bungkus rokok

Perkenalan Orang Eropa dengan Tembakau, Rokok dan Cerutu

Kedatangan Columbus dan rombongan Eropa-nya di benua Amerika ternyata membuat mereka kemudian bersentuhan dan berkenalan dengan tembakau, rokok, dan cerutu.

cerutu

Tak banyak yang menduga, bahwa jauh sebelum kedatangan Columbus, penduduk asli Indian ternyata telah mengenal bagaimana nikmatnya mengunyah tembakau serta menghisap rokok dan cerutu.

Dalam perjalanannya setelah mendarat di Pulau San Salvador, Columbus beserta awaknya menjumpai perahu lesung milik orang Indian yang berisi daun-daun kering yang belakangan dikenal sebagai tembakau.

rokok

Kisah ini kemudian diperkuat oleh cerita dua orang utusan Columbus yang saat dikirim ke pantai Kuba (sumber lain mengatakan Santo Domingo) bertemu dengan banyak lelaki yang membawa kayu bakar dan daun-daun penyembuh yang telah digulung dan dikeringkan. Para lelaki tersebut menerangkan bahwa dengan mengisap gulungan daun tersebut, niscaya akan menimbulkan efek mengantuk dan mengurangi kelelahan.

Gulungan daun bermanfaat itu mereka sebut sebagai tobacco yang kelak bakal menjadi bahan utama pembuat rokok.

Peristiwa lainnya yang tak kalah bersejarah adalah saat awak kapal Colombus menemukan rokok. Saat mereka mendarat di San Salvador, awak Colombus menemukan dua pria Indian sedang menggulung rempah-rempah yang telah kering dalam bungkusan daun jagung yang menghasilkan lintingan rokok. Ketika sudah berbetuk, salah satu ujungnya disulut api dan dihisap dari ujung yang lain. Peristiwa ini kemudian didokumentasikan oleh Van Der Reijden yang mengatakan bahwa peristiwa tersebut adalah pertama kalinya orang Indian membuat rokok dalam bentuk paling primitif.

tembakau

Peristiwa pertemuan tersebut kelak menjadi bekal pengetahuan tentang rokok dan cerutu yang kemudian menyebar dengan cepat ke seantero dunia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.