagian penting dalam sepak bola Indonesia.

orang merokok rokok

Mari kita ulas balik pada tahun 2005 hingga 2011. Liga Utama Sepakbola Indonesia kala itu bernama Liga Djarum Indonesia, karena sponsor utamanya merupakan Djarum Super. Saat itu terdapat dua kali pergantian nama pada kompetisi utama sepakbola Indonesia, terhitung sejak tahun 2005-2007 bernama Liga Djarum Indonesia, sedangkan pada 2008-2011 bernama Djarum Indonesia Super League.

liga djarum

Sebelum Djarum menyeponsori sepakbola Indonesia, terdapat pula merek rokok lainnya yang pernah menjadi sponsor utama Liga Indonesia kala itu. Dia adalah Dunhill dan Kansas, sejak 1994 hingga 1997. Rokok Dunhill, yang merupakan rokok asal London, Inggris, mengubah nama Liga Indonesia menjadi Liga Dunhill Indonesia pada periode 1994 hingga 1996. Sedangkan Kansas mengubah Liga Indonesia menjadi Liga Kansas Indonesia pada tahun 1996 hingga 1997.

rokok

Di luar itu, ada juga Dji Sam Soe yang ikut menjadi sponsor pada kompetisi sistem gugur antar divisi bernama Copa Dji Sam Soe.

copa dji sam soe

Copa Dji Sam Soe ini berlangsung pada era 2006 hingga 2009. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh PSSI, dan diisi oleh klub-klub yang bermain di berbagai tingkatan divisi sepak bola Indonesia.

bungkus rokok

Alasan Kiai Tidak Mengharamkan Rokok Menurut Gus Muwafiq

Kiai butuh pemikiran dan perenungan panjang ketika memutuskan untuk mengeluarkan pernyataan kepada jamaahnya, apalagi jika pernyataan tersebut dekat dengan urusan fatwa. Para Kiai tak main-main untuk urusan yang satu ini, sebab hal ini punya konsekuensi sosial pada kehidupan seluruh umat. Pernyataan tegas ini dikeluarkan oleh Gus Muwafiq (KH. Ahmad Muwafiq) dalam sebuah ceramah.

Gus Muwafiq mencontohkan soal hukum rokok. Beliau melontarkan pertanyaan sederhana ke para Jemaah, khususnya ke Ibu-Ibu. “Bu, apa anda senang dan setuju suaminya merokok?” Sontak seluruh Ibu-Ibu menjawab; “Tidak!”

rokok dan kopi

Jawaban itu ditimpali dengan pernyataan Gus Muwafiq, “Betul. Semua Ibu-ibu tak senang jika suaminya merokok, namun apakah ini akan membuat para kiai mengeluarkan fatwa haram untuk rokok? Tidak!”

Para Kiai akan berpikir betul-betul jika mengeluarkan fatwa. Rokok ini termasuk hal yang dipikirkan secara serius dan berat, karena resikonya besar kepada seluruh umat.

orang merokok

Rokok salah satu bahan utama pembuatnya adalah tembakau. Jika rokok diharamkan oleh para kiai maka menanam tembakau adalah haram. Merajang tembakau adalah haram. Mengangkut tembakau menggunakan truk juga haram. Konsekuensi dari satu fatwa haram untuk rokok akan merembet kepada semua aktivitas yang berkaitan dengan tembakau. Dan ini yang dipikirkan betul, makanya ada banyak Kiai dengan tegas mengatakan bahwa rokok tidak haram.

“Sebab kita hidup bernegara dengan segala hal berkaitan dengan Pemerintah. APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) contohnya, pendapatn terbesar disumbangkan dari hasil penjualan rokok. Kalau sampai ada fatwa haram terhadap rokok, otomatis seluruh pendapatan yang diterima pemerintah juga haram.”

rokok

Menurut Gus Muwafiq, fatwa yang dikeluarkan Kiai harus dipikirkan betul konsekuensinya terhadap umat. Melihat banyaknya dampak positif terhadap perekonomian negara, lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan petani tembakau di Indonesia. Rokok tidak bisa diharamkan. Ia adalah salah satu penyumbang terbesar pemasukan Negara ini. Pembangunan Negara menggunakan uang dari hasil rokok, dan dampaknya sangat positif. Lha, kalau uang rokok dipakai buat membangun jalan, ya jalan yang dibangun itu juga haram. Para pekerja jalan yang tak merokok pun kena hukum haram karena membangun jalan dari uang haram.

bungkus rokok

Uniknya Mini Speaker Berbentuk Bungkus Rokok Dengan Harga Tak Sampai 50 Ribu

Sejak maraknya layanan streaming dan mudahnya akses musik melalui ponsel dan gadget, penggunaan speaker pun juga ikut marak.

Jika dulu speaker identik dengan kotak besar yang hanya ada dalam acara-acara hajatan, maka kini speaker bisa berupa kotak kecil yang bisa dibawa ke mana-mana. Mini speaker, begitu banyak orang menyebutnya.

Bentuk speaker pun kini beraneka ragam, dari bentuk standar, ampai bentuk custom menyerupai barang-barang tertentu.

Salah satu bentuk custom speaker yang cukup populer adalah speaker bentuk kotak rokok.

rokok

Di marketplace, mini speaker seperti ini muda ditemukan. Harganya pun ternyata murah meriah.

bungkus rokok

Di Lazada, misalnya, satu buah mini speaker berbentuk bungkus rokok dojual dengan harga kurang dari 50 ribu, alias hanya 45 ribu.

mini speaker rokok

Merek rokoknya beraneka macam, dari mulai Marlboro, Djarum, sampai Dji Sam Soe.

Gimana? tertarik untuk mengoleksinya?

bungkus rokok

Perkenalan Orang Eropa dengan Tembakau, Rokok dan Cerutu

Kedatangan Columbus dan rombongan Eropa-nya di benua Amerika ternyata membuat mereka kemudian bersentuhan dan berkenalan dengan tembakau, rokok, dan cerutu.

cerutu

Tak banyak yang menduga, bahwa jauh sebelum kedatangan Columbus, penduduk asli Indian ternyata telah mengenal bagaimana nikmatnya mengunyah tembakau serta menghisap rokok dan cerutu.

Dalam perjalanannya setelah mendarat di Pulau San Salvador, Columbus beserta awaknya menjumpai perahu lesung milik orang Indian yang berisi daun-daun kering yang belakangan dikenal sebagai tembakau.

rokok

Kisah ini kemudian diperkuat oleh cerita dua orang utusan Columbus yang saat dikirim ke pantai Kuba (sumber lain mengatakan Santo Domingo) bertemu dengan banyak lelaki yang membawa kayu bakar dan daun-daun penyembuh yang telah digulung dan dikeringkan. Para lelaki tersebut menerangkan bahwa dengan mengisap gulungan daun tersebut, niscaya akan menimbulkan efek mengantuk dan mengurangi kelelahan.

Gulungan daun bermanfaat itu mereka sebut sebagai tobacco yang kelak bakal menjadi bahan utama pembuat rokok.

Peristiwa lainnya yang tak kalah bersejarah adalah saat awak kapal Colombus menemukan rokok. Saat mereka mendarat di San Salvador, awak Colombus menemukan dua pria Indian sedang menggulung rempah-rempah yang telah kering dalam bungkusan daun jagung yang menghasilkan lintingan rokok. Ketika sudah berbetuk, salah satu ujungnya disulut api dan dihisap dari ujung yang lain. Peristiwa ini kemudian didokumentasikan oleh Van Der Reijden yang mengatakan bahwa peristiwa tersebut adalah pertama kalinya orang Indian membuat rokok dalam bentuk paling primitif.

tembakau

Peristiwa pertemuan tersebut kelak menjadi bekal pengetahuan tentang rokok dan cerutu yang kemudian menyebar dengan cepat ke seantero dunia.

 

bungkus rokok

Selain Indonesia, India juga Menolak Penerapan Peringatan di Bungkus Rokok

Peraturan aturan gambar seram pada bungkus rokok yang diwacanakan akan memenuhi 85 persen dari seluruh permukaan bungkus rokok akan mulai diterapkan di banyak negara, namun begitu, ada beberapa negara yang secara tegas menolak penerapan aturan ini. Indonesia, sebagia salah satu negara terbesar penghasil rokok tentu saja menolaknya.

Selain Indonesia, India juga menjadi negara yang ikut menolak aturan penerapan gambar seram dominan pada bungkus rokok.

bungkus rokok

Di India, para stakeholder industri tembakau termasuk para petani tembakau menolak adanya kebijakan ini, karena akan mengakibatkan penurunan penjualan produk rokok. Penolakan ini semata bukan soal untung-rugi, namun karena sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dan membantu perekonomian India. Sama seperti Indonesia, ada banyak orang yang bergantung pada industri rokok. Di India, setidaknya ada 45 juta petani tembakau India yang hidupnya bergantung dari industri ini.

petani tembakau

Jika aturan ini diterapkan,  maka ia akan mengurangi penjualan dan membuat para pedagang kesulitan menjualnya. Oleh karena hal ini, banyak pihak memanfaatkan dengan membuat rokok illegal tak bergambar seram pada bungkusnya. Hal ini malah berpotensi untuk mengurangi pendapatan Negara dari cukainya.

rokok

Sampai saat ini, Pengadilan India masih menyidangkan tuntutan para Industri tembakau dan para petani tembakau untuk kasus ini. Sampai ditemukan penyelesaian yang terbaik, aturan lama yang dijalankan untuk saat ini. Yakni gambar seram harus ada di bungkus depan dan belakang sebanyak 40 %.

bungkus rokok

Anggota Dewan Minta Pemerintah Berhenti Menaikkan Tarif Cukai Rokok

Polemik mengenai kenaikan cukai rokok kembali mencuat. Kali ini, suara penolakan disampaikan oleh anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Harjo Soekartono. Penolakan itu ia sampaikan secara terbuka kepada wartawan saat sedang berkunjung ke salah satu pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Karyadibya Mahardika Surabaya di Rungkut Industri Surabaya.

bungkus rokok

Menurutnya, jumlah total pajak cukai, ppn, dan pajak daerah sudah mendekati 70% dari total harga rokok itu sendiri. Dengan harga rokok yang semakin mahal, maka daya beli masyarakat terhadap rokok semakin menurun. Jumlah pajak dari rokok pun juga akan menurun.

Cukai rokok di tahun ini naik 10,04% dibanding tahun lalu. Bambang meminta agar pemerintah tidak lagi menaikkan cukai rokok karena setiap kenaikan cukai selalu berimbas terhadap kelangsungan perusahaan. Imbas lanjutannya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap banyak karyawan karena industri rokok adalah industri padat karya. Jika sudah begitu, maka akan terjadi multiplier effect, kegiatan atau usaha di sekitar industri rokok juga akan terdampak.

cukai rokok

Bambang mengaku prihatin terhadap permasalahan ini karena jumlah PHK buruh rokok setiap tahun selalu terjadi akibat kebijakan pemerintah. “Industri rokok ilegal sudah mati. Yang legal pun mengalami penurunan (PHK) terutama yg Sigaret Kretek Tangan (SKT). Di 2018 ini jumlah buruh rokok sudah turun 5% dibanding 2017. Terus siapa yang mau menerima pengangguran ini,” lanjut Bambang.

rokok

Sektor industri ini mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia. Hampir 7 juta orang bergantung hidupnya dari rokok. Jika harga cukai rokok kembali dinaikkan, maka akan ada banyak orang akan menjadi penggangguran karena kehilangan pekerjaan.

rokok

15% UMKM kita adalah penjual rokok, belum lagi pengusaha kos, penjual makanan, dan lain-lain. Berapa juta rakyat Indonesia yang harus kehilangan pekerjaan gara-gara itu” kata Bambang.

UMKM merupakan usaha yang tahan terhadap krisis. Salah satu jenis usaha yang sanggup bertahan melewati badai krisis ekonomi saat itu hanyalah industri kretek.

Maka, akan sangat merugikan pemerintah, jika kebijakan kenaikkan cukai rokok ini diterapkan.

bungkus rokok

Kreasi Asbak Beton yang Unik, Nyeni, dan Estetis

Asbak, benda wajib yang harus dipunyai oleh para perokok. Perokok santun tentu harus membuang punting rokok dan sisa abu pembakarannya pada tempatnya. Dengan begitu, asbak menjadi benda yang harus disediakan untuk para perokok.

rokok dan kopi

rokok

Salah satu jenis asbak yang sedang cukup moncer adalah asbak beton, atau yang dalam bahasa Inggris kerap disebut sebagai concrete ashtray. Kreasi asbak ini mulai popular sejak tahun 2014, dan kini kembali populer lagi. Asbak dari beton ini didesain secara geometri, diperhatikan betul-betul lekukan dan tempat untuk menyanggah rokok.

asbak

Asbak beton didesain cukup rumit namun mempunyai kesan artistik yang tinggi. Beton dapat dibersihkan dan tahan terhadap panas, sehingga sampah dari rokok dapat dengan mudah dibersihkan dan tidak menempel baunya. Beton pun merupakan material yang mudah didapatkan, hanya saja perlu keterampilan untuk menghasilkan komposisi racikan yang pas dan tahan lama. Warnanya juga natural, tanpa perlu diapa-apakan beton akan mengeluarkan warna abu-abu cantik. Pun ketika diwarnai, ia akan mudah diaplikasikan.

asbak

Perokok santun wajib mempunyai asbak sendiri untuk dibawa saat beraktifitas di luar ruangan. Asbak beton ini bisa menjadi pilihan. Dan tentu saja ini bisa menambah penghasilan untuk para pengrajin asbak dari beton. Dari rokok, kreatifitas masyarakat keluar tak henti-henti.

bungkus rokok

Di Balik Isu Murahnya Harga Rokok di Indonesia

Tiap akhir tahun, isu tentang murahnya harga rokok selalu diembuskan oleh para kelompok anti-rokok. Isu ini selalu dibarengi dengan kebijakan soal harga cukai rokok yang selalu diulang-ulang terus tiap tahun. Dan anehnya lagi, harga rokok selalu naik tiap tahunnya tanpa diimbangi dengan naiknya pendapatan.

rokok

Harga rokok yang terlalu murah akan mengakibatkan anak-anak merokok, hal yang memicu munculnya perokok pemula yang akan merusak generasi penerus kita. Benarkah hal ini? Soal perokok pemula dan anak-anak yang merokok selalu diangkat terus oleh kelompok anti-rokok karena murahnya harga rokok. Isu yang sangat tak rasional jika itu alasan utama kampanye yang diangkat adalah harga rokok harus mahal.

Mari kita lihat satu-per-satu. Menyoal anak-anak dan perokok pemula bisa dicegah dengan adanya edukasi dari ketiga belah pihak: Pemerintah, pedagang, dan orangtua. Rokok adalah salah satu produk yang penjualannya diperuntukkan jelas-jelas untuk orang yang berusia 18 tahun ke atas. Aturan ini sudah cukup jelas, tinggal aplikasi di lapangannya yang diperketat, misalnya dengan menampilkan KTP bagi para pembeli rokok. Untuk para pedagang rokok harus bersikap ketat dan selektif terhadap pembelinya. Para orangtua harus lebih sadar untuk tidak menyuruh anak-anaknya membeli rokok di warung atau toko. Sedangkan Pemerintah berperan untuk membuat UU atau peraturan yang mengawasi peredaran produk rokok untuk anak-anak di bawah umur.

Untuk hitung-hitungan ekonomi harga rokok, hal tersebut dapat dengan sangat mudah dibantah. Misalkan di Negara tetangga seperti Australia dan Singapura. Harga rokok di sana sangatlah mahal, tapi kalau kita lihat pendapatan harian masyarakatnya sangatlah jauh bila dibandingkan dengan pendapatan harian masyarakat Indonesia.

Sebagai pembanding, kita tengok kisah nyata dari Iqbal Aji Daryono yang pernah tinggal dan bekerja sebagai sopir di Perth, Australia. Di Australia, orang bekerja itu hitungan upahnya per jam. Misal di Perth saja, upah per jam rata-rata 20 dolar. Bisa lebih. Pekerjaan buruh paling kasar nilai upahnya segitu. Taruhlah orang bekerja setiap harinya 8 jam saja, dia sudah mendapatkan 160 dolar per hari. Sementara di Indonesia gaji rata-rata pekerja menengah tentu saja jauh di bawah itu.

Hal ini pernah dibahas secara rasional oleh Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea Cukai, Deni Surjantoro. Deni pernah mengatakan, harga rokok secara nominal absolut memang murah. Namun, dengan mempertimbangkan daya beli, harga rokok di Indonesia sudah mahal. Perbandingan harga rokok di Indonesia dengan negara-negara lain tidak bisa disamakan. Sebab kita harus menghitung kurs mata uang negara kita yang berbeda dengan negara lain. Belum lagi persoalan hitungan daya beli masyarakat di Indonesia yang juga berbeda ketimbang negara lain.

bungkus rokok

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo menyebut, harga rokok di Indonesia lebih mahal dibandingkan beberapa negara seperti Jepang, Korea, China, Hong Kong, Australia, Singapura, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam.

Penilaian ini berdasarkan indeks keterjangkauan yang diukur melalui rasio Price Relative to Income (PRI), rasio yang memperhitungkan faktor daya beli ke dalam analisa keterjangkauan harga.

Jika dibandingkan dengan harga dan hitung daya beli, harga rokok Indonesia relatif mahal dibandingkan negara-negara lainnya. Sebab itu, menurut Yustinus, industri rokok nasional akan terpuruk jika harganya kembali naik. Industri Hasil Tembakau saat ini sudah memasuki sunset industry. Ini akan berdampak dari hulu ke hilir, mulai dari petani, buruh, sampai pengasong. Ini harus dipikirkan.

rokok

Kenaikan harga rokok harus dipikir ulang, melihat tingkat pendapatan harian masyarakat Indonesia yang masih sangat kecil. Daya beli masyarakat yang kecil akan berpengaruh terhadap Industri ini. Jika ini dipaksakan, bukan tidak mungkin akan banyak terjadi PHK buruh sektor industri pertembakauan. Akan makin banyak penggangguran, sebab banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada industri ini. Semoga Pemerintah kita tidak gegabah dalam merumuskan kebijakannya kali ini.